Ecclesiana

 

Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia 2010

Gereja Katolik Indonesia hendak melanjutkan dialog dengan kebudayaan, meningkatkan kerja sama dan dialog dengan umat beragama dan berkepercayaan lain, serta terus terlibat dalam upaya memerdekakan orang miskin dan tersingkir.

Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia (SAGKI) 2010 telah dilaksanakan 1-2 November 2010 di Wisma Kinasih Caringin, Bogor. Sidang yang bertemakan “Ia datang supaya kamu hidup dalam kelimpahan” (Yoh. 10:10) ini dihadiri oleh 385 peserta dari 37 keuskupan di Indonesia. Metode yang digunakan adalah metode naratif dengan harapan bahwa peserta dapat mendengarkan dan menceritakan pengalaman iman mereka, yaitu pengalaman menghadirkan dan menemukan wajah Yesus di tengah keragaman budaya, agama dan kepercayaan, serta kaum miskin dan terpinggirkan.

Proses perjalanan sidang dirangkai dalam narasi publik dan narasi kelompok yang diperkaya dalam refleksi teologis dan disyukuri dalam doa dan Ekaristi. Selain itu, ekspresi budaya ditampilkan setiap malam oleh beberapa perwakilan dari keuskupan, termasuk Keuskupan Bandung, sebagai bagian dari proses narasi pengalaman iman. Dalam narasi publik, peserta sidang mendengarkan pengalaman iman perwakilan dari beberapa keuskupan mengenai perjumpaan mereka dengan budaya, agama, dan kaum miskin. Juga, dihadirkan dua tamu undangan dari agama lain yaitu Bapak Mohammad Sobari (Islam) dan Bantay Bhikhu Sri Pannyavaro Mahatera (Buddha) yang menceritakan pengalaman perjumpaan mereka dengan orang katolik. Narasi kelompok adalah saat peserta masuk dalam kelompok kecil untuk saling mendengarkan dan menceritakan pengalaman perjumpaan mereka dengan tiga bidang kehidupan tersebut.

Dalam narasi pembukaan, Mgr. Suharyo menekankan pentingnya narasi sebagai cara pewartaan seperti Kitab Suci juga berisi mengenai narasi iman. Yesus yang bangkit diwartakan oleh para murid dengan bercerita mengenai peristiwa Yesus itu. Selain itu, Yesus sendiri juga bercerita dalam pewartaannya. Menurut Mgr. Suharyo narasu yang baik untuk pewartaan iman dimulai dari pengalaman revitalisasi, yaitu pengalaman tergugah yang membawa kepada resolusi (ketetapan hati) dan revolusi, sebuah perubahan hidup. Narasi yang demikian ini pada akhirnya menjadi kesaksian iman.

Di akhir sidang dalam perayaan Ekaristi penutupan, dibacakan Pernyataan Akhir dan Rekomendasi Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia 2010. Dalam rekomendasi, ditekankan bahwa Gereja Katolik Indonesia hendak melanjutkan dialog dengan kebudayaan, meningkatkan kerja sama dan dialog dengan umat beragama dan berkepercayaan lain, serta terus terlibat dalam upaya memerdekakan orang miskin dan tersingkir.

Galeri Foto

SAGKI

Kirim Komentar