DKP

 

Doa Hari Sabtu, 12 Agustus 2017

Kepada kita, Tuhan (dan juga Gereja) memberikan banyak perintah. Semua itu bukan untuk membebaskan kita, tetapi untuk menjamin agar kita memperoleh karunia yang disiapkan bagi kita.

Bapa kami yang di Sorga

terima kasih untuk akhir pekan kedua di bulan kedelapan ini.

Terima kasih atas kasih dan pemeliharaan-Mu

atas kami, anak-anak-Mu yang hidup di tanah air Indonesia ini.

Terima kasih atas kesempatan yang Kauberi

untuk menjalin kebersamaan dengan masyarakat di sekitar kami.

Terutama saat menghadapi acara peringatan

Kemerdekaan bangsa Indonesia

yang akan berlangsung beberapa hari ke depan.

Kami rindu ya Bapa mampu menghadirkan damai dan sejahtera,

suasana sorgawi di lingkungan kami

sehingga melalui kesempatan ini Engkau hadir secara nyata

di tempat di mana kami berada. 

Bapa yang baik, kami juga ingin dapat Kau andalkan

untuk menjadi saksi-Mu, tentang kasih-Mu

untuk saling mengasihi sesama manusia

untuk saling menghargai sesama manusia.

Karena semua manusia di muka bumi ini adalah ciptaan-Mu juga

Terima kasih karena Kau persatukan kami di negara ini.

Semoga kami dapat saling memperkuat kerja sama

dalam usaha untuk membangun negara.

Semoga melalui hasil yang muncul, nama-Mu yang akan dipermuliakan,

nama-Mu yang akan diagungkan.

Terima kasih Kau sudah pilih kami

dan pakai kami untuk bersama-Mu

menebar kebaikan di tengah sesama kami.

Dalam nama Yesus Kristus

kami telah berdoa dan mengucap syukur.

Amin.


[By : Team Moderator DSM ]

dengan penyesuaian


RH Mutiara Iman

Sabtu, 12 Agustus 2017 dalam pekan ke-18

(by: Ernest Mariyanto)


Mutiara Iman:

''Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan.'' [Ul. 6: 6]

 

BACAAN PERTAMA (Ul. 6: 4-13)

Pada masa itu, Musa berkata kepada umat Israel, ''Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa! Kasihilah TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu. Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan, haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. Haruslah juga engkau mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu, dan haruslah engkau menuliskannya pada tiang pintu rumahmu dan pada pintu gerbangmu. Maka apabila TUHAN, Allahmu, telah membawa engkau masuk ke negeri yang dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepadamu -- kota-kota yang besar dan baik, yang tidak kaudirikan; rumah-rumah, penuh berisi berbagai-bagai barang baik, yang tidak kauisi; sumur-sumur yang tidak kaugali; kebun-kebun anggur dan kebun-kebun zaitun, yang tidak kautanami -- dan apabila engkau sudah makan dan menjadi kenyang, maka berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan. Engkau harus takut akan TUHAN, Allahmu; kepada Dia haruslah engkau beribadah dan demi nama-Nya haruslah engkau bersumpah''.

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 17 (18): 2-3a. 3bc-4. 47. 51ab; R. 2

Refr.   Aku cinta pada-Mu, ya Tuhan, kekuatanku.

Mazmur:

+      Aku cinta pada-Mu, ya Tuhan, kekuatanku,

        Tuhanlah pelindung dan pembelaku,

        Allahku yang menyelamatkan daku.

+      Tuhanlah gunung pengungsianku,

        perisai dan senjataku,

        bentengku, sangat terpuji.

        Aku berseru kepada Tuhan

        dan aku diselamatkan dari musuhku.

+      Hiduplah Tuhan, terpujilah pelindungku,

        mulialah Allah penyelamatku.

        Engkau memasyhurkan raja-Mu dengan kemenangan,

        Engkau menyatakan kasih setia-Mu kepada Daud yang Kauurapi.

 

BAIT PENGANTAR INJIL (2Tim. 1: 10b)

P     Alleluya...

U    Alleluya...

P     Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut

       dan menerangi hidup dengan Injil.

U     Alleluya...

 

BACAAN INJIL (Mat. 17: 14-20)

Sesudah turun dari gunung, Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak. Maka datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah, katanya, ''Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air. Aku sudah membawanya kepada murid-murid-Mu, tetapi mereka tidak dapat menyembuhkannya''. Maka kata Yesus, ''Hai kamu angkatan yang tidak percaya dan yang sesat, berapa lama lagi Aku harus tinggal di antara kamu? Berapa lama lagi Aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!'' Dengan keras Yesus menegor dia, lalu keluarlah setan itu dari padanya dan anak itu pun sembuh seketika itu juga. Kemudian murid-murid Yesus datang dan ketika mereka sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka, ''Mengapa kami tidak dapat mengusir setan itu?'' Ia berkata kepada mereka, ''Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu''.

 

MEDITATIO:

Banyak Negara di dunia ini, termasuk Indonesia, tidak cepat maju dan sejahtera. Mengapa? Karena banyak warga, lebih-lebih para pemimpin, tidak memperhatikan hukum. Mereka sengaja melanggar hukum demi kesenangan sendiri. Sudah tahu korupsi itu dilarang. Toh begitu banyak orang korupsi. Sudah tahu narkoba itu haram. Toh begitu banyak orang mengkonsumsi dan menjual belikannya. Sudah tahu tidak boleh membangun rumah tanpa izin. Toh sangat banyak bangunan liar yang akhirnya digusur.

Hari ini Musa mengingatkan kita. ''Apa yang kuperintahkan kepadamu... haruslah engkau perhatikan.'' Dan Musa memberikan beberapa cara yang amat konkrit untuk memperhatikannya: harus mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anak, harus membicarakannya apabil aduduk di rumah, apabila sedang dalam perjalanan, apabila berbaring, dan apabila engkau bangun. Bahia ia menyuruh mengikatkan perintah Allah tanda pada tangan dan menjadi lambang di dahimu, harus menuliskannya pada tiang pintu rumah dan pada pintu gerbang. Kalau semua itu dilakukan, mereka akan masuk ke negeri yang dijanjikan Tuhan, yang makmur dan sejahtera, kaya akan susu dan madu. Kepada kita, Tuhan (dan juga Gereja) memberikan banyak perintah. Semua itu bukan untuk membebaskan kita, tetapi untuk menjamin agar kita memperoleh karunia yang disiapkan bagi kita. Marilah kita mengikuti saran-saran konkrit Musa di atas.

CONTEMPLATIO:

Duduklah dengan tenang. Pejamkan mata… Bayangkan Tuhan Yesus yang sedang mengajar orang banyak. Camkanlah satu amanat yang Ia sampaikan. Di hadapan Tuhan, buatlah rencana untuk mengamalkan amanat itu.

ORATIO:

Tuhan, terima kasih atas amanat-amanat yang Kausampaikan kepada kami. Ambpunilah aku kalau selama ini kurang perhatian bahkan lalai. Semoga mulai hari ini akulebih setia memperhatikan dan mengamalkan amanat-Mu. Amin.

MISSIO:

Hari ini aku akan meluangkan waktu 1 jam untuk mendalami perintah Tuhan dan membuat rencana nyata untuk melaksanakannya.

ERH

APAKAH UPAHKU?

''... Sesungguhnya Aku berkata kepadamu:

'Mereka sudah mendapat upahnya.'''

(Matius 6:2)

Baca: Matius 6:1-4

''Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.''

Seorang turis mengunjungi pusat kerajinan lokal di sebuah daerah tujuan wisata. Karena tertarik pada sebuah barang yang terpasang di salah satu kios, ia bertanya kepada si pemilik apakah diperbolehkan memotretnya. ''Jika engkau memberiku lima puluh ribu, silakan saja.'' Turis itu mengambil foto seperlunya. Lalu, sambil tersenyum ia memberikan uang dan berkata, ''Tadinya saya akan memberikan lebih besar dari ini jika Anda membiarkan saya mengambil foto secara gratis.'' 

Dalam salah satu bagian dari khotbah di atas bukit, Yesus mengajarkan dengan tegas tentang hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh murid-murid-Nya—tentang memberi sedekah (ay. 2), berdoa (ay. 5), dan berpuasa (ay. 16). Melakukan hal-hal tersebut hanya untuk dilihat orang dan bukan untuk menyenangkan hati Allah adalah sebuah kesalahan besar. Bagi orang yang melakukannya, Dia berkata bahwa ''mereka sudah mendapatkan upahnya.'' Artinya, mereka sudah mendapatkan upah yang mereka harapkan, yaitu penghargaan manusia, dan mereka tidak lagi mendapatkan bagian dalam hadiah yang telah dipersiapkan Allah. 

Setiap kali melakukan suatu tugas atau pekerjaan, kiranya kita menjauhkan diri dari pikiran yang berfokus pada upah materiel yang akan kita dapatkan. Kita melakukannya bagi kemuliaan Tuhan. Karena itu, hendaknya kita senantiasa mengingat dan menyadari bahwa setiap tugas dan perbuatan yang kita lakukan adalah untuk sebuah mahkota kemuliaan surgawi.

UPAH ORANG PERCAYA

NILAINYA JAUH MELEBIHI APA PUN DARI DUNIA INI

Ditulis oleh Yessica Kansil

Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Berdoa dan Merenungkan Kitab Suci