DKP

 

Doa Hari Jumat, 11 Agustus 2017

Menjadi murid Yesus ada syarat-syaratnya. Tertulis demikian, ''menyangkal dirinya, memikul salibnya.'' Yesus ingin agar para murid-Nya sudah tak memikirkan dirinya sendiri, tak egois. Fokus pada pribadi Yesus, ajaran-Nya, dan orang lain.

Bapa kami yang agung dan mulia,

Allah Abraham, Ishak, dan Yakub yang menjadikan satu bangsa pilihan,

yang dari keturunannya akan terlahir

Anak manusia yang taat akan kehendak Bapa

taat sampai mati di kayu salib, Yesus sang Putra, Juru selamat manusia.

Dia yang menebus dosa seluruh umat manusia,

yang pernah hidup di muka bumi, yang sedang hidup di muka bumi,

yang akan hidup di muka bumi, tidak ada yang dikecualikan.

Setelah keselamatan yang Bapa berikan

mengembalikan manusia menjadi seperti rencana Bapa semula,

kami, yang menjadi anak-anak-Mu dan mengenal-Mu melalui Yesus

mendapat tugas dan tanggung jawab untuk menjaga kekudusan,

untuk meneladani hidup Yesus, melakukan yang Yesus lakukan

untuk menjadi sempurna.

Menjaga kekudusan serta memeliharanya

tidaklah terlalu sulit, untuk kami penuhi

untuk jenjang waktu hanya satu menit

atau mungkin juga ketika menjadi dua menit.

Namun menjadi berat dan sukar

ketika jenjang yang diukur menjadi satu hari

Karena saat merenungkan Firman Kristus

dan menjadikannya sebagai pedoman kami bersikap

kami ijinkan ajakan dan ajaran dunia menyisip di antaranya.

Kami berjanji akan terus berusaha untuk setia melakukan kehendak Bapa

dengan tuntunan pengajaran Yesus.

Kami serahkan perjalanan hari ini,

hanya ke dalam penyelenggaraan-Mu saja

seraya memohon berkat-Mu bagi mereka yang kami kasihi,

juga bagi mereka yang kurang kami perhatikan.

Bagi orang-orang yang sedang sakit, atau mereka yang kesepian.

Hanya di dalam nama-Mu

kami telah berdoa dan mengucap syukur.

Amin

[By : Team Moderator DSM ]

dengan penyesuaian


RH Mutiara Iman

Jumat, 11 Agustus 2017 dalam pekan ke-18

Pw. St. Klara, Prw

(by: Rm. Sumantri Hp, Pr)


Mutiara Iman:

''Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, meikul salibnya, dan mengikut Aku.'' [Mat. 16: 24]

 

BACAAN PERTAMA (Ul. 4: 32-40)

Dalam perjalanan di padang gurun, Musa berkata kepada bangsa Israel, ''Tanyakanlah kepada masa lalu, sebelum engkau ada, mulai dari hari Allah menciptakan manusia di atas bumi. Telitilah langit dari ujung ke ujung, apakah pernah terjadi sesuatu hal yang demikian besar atau apakah ada pernah terdengar sesuatu seperti itu. Pernahkah suatu bangsa mendengar suara ilahi, yang berbicara dari tengah-tengah api, seperti yang kaudengar dan tetap hidup? Atau pernahkah suatu allah mencoba datang untuk mengambil baginya suatu bangsa dari tengah-tengah bangsa yang lain, dengan cobaan-cobaan, tanda-tanda serta mujizat-mujizat dan peperangan, dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung dan dengan kedahsyatan-kedahsy yang besar, seperti yang dilakukan TUHAN, Allahmu, bagimu di Mesir, di depan matamu? Engkau diberi melihatnya untuk mengetahui, bahwa Tuhanlah Allah, tidak ada yang lain kecuali Dia. Dari langit Ia membiarkan engkau mendengar suara-Nya untuk mengajari engkau, di bumi Ia membiarkan engkau melihat api-Nya yang besar, dan segala perkataan-Nya kaudengar dari tengah-tengah api. Karena Ia mengasihi nenek moyangmu dan memilih keturunan mereka, maka Ia sendiri telah membawa engkau keluar dari Mesir dengan kekuatan-Nya yang besar, untuk menghalau dari hadapanmu bangsa-bangsa yang lebih besar dan lebih kuat dari padamu, untuk membawa engkau masuk ke dalam negeri mereka dan memberikannya kepadamu menjadi milik pusakamu, seperti yang terjadi sekarang ini. Sebab itu ketahuilah pada hari ini dan camkanlah, bahwa Tuhanlah Allah yang di langit di atas dan di bumi di bawah, tidak ada yang lain. Berpeganglah pada ketetapan dan perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, supaya baik keadaanmu dan keadaan anak-anakmu yang kemudian, dan supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu untuk selamanya.''

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 76 (77): 12-13. 14-15. 16. 21; R. lh. Lk 1: 68

Refr.     Terpujilah Allah yang menyelamatkan kita.

 

Mazmur:

+        Aku tetap mengingat karya Tuhan,

          karya yang mengagumkan pada masa yang silam.

          Segala karya-Mu akan kurenungkan,

          akan kukenangkan segala perbuatan-Mu.

+        Ya Allah, kuduslah tindakan-Mu,

          dewa manakah seagung Allah kami?

          Engkaulah Allah yang melakukan karya-karya agung,

          Engkau menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa.

+        Dengan tangan kuat Kautebus umat-Mu,

          keturunan Yakub dan Yusuf.

          Demikian umat-Mu Kaubimbing seperti kawanan domba,

          dengan perantaraan Musa dan Harun.

 

BAIT PENGANTAR INJIL (Mat. 5: 10)

P      Alleluya...

U     Alleluya...

P      Berbahagialah yang dikejar-kejar karena taat kepada Tuhan,

       sebab bagi merekalah kerajaan Allah.

U     Alleluya...

BACAAN INJIL (Mat. 16: 24-28)

Pada waktu itu Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, ''Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Sebab Anak Manusia akan datang dalam kemuliaan Bapa-Nya diiringi malaikat-malaikat-Nya; pada waktu itu Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Anak Manusia datang sebagai Raja dalam Kerajaan-Nya.''

 

St. Klara (Perawan, 1193-1253, Pw)

Kata-kata terakhir seseorang yang mau meninggal selalu dicatat, diingat-ingat sebagai wasiat. Biasanya memang mengungkapkan isi hatinya yang paling dalam.''Tuhan, betapa bahagia aku Kauciptakan!'' demikianlah ucapan Klara, yang lahir tahun 1194 di Asisia, pada akhir hidupnya sebagai biarawati. Rasa syukur atas hidup yang segar ini sekaligus mengungkapkan jalan hidupnya. Pada umur 18 tahun ia tertarik pada cara hidup Fransiskus Asisi dan lari dari rumah. Dialah Fransiskanes pertama dan pemimpin biara pertama 'San Damiano' di Asisia.

BACAAN PERTAMA (Fil. 3:  8-14)

Saudara-saudara, segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.


MAZMUR TANGGAPAN – Mzm. 16 : 1-2a. 5. 7-8. 11; R./5a

Refr.   Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisanku.

Mazmur

+      Jagalah aku ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.

        Aku berkata kepada Tuhan, Engkaulah Tuhanku,

        Engkaulah bagian warisan dan pialaku,

        Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian

        yang diundikan kepadaku.

+      Aku memuji Tuhan, yang telah memberi nasihat kepadaku,

        pada waktu malam aku diajar oleh hati nuraniku.

        Aku senantiasa memandang kepada Tuhan;

        karena Ia berdiri di sisi kananku, aku tidak goyah.

+      Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan;

        di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah,

        di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.

 

BAIT PENGANTAR INJIL (Mat. 5 : 3)

P       Alleluya.            

U      Alleluya.

P      Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,

        karena merekalah yang empunya kerajaan Surga.              

U      Alleluya.

BACAAN INJIL (Mat. 19: 27-29)

Sekali peristiwa berkatalah Petrus kepada Yesus, ''Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?'' Kata Yesus kepada mereka, ''Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Dan setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, bapa atau ibunya, anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal''.

MEDITATIO:

Menjadi murid Yesus ada syarat-syaratnya. Tertulis demikian, ''menyangkal dirinya, memikul salibnya.'' Gerangan apa yang dimaksud. Kiranya, Yesus ingin agar para murid-Nya sudah tak memikirkan dirinya sendiri, tak egois. Fokus pada pribadi Yesus, ajaran-Nya, dan orang lain. Singkatnya, memberi diri dalam pelayanan. Dan berani menghadapi resiko-resiko yang tak ringan.

Dengan memberi kita memperoleh. Dalam logika itu tak jalan, tapi dalam iman akan Tuhan, itu yang diminta. Bukankah kita mengalami demikian dalam kehidupan di alam nyata ini. Contoh sederhana. Kita mengunjungi saudara kita yang sakit dan dirawat di rumah sakit di lain daerah yang jauh letaknya. Kita mengorbankan waktu, acara, dan biaya yang tak sedikit. Namun kita memperoleh suka-cita dan kegembiraan jiwa dalam perjumpaan dengan saudara kita yang sakit. Tentu ia juga senang, kita kunjungi. Salah satu tanda iman yang dewasa, kalau kita berani berkorban. Rela bertindak dengan tak memikirkan dirinya, demi kebahagiaan sesama.

CONTEMPLATIO:

Dalam hening, renungkanlah apakah Anda masih condong memikirkan diriku sendiri, pelit, kurang memperhatikan sesama yang membutuhkan uluran tangan? Mohonlah pengampunan dari-Nya atas ketidakpedulianmu selama ini. Batinkan Sabda-Nya hari ini, biarlah itu mengendap dalam hatimu dan berbuah lebat dalam hidup harianmu.

ORATIO:

Tuhan, ajarilah aku memberi apa saja yang ada padaku demi kemuliaan nama-Mu. Amin.

MISSIO:

Hari ini aku mulai berusaha memperhatikan dan membantu sesamaku yang menderita khususnya yang ada di sekitarku.

ERH

KASIHILAH TETANGGAMU

 

''Karena perintah: 'Jangan berzina, jangan membunuh,

jangan mencuri, jangan mengingini,'

dan perintah lainnya, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu:

'Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!'''

(Roma 13:9)

Baca: Roma 13:8-10

Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Pada zaman di mana permukiman terkonsentrasi di kota, saya bersyukur karena keluarga kami tinggal di desa. Kedekatan antar tetangga masih terjalin dengan sangat baik dan kami hidup saling membantu. Setiap ada kesempatan untuk berbuat baik kepada tetangga, kami menganggapnya sebagai tindakan berbagi kasih. Kami pun berharap tindakan kasih yang kami lakukan dapat membuka hati mereka untuk mengenal Kristus. 

Menarik sekali karena Alkitab KJV memakai kata ''neighbour'' untuk frasa ''sesama manusia'' (ay. 9). Kata ''neighbour'' juga bisa diartikan ''tetangga'' atau orang-orang yang tinggal paling dekat dengan rumah kita. Jadi, ketika Alkitab menasihatkan agar kita mengasihi sesama, di dalamnya juga terkandung perintah untuk mengasihi tetangga. Apakah mudah mengasihi tetangga? Kita harus akui bahwa hal tersebut tidak mudah, khususnya terhadap mereka yang tidak bersikap baik, memusuhi, atau yang pernah merugikan kita. Namun, perintah untuk mengasihi berlaku untuk segala situasi, bukan hanya ketika tetangga bersikap atau berbuat baik kepada kita! 

Melakukan tindakan kasih tidak selalu berupa pemberian materi atau barang. Kita dapat mengasihi dengan banyak cara lainnya, misalnya membesuk ketika ada tetangga sakit, menahan diri untuk tidak membalas perlakuan buruk dari mereka, atau tetap menyapa tetangga yang kurang menyukai kita. Lakukanlah dengan konsisten sambil berdoa agar tindakan kasih yang kita lakukan, suatu saat dapat membuka hati mereka terhadap Injil. Selamat mengasihi tetangga!

TETANGGA YANG DIKASIHI

AKAN MENJADI PENOLONG YANG SANGAT KITA BUTUHKAN, 

TERUTAMA KETIKA MASA-MASA SULIT MELANDA

Ditulis oleh Go Hok Jin

Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Memanggul Salib Yesus