DKP

 

Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa

Acara Dialog Kemanusiaan bersama Ibu Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid merupakan program rutin yang diselenggarakan Ibu Shinta setiap tahunnya. Program ini diselenggarakan di beberapa kota dan wilayah se-Indonesia. Kali ini merupakan program yang ke-14 tahun dijalankan.Seperti biasanya, pelaksanaan Dialog Kemanusiaan diselenggarakan oleh berbagai macam organisasi/ lembaga lintas bidang dan lintas SARA, baik dalam kepanitiaan besar maupun dalam kepanitiaan lokal. 

Tahun ini acara Dialog Kemanusiaan terselenggara atas kerjasama :

1. Yayasan Puan Amal Hayati, 
2. Komisi Kemanusiaan dan Keadilan Keuskupan Bandung, 
3. Paroki HTBSPM Buah Batu, 
4. Paroki St. Michael Waringin, 
5. GP Ansor NU Cabang Kota Bandung, 
6. IPPNU & IPNU Kota Bandung, 
7. Himpunan Mahasiswa Maluku Utara (HIPMMU) Bandung, 
8. Taman Belajar Al-Alfifiyah, 
9. Solidaritas Rakyat Bandung (Sorban), 
10. Jakatarub (Jaringan Kerja Antar Umat Beragama), 
11. PMKRI (Persatuan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) Bandung, 
12. PMII (Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia) Kota Bandung,
13. Komunitas Percik Insani, Rumah Autis Bandung, 
14. Lentera Nusantara,
15. Pastoral Perburuhan Keuskupan Bandung 
16. dan jejaring kerja kemanusiaan. 

Lembaga/organisasi lain yang hadir: Komunitas Ahmadiyah, Perwakilan Muhammadiyah, PC NU Kota Bandung, GKJ, GKI, GKP, Gereja Isa Almasih, KMHDI, HMI, GMNI, GMKI, GEMA, GEMA P, KAMMI, FLADS, LDK UMI, Log In, Akatiga, PPMP-YCW, Komunitas Buruh Kahatex, Komunitas difabel, Indonesian Pageant.

Kelompok, lembaga, dan organisasi ini berkomitmen bahwa bulan puasa ini sebagai bentuk refleksi dan pembelajaran akan keimanan, sekaligus ruang untuk belajar menciptakan keharmonisan hidup bermasyarakat.

Mengenai waktu pelaksanaan, kegiatan dialaog ini akan diselenggarakan dalam dua acara :
1. Buka puasa bersama 
pada hari Senin, 30 Juni 2014, pukul 15.30 – 19.00 wib 
di Aula/ GSG Paroki Buah Batu (Jl. Suryalaya Sari no. 3 Bandung)
Peserta: para tukang becak, pembantu rumah tangga, pengamen, pemulung, tukang parkir, anak jalanan, pedagang kaki lima, anak-anak berkebutuhan khusus, para difabel, buruh pabrik, kaum dhuafa dan kelompok marjinal.

2. Sahur bersama
Pada hari Selasa, 1 Juli 2014, pukul 02.00 – 03.45 wib
Di Aula paroki St. Michael Waringin (Jl. Waringin No. 31 Bandung)
Peserta: pedagang pasar Andir, para tukang becak, pengamen, pemulung, tukang parkir, anak jalanan, pedagang kaki lima, kaum dhuafa dan kelompok marjinal.

Dialog kemanusiaan tahun ini mengangkat tema ''Dengan Berpuasa Membangun Keluhuran Budi Bangsa'', sebagai ajakan refleksi akan persoalan-persoalan real yang terjadi dalam hidup bermasyarakat. Di tengah-tengah masyarakat yang beragam, baik secara teologis, sosiologis, etnis maupun ideologis seperti masyarakat Indonesia; di tengah kesengsaraan dan penderitaan yang sedang dialami oleh rakyat Indonesia saat ini, muncul kelompok/golongan yang mencoba mencari keuntungan demi kepentingannya sendiri. Dengan mengatasnamakan agama, mereka mengotak-atik kondisi sosial politik Indonesia yang sedang terjadi tarik-menarik kepentingan, sehingga dengan mudah dapat menggerogoti sendi-sendi keutuhan bangsa dan negara. Mereka mencoba membangun negara sebagaimana yang mereka inginkan dan mereka cita-citakan; dengan menafikan perbedaan sebagai realitas yang harus diterima, bahkan dengan menggilas apa saja yang berbeda dengan diri dan kelompoknya. 

Dialog kemanusiaan kali ini sekaligus menjadi dialog kebangsaan. Puasa Ramadhan tahun 2014 ini, bagi bangsa Indonesia sungguh luar biasa. Baru beberapa hari kaum muslimin menjalankan ibadah puasa, rakyat Indonesia sudah harus memilih pemimpin negara dan wakilnya, yang akan menentukan nasib bangsa ini selama lima tahun ke depan. Tiga bulan sebelumnya, telah dilaksanakan pemilihan legislatif, untuk memilih orang yang akan mewakili rakyat menyuarakan aspirasinya demi memperoleh keadilan dan kehidupan yang layak. Untuk itu, pemilihan tersebut harus dilaksanakan secara jujur, bersih, tanpa rekayasa. 

Tetapi apa yang terjadi? Kebohongan, kecurangan, manipulasi dan masih banyak lagi pelanggaran-pelanggaran yang lain yang dilakukan oleh calon-calon wakil rakyat, untuk memuluskan jalan mereka menuju ke Senayan, menduduki kursi barunya yang empuk dan nyaman. Rupanya rakyat masih tetap memilih yang memberi mereka uang lebih, tidak peduli mampu mewakili atau tidak, berakhlak mulia atau tidak, jujur/bisa dipercaya atau tidak. Itu semua urusan belakang, yang penting sekarang dapat uang. Kasihan rakyat Indonesia. Mereka selalu diajari tentang ketidak-benaran, ketidakjujuran, kebohongan dan keteladan untuk berbuat sewenang-wenang oleh para pemimpinnya. Akibatnya, rakyat menjadi brutal dan tidak sabaran. Kekerasan, perampokan, pembunuhan dan pelecehan seksual, tidak peduli anak balita yang menjadi korbannya, merajalela dimana-mana.

Namun kami yakin, masih banyak orang yang benar, orang yang berjiwa besar, yang punya hati dan nurani, yang selalu mengamalkan ajaran agamanya selalu mengajarkan tentang kesalehan dan budi pekerti yang luhur, antara lain : kejujuran, kesabaran, tidak serakah, tidak mengambil hak orang lain, dan masih banyak lagi yang lain. 

Untuk itu, melalui dialog kemanusiaan bersama Ibu Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, kita sapa dan kita berikan senyuman hangat kepada saudara-saudara kita kaum pinggiran, kaum dhuafa, dan kelompok yang termajinalkan. Bersama mereka kita bangun keluhuran budi bangsa, untuk menahan derasnya arus materialisme; yang menggerus ketulusan dan kejujuran, yang telah membuat hubungan antara manusia menjadi sangat rentan terhadap konflik dan perpecahan.

Dalam kondisi seperti ini, ketika jiwa dan hati manusia sedang terjebak dalam pragmatisme dan simbolisme sehingga menafikan keberagaman sebagai fitrah kehidupan, maka yang perlu kita lakukan adalah, menumbuhkan kembali semangat dan kesadaran akan pentingnya hidup bersama secara damai, dengan menghargai dan menerima setiap perbedaan yang ada.

Kegiatan berbuka puasa dan sahur bersama, akan diisi dengan tanya jawab seputar pergulatan mereka meretas kemiskinan, menemukan solusi-sulusi sederhana, diselingi tampilan kreasi dari beberapa kelompok masyarkat. Tujuan kegiatan ini untuk memperkuat tali persaudaraan dan kebersamaan antar umat beragama, demi tegaknya nilai-nilai kemanusiaan. Diharapkan kegiatan ini juga menjadi bagian dari pendidikan warga (civic education) tentang pentingnya menguatkan karakter bangsa Indonesia yang penuh toleransi dan saling menghargai serta menghormati perbedaan. Sehingga diharapkan akan ada kerja sama kemanusiaan dan anti kekerasan antar lintas agama dan budaya. Dengan demikian ibadah puasa dapat dijadikan sebagai media untuk meningkatkan solidaritas dan empati, dengan tetap menjadikan keberagaman sebagai pijakan untuk membangun kesadaran kemanusiaan dan persaudaraan, demi keutuhan bangsa dan negara. Dengan demikian, puasa akhirnya dijadikan sebagai media untuk meningkatkan solidaritas dan empati, dengan tetap menjadikan keberagaman sebagai pijakan untuk membangun kesadaran kemanusiaan dan persaudaraan, demi keutuhan bangsa dan negara.

Galeri Foto

Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa
Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa
Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa
Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa
Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa
Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa
Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa
Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa
Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa
Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa
Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa
Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa
Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa
Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa
Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa
Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa
Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa
Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa
Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa
Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa
Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa
Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa
Dialog Kemanusiaan Membangun Keluhuran Budi Bangsa