DKP

 

Doa Hari Jumat, 28 Juli 2017

Tuhan senantiasa menciptakan kebaikan, keharmonisan, keindahan, serta melengkapi segalanya agar berguna dan memberi berkat bagi satu sama lainnya.

Tuhan Allah kami yang di Sorga

kami bersyukur karena telah mengenal-Mu

melalui Yesus, Sang Putra, yang menjelma menjadi manusia.

Ia mengajak kami untuk memanggil-Mu Bapa,

dan menugaskan kami untuk menghadirkan

dimensi dan atmosfir Sorgawi di sekitar kami berada,

lewat keberadaan kami  sebagai anak-anak-Mu.

Suasana Sorgawi  tidak dalam arti fantasi serta mistik.

Bukan pula suasana gemerlap tanpa tanggung jawab,

layaknya sebuah euforia tak berkesudahan,

namun suasana kerja dan membangun hasil.

Karena kodrat kami, layaknya kodrat Bapa

adalah bekerja dan bertanggung jawab.

Terima kasih ya Tuhan Yesus

Cara-Mu membawa kami mengenal  Bapa

dan memahami yang Maha Kuasa dengan jalan yang sangat manusiawi,

yang mustahil bagi manusia, namun tidak bagi Allah Bapa,

dan Kau libatkan kami di sini, menjadi bagian dari rencana-Mu.

Bapa yang baik, ketika Kau ijinkan rintangan menghadang,

Kau minta kami untuk menggunakan

akal budi dan pikiran yang Kau beri

untuk melatih kami agar dapat mengatasinya

dan menjadikan kami naik  ke tingkat yang lebih tinggi,

melayakkan kami, karena dapat Kau andalkan,

dan Kau banggakan sebagai anak-Mu.

Terima kasih Yesus Tuhan Di dalam nama-Mu,

kami telah berdoa dan mengucap syukur.

Demi nama Bapa Putra dan Roh Kudus.

Amin.

[By : Team Moderator DSM ]


RH Mutiara Iman

Jumat, 28 Juli 2017 dalam pekan keenambelas

(by: Rm. Mateus Mali, CsSR)


Mutiara Iman:

''Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dank arena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tigapuluh kali lipat.'' [Mat. 13: 23]

 

BACAAN PERTAMA (Kel. 20:1-17)

Pada suatu waktu Tuhan mengucapkan firman ini, ''Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku, tetapi Aku menunjukkan kasih setia kepada beribu-ribu orang, yaitu mereka yang mengasihi Aku dan yang berpegang pada perintah-perintah-Ku. Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu. Jangan membunuh. Jangan berzinah. Jangan mencuri. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu. Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu.''

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 18 (19) : 8. 9. 10. 11; R. Yoh 6 : 69

Refr.   Tuhan, Engkau memiliki sabda hidup abadi.

Mazmur:

+      Taurat Tuhan sempurna, menyegarkan jiwa.

        Peraturan Tuhan teguh, membuat arif orang bersahaja.

+      Titah Tuhan tepat, menyenangkan hati.

        Perintah Tuhan jelas, menerangi mata.

+      Hikmat Tuhan baik, tetap selamanya.

        Keputusan Tuhan benar, adil selalu.

        Lebih indah daripada emas murni,

        lebih manis daripada madu lebah.

 

BAIT PENGANTAR INJIL (lh. Luk. 8 : 15)

P       Alleluya...

U      Alleluya...

P      Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah

        dalam hati yang baik dan tulus ikhlas

        dan menghasilkan buah berkat ketabahannya.

U      Alleluya...

 

BACAAN INJIL (Mat. 13: 18-23)

Pada waktu itu Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, ''Dengarkanlah arti perumpamaan penabur itu. Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan. Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat''. 

MEDITATIO:

Tuhan senantiasa menciptakan kebaikan, keharmonisan, keindahan, serta melengkapi segalanya agar berguna dan memberi berkat bagi satu sama lainnya. Apalagi kita sebagai ''Citra Allah'' Tuhan mendandani dan melengkapi diri kita dengan pelbagai macam karunia dan kemampuan yang bisa terus dikembangkan! Jika terjadi kemacetan/kemandekkan dan tidak berkembang, itu bukan salah Tuhan melainkan salah kita yang tidak mengarahkan hidup kita kepada Tuhan!

Perumpamaan tentang seorang Penabur menyadarkan nurani kita untuk lebih menukik lorong hati kita. Termasuk jenis tanah apakah hatiku ini? Apakah benih yang ditanam Tuhan bisa bertumbuh subur dalam seluruh hidupku? Ataukah ada halangan lain, kelekatan yang tak teratur yang menjadi batu, duri kehidupan yang membelit, membelenggu diriku sehingga aku tidak bisa berkembang sebagai pribadi yang diharapkan Tuhan sendiri.

CONTEMPLATIO:

Masukilah altar keheningan batinmu, dengarkan nurani yang bergema. Bagaimana selama ini saya mengolah ladang batin, hati, roh, jiwa, dan imanku? Apa yang lebih kuutamakan? Apakah saya cenderung mendekatkan diri kepada Tuhan mengolah batinku dengan rajin merenungkan Sabda-Nya, mengikuti Ekaristi dan bermeditasi untuk mengerti kehendak-Nya dalam hidupku ataukah aku cenderung dengan hal-hal duniawi yang menjauhkan diriku dari Tuhan?

ORATIO:

Tuhan, berilah aku keberanian jika menghadapi tantangan yang menguji imanku. Menolak takhayul, perdukunan, dan hiburan duniawi yang tidak sehat, yang aku hadapi setiap hari. Kuatkan aku Tuhan untuk berani menolak semua itu. Amin.

MISSIO:

Aku akan menjaga perkataan, pikiran, perbuatanku hari ini serta bersikap positif, agar hatiku menjadi tanah baik dan subur bagi sabda-Nya.

ERH

CERITAKAN PERBUATAN-NYA

 

''..., tetapi kami akan ceritakan kepada angkatan yang kemudian

puji-pujian kepada TUHAN dan kekuatan- Nya

dan perbuatan-perbuatan ajaib yang telah dilakukan-Nya.''

(Mazmur 78:4)


Baca: Mazmur 78:1-72 

Orangtua biasanya suka sekali bercerita kepada anak-anaknya tentang hidup mereka dulunya seperti apa. Bisa cerita tentang kisah pacaran mereka, soal tumbuh kembang mereka, dsb. Tak jarang ada begitu banyak nasihat yang tersirat di dalamnya. Itu diungkapkan agar pendengarnya makin bijaksana dalam kehidupan ini dan makin menjadi lebih baik. Itu adalah pelajaran yang berharga saat kita dididik dalam sebuah keluarga. 

Pemazmur juga belajar untuk mengingat setiap karya Tuhan dalam sejarah. Semuanya itu dituliskannya dengan lengkap dalam teks Mazmur 78 ini. Ada banyak kegagalan yang terjadi dalam hidup bangsa Israel. Sekalipun demikian, Allah tetap mengasihi mereka. Tuhan juga banyak memberi karya-karya yang ajaib agar mereka tetap percaya pada Tuhan (ay. 7) dan semuanya ini menjadi pelajaran agar di generasi selanjutnya, mereka makin setia dan taat kepada Tuhan sehingga tidak merasakan murka Tuhan (ay. 8). 

Suatu perbuatan yang diceritakan dapat mengilhami pendengar untuk makin merubah cara hidupnya menjadi lebih baik di hari esok. Dalam kehidupan kita, janganlah lupa untuk menceritakan tentang setiap karya Tuhan. Banyak perbuatan Tuhan yang nyata dalam hidup kita, bukan? Ceritakan dan perkenalkan Tuhan pada sebanyak mungkin orang agar mereka makin bertumbuh dalam iman dan makin taat. Sungguh indah jika mereka akhirnya menjadi generasi yang memuliakan nama Tuhan karena terinspirasi dari cerita kita.

CERITAKAN PERBUATAN TUHAN KEPADA BANYAK ORANG

SEHINGGA MEREKA SEMAKIN MENGASIHI TUHAN DAN MENJADI BERKAT

Ditulis oleh Yuniar Dwi S

Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Berdoa