DKP

 

Doa Hari Rabu, 6 September 2017

''Amicus certus in re incerta cernitur -- Seorang kawan sejati dapat dikenali pada saat yang penuh ketidakpastian.'' Kalimat yang ditulis oleh Cicero ini menghadirkan sosok sahabat sejati yang ditampilkan Yesus ketika menyembuhkan banyak orang yang ada dalam ''ketidakpastian'' 

Allah Bapa kami yang berdaulat penuh

atas seluruh alam semesta jagad raya dan segala isinya.

Sebagai satu pribadi

yang memiliki pikiran, perasaan, dan kehendak

melalui Tuhan Yesus, Sang Putra kami diajak untuk bisa mencari

yang menjadi kehendak Bapa atas hidup kami.

Kami juga diajak untuk mencoba belajar berpikir seperti cara Bapa berpikir

sehingga kami bisa merasakan apa yang Bapa rasakan,

atas semua perbuatan kami.

Terima kasih Tuhan Yesus kami bisa mengerti

ketika Kemahakuasaan Bapa bisa melakukan apa pun juga

atas semua ciptaan-Mu termasuk manusia di bumi ini,

namun kehendak-Mu,  Bapa yang menjadikan Bapa

tidak berlaku semena-mena,

bahkan Engkau menghargai setinggi-tingginya manusia ciptaan-Mu

dan memberi mereka kebebasan

untuk melakukan apa yang mereka anggap baik.

Bapa yang Maha Kuasa bukanlah kenyataan fantasi

bukan pula bersifat mistik namun penuh dengan kasih

serta keadilan yang jujur.

Tidak ada muatan memperdaya tidak pula memaksa manusia untuk taat

selama manusia hidup di bumi kehendak bebas Kau beri

untuk mengikuti Kristus ataupun mengikuti antikristus.

Terima kasih Tuhan Yesus kami dengan tegas menyatakan bahwa

kami hanya akan mengikuti-Mu.

Maka selalu temanilah kami

dalam usaha untuk mewujudnyatakan kehendak itu.

Dalam nama-Mu kami berdoa dan mengucap syukur.

Amin.

[Oleh: Team Moderator Doa-Satu-Menit]

dengan penyesuaian


RH Mutiara Iman

Rabu, 6 September 2017 dalam pekan ke-22

(by: Rm. Jost Kokoh, Pr)

Mutiara Iman:

''Juga di kota-kota lain, Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus.'' [Luk. 4: 43]

 

BACAAN PERTAMA (Kol. 1: 1-8)

Dari Paulus, rasul Kristus Yesus, oleh kehendak Allah, dan Timotius saudara kita, kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu. Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu, karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil, yang sudah sampai kepada kamu. Injil itu berbuah dan berkembang di seluruh dunia, demikian juga di antara kamu sejak waktu kamu mendengarnya dan mengenal kasih karunia Allah dengan sebenarnya. Semuanya itu telah kamu ketahui dari Epafras, kawan pelayan yang kami kasihi, yang bagi kamu adalah pelayan Kristus yang setia. Dialah juga yang telah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh.

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 52: 10. 11; R. lh. 10cd

Refr.   Percayalah pada kasih setia Allah, sekarang dan selama-lamanya.

Mazmur :

+      Orang jahat menaruh harapan pada kekayaannya,

        dia percaya pada tipu muslihatnya.

+      Tetapi aku, bagaikan pohon berbuah

        akan tumbuh di rumah Allah.

+      Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Allah kekal,

        sebab Engkau telah bertindak.

        Aku hendak memaklumkan nama-Mu,

        sebab Engkau baik hati terhadap sahabat-sahabat-Mu.

 

BAIT PENGANTAR INJIL (Luk. 4: 18-19)

P      Alleluya...

U     Alleluya...

P      Tuhan mengutus Aku

        memaklumkan Injil kepada orang yang hina dina

        dan mewartakan pembebasan kepada orang tawanan.

U     Alleluya...

 

BACAAN INJIL (Luk. 4: 38-44)

Yesus meninggalkan rumah ibadat di Kapernaum dan pergi ke rumah Simon. Adapun ibu mertua Simon demam keras dan mereka meminta kepada Yesus supaya menolong dia. Maka Ia berdiri di sisi perempuan itu, lalu menghardik demam itu, dan penyakit itupun meninggalkan dia. Perempuan itu segera bangun dan melayani mereka. Ketika matahari terbenam, semua orang membawa kepada-Nya orang-orang sakit, yang menderita bermacam-macam penyakit. Ia pun meletakkan tangan-Nya atas mereka masing-masing dan menyembuhkan mereka. Dari banyak orang keluar juga setan-setan sambil berteriak, ''Engkau adalah Anak Allah''. Lalu Ia dengan keras melarang mereka dan tidak memperbolehkan mereka berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias. Ketika hari siang, Yesus berangkat dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mencari Dia, lalu menemukan-Nya dan berusaha menahan Dia supaya jangan meninggalkan mereka. Tetapi Ia berkata kepada mereka, ''Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus''. Dan Ia memberitakan Injil dalam rumah-rumah ibadat di Yudea.

MEDITATIO:

''Amicus certus in re incerta cernitur -- Seorang kawan sejati dapat dikenali pada saat yang penuh ketidakpastian.'' Kalimat yang ditulis oleh Cicero ini menghadirkan sosok sahabat sejati yang ditampilkan Yesus ketika menyembuhkan banyak orang yang ada dalam ''ketidakpastian'' karena sakit: Ada 3 peranan Yesus yang dihadirkan secara real sebagai sahabat sejati, al: healer/penyembuh, teacher/pendidik, prayer/pendoa. Yang pasti: manusia tidaklah diciptakan dengan main-main, ataupun secara serampangan, namun diciptakan secara mengagumkan untuk sebuah tujuan yang agung, bukan?

CONTEMPLATIO:

Dalam keheningan, rasakan kehadiran Tuhan, pejamkan mata dan buka hatimu. Bersyukurlah atas semua rahmat yang boleh kau terima. Mohonlah peneguhan iman dalam hidup dan panggilanmu supaya berani membagikan rahmat itu kepada semakin banyak orang. Ya, segala yang kita miliki harus diserahkan untuk melayani Kristus dan berada di bawah tuntunan-Nya (Mrk. 13:24; Mat. 7:14; Yoh. 16:23; 2Tim. 3:12)

ORATIO:

Tuhan puji syukur kepada-Mu atas segala kasih yang boleh aku terima lewat teladan kasih-Mu yang utuh. Semoga dengan teladan kasih-Mu, aku semakin berani mewartakan iman, karena melulu mencari yang mulia dan bukan yang hina, mencari yang indah dan bukan yang mudah serta mencari yang penuh rahmat bukan melulu yang sekadar nikmat. Amin.

MISSIO:

Aku akan menuliskan semua rasa sakitku serta harta dan talenta yang kupunyai dan akan kubawa dalam doa untuk kupersembahkan semuanya kepada Tuhan.

ERH

DI PUTARAN KONFORMISME

 

''Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.''

(1 Tesalonika 5:21)

Baca: 1 Tesalonika 5:21-23

Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan. Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.

Datanglah ke tempat di mana banyak orang berkumpul (mal, stasiun kereta, objek wisata, dll.), dan perhatikanlah mereka. Warna kulit, postur tubuh, dan jenis rambut mereka memang berbeda-beda. Tetapi, lihat busana mereka. Ada begitu banyak orang berbusana nyaris serupa. Apakah yang terjadi? 

Konformisme, yakni hasrat untuk menjadi sama dengan orang lain, karena ingin aman, diterima, diakui setara, karena iseng, atau alasan-alasan lain. Konformisme punya banyak wujud: dari yang sederhana (konformisme busana seperti contoh tadi, konformisme hobi, arsitektur rumah, dll.), sampai yang amat serius: konformisme paham, perilaku, tata nilai, dan sikap hidup. 

Ada fakta yang amat mencemaskan. Bagai pusaran raksasa, konformisme menyeret dan menelan semua ke tengahnya. Banyak orang tidak tahan untuk tetap menjadi diri sendiri, dan baru merasa aman kala menjadi sama dengan orang lain. Padahal, konformisme sering mengabaikan moralitas. Tak peduli baik atau jahat, yang penting menjadi sama. Hal-hal buruk pun (perilaku konsumtif, adiktif, permisif, dll.) bisa jadi ditiru pula. 

Tuhan berfirman, ''Ujilah segala sesuatu, dan peganglah yang baik.'' Artinya? Bukan membabi-buta mengambil apa pun yang kita mau, melainkan teliti menguji segala sesuatu. Bukan asal menyamakan diri dengan sesuatu tanpa menimbang moralitasnya, melainkan bersikap kritis dan cermat menakar apakah sesuatu itu dapat dipertanggungjawabkan. Lalu, tolak yang jahat dengan tegas, ambil yang baik jika ada, dan jadilah diri sendiri.

TOLAK YANG JAHAT DENGAN TEGAS,

AMBIL YANG BAIK JIKA ADA, 

DAN JADILAH DIRI SENDIRI.

- O.S. Raille -


Ditulis oleh Eko Elliarso

Tuhan memberkati +


Galeri Foto

Sahabat