DKP

 

Doa Hari Kamis, 7 September 2017

Setiap orang yang telah dibaptis dan menerima Sakramen Krisma dipanggil dan diutus oleh Tuhan menjadi penjala manusia dengna kesaksian hidup yang diberikan kepada masyarakat sekitarnya.

Allah Bapa kami yang sangat baik

yang kami kenal di dalam Yesus

sebagai Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub.

Allah menjadikan satu bangsa pilihan 

yang dari keturunannya lahir seorang Anak Manusia.

Firman yang mengambil rupa bayi

menjadi sama dengan manusia, melepas kesetaraan dengan Allah,

memberikan sifat keteladanan, mengajar murid-murid

untuk mencatat semua Firman-Mu.

Kehidupan bersama-Nya selama tiga setengah tahun

menjadi bekal untuk berubah dari murid penakut menjadi pembe rani,

dari menginginkan raja di bumi menjadi Raja di langit baru dan bumi baru,

dari penuh kecewa ketika Yesus disalib

menjadi saksi kebangkitan-Mu dari kubur,

juga saksi kenaikan-Mu ke Sorga.

Menjadikannya satu kabar sukacita

serta membagikannya ke seluruh muka bumi

untuk membuat semua manusia menjadi murid-Mu.

Membuat semua manusia mendengar semua yang Yesus Katakan

dan pada waktunya akan mampu melakukan

yang Tuhan Yesus lakukan: taat akan kehendak Bapa.

Terima kasih Tuhan Yesus

kami berjanji untuk mengikuti-Mu dengan setia

sebagai satu sosok teladan yang hanya tujuh atau delapan puluh tahun

bilangan hidup kami di muka bumi ini.

Dalam nama-Mu kami telah berdoa

dan mengucap syukur.

Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus

Amin.

[Oleh: Team Moderator Doa-Satu-Menit]


RH Mutiara Iman

Kamis, 7 September 2017dalam pekan ke-22

(by: Rm. Mateus Mali, CSSR)

Mutiara Iman:

''Kata Yesus kepada Simon, 'Jangan takut, mulai sekarang engkau akan menjadi penjala manusia.''' [Luk. 5: 10] 

BACAAN PERTAMA (Kol. 1: 9-14)

Saudara-saudara, tak henti-hentinya kami berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar, dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang. Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 98: 2-3ab. 3cd-4. 5-6; R. 2a

Refr.   Tuhan telah memaklumkan penyelamatan-Nya.

Mazmur:

+      Tuhan telah memaklumkan penyelamatan-Nya

        dan menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa.

        Tuhan mengingat kasih dan kesetiaan-Nya

        terhadap umat Israel.

+      Segala penjuru bumi telah menyaksikan

        penyelamatan Allah kita.

        Bersoraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,

        bersorak gembira dan bernyanyilah.

+      Bernyanyilah bagi Tuhan dengan memetik kecapi,

        dengan kecapi dan lagu merdu;

        dengan meniup nafiri dan sangkakala,

        bersoraklah di hadapan Tuhan, rajamu.

 

BAIT PENGANTAR INJIL  (Mat. 4 : 19)

P      Alleluya...

U     Alleluya...

P      Marilah, ikutlah Aku, sabda Tuhan,

        dan kamu akan Kujadikan nelayan manusia.

U     Alleluya...

BACAAN INJIL (Luk. 5: 1-11)

Pada suatu ketika Yesus berdiri di tepi tasik Genesaret. Orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan firman Allah. Ia melihat dua perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. Ia naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahunya sedikit jauh dari pantai. Lalu Ia duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Setelah selesai berbicara, Ia berkata kepada Simon, ''Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan''. Simon menjawab, ''Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa, tetapi karena Engkau menyuruhnya, aku akan menebarkan jala juga''. Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap sejumlah besar ikan, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain supaya mereka datang membantunya. Dan mereka itu datang, lalu mereka bersama-sama mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Ketika Simon Petrus melihat hal itu ia pun tersungkur di depan Yesus dan berkata, ''Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa''. Sebab ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia takjub oleh karena banyaknya ikan yang mereka tangkap; demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Kata Yesus kepada Simon, ''Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia''. Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

MEDITATIO :

Setelah seharian tidak mendapat ikan, Yesus menyuruh Petrus untuk menebarkan jalanya. Hasilnya mengejutkan. Petrus harus meminta teman-temannya untuk membantunya menghela jala yang penuh dengan ikan. Setelah mukjizat itu, Yesus mengajak Petrus untuk menjadi penjala manusia.

Apa itu penjala manusia? Penjala manusia adalah orang yang membantu Yesus dalam pewartaan. Yesus ingin menjadikan Petrus pewarta Khabar Gembira dan di atas pribadi Petrus ini dan keduabelas murid-Nya, Yesus mendirikan Gereja-Nya (Mat. 16:18). ''Jala'' itu adalah Gereja yang harus menjala dan menampung orang-orang yang percaya akan pewartaan para rasul. Gereja mesti tetap melanjutkan pewartaan para rasul itu sampai akhir zaman. Setiap orang yang telah dibaptis dan menerima Sakramen Krisma dipanggil dan diutus oleh Tuhan menjadi penjala manusia dengna kesaksian hidup yang diberikan kepada masyarakat sekitarnya.

CONTEMPLATIO:

Bayangkanlah Anda di tepi pantai dan dipanggil Tuhan untuk menjadi penjala manusia. Apakah Anda bersedia membantu Yesus dalam mewartakan Injil?

ORATIO:

Ya Tuhan Yesus, terima kasih bahwa Engkau telah memanggil aku menjadi anggota Gereja-Mu. Jadikanlah aku perpanjangan tangan-Mu untuk mewartakan Injil-Mu kepada sesamaku agar semakin banyak orang masuk di dalam Gereja-Mu. Amin.

MISSIO :

Hari ini aku mau bekerja dengan baik sebagai bentuk pewartaan dan pengabdianku bagi Tuhan dan sesama.

ERH

GEMBALA SEJATI ATAU UPAHAN? 

''Ia lari karena ia seorang upahan

dan tidak memperhatikan domba-domba itu.''

(Yohanes 10:13)

Baca: Yohanes 10:1-18

Persis 1 Januari 2017, kapal wisata Zahro Express yang sarat penumpang terbakar di perairan Kepulauan Seribu. Puluhan penumpang meninggal dunia. Saat kapal mulai terbakar, kapten kapal justru melompat lebih dulu untuk menyelamatkan diri. Sikap sang kapten ini disesalkan oleh Direktur Hubungan Laut -- Kementerian Perhubungan. ''Kapten yang melompat duluan bukanlah kapten,'' sesalnya. 

Firman Tuhan hari ini berbicara hal serupa. Ciri seorang gembala sejati ialah rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan domba-dombanya, ketika serigala hendak memangsa mereka. Itulah Kristus yang patut kita teladani. Namun gembala upahan akan segera lari menyelamatkan diri dan membiarkan kawanan domba gembalaannya berjuang sendiri dimangsa gerombolan serigala. 

Anda dan saya, dalam skala berbeda-beda, adalah pemimpin atau gembala. Baik di rumah tangga, sekolah, gereja, masyarakat, atau dunia kerja. Tuhan menempatkan setiap kita dalam peran yang unik agar kita mengambil tanggung jawab sebagai gembala sejati. Yakni yang rela memberi sepenuh hidup kita, untuk menjagai kawanan domba yang dipercayakan-Nya. Sebab, kawanan domba itu harus menghadapi berbagai tantangan dunia ini: pornografi, kekerasan rumah tangga, pelecehan seksual, bullying, penyalahgunaan narkotika, korupsi, intoleransi, dan masih banyak lagi. 

Di manakah posisi kita saat ini? Di bagian depan di mana kita menjagai kawanan domba kita, atau acuh tak acuh sebab kita hanyalah gembala upahan? Setia menjaga tanggung jawab sebagai gembala, adalah suatu kehormatan.

SEORANG KAPTEN SEJATI

MEMASTIKAN SELURUH PENUMPANG SELAMAT, 

NASIBNYA SENDIRI TIDAKLAH IA DAHULUKAN

Ditulis oleh Susanto

Tuhan memberkati +


Galeri Foto

Duc in Altum