DKP

 

Doa Hari Senin, 5 Juni 2017

''Miserere mei Deus -- Kasihanilah aku ya Allah.'' Inilah Injil yang mewartakan kemurahan dan kepercayaan Allah kepada kita untuk bekerja bersama di kebun anggur-Nya. Perumpamaan ini juga berbicara tentang kesabaran dan keadilan Allah. Berkali-kali Ia mengampuni dan mengasihani para penggarap kebun anggur yang bersalah.

Allah Bapa kami yang sangat baik

kami bersyukur atas kasih-Mu

yang tak pernah berhenti datang kepada kami

dengan berbagai macam bentuk, hadir di tengah perjalanan hidup kami.

Ampuni kami ya Bapa

karena acap kali kami tidak mengenali semua itu.

Bahkan sering kami menilainya 

sebagai satu hal yang menjengkelkan,

sebagai satu ketidak adilan dari orang lain yang tidak menyukai kami. 

Kami sebut mereka musuh kami. 

Kami bersyukur ya Bapa  karena melalui ajakan Yesus

untuk mengasihi musuh kami bisa melihat kasih-Mu yang tertutup

oleh kesalahan cara pandang kami

ketika berhadapan dengan orang lain

dan kami mengambil sikap menjadi hakim atas mereka

dengan putusan yang tergesa kami ambil, bahwa mereka adalah salah.

Dari pengalaman yang Kau ijinkan terjadi bagi kami selama beberapa hari,

Kau sedang membentuk kami lebih lanjut lagi, untuk makin mengenal-Mu,

melewati satu proses panjang dalam kebersediaan

untuk melepaskan pengampunan.

Terima kasih Tuhan Yesus Kau mengajar kami

dan menjadikan kami lebih kuat lagi dalam menghadapi hari ini.

Bersama St. Bonifasius 

yang kami peringati dan syukuri kehadirannya pada hari ini,

biarlah kami memperbaharui janji kami kepada-Mu untuk selalu setia

menjadi misioner-misioner kasih-Mu yang sejati.

Hanya di dalam nama-Mu

kami telah berdoa dan mengucap syukur.

Amin 

By : Team Moderator DSM 


RH Mutiara Iman

Senin Biasa dalam Pekan Kesembilan, 5 Juni 2017

Pw. St. Bonifasius, UskMrt

(by: Rm. Jost Kokoh, Pr)


Mutiara Iman:

''Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru.'' [Mrk. 12: 10]

 

BACAAN PERTAMA (Tb. 1: 1a. 2a. 3; 2:1b-8)

Inilah kisah Tobit, keturunan suku Naftali, yang diangkut sebagai tawanan apda zaman Salmaneser, raja Asyur. Aku, Tobit, menempuh jalan kebenaran dan kesalehan seumur hidupku. Aku banyak melakukan kebajikan kepada para saudara dan segenap bangsaku yang bersama dengan daku telah diangkut ke pembuangan, ke negeri Asyur, ke kota Niniwe. Sekali peristiwa pada hari raya Pentakosta, yaitu hari raya Tujuh Minggu, disajikan kepadaku suatu jamuan makan yang baik. Aku pun telah duduk untuk makan. Sebuah meja ditempatkan di hadapanku dan kepadaku disajikan banyak hidangan. Tetapi berkatalah aku kepada anakku Tobia, ''Nak, pergilah dan jika kaujumpai seorang miskin dari saudara-saudara kita yang diangkut tertawan ke Niniwe dan yang dengan segenap hati ingat kepada Tuhan, bawalah ke mari, supaya ikut makan. Aku hendak menunggu, ya anakku, hingga engkau kembali''. Maka keluarlah Tobia untuk mencari seorang saudara yang miskin. Sepulangnya berkatalah ia, ''Pak!'' Sahutku, ''Ada apa, Nak?'' Jawabnya, ''Salah seorang dari bangsa kita sudah dibunuh. Ia dicekik dan dibuang di pasar. Jenazahnya masih ada di situ!'' Aku meloncat berdiri dan jamuan itu kutinggalkan sebelum kukecap. Jenazah itu kuangkat dari lapangan dan kutaruh di dalam salah satu rumah hingga matahari terbenam, untuk kukuburkan nanti. Kemudian aku pulang, membasuh diriku, lalu makan dengan sedih hati. Maka teringatlah aku akan firman yang diucapkan nabi Amos mengenai kota Betel, ''Hari-hari rayamu akan berubah menjadi hari sedih dan segala nyanyianmu akan menjadi ratap!'' Lalu menangislah aku. Setelah matahari terbenam aku pergi menggali liang, lalu jenazah itu kukuburkan. Para tetangga menertawakan aku, katanya, ''Ia belum juga takut! Sudah pernah ia dicari untuk dibunuh karena perkara yang sama. Dahulu ia melarikan diri dan sekarang ia menguburkan jenazah lagi!''

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 111 (112): 1-2. 3-4. 5-6; R. 1a

Refr. Berbahagialah orang yang takwa.

Mazmur:

+    Berbahagialah orang takwa

      yang sangat suka akan perintah Tuhan.

      Anak cucunya akan berkuasa di bumi,

      keturunan orang jujur akan diberkati.

+    Rumah tangganya makmur dan sejahtera,

      kebaikannya tetap selama-lamanya.

      Tuhan yang adil, pengasih dan penyayang

      menjadi cahaya dalam kegelapan bagi orang yang lurus.

+    Orang baik menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman,

      ia melakukan urusannya penuh tanggung jawab.

      Orang jujur tudak pernah akan goyah,

      ia akan dikenang selama-lamanya.

 

BAIT PENGANTAR INJIL (Why. 1 : 5ab)

P      Alleluya...

U     Alleluya...

P     Yesus Kristuslah saksi yang setia;

       Dialah yang pertama-tama bangkit dari alam maut;

       Dialah yang mengasihi kita dan mencuci bersih dosa kita

      dalam darah-Nya.

U    Alleluya...

BACAAN INJIL (Mrk. 12: 1-12)

Pada waktu itu Yesus berkata kepada imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan kaum tua-tua dengan perumpaaan, ''Adalah seorang membuka kebun anggur dan menanam pagar sekelilingnya. Ia menggali lobang tempat memeras anggur dan mendirikan menara jaga. Kemudian ia menyewakan kebun itu kepada penggarap-penggarap lalu berangkat ke negeri lain. Dan ketika sudah tiba musimnya, ia menyuruh seorang hamba kepada penggarap-penggarap itu untuk menerima sebagian dari hasil kebun itu dari mereka. Tetapi mereka menangkap hamba itu dan memukulnya, lalu menyuruhnya pergi dengan tangan hampa. Kemudian ia menyuruh pula seorang hamba lain kepada mereka. Orang ini mereka pukul sampai luka kepalanya dan sangat mereka permalukan. Lalu ia menyuruh seorang hamba lain lagi, dan orang ini mereka bunuh. Dan banyak lagi yang lain, ada yang mereka pukul dan ada yang mereka bunuh. Sekarang tinggal hanya satu orang anaknya yang kekasih. Akhirnya ia menyuruh dia kepada mereka, katanya: Anakku akan mereka segani. Tetapi penggarap-penggarap itu berkata seorang kepada yang lain: Ia adalah ahli waris, mari kita bunuh dia, maka warisan ini menjadi milik kita. Mereka menangkapnya dan membunuhnya, lalu melemparkannya ke luar kebun anggur itu. Sekarang apa yang akan dilakukan oleh tuan kebun anggur itu? Ia akan datang dan membinasakan penggarap-penggarap itu, lalu mempercayakan kebun anggur itu kepada orang-orang lain. Tidak pernahkah kamu membaca nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.'' Lalu mereka berusaha untuk menangkap Yesus, karena mereka tahu, bahwa merekalah yang dimaksudkan-Nya dengan perumpamaan itu. Tetapi mereka takut kepada orang banyak, jadi mereka pergi dan membiarkan Dia.

 

St. Bonifasius (Uskup dan Martir, 673-754, Pw)

Karya perintisan sampai sekarang masih tetap menarik. Winfried, seorang misionaris kelahiran Inggris tahun 673, juga seorang perintis. Dalam usia 30 tahun ia ditahbiskan menjadi imam dan pada usia 40 tahun ia mulai karya misionernya di Jerman. Tahun 722 ia ditahbiskan uskup kemudian menjadiuskup agung. Ia mengorganisir Gereja di Bayern, Hessen, dan Thuringen. Di mana ia berkarya, didirikannya biara sebagai pusat karya misioner. Dalam perjalanan misinya di Friesland ia dibunuh di dekat Dokkum dan dimakamkan di biara Fulda, yang didirikannya sendiri. Bonifasius menjadi rasul Jerman dan rasul kebudayaan Eropa.

 

BACAAN PERTAMA: Kis. 26: 19 - 23

Dalam perselisihan dengan orang-orang Yahudi, Paulus mendapat kesempatan mengajukan pembelaan di depan Raja Agripa. Setelah mengisahkan peristiwa pertobatannya, Paulus berkata kepada raja, ''Ya Raja Agripa, kepada penglihatan yang dari sorga itu tidak pernah aku tidak taat. Tetapi mula-mula aku memberitakan kepada orang-orang Yahudi di Damsyik, di Yerusalem dan di seluruh tanah Yudea, dan juga kepada bangsa-bangsa lain, bahwa mereka harus bertobat dan berbalik kepada Allah serta melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan pertobatan itu. Karena itulah orang-orang Yahudi menangkap aku di Bait Allah, dan mencoba membunuh aku. Tetapi oleh pertolongan Allah aku dapat hidup sampai sekarang dan memberi kesaksian kepada orang-orang kecil dan orang-orang besar. Dan apa yang kuberitakan itu tidak lain dari pada yang sebelumnya telah diberitahukan oleh para nabi dan juga oleh Musa, yaitu, bahwa Mesias harus menderita sengsara dan bahwa Ia adalah yang pertama yang akan bangkit dari antara orang mati, dan bahwa Ia akan memberitakan terang kepada bangsa ini dan kepada bangsa-bangsa lain.''

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 117: 1-2

Refr.   Pergilah ke seluruh dunia, dan wartakanlah Injil.

+      Pujilah Tuhan, hai segala bangsa,

        megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!

+      Sebab kasih-Nya hebat atas kita,

        dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.

 

BAIT PENGANTAR INJIL (Yoh. 10 : 14)

P      Akulah gembala yang baik. Aku mengenal domba-domba-Ku

        dan domba-domba-Ku mengenal Aku.

BACAAN INJIL (Yoh. 10: 11-16)

Pada suatu hari berkatalah Yesus kepada orang-orang Farisi, ''Aku ini gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu. Ia lari karena ia seorang upahan dan tidak memperhatikan domba-domba itu. Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala''.


Meditatio:

''Miserere mei Deus -- Kasihanilah aku ya Allah.'' Inilah Injil yang mewartakan kemurahan dan kepercayaan Allah kepada kita untuk bekerja bersama di kebun anggur-Nya. Perumpamaan ini juga berbicara tentang kesabaran dan keadilan Allah. Berkali-kali Ia mengampuni dan mengasihani para penggarap kebun anggur yang bersalah.

Kita kadang melupakan rahmat kemurahan hati Allah yang telah mengajak kita berkarya bersama-Nya. Kita malahan menjadi pekerja yang menyalahgunakan kepercayaan Tuhan. Nah, Yesus ingin menegaskan siapa diri-Nya sesungguhnya. Ia ingin memberitahu bahwa Dia diutus Allah dan Dialah Anak Allah. Kedatangan-Nya telah dinubuatkan oleh nabi-nabi. Namun banyak orang yang tidak mau percaya bahkan menolak dan 'membuang'-Nya. Indahnya, batu yang dibuang oleh tukang bangunan itu menjadi batu penjuru: yang mati menjadi hidup, yang hina menjadi mulia, yang disalibkan menjadi ditinggikan. Ya, Ia memperlihatkan otoritas-Nya kembali. Sudahkah kita mengakui otoritas Kristus di dalam diri kita? Atau seperti banyak para penggarap yang jahat, kita masih saja merebut otoritas-Nya: melupakan kebaikan-Nya, marah, dan mengorbankan orang lain dengan sikap kasar dan semena-mena?

Contemplatio:

Ambillah waktu 2-3 menit untuk duduk diam dan berdoa: rasakan kehadiran hati Yesus yang Maha Kudus: pejamkan mata dan buka hatimu... Ia mengajakmu hidup dengan penuh kasih dan pengampunan. Ia juga mengundangmu untuk datang kepada-Nya, menerima belas kasih-Nya, dan membiarkannya mengalir melalui hdiupmu kepada sesama.

Oratio:

Tuhan, syukur kepada-Mu atas segala kasih yang boleh kuterima dari Hati-Mu yang Maha Kudus. Seraya mohon ampun atas segala dosa dan dustaku selama ini, aku juga senantiasa memohon limpahan kerahiman-Mu setiap harinya. Amin.

Missio:

Aku akan mendoakan doa koronka dan doa Rosario sebagai silih atas dosa-dosaku. Aku juga akan mendoakan setiap orang, terlebih orang yang pernah menyakiti hati dan hidupku.

BALIK ARAH

 

''Engkau harus mengatakan kepada mereka:

'Beginilah firman TUHAN:

Apabila orang jatuh, masakan ia tidak bangun kembali?

Apabila orang berpaling, masakan ia tidak kembali?'''

(Yeremia 8:4)

 

Baca: Yeremia 8:4-7

Engkau harus mengatakan kepada mereka: ''Beginilah firman TUHAN: Apabila orang jatuh, masakan ia tidak bangun kembali? Apabila orang berpaling, masakan ia tidak kembali? Mengapakah bangsa ini berpaling, berpaling terus-menerus? Mereka berpegang pada tipu, mereka menolak untuk kembali. Aku telah memperhatikan dan mendengarkan: mereka tidak berkata dengan jujur! Tidak ada yang menyesal karena kejahatannya dengan mengatakan: Apakah yang telah kulakukan ini! Sambil berlari semua mereka berpaling, seperti kuda yang menceburkan diri ke dalam pertempuran. Bahkan burung ranggung di udara mengetahui musimnya, burung tekukur, burung layang-layang dan burung bangau berpegang pada waktu kembalinya, tetapi umat-Ku tidak mengetahui hukum TUHAN.

Penggunaan Global Positioning System (GPS) atau peta digital sudah sangat lazim saat ini, terutama ketika kita sedang bepergian ke luar kota dan kita sama sekali tidak tahu arah dan jalan-jalan di kota tersebut. Namun kadang-kadang, meskipun sudah ada GPS, kita masih bisa saja tersesat. Tentu saja, penunjuk arah yang terbaik adalah bertanya pada penduduk sekitar. 

Pada zaman nabi Yeremia, bangsa Israel juga tersesat. Namun, mereka tersesat bukan karena salah jalan. Mereka tersesat karena jalan hidup mereka menyimpang dari firman Tuhan. Sayangnya, mereka masih tidak mau berbalik arah dan kembali mengikuti jalan Tuhan. Mereka lebih nyaman ''terjatuh'' dan tidak ingin bangun kembali. Karena itulah, Tuhan, melalui perantaraan nabi Yeremia, memberikan teguran yang keras. Dia bahkan memakai contoh hewan-hewan seperti burung ranggung, burung bangau, dan lainnya untuk menunjukkan kepada bangsa Israel bahwa burung-burung pun tahu musim-musim mereka, kapan harus pergi, kapan harus pulang. Bangsa Israel bukannya tidak mempunyai hukum Tuhan itu. Mereka punya, tetapi sayang, mereka tidak memahami dan melaksanakannya. 

Bagaimana dengan kita? Hampir sebagian besar kita pasti punya Alkitab. Bahkan Alkitab bisa dengan mudah diunduh melalui telepon genggam pintar kita. Apakah kita sudah membaca, memahami, dan melaksanakan perintah Tuhan di dalamnya? Apakah selama ini jalan kita tersesat dan sudah berbalik arah? Ataukah kita masih tetap berpaling dari Tuhan?


SAAT KITA SUDAH SALAH ARAH,

CARILAH SANG PEMBERI ARAH SEJATI, 

AGAR HIDUP KITA TIDAK SEMAKIN TERSESAT

Ditulis oleh Natanael Benino

Tuhan Memberkati +


Galeri Foto

St Bonifacius