Komisi Keluarga - Pertemuan Seksi Keluarga

Komisi Keluarga Keuskupan Bandung


Sharing, Berjejaring, Merencanakan Kegiatan

Komisi Keluarga (Komkel) Keuskupan Bandung menyelenggarakan temu wicara daring Seksi Keluarga Paroki via aplikasi zoom (14/8). Topik pertemuan : “Di Era New Normal ini, tetap Pelayanan ?” Tercatat sebanyak 55 orang dari 18 paroki mengikuti kegiatan ini. Peter Brata Sutjahja membuka pertemuan dengan doa. Lidwina Wahyu Widayati didaulat sebagai pemandu pertemuan ini. Agenda pertemuan, yaitu: sharing kegiatan paroki, menjaring kebutuhan setiap paroki, serta menyusun rencana kegiatan, baik di tingkat paroki maupun keuskupan, hingga akhir tahun 2020.

Acara dibuka dengan pengisian kuisioner secara daring, yang hasilnya disampaikan langsung pada pertemuan ini. Hasil kuisioner menunjukan bahwa sebagian besar (80%) seksi keluarga paroki belum memulai kegiatan di paroki. 20% telah melakukan kegiatan berupa pembinaan, misa hari ulang tahun perkawinan, kegiatan daring dan penggalangan dana.

RP Paulus Yoyo Yohakim, OSC dalam pengantar pertemuan menyampaikan bahwa keluarga merupakan bagian yang paling terdampak selama pandemi. Mulai dari ekonomi rumah tangga, pendampingan anak dan relasi suami-istri. Untuk itu, Seksi Keluarga diharapkan mampu menampung beragam permasalahan. Agar pelayanan semakin lancar, sangat penting kemampuan untuk terus memelihara koordinasi dengan dewan paroki di tempat masing-masing serta komisi keluarga keuskupan.

Pada acara ini diadakan diskusi kelompok, para perwakilan paroki berkumpul sesuai dekanat masing-masing. Selanjutnya, para perwakilan mempresentasikan hasil diskusi terkait kegiatan yang telah berjalan, rencana kegiatan, serta bantuan yang diharapkan dari Komisi Keluarga Keuskupan. Presentasi dari Dekanat, serta beberapa dokumentasi kegiatan dari paroki berhasil memantik semangat dan membangkitkan inspirasi, baik bagi penggerak di paroki, maupun bagi pengurus komisi untuk kembali menghidupkan pelayanan di tengah keterbatasan.

Untuk semakin mengobarkan semangat pelayanan, Pasutri Irwan Chandrasukma-Christine Widiapradja menyampaikan sharing yang memberikan gugahan semangat bagi para peserta agar keluarga Katolik tetap aktif dalam pelayanan sekecil apapun, di tengah kesibukan keluarga. Banyak keluarga Katolik yang perlu disentuh melalui perjumpaan langsung atau daring, agar mereka lebih berani berserah diri, memiliki harapan dan kepedulian bagi orang sekitarnya.

Pada bagian penutup, Komkel menyampaikan empat program utama : PPP (Pembinaan Persiapan Perkawinan), Pendampingan Keluarga Muda (Keluda) khususnya dalam pembuatan podcast tim fokus pastoral, konsultasi secara daring, serta seminar keluarga. ***


Edy Suryatno