DKP

 

Doa Hari Selasa, 5 September 2017

''Hostilitas - Sikap bermusuhan.'' Inilah yang dihadirkan setan ketika merasuki orang dan menghempaskannya ke tengah orang banyak. Sebaliknya, Yesus hadir dengan sikap berbaikan atau ''hospitalitas'', yang dalam bahasa Belanda berarti kemerdekaan, dan dalam bahasa Jerman berarti persahabatan.

Allah Bapa kami yang di Sorga, 

kami mengenal-Mu di dalam Yesus

yang telah mengajar kami banyak hal

mengenai percaya, harapan, dan kasih.

Ketika kami mengungkapkan kami percaya kepada-Mu, Yesus,

nampaknya tidak ada hal yang istimewa.

Semua serba datar dan sangat dangkal.

Kami mohon ampun, ya Bapa,

karena sikap kami yang begitu mengerdilkan artinya

bahkan tidak jarang kami lakukan

seolah tanpa makna yang mendalam.

Catatan Firman Kristus

melukiskan pengakuan akan percaya kepada-Mu,

bukanlah hal yang tipis, sedangkal ucapan,

namun menyangkut seluruh hidup.

Ketika mengaku menjadi pengikut-Mu

ada kemungkinan kami akan menghadapi kehilangan saudara,

menghadapi terkucil dari keluarga,

menghadapi kehilangan benda yang dimiliki,

bahkan siap untuk kehilangan nyawa, sekalipun.

Sungguh besar niat dan kesadaran penuh

Untuk menyatakan percaya kepada-Mu, Yesus.

Layaknya Rasul Stefanus yang kehilangan dunia dan nyawanya

ketika memilih untuk mengikuti-Mu, Kristus!  

Kami menyadari hal ini bahwa ketika kami mengikut Yesus

dan menjadikan-Mu sebagai teladan hidup ini

kami pun sudah seharusnya tidak lagi terikat pada dunia.

Yesus Kristus adalah satu-satunya gaya hidup yang diteladani.

Bekerja keras dan bertanggung jawab,

hidup secara hemat dan memberi manfaat kepada sesama

menjadi bagian untuk meneladani Yesus.

Terima kasih Tuhan Yesus.

adalah satu kerinduan untuk tetap mengikuti-Mu.

Hanya di dalam nama-Mu

kami berdoa dan mengucap syukur.

Amin

[Oleh : Team Moderator Doa-Satu-Menit]

 

RH Mutiara Iman

Selasa, 5 September 2017 dalam pekan keduapuluh dua

(by: Rm. Jost Kokoh, Pr)


Mutiara Iman:

''Alangkah hebatnya perkataan ini.'' [Luk. 4: 36]

 

BACAAN PERTAMA (1Tes. 5: 1-6. 9-11)

Saudara-saudara, tentang zaman dan masa kedatangan Tuhan, tidak perlu kami tuliskan kepadamu, karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman--maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin--mereka pasti tidak akan luput. Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 27: 1. 4. 13-14; R. lh. 4c

Refr.   Semoga kita boleh merasakan kebaikan Tuhan.

Mazmur:

+      Tuhanlah cahaya dan penyelamatku, siapa 'kan kutakuti?

        Tuhanlah benteng hidupku, siapa 'kan kugentari?

+      Hanya satu yang kuminta pada Tuhan,

        hanya inilah yang kukehendaki

        diam di rumah Tuhan sepanjang hidupku.

        Untuk merasakan kebaikan Tuhan 

        dan menikmati rumah-Nya.

+      Aku yakin akan merasakan kebaikan Tuhan,

        selagi aku masih hidup.

        Berharaplah kepada Tuhan, teguhkan dan kuatkan hatimu,

        berharaplah pada Tuhan!

 

BAIT PENGANTAR INJIL (Luk. 7: 16)

P      Alleluya...

U      Alleluya...

P      Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita,

        dan Allah mengunjungi umat-Nya.

U     Alleluya...

 

BACAAN INJIL (Luk. 4: 31-37)

Pada waktu itu Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras, ''Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah''. Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya, ''Diam, keluarlah dari padanya!'' Dan setan itupun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya, ''Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan merekapun keluar''. Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.

MEDITATIO:

''Hostilitas - Sikap bermusuhan.'' Inilah yang dihadirkan setan ketika merasuki orang dan menghempaskannya ke tengah orang banyak. Sebaliknya, Yesus hadir dengan sikap berbaikan atau ''hospitalitas'', yang dalam bahasa Belanda berarti kemerdekaan, dan dalam bahasa Jerman berarti persahabatan. Ia menjadi sahabat yang baik dan mengusir segala yang jahat dalam diri kita, sesama, dan semesta, dengan metode ''S4'': solitude/kesendirian, silence/keheningan, stillness/ketenangan, dan simplicity/kesederhanaan lahir dan batin.

CONTEMPLATIO:

Rasakan kehadiran Tuhan: pejamkan mata dan buka hatimu. Mohonlah kasih-Nya yang sejati, yang menjadi dasar dan sumber segala doa dan karya hidupmu. Kalau dulu, kamu terlalu sering mengasihi benda dan memanfaatkan orang, seharusnya kamu kini mulai belar memanfaatkan benda dan mengasihi orang sehingga nama Tuhan semakin dimuliakan dan jiwa sesama semakin diselamatkan.

ORATIO:

Tuhan, puji syukur aku haturkan kepada-Mu atas segala kasih yang boleh aku terima lewat teladan kebijaksanaan-Mu. Semoga teladan kebijaksanaan-Mu membuat aku lebih menjadi orang beriman yang ber-integritas, suci sekaligus manusiawi, tidak menjadi batu sandungan untuk sesama tapi menjadi sumber berrkat setiap hari bagi orang lain. Amin.

MISSIO:

Aku akan lebih berhati-hati dalam berkata dan bersikap. Aku juga akan mendoakan dan mohon maaf kepada mereka yang perrnah kufitnah atau kuanggap jelek.

ERH

MENGENAL YESUS

 

''Inilah daftar nenek moyang Yesus Kristus,

anak Daud, anak Abraham.''

(Matius 1:1)

Baca: Matius 1:1-17 

Ketika bertemu dengan saudara jauh, biasanya kita akan sulit mengenali mereka. Banyak hal yang berbeda dari ingatan kita sejak kita terakhir bertemu mereka; baik itu postur tubuhnya, wajahnya, dan sebagainya. Ini pernah saya alami ketika saya melihat foto terakhir sepupu-sepupu saya saat perayaan tahun baru Imlek. Ketika saya bertanya kepada ibu saya, ibu saya menjawab, ''Oh, ini anaknya paman. Masa kamu tidak kenal?'' 

Matius juga menggunakan strategi yang sama untuk memperkenalkan Yesus Kristus. Injil Matius dibuka dengan daftar silsilah Yesus Kristus. Di dalam daftar silsilah ini tercatat nama-nama para leluhur Yesus, mulai dari Yusuf ayah-Nya sampai Abraham. Dua hal yang menjadi perhatian Matius dalam pembukaan injilnya adalah memperkenalkan Yesus sebagai ''anak Daud'' dan ''anak Abraham''(ay. 1). Yesus diperkenalkan sebagai anak Daud untuk menunjukkan bahwa Yesus adalah Raja yang akan datang, sesuai dengan janji Allah kepada Daud (2Sam. 7:12-13; bdk. Yes. 9:5-6). Bukan hanya itu saja. Sebagai ''anak Abraham,'' Yesus juga datang sebagai Pembawa Berkat bagi segala bangsa, sesuai dengan janji Allah kepada Abraham (Kej. 12:1-3). 

Firman Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa Yesus Kristus adalah Sang Raja Pembawa Berkat. Pertanyaannya sekarang adalah, sudahkah Yesus menjadi Raja atas hidup Anda? Sudahkah Anda memperkenalkan Dia kepada orang-orang yang belum mengenal-Nya?

YESUS KRISTUS DATANG SEBAGAI RAJA 

DAN PEMBAWA BERKAT BAGI DUNIA

Ditulis oleh Tjin Yohanes

Tuhan memberkati +


Galeri Foto

Yesus Mengusir Roh Jahat