Profil

 

Profil






Gereja Keuskupan Bandung hendak menjadi komunitas yang hidup, mengakar, mekar, dan berbuah bersama masyarakat Jawa Barat. Dengan demikian, komitmen Gereja Katolik Keuskupan Bandung ialah bersama komunitas-komunitas lain lintas agama, ras, suku, dan bahasa yang hadir di Jawa Barat membangun suatu  masyarakat yang bermartabat dan manusiawi. Dilandasi oleh kemurahan hati dan kerelaan berbagi, Gereja Katolik Keuskupan Bandung hendak berperan aktif dalam peningkatan kesejahteraan material dan spiritual masyarakat.


Keuskupan Bandung adalah wilayah gerejani Gereja Katolik Roma yang terletak di bagian timur dan tengah tanah Parahyangan Jawa Barat dengan luas wilayah 23.154,94 km2  Selain kota dan kabupaten Bandung, wilayah Keuskupan Bandung meliputi Kabupaten Purwakarta dan Karawang di sebelah barat; Subang, Pamanukan, Indramayu di sebelah utara; Cirebon, Kuningan, Tasikmalaya-Ciamis di sebelah timur; dan Garut di sebelah selatan.

Pada tanggal 12 November 2010, Pk. 18.00 WIB diumumkan secara resmi oleh Tahta Suci bahwa Mgr. Johannes Pujasumarta, Uskup Diosesan Keuskupan Bandung, diangkat menjadi Uskup Diosesan Keuskupan Agung Semarang dan Mgr. Ignatius Suharyo, Uskup Agung, Keuskupan Agung Jakarta diangkat menjadi Administrator Apostolik Keuskupan Bandung. Di bawah kepemimpinan  beliau, wilayah gereja ini dibagi menjadi beberapa wilayah teritorial yang disebut paroki. Keuskupan Bandung meliputi 23 paroki; 13 di antaranya terletak di kota Bandung dan sekitarnya. 23 paroki ini menjadi tempat bernaung umat katolik Keuskupan Bandung yang saat ini berjumlah kurang lebih 101.229 orang. 

Pelayanan dan penggembalaan di paroki dipercayakan oleh uskup kepada para imam (pastor), baik imam diosesan maupun tarekat. Imam diosesan adalah pria yang ditahbiskan menjadi imam katolik dan dengan ketaatannya kepada uskup terikat seumur hidup untuk pelayanan di keuskupan, dengan tetap terbuka untuk ditugaskan oleh uskup di wilayah gerejani lain. Imam tarekat adalah imam yang

menjadi anggota suatu tarekat/ordo/lembaga religius gereja katolik. Atas kesepakatan dan mandat dari uskup, imam tarekat tersebut ditugaskan oleh pimpinannya untuk tugas pelayanan di keuskupan. Tarekat imam yang bekerja di Keuskupan Bandung saat ini ialah Ordo Salib Suci (OSC) dan Kongregasi Hati Kudus Yesus dan Maria (SS.CC).

Selain pelayanan parokial, keuskupan juga menjalankan pelayanan kategorial yang dilaksanakan baik oleh komisi ataupun yayasan keuskupan. Komisi adalah unit kerja keuskupan di bawah koordinasi Dewan Karya Pastoral (DKP) untuk menangani bidang pelayanan tertentu baik yang menyangkut kehidupan internal gereja maupun sosial kemasyarakatan, seperti Komisi Liturgi, Kitab Suci, Pengembangan Sosial Ekonomi Masyarakat, Pendidikan, Perburuhan, Hubungan antar Agama dan Kepercayaan. Yayasan keuskupan adalah yayasan independen yang dibentuk oleh keuskupan untuk melaksanakan tugas pelayanan sosial kemasyarakatan, seperti yayasan pendidikan dan kesehatan. Melalui yayasan-yayasan pendidikan yang telah didirikan, saat ini keuskupan menjalankan 89 sekolah tersebar di seluruh wilayah keuskupan dari tingkat taman kanak-kanak sampai menengah atas, 2 perguruan tinggi, dan 1 Balai Latihan Kerja. Bidang pelayanan kesehatan terdiri dari 4 rumah sakit dan 6 Balai Pengobatan Paroki.

Selain yayasan keuskupan, hadir pula atas izin Uskup Bandung, yayasan-yayasan yang didirikan baik oleh tarekat suster (biarawati) maupun kelompok umat katolik untuk membantu pelayanan sosial dan pendidikan di wilayah Keuskupan Bandung.  Mereka menjalankan 26 sekolah dari taman kanak-kanak sampai menengah atas, 3 panti wredha, 1 pusat rehabilitasi narkoba. Saat ini terdapat 5 tarekat suster yang bekerja di Keuskupan Bandung: CB, PI, OP, OSU, dan Ursulin Somasca. Selain itu, terdapat pula pertapaan suster Karmel (OCD) di Lembang yang tentunya memberikan warna tersendiri bagi Keuskupan Bandung.





Dengan dinamika kehidupan dan pelayanan baik internal maupun eksternal, Gereja Keuskupan Bandung berkomitmen untuk menjadi bagian integral dari Masyarakat Jawa Barat dan Indonesia pada khususnya, Asia dan dunia pada umumnya. 

Hal ini ditegaskan dalam Arah Dasar Pastoral 2010  yang menyatakan bahwa Gereja Keuskupan Bandung hendak menjadi komunitas yang hidup, mengakar, mekar, dan berbuah bersama masyarakat Jawa Barat. Dengan demikian, komitmen Gereja Katolik Keuskupan Bandung ialah bersama komunitas-komunitas lain lintas agama, ras, suku, dan bahasa yang hadir di Jawa Barat membangun suatu  masyarakat yang bermartabat dan manusiawi. Dilandasi oleh kemurahan hati dan kerelaan berbagi, Gereja Katolik Keuskupan Bandung hendak berperan aktif dalam peningkatan kesejahteraan material dan spiritual masyarakat.


Galeri Foto

Wilayah Keuskupan Bandung
Wisma Uskup