DKP

 

Doa Hari Jumat, 16 Juni 2017

Segala permasalahan kadang bermula dari keluarga; namun segala kebaikan juga bermula dari keluarga. Maka marilah kita perbanyak kebaikan mulai dari keluarga.

Allah Bapa kami yang penuh kasih

terima kasih atas kasih-Mu yang begitu besar bagi kami.

Engkau terus membentuk kami, tiada henti

agar kami memiliki karakter yang menyerupai-Mu

dan layak masuk dalam kerajaan-Mu.

Kau menginginkan kami bukan hanya tidak melakukan

kejahatan dan dosa secara norma moral.

Dengan merasa bangga mengatakan

kami tidak mempunyai allah lain di hadapan Bapa,

kami tidak menyembah berhala,

kami tidak menyebut nama-Mu dengan sembarangan,

kami tidak menistakan hari sabat,

kami menghormati orang tua kami, kami tidak membunuh,

kami tidak berzinah, kami tidak mencuri kami tidak menjadi saksi dusta

kami tidak mengingini rumah atau istri atau suami sesama

Dengan merenungkan Firman Yesus, Sang Putra

kami mengerti dan memahami bahwa kami harus sempurna, seperti Bapa

karena Bapa yang di sorga adalah sempurna.

Mengenal Bapa, melalui Yesus sungguh satu keuntungan besar bagi kami.

Pengakuan kami, sebagai anak-anak-Mu

bukan hanya status atau surat pengangkatan,

namun satu sasaran keadaan yang harus dicapai

oleh anak-anak yang memiliki karakter Bapa.

Kesempurnaan yang Bapa miliki menjadi sasaran yang harus kami tuju

melalui perubahan dari hari ke hari yang tidak pernah berhenti.

Terima kasih Yesus, Tuhan kami dalam nama-Mu, nama yang tunggal, 

kami telah berdoa dan mengucap syukur.

Demi nama Bapa, Putra dan Roh Kudus

Amin.

[By : Team Moderator DSM]


RH Mutiara Iman

Jumat biasa dalam pekan kesepuluh, 16 Juni 2017

(by: Rm. F.X. Sugiyana, Pr)

Mutiara Iman:

''Jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah.'' [Mat. 5: 29]


BACAAN PERTAMA (2Kor. 4: 7-15)

Saudara-saudara, tugas pelayanan kami sebagai rasul merupakan harta bagaikan dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa. Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini. Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu. Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis, ''Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata'', maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya. Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah.

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 115 (116b): 10-11. 15-16. 17-18; R. 17a

Refr. Aku mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu, ya Tuhan.

Mazmur:

+     Aku tetap percaya, sekalipun aku berkata,

       ''Aku ini sangat tertindas'';

       sekalipun aku berkata dalam kebingunganku,

       ''Semua orang penipu''.

+     Sungguh berhargalah di hadapan Tuhan

       kematian para kekasih-Nya.

       Ya Tuhan, aku hamba-Mu, aku anak sahaya-Mu,

       Engkau telah melepaskan belengguku.

+     Aku mempersembahkan kurban syukur kepada-Mu

       sambil menyerukan nama Tuhan.

       Aku akan menepati nadarku kepada Tuhan

       di depan seluruh umat-Nya.

 

BAIT PENGANTAR INJIL (Flp. 2: 15-16)

P       Alleluya...

U      Alleluya...

P      Hendaknya kamu bersinar di dunia seperti bintang-bintang

        sambil berpegang pada sabda kehidupan.

U     Alleluya...

BACAAN INJIL (Mat. 5: 27-32)

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, ''Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah''.

 

Meditatio:

Dalam memberikan pengajaran di atas Bukit, Yesus menegaskan poin-poin penting yang mesti disadari, dihayati, dan dilakukan oleh para pengikut-Nya. Ia menginginkan para pengikut-Nya tidak hanya memiliki kesalehan rohani yang dibangun dari hidup doa dan ibadat, tetapi juga memiliki integritas, moralitas, dan kepedulian sosial.

Kalau Anda sudah berkeluarga dan memiliki pasangan, jangan membiarkan mata dan pikiran Anda tertuju pada orang lain yang bermaksud menginginkannya sebab itu sudah menjadi bagian dari perzinahan. Kalau mata, tangan, dan kaki Anda membawa Anda pada cara hidup yang tidak baik, cungkil dan penggallah. Tuhan mengajarkan bahwa bagaimanapun juga integritas dan moralitas harus dijunjung tinggi, termasuk dalam kehidupan berkeluarga. Kehidupan keluarga menjadi kunci untuk membangun masyarakat yang lebih baik. Segala permasalahan kadang bermula dari keluarga; namun segala kebaikan juga bermula dari keluarga. Maka marilah kita perbanyak kebaikan mulai dari keluarga.

Contemplatio:

Bayangkan orang-orang yang difabel. Mereka kekurangan secara fisik namun seringkali tangguh dalam kehidupannya. Sementara orang-orang yang normal seringkali kurang maksimal dalam mengembangkan dirinya, bahkan sering kelengkapan tubuhnya membawa kepada kesesatan. Mohonlah rahmat agar setiap organ tubuh kita membawa perkembangan diri dan kemajuan dalam berbakti kepada Tuhan dan sesama.

Oratio:

Tuhan, ajarilah aku untuk terus memanfaatkan seluruh diriku untuk segala sesuatu yang berarti bagi sesama dan Tuhan. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.

Missio:

Aku akan kontrol dalam setiap pikiran, kata, dan tindakan agar jangan sampai jatuh dalam hal-hal yang negatif.

ERH

ARAH YANG SEBENARNYA


''Sebab Aku ini mengetahui

rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu,

demikianlah firman TUHAN,

yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan,

untuk memberikan kepadamu

hari depan yang penuh harapan.''

(Yeremia 29:11)


Baca: Kisah Pr. Rasul 22:1-22

Pohon mangga cangkokan itu tumbuh pesat. Batang lencirnya dikelilingi dedaunan. Tak ingin dia tumbuh menjulang, saya memotongnya. Sempat tebersit rasa menyesal, saat pertumbuhannya tampak terhenti. Namun, kira-kira sepekan sesudahnya, tiba-tiba muncul berbarengan lima buah tunas di ujung atas batang. Bukan sekedar tunas daun, melainkan tunas cabang yang kemudian menumbuhkan daunnya sendiri-sendiri. Kini, pohon mangga itu menjadi lebih rimbun daripada sebelumnya. Saat pertumbuhannya ke atas dihentikan, pohon itu memaksimalkan perkembangannya ke samping.

Saulus dari Tarsus dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel. Ia bekerja sangat giat bagi Allah (ay. 3). Ia menganiaya dan membinasakan para pengikut Jalan Tuhan yang dianggapnya melanggar Hukum Taurat. Dalam rutenya menuju Damsyik, ia bersua dengan Yesus. Jalan hidup yang ditempuhnya dengan tekun selama ini terpotong begitu saja. Namun, itu justru menjadi titik balik dalam kehidupannya. Sejak hari itu ia bertumbuh luar biasa dan menggenapi panggilan yang sejati dari Allah baginya. 

Hidup kita ada kalanya terasa seperti dipotong di tengah jalan. Rencana yang sudah kita susun lama dan terarah kepada satu tujuan tiba-tiba harus putus begitu saja. Namun, berhenti melangkah tidak selalu berarti akhir dari perjalanan kita. Mungkin saja itu adalah cara Tuhan untuk membuat kita fokus kepada panggilan kita yang sesungguhnya. Mungkin, inilah saatnya kita memaksimalkan segenap potensi kita ke arah yang sebenarnya.

HIDUP DIMULAI

SAAT KITA BERADA DI UJUNG ZONA NYAMAN. 

- Neale Donald Walsch -

 

Ditulis oleh Angga Febriani

Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Keluarga