DKP

 

Doa Hari Senin, 19 Juni 2017

Hidup Yesus sekaligus menjadi pengajaran-Nya. Semua yang diajarkan Yesus, juga dihidupi-Nya sendiri. Oleh sebab itulah ketika Yesus mengatakan jangan melawan penjahat, Ia pun melakukannya ketika dihina, ditangkap, dianiaya, dan disalibkan.

Allah Bapa kami yang bijaksana

terima kasih atas pelajaran yang kami terima

melalui peristiwa yang kami alami

selama beberapa minggu terakhir ini, juga melalui pengamatan kami

atas semua peristiwa di negara kami Indonesia, tanah air kami.

Sungguh kami bisa merasakan campur tangan-Mu atas bangsa Indonesia.

Mengubah sedikit-demi sedikit cara pandang atas kehidupan Bangsa Indonesia

Kau ajar kami, untuk menjadi terang

Kau juga ajar kami, untuk bisa menjadi garam

Kau juga menjadikan kami, sebagai saluran berkat

bahkan Kau juga, yang membuat kami 

menjadi berkat bagi sesama bangsa Indonesia.

Cukup banyak, bahkan sangat banyak

kesempatan untuk mewujudkan hidup kami menjadi berkat bagi banyak orang,

tanpa harus merasa sombong setelahnya.

Karena Bapa yang memilih kami menjadi anak-anak-Mu

supaya kami juga bisa menghadirkan kebaikan Bapa

nyata ada di muka bumi pertiwi.

Yang Kau perlukan, untuk kami lakukan

hanyalah bersedia untuk menjalankan apa yang menjadi kehendak Bapa

dan mengerti lebih jauh lagi bahwa rancanga-Mu bagi kami

adalah rancangan damai sejahtera serta tidak ada rancangan kecelakaan

bagi kami, anak-anak-Mu.


Terima kasih Tuhan Yesus Kami sangat bersyukur dapat mengikut-Mu.

Semoga kami dapat tetap setia,

sehingga kelak boleh juga bergabung bersama-Mu,

dan bersama para kudus di rumah Bapa, di surga.

Terima kasih juga karena Engkau telah menemani anak-anak kami

sepanjang tahun ajaran yang baru saja berlalu.

Kami serahkan perjalanan hidup mereka selanjutnya

hanya ke dalam tangan-Mu.

 Di dalam nama-Mu, kami telah berdoa dan mengucap syukur.

Amin.

 

Oleh : 

Team Moderator Doa-Satu-Menit

dengan penyesuaian


RH Mutiara Iman

Hari Senin dalam pekan biasa kesebelas, 19 Juni 2017

Pm. St. Romualdus, Abas

(by: Rm. Juliwan Maslim, SCJ)


Mutiara Iman:

''Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu'' [Mat. 5:39]

 

BACAAN PERTAMA (2Kor. 6: 1-10)

Saudara-saudara, maksud Allah, agar kita yang bergabung dengan Kristus disucikan oleh kesucian Allah. Sebagai teman-teman sekerja, kami menasihatkan kamu, supaya kamu jangan membuat menjadi sia-sia kasih karunia Allah, yang telah kamu terima. Sebab Allah berfirman: ''Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.'' Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu; sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu. Dalam hal apapun kami tidak memberi sebab orang tersandung, supaya pelayanan kami jangan sampai dicela. Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran, dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa; dalam kemurnian hati, pengetahuan, kesabaran, dan kemurahan hati; dalam Roh Kudus dan kasih yang tidak munafik; dalam pemberitaan kebenaran dan kekuasaan Allah; dengan menggunakan senjata-senjata keadilan untuk menyerang ataupun untuk membela ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai, sebagai orang yang tidak dikenal, namun terkenal; sebagai orang yang nyaris mati, dan sungguh kami hidup; sebagai orang yang dihajar, namun tidak mati; sebagai orang berdukacita, namun senantiasa bersukacita; sebagai orang miskin, namun memperkaya banyak orang; sebagai orang tak bermilik, sekalipun kami memiliki segala sesuatu.

 

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm. 97 (98) : 1. 2-3ab. 3cd – 4; R. 2a

Refr.  Tuhan telah memaklumkan penyelamatan-Nya.

Mazmur:

+     Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,

       sebab Ia telah melakukan karya agung.

       Tangan-Nya mengerjakan keselamatan,

       dan lengan-Nya merebut kemenangan.

+     Tuhan telah memaklumkan penyelamatan-Nya

       dan menyatakan keadailan-Nya di hadapan para bangsa.

       Tuhan mengingat kasih dan kesetiaan-Nya

       terhadap umat Israel.

+     Segala penjuru bumi telah menyaksikan

       penyelamatan Allah kita.

       Bersoraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,

       bersorak gembira dan bernyanyilah.

 

BAIT PENGANTAR INJIL  (Mzm. 118 [119] : 105)

P      Alleluya...

U     Alleluya...

P      Firman-Mu adalah pelita bagi langkahku

       dan cahaya bagi jalanku.

U     Alleluya...

BACAAN INJIL (Mat. 5: 38-42)

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, ''Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu''.

 

St. Romualdus (Abas, 951-1027, Pm)

Pada zaman modern ini nama rahib bernada negatif: orang yang melarikan diri dari wajib sosial, yang menjauhi sesama. Ketika Romualdus, kelahiran Ravenna tahun 952 mencari kesunyian, bukanlah maksudnya untuk menghindari tanggung jawab, melainkan agar lebih erat lebih mesra hubungannya dengan Tuhan. Ia sama sekali tidak takut orang. Secara spontan berkumpullah orang-orang dan berdirilah Ordo Kamadulenses dengan gaya hidup yang keras. Tetapi para pengunjung selalu terkesan akan kegembiraan hidup mereka.

BACAAN PERTAMA: Flp. 3: 8-14

Saudara-saudara, segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

 

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm. 131 : 1, 2, 3

Refr.  Jagalah aku dalam damai-Mu, ya Tuhan.

Mazmur:

+     Tuhan, aku tidak tinggi hati,

       dan tidak memandang dengan sombong;

       aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar

       atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.

+     Sungguh, aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku;

       seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya,

       ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.

+     Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel,

       dari sekarang sampai selama-lamanya.

 

BAIT PENGANTAR INJIL (Mat. 5 : 3)

P     Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,

       karena merekalah yang empunya kerajaan Surga.

BACAAN INJIL (Luk. 14: 25-33)

Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: ''Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku''.

 

Meditatio:

Hidup Yesus sekaligus menjadi pengajaran-Nya. Semua yang diajarkan Yesus, juga dihidupi-Nya sendiri. Oleh sebab itulah ketika Yesus mengatakan jangan melawan penjahat, Ia pun melakukannya ketika dihina, ditangkap, dianiaya, dan disalibkan. Hal ini tidak mudah diterima oleh manusia sampai saat ini, apalagi sekarang ini. Yang kita lihat dalam kehidupan kita sekarang adalah kejahatan berhadapan dengan kejahatan. Selalu ada pembalasan atau kejahatan yang kita terima. Lihat saja keributan yang terjadi dalam keluarga, karena keinginan membalas itu kuat sekali, maka terjadi pertengkaran.

Yesus tidak melawan para penjahat atau yang memusuhinya dengan kekuatan fisik, namun dengan kekuatan rohani-Nya. Dengan perkataan dan hidup-Nya, Yesus sudah memancarkan kasih-Nya, yang menjadi lawan utama kejahatan. Karena kasih itu pula, keselamatan hadir di tengah kita semua. Maka Yesus selalu mengingatkan untuk memperoleh keselamatan, kita semua harus berjuang terus-menerus. Perjuangan itu berarti pula menghidupi keselamatan itu dengan hal baik sejak dari saat sekarang ini.

Tampaknya tidak mungkin dilakukan ajaran Yesus ini! Namun demikian, sampai sekarang ajaran itu tetap ada dan bergema. Tidak mungkin jika kita hanya berpegang pada kemampuan diri sendiri dan berfokus pada diri sendiri. Oleh sebab itulah kita harus selalu berada dalam persatuan dengan Tuhan. Karena bersama Dia, kita akan kuat dalam menghadapi berbagai realita yang berat sekarang ini. Para kudus, martir, dan banyak pengikut Kristus lainnya, berani mati karena iman, karena mereka menyatukan hidup mereka dengan Kristus. Teruslah bersatu erat dengan Kristus Tuhan.

Contemplatio:

Saatnya Anda masuk dengan tenang ke dalam diri Anda. Lihatlah diri Anda di hadapan Tuhan. Berbicaralah kepada Yesus yang hadir di sini.

Oratio:

Tuhan Yesus, tetaplah menjagaku agar aku tidak jatuh pada kecenderungan manusiawiku melainkan berpegang pada kekuatan ilahi dari-Mu. Amin.

Missio:

Aku akan beruasaha tersenyum dan berkata halus kepada setiap orang.

ERH

YOSABAT dan YOYADA

 

''... Yosabat, ... isteri imam Yoyada ...

menyembunyikan dia terhadap Atalya

sehingga ia tidak dibunuh Atalya.

Maka tinggallah Yoas enam tahun lamanya bersama-sama mereka ...''

(2 Tawarikh 22:11-12)

 

Baca: 2 Tawarikh 22:10-12; 24:1-2

Masa kecil Yoas diliputi mendung gelap. Yehuda dipenuhi penyembahan berhala dan konflik bersimbah darah. Ketika ayah Yoas terbunuh, Atalya (nenek Yoas) merebut tahta, dan membunuh cucu-cucunya sendiri. Di saat genting itu, Yosabat (bibi Yoas) dan Yoyada (suami Yosabat) bertaruh nyawa menyelamatkan Yoas, pewaris takhta yang saat itu masih bayi. Mereka melindungi, dan membimbingnya hidup di jalan Tuhan. Ketika Yoyada berhasil mengembalikan takhta kepada Yoas, ia tetap mendampingi agar Yoas selalu berjalan di jalan Tuhan (2Taw. 24:2).

Apakah yang kita lihat dalam kisah itu? Ketika Yoas kecil dalam bahaya, tak berdaya dan tak punya harapan, Yosabat dan Yoyada mempertaruhkan hidup mereka demi hidup dan masa depan Yoas. Ketika Yoas amat membutuhkan, Yosabat dan Yoyada merawatnya, dan membimbingnya hidup di jalan Tuhan. Untuk Yoas, yang sebenarnya bukan anak mereka, mereka memberikan diri mereka sepenuhnya. Mereka mengambil peran yang amat menentukan, dan itulah yang menyelamatkan Yoas. 

Dalam wujud dan skala yang berbeda, anak-anak kita pun ada dalam bahaya besar. Mereka disergap pelbagai ancaman: paham-paham yang salah, pornografi, narkoba, perdagangan manusia, dan banyak lagi. Hidup mereka sedang direnggut. Hanya jika ada ''Yosabat dan Yoyada'', yang peduli dan sungguh hadir bagi mereka, anak-anak kita akan memiliki kembali peluang, harapan, dan masa depan mereka. 

Berbahagialah kita, para orangtua, jika kita telah dan akan selalu menjadi ''Yosabat dan Yoyada'' bagi anak-anak kita.

JIKA ADA ''YOSABAT DAN YOYADA'',

YANG PEDULI DAN HADIR BAGI MEREKA, 

ANAK-ANAK KITA MEMILIKI PELUANG, HARAPAN, DAN MASA DEPAN

 

Ditulis oleh Eko Elliarso

Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Belas Kasih