DKP

 

Doa Hari Selasa, 8 Agustus 2017

Betapa tidak mudah menjadi murid Yesus. Sebagai pengikut Yesus, pada zaman ini, kita masih juga mengalami gangguan atau kritikan. Bahkan kadang-kadang mereka menyinggung dan ingin ''mengoreksi'' keyakinan kita. 

Allah Bapa kami yang agung dan berkuasa

atas segala sesuatu,

yang bersedia kami kenal melalui Yesus, Putra-Mu.

Kami bersyukur karena walau kekuasaan-Mu tidak terbatas,

tidak membuat-Mu bertindak semena-mena.

Karena Engkau lebih mengutamakan kasih-Mu di atas segalanya,

ketika Engkau bertindak.

Perkenankan kami, anak-anak-Mu

untuk terus belajar agar dapat semakin mengetahui

apa yang jadi kehendak-Mu di dalam hidup kami,

melakukannya seperti ajakan Yesus,

serta menjadikannya makanan kami sehari-hari.

Sesuatu yang kami butuhkan

dalam hidup kami di atas bumi ini.

Kuasa-Mu yang sangat besar mampu mencipta alam semesta jagat raya

dan menghilangkannya dengan seketika serta mencipta ulang setelahnya.

Namun kasih-Mu membatasinya.

Karena dalam kehendak-Mu yang sarat dengan kasih dan keadilan

yang jujur serta benar, Engkau melakukan segalanya.

Jujur untuk tidak memperdaya

benar karena tidak ada unsur yang bisa digugat.

Kami ingin belajar terus untuk mengenal-Mu, Bapa,

lewat merenungkan kehendak-Mu yang menjadi bagian kami

dan yang telah Kau berikan kepada kami masing-masing.

Memang tidaklah mudah kami mengerti.

Namun ajakan Yesus untuk menjadi sempurna

menggiring kami untuk senantiasa

mengukur dan menilai sikap hati kami.

Kami serahkan apa yang kami rencanakan hari ini,

mohon restu-Mu agar semuanya dapat berjalan dengan baik,

jika semua itu sesuai dengan apa yang jadi kehendak-Mu.

Semoga hidup yang Kauanugerahkan bagi kami ini

ungguh dapat menjadi berkat bagi siapapun

yang ada di sekitar kami.

Dalam nama-Mu, nama Yesus

kami telah berdoa dan mengucap syukur.

Amin.


[Oleh: Team Moderator Doa-Satu-Menit ]

dengan penyesuaian


RH Mutiara Iman

Selasa, 8 Agustus 2017 dalam pekan ke-18

Pw. St. Dominikus Guzman, Im dan Pendiri Ordo Pengkhotbah

(by: CB. Ismulyadi)

Mutiara Iman:

''Biarkanlah mereka itu. Merka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pastikeduanya jatuh ke dalam lobang.'' [Mat. 15: 14]

BACAAN PERTAMA - Bil. 12: 1-13

Miryam serta Harun menegur Musa berkenaan dengan perempuan Kush yang diambilnya, sebab memang ia telah mengambil seorang perempuan Kush. Kata mereka: ''Sungguhkah TUHAN berfirman dengan perantaraan Musa saja? Bukankah dengan perantaraan kita juga Ia berfirman?'' Dan kedengaranlah hal itu kepada TUHAN. Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi. Lalu berfirmanlah TUHAN dengan tiba-tiba kepada Musa, Harun dan Miryam: ''Keluarlah kamu bertiga ke Kemah Pertemuan.'' Maka keluarlah mereka bertiga. Lalu turunlah TUHAN dalam tiang awan, dan berdiri di pintu kemah itu, lalu memanggil Harun dan Miryam; maka tampillah mereka keduanya. Lalu berfirmanlah Ia: ''Dengarlah firman-Ku ini. Jika di antara kamu ada seorang nabi, maka Aku, TUHAN menyatakan diri-Ku kepadanya dalam penglihatan, Aku berbicara dengan dia dalam mimpi. Bukan demikian hamba-Ku Musa, seorang yang setia dalam segenap rumah-Ku. Berhadap-hadapan Aku berbicara dengan dia, terus terang, bukan dengan teka-teki, dan ia memandang rupa TUHAN. Mengapakah kamu tidak takut mengatai hamba-Ku Musa?'' Sebab itu bangkitlah murka TUHAN terhadap mereka, lalu pergilah Ia. Dan ketika awan telah naik dari atas kemah, maka tampaklah Miryam kena kusta, putih seperti salju; ketika Harun berpaling kepada Miryam, maka dilihatnya, bahwa dia kena kusta! Lalu kata Harun kepada Musa: ''Ah tuanku, janganlah kiranya timpakan kepada kami dosa ini, yang kami perbuat dalam kebodohan kami. Janganlah kiranya dibiarkan dia sebagai anak gugur, yang pada waktu keluar dari kandungan ibunya sudah setengah busuk dagingnya.'' Lalu berserulah Musa kepada TUHAN: ''Ya Allah, sembuhkanlah kiranya dia.''

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 50 (51): 3-4. 5-6a. 6bc-7. 12-13; R. lh. 3a

Refr.   Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu.

Mazmur:

+       Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu,

         menurut besarnya rahmat-Mu, hapuskanlah kesalahanku.

         Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,

         dan cucilah aku dari dosaku.

+        Kusadari pelanggaranku,

         dosaku selalu membayang di hadapan mataku.

         Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa,

         yang jahat di hadapan-Mu kulakukan.

         Jadi ternyata Engkau adil bila menghukum aku,

         dan tepatlah keputusan-Mu.

+        Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah,

         baharuilah semangat tabah dalam batinku.

         Janganlah Kaubuang aku dari hadapan-Mu,

         janganlah Kauambil roh-Mu yang kudus daripadaku.

 

BAIT PENGANTAR INJIL (Yoh. 1 : 49b)

P       Alleluya...

U      Alleluya...

P       Rabbi, Engkau Putera Allah,

         Engkaulah raja Israel.

U      Alleluya...

 

BACAAN INJIL - Mat. 15: 1-2. 10-14

Kemudian datanglah beberapa orang Farisi dan ahli Taurat dari

Yerusalem kepada Yesus dan berkata: ''Mengapa murid-murid-Mu melanggar adat istiadat nenek moyang kita? Mereka tidak membasuh tangan sebelum makan.'' Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka: ''engar dan camkanlah: bukan yang masuk ke dalam mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang.'' Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: ''Engkau tahu bahwa perkataan-Mu itu telah menjadi batu sandungan bagi orang-orang Farisi?'' Jawab Yesus: ''Setiap tanaman yang tidak ditanam oleh Bapa-Ku yang di sorga akan dicabut dengan akar-akarnya. Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang.''

 

St. Dominikus (Imam, 1170-1234, Pw)

Dominikus dilahirkan tahun 1175 di sebuah desa di Kastilia (Spanyol). Selesai studi filsafat dan theologi ia bertugas di Osma. Ketika mengikuti uskupnya berkeliling Eropa, ia tersentuh pengaruh bidaah Albigentes di perancis. Segera ia mencari pemecahan. Bersama teman-temannya ia berkeliling ke desa-desa, tinggal beberapa waktu di situ dan mengajar umat, mengajak umat bertobat. Hubungan langsung dengan umat itu membangkitkan kembali iman umat. Kelompoknya berkembang menjadi Ordo para Pengkhotbah atau Dominikan, dan ternyata besar sekali pengaruhnya dalam pembaruan Gereja. Dominikus meninggal tahun 1234.

 

BACAAN PERTAMA - 1Kor. 2: 1-10a

Saudara-saudara, aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. ku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah. Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan. Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia. Tetapi seperti ada tertulis, ''Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia''. Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh.  

 

MAZMUR TANGGAPAN – Mzm. 96: 1-2a. 2b-3. 7-8a. 10 R/3

Refr.     Ceritakanlah karya-karya agung Tuhan

di antara segala suku bangsa.

Mazmur

+      Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,

        bernyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!

        bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.

+      Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang daripada-Nya

        Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara para bangsa,

        kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.

+      Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa,

        kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan!

        Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya,

        bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya.

+      Katakanlah di antara para bangsa, ''Tuhanlah Raja!

        Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah.

        Ia akan mengadili para bangsa dalam kebenaran''.

 

BAIT PENGANTAR INJIL (Yoh. 8: 12b)

P       Alleluya.            

U       Alleluya.

P       Akulah cahaya dunia!

        Barangsiapa ikut Aku, ia akan memiliki cahaya hidup.

U       lleluya.

BACAAN INJIL - Luk. 9: 57-62

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus, ''Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi''. Yesus berkata kepadanya, ''Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya''. Lalu Ia berkata kepada seorang lain, ''Ikutlah Aku!'' Tetapi orang itu berkata, ''Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku''. Tetapi Yesus berkata kepadanya, ''Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana''. Dan seorang lain lagi berkata, ''Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku''. Tetapi Yesus berkata, ''Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah''.

 

MEDITATIO:

Dalam bacaan hari ini, Yesus menanggapi sikap orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang kerap memprotes dan mengganggu karya Yesus. Mereka mengkritik Yesus bahkan memusuhi-Nya. Para murid dan pengikut Yesus pun mendapat sasaran kritik dari mereka. 

Yesus mengambil sikap yang jelas dan tegas. Ia berkata, ''Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang.'' Dalam situasi demikian, Yesus mengajak para murid untuk tetap sabar dan tegar. Yesus mengibaratkan, orang-orang Farisi dan ahli Taurat seperti orang buta! Mereka tidak mampu melihat hal yang baik dan benar di luar diri mereka. Mereka terkurung dan terkungkung dalam pandangan mereka sendiri.

Betapa tidak mudah menjadi murid Yesus. Sebagai pengikut Yesus, pada zaman ini, kita masih juga mengalami gangguan atau kritikan. Bahkan kadang-kadang mereka menyinggung dan ingin ''mengoreksi'' keyakinan kita. Perkataan Yesus yang disampaikan hari ini dapat menjadi acuan, ''Biarkanlah mereka itu. Mereka orang buta yang menuntun orang buta. Jika orang buta menuntun orang buta, pasti keduanya jatuh ke dalam lobang.

CONTEMPLATIO:

Masuklah dalam keheningan. Renungkan dan lihatlah dalam dirimu, seberapa besar engkau tetap setia dan sabar sebagai pengikut Yesus Kristus. Mohonlah agar senantiasa diberi kekuatan dan keteguhan dan biarlah semua itu menjadi berkat bagi dirimu.

ORATIO:

Tuhan Yesus, ajarilah kami tetap setia berakar di dalam Dikau hingga kami boleh melihat yang baik dan melaksanakan kehendak Bapa dalam kehidupan kami di tengah-tengah keluarga, masyarakat

MISSIO:

Aku akan mendalami sabda Yesus dan mencoba menjadikannya sebagai bekal perjalananku dalam suasana sedih dan gembira.

ERH

TETAP PRODUKTIF SAMPAI TUA

 

''Lalu Yosua memberkati Kaleb bin Yefune,

dan diberikannyalah Hebron kepadanya

menjadi milik pusakanya.''

(Yosua 14:13)

 

Baca: Yosua 14:6-15

Saya merasa takjub setiap kali melihat atau bertemu seorang lansia yang masih bersemangat dalam mengisi masa tuanya. Ada yang mengisi masa tuanya dengan menulis buku, berjualan makanan, berkhotbah, melayani Tuhan, menjadi konsultan beberapa perusahaan, dan masih banyak lagi. Sekalipun usia sudah tidak muda lagi, mereka ingin mengisi hidup dengan berbagai aktivitas yang bermakna, bahkan jika mungkin, menginspirasi para lansia lainnya agar dapat menjalani masa tua dengan lebih produktif. 

Salah satu di antaranya adalah Kaleb. Usia delapan puluh lima tahun tak menyurutkan niat Kaleb untuk meminta daerah Hebron kepada Yosua. Selang 45 tahun setelah ia menerima janji pemberian tanah pusaka dari Musa, kekuatan dan kemampuan Kaleb untuk berperang pun masih tetap terjaga. Daerah Hebron bukan termasuk daerah yang mudah untuk dikuasai karena dihuni oleh para raksasa yang tentunya tak mudah dikalahkan. Namun Kaleb meyakini bahwa selama Allah menyertai, tak ada musuh yang terlalu kuat untuk dikalahkan, juga tak ada daerah yang tak dapat dikuasai. 

Apakah kita merasa kesempatan kita telah habis untuk melakukan hal-hal besar karena usia kita sudah lanjut? Ini waktunya mengubah persepsi dan keyakinan kita. Jika Kaleb mampu melakukan perkara luar biasa pada masa tuanya, kita pun memiliki kesempatan yang sama untuk mengisi masa tua kita untuk tetap produktif. Sementara bagi kita yang masih muda, ada kesempatan bagi kita untuk melakukan perkara-perkara besar sampai masa tua kita kelak.

ASALKAN TUHAN MENYERTAI,

SELALU ADA POTENSI 

UNTUK MELAKUKAN PERKARA-PERKARA YANG BESAR

 Ditulis oleh Go Hok Jin

Tuhan memberkati+


Galeri Foto

St. Dominikus Imam