DKP

 

Doa Hari Selasa, 6 Juni 2017

Yesus mengajak kita berpikir, bersikap sekaligus bertindak arif. Walaupun tahu dijebak, Ia tidak marah, karena baginya, ''Ira furor bervis est'' -- ''Amarah adalah kegilaan yang singkat.'' 

Tuhan Allah yang di Sorga

memanggil-Mu dengan sapaan Bapa

membuat kami makin sadar bahwa ada satu tugas besar

yang Kau berikan bagi kami.

Bahwa kami harus dapat menampilkan

dan menghadirkan karakter Bapa yang kami kenal

melalui Yesus Kristus

di lingkungan di mana Kau sudah tempatkan kami.

Bapa Sorgawi, Kau juga meminta kami

dapat menghadirkan suasana Sorgawi

kepada orang-orang sekitar kami.

Sehingga mengaku sebagai anak-anak-Mu

bukan hanya sebagai status yang menempel kepada kami

namun lebih mengarah dan tampak dalam kehidupan kami setiap hari.

Di tengah-tengah teman kami

yang saat ini sedang menjalankan ibadah puasa,

selama satu bulan penuh, 

mampukanlah kami untuk menjadi saksi-Mu, ya Bapa

mampu menghadirkan suasana Sorgawi,

melalui kehadiran kami yang membawa damai di tengah mereka semua.

Terima kasih karena Kau selalu ada bersama kami

ada di dalam hidup kami dan tetap setia menemani perjalanan hidup ini.


Terima kasih Yesus Dalam nama yang tunggal

nama Tuhan Yesus kami telah berdoa dan mengucap syukur.

Amin

By : Team Moderator DSM 


RH Mutiara Iman

Selasa Biasa dalam Pekan Kesembilan, 6 Juni 2017

Pm. St. Norbertus, Usk

(by: Rm. Jost Kokoh, Pr)


Mutiara Iman:

''Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!'' [Mrk. 12: 17]

 

BACAAN PERTAMA (Tb. 2: 9-14)

Pada suatu malam, sesudah menguburkan jenazah, aku membasuh diri. Lalu aku pergi ke pelataran rumah dan tidur dekat pagar temboknya. Mukaku tidak tertudung karena udara panas. Aku tidak tahu bahwa ada burung-burung pipit di tembok tepat di atas diriku. Maka jatuhlah tahi hangat ke dalam mataku. Muncullah bintik-bintik putih. Aku lalu pergi kepada tabib untuk berobat. Tetapi semakin aku diolesnya dengan obat, semakin kabur mataku karena bintik-bintik putih itu, sampai buta sama sekali. Empat tahun lamanya aku tidak dapat melihat. Semua saudaraku merasa sedih karena aku. Dua tahun lamanya aku dipelihara oleh Ahikar, kemanakanku, sampai ia pindah ke kota Elumais. Di masa itu isteriku Hana mulai memborong pekerjaan perempuan. Pekerjaan itu pun diantarkannya kepada para pemesan dan ia diberi upah. Pada suatu hari, yaitu tanggal tujuh bulan Dustrus, diselesaikannya sepotong kain, lalu diantarkannya kepada pemesan. Seluruh upahnya dibayar dan ditambah juga seekor anak kambing jantan untuk dimakan. Tetapi setibanya di rumah anak kambing itu mengembik. Maka aku memanggil isteriku dan bertanya, ''Dari mana anak kambing itu? Apa itu bukan curian? Kembalikanlah kepada pemiliknya! Sebab kita tidak diperbolehkan makan barang curian!'' Sahut isteriku, ''Kambing itu diberikan kepadaku sebagai tambahan upah''. Tetapi aku tidak percaya kepadanya. Maka kusuruh dia mengembalikan anak kambing itu kepada pemiliknya. Karena perkara itu aku sangat marah kepada isteriku. Tetapi dia bersungut-sungut, katanya, ''Apa gunanya kebajikanmu? Apa faedahnya semua amalmu itu? Lihat saja apa yang menimpa dirimu!''

 

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm. 111 (112) : 1-2. 7bc-8. 9

Refr. Hati orang jujur teguh, penuh kepercayaan kepada Tuhan.

Mazmur:

+    Berbahagialah orang takwa

      yang sangat suka akan perintah Tuhan.

      Anak cucunya akan berkuasa di bumi,

      keturunan orang jujur akan diberkati.

+    Ia tidak gentar akan kabar buruk,

      hatinya teguh, penuh kepercayaan kepada Tuhan.

      Hatinya tenang, ia tidak takut,

      ia bersukacita karena mengalahkan musuh.

+    Dengan murah hati ia memberi derma kepada orang miskin,

      kebaikannya tetap selama-lamanya,

      kekuatannya tiada bandingnya.

 

BAIT PENGANTAR INJIL (lh. Ef 1 : 17 – 18)

P     Alleluya...

U    Alleluya...

P    Bapa Tuhan kita Yesus Kristus menerangi mata budi kita,

      agar kita mengenal harapan panggilan kita.

U    Alleluya...

 

BACAAN INJIL (Mrk. 12: 13-17)

Pada waktu itu beberapa orang Farisi dan Herodian disuruh kepada Yesus untuk menjerat Dia dengan suatu pertanyaan. Orang-orang itu datang dan berkata kepada-Nya: ''Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur, dan Engkau tidak takut kepada siapapun juga, sebab Engkau tidak mencari muka, melainkan dengan jujur mengajar jalan Allah dengan segala kejujuran. Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak? Haruskah kami bayar atau tidak?'' Tetapi Yesus mengetahui kemunafikan mereka, lalu berkata kepada mereka: ''Mengapa kamu mencobai Aku? Bawalah ke mari suatu dinar supaya Kulihat!'' Lalu mereka bawa. Maka Ia bertanya kepada mereka: ''Gambar dan tulisan siapakah ini?'' Jawab mereka: ''Gambar dan tulisan Kaisar.'' Lalu kata Yesus kepada mereka: ''Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah!'' Mereka sangat heran mendengar Dia.

 

St. Norbertus (Uskup, 1085-1134, Pm)

Norbertus lahir tahun 1082 di Xanten Jerman sebagai putra bangsawan. Sebagai rohaniwan hidupnya semula mendatar. Tetapi sekitar tahun 1115 ia mulai bertobat, berdoa, dan berkarya dengan semangat pembaruan Gereja. Tahun 1120 ia mulai mengumpulkan 13 pengikut dan hidup bersama dengna menggunakan peraturan St. Agustinus. Norbertus sendiri lalu melanjutkan karya pengkhotbah dan menjelajahi Perancis, Belgia, dan Jerman sendiri. Kelak ia menjadi uskup di Magdenburg dan wafat tahun 1134.

 

BACAAN PERTAMA: Yeh. 34: 11-16

Beginilah firman Tuhan, ''Dengar, Aku sendirilah yang akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya. Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan. Aku akan membawa mereka keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka dari negeri-negeri dan membawa mereka ke tanahnya; Aku akan menggembalakan mereka di atas gunung-gunung Israel, di alur-alur sungainya dan di semua tempat kediaman orang di tanah itu. Di padang rumput yang baik akan Kugembalakan mereka dan di atas gunung-gunung Israel yang tinggi di situlah tempat penggembalaannya; di sana di tempat penggembalaan yang baik mereka akan berbaring dan rumput yang subur menjadi makanannya di atas gunung-gunung Israel. Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya''.

 

MAZMUR TANGGAPAN (Mzm. 23: 1-3. 4. 5. 6.; R./1)

Refr.  Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan.

Mazmur

+     Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan.

       Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

       Ia membimbing aku ke air yang tenang dan menyegarkan daku.

       Ia menuntun aku di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.

+     Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,

       aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.

       Tongkat gembalaan-Mulah yang menghibur aku.

+     Engkau menyediakan hidangan bagiku di hadapan segala lawanku.

       Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,

       pialaku penuh berlimpah.

+     Kerelaan dan kemurahan –Mu mengiringi aku seumur hidupku.

       Aku akan diam di rumah Tuhan sepanjang masa.

 

BAIT PENGANTAR INJIL (Mat. 5 : 3)

P      Alleluya...

U     Alleluya...

P     Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,

       karena merekalah yang empunya kerajaan surga.

U     Alleluya...

BACAAN INJIL (Luk. 14: 25-33)

Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka, ''Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku''.

 

Meditatio:

''Reddite ergo quae sunt Caesaris, Caesari – Berikan apa yang menjadi milik Kaisar kepada Kaisar.'' Inilah pesan kearifan Yesus ketika dicobai oleh dua golongan yang ''cerdik'' -- ''cerdas tapi licik'' yakni: Farisi dan Herodian yang berencana untuk menjerat Dia (Mrk. 12: 13, Luk. 20: 20)

Pajak bisa berarti ''Perintah Allah Jangan Anda Kacaukan''. Hal ini bisa diperdalam dengan mengenali karakter Yesus. Ia mengajak kita berpikir, bersikap sekaligus bertindak arif. Walaupun tahu dijebak, Ia tidak marah, karena baginya, ''Ira furor bervis est'' -- ''Amarah adalah kegilaan yang singkat.'' Ia juga mengajak kita untuk tidak mudah terjerumus dan tertipu. Karena kepekaan hati dan kedalaman hidup doa-Nya, Ia bisa mengetahui semua maksud dan niat hati mereka.

Contemplatio:

Ambillah waktu 2-3 menit untuk duduk diam dan doa: rasakan kehadiran Tuhan: pejamkan mata dan buka hatimu... Ia mengajakmu hidup dengan penuh kasih dan kesabaran. Mohonlah rahmat supaya engkau benar-benar bisa membuang semua sikap licik dan kemunafikan seperti yang dibuat kaum Farisi dan Herodian.

Oratio:

Ya Tuhan, antarlah aku dalam hidup yang sungguh bijaksana. Jauhkan aku dari rasa takut dan mudah berpikir buruk tentang orang lain. Tuhan, Engkau kuterima dalam diriku seluruhnya. Berikan aku hati-Mu, ya Tuhan. Amin.

Missio:

Aku akan mendoakan orang-orang yang pernah menyakiti hatiku dan pernah bersikap licik kepadaku.

ERH

RONGGA KOSONG


''Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair,

demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.''

(Mazmur 42:2)


Baca: Mazmur 42:1-6

Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah? Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: ''Di mana Allahmu?'' Inilah yang hendak kuingat, sementara jiwaku gundah-gulana; bagaimana aku berjalan maju dalam kepadatan manusia, mendahului mereka melangkah ke rumah Allah dengan suara sorak-sorai dan nyanyian syukur, dalam keramaian orang-orang yang mengadakan perayaan. Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Menurut Blaise Pascal, ada sebuah ruang kosong ciptaan Allah di dalam diri setiap manusia, yang hanya bisa diisi oleh Yesus Kristus. Sesungguhnya tidak ada satu hal pun yang mampu mengisi ruang kosong tersebut baik harta, kekuasaan, maupun pemuasan keinginan lahiriah. 

Pemazmur menyatakan, jiwanya merindukan Tuhan seperti rusa merindukan sungai yang berair (ay. 2). Dalam situasi inilah, Yesus Kristus hadir sebagai jawaban karena Dia telah datang sebagai Air Hidup (Yoh. 4:10) dan Roti Hidup (Yoh. 6:35). Di dalam Yesus, manusia menemukan kepuasan dan kebahagiaan sejati. Menurut nabi Yesaya, jika kita memperhatikan perintah Tuhan, kita akan memperoleh damai sejahtera seperti sungai yang tidak pernah kering dan kebahagiaan seperti gelombang laut yang tidak pernah berhenti (Yes. 48:18). Sebab Tuhan sendirilah yang merupakan sumber damai sejahtera (Rm. 15:33, 16:20). 

Bila saat ini kita merasa kekosongan hati yang membuat kita merasa kering tanpa kebahagiaan dan damai sejahtera, berarti kita perlu semakin mendekat kepada Tuhan, agar Dia mendekat kepada kita (Yak. 4:8). Sebaliknya, jika kita menjauh dari Tuhan dengan terus mengejar hal-hal duniawi yang nikmat bagi daging, rongga kosong ini akan semakin melebar, menenggelamkan kepuasan dan kebahagiaan yang seharusnya menjadi bagian kita. 

Kita dapat mengundang Tuhan mengisi rongga kosong itu dengan damai sejahtera dan kebahagiaan sejati. Maka, kita akan merasakan kebahagiaan yang tidak lagi tergantung oleh baik-buruknya situasi.


KENIKMATAN DUNIAWI MEMBUAHKAN KEKOSONGAN BATIN; 

TUHAN MENAWARKAN KEPUASAN DAN KEBAHAGIAAN SEJATI

Ditulis oleh Lim Ivenina Natasya

Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Membaca Kitab Suci