DKP

 

Doa Hari Selasa, 12 September 2017

Hari ini Paulus mengingatkan kita supaya berakar di dalam Yesus dan membangun diri di atas Dia. Kita sering digambarkan sebagai bangunan, batu penjurunya adalah Kristus. 

Allah Bapa kami yang sangat baik

perjalanan hidup kami di muka bumi tidak pernah melambat, apalagi berhenti.

Dan Kau membawa kami untuk selalu sigap,

tidak lalai maupun terlena, dengan semua kejadian sekitar kami.

Kami juga mengerti akan Firman-Mu  bahwa dunia tidak semakin membaik

karena tujuan kami, anak-anak-Mu bukanlah kehidupan di atas bumi ini,

melainkan hanya untuk kehidupan kekal bersama-Mu

di surga nanti.

Terima kasih karena Kau beri kami hikmat

bahwa kami tidak boleh berlaku seenaknya dalam mengisi waktu kami

semua harus dijalankan dengan seungguh-sungguh,

penuh dedikasi dan tanggung jawab,

sehingga kami benar-benar layak disebut sebagai anak Bapa.

Tidak ada satupun yang bisa kami genggam

dan kami bawa ketika Kau panggil pulang

untuk menghadap-Mu, nanti...

Tetapi apa yang bisa kami kelola

dan menjadi berkat buat sesama menjadi kasih yang bisa dibagikan

menjadikan kami sebagai Kitab yang terbuka,

bisa dibaca oleh siapapun juga yang berinteraksi de ngan kami.

Kami rindu agar pada kitab yang terbuka ini

ada nama-Mu, Tuhan Yesus, tertulis jelas

terbaca dan orang menjadi bisa mengenal-Mu

sebagai Tuhan dan Juruselamat kami serta yang menjad teladan hidup kami

Kami bersyukur ya Tuhan Yesus semua ini menjadikan kami

makin dewasa, dan berbeda dengan pengaruh dan ajaran dunia.

Di dalam nama-Mu

kami telah berdoa dan mengucap syukur.

Amin.

[Oleh: Team Moderator Doa-Satu-Menit]


RH Mutiara Iman

Selasa, 12 September 2017 dalam pekan ke-23

(by: Ernest Mariyanto)


Mutiara Iman:

''Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia.” [Kol. 2: 7]

 

BACAAN PERTAMA (Kol. 2: 6-15)

Saudara-saudara, kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur. Hati-hatilah, supaya jangan ada yang menawan kamu dengan filsafatnya yang kosong dan palsu menurut ajaran turun-temurun dan roh-roh dunia, tetapi tidak menurut Kristus. Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa. Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa, karena dengan Dia kamu dikuburkan dalam baptisan, dan di dalam Dia kamu turut dibangkitkan juga oleh kepercayaanmu kepada kerja kuasa Allah, yang telah membangkitkan Dia dari orang mati. Kamu juga, meskipun dahulu mati oleh pelanggaranmu dan oleh karena tidak disunat secara lahiriah, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Dia, sesudah Ia mengampuni segala pelanggaran kita, dengan menghapuskan surat hutang, yang oleh ketentuan-ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita. Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka.

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 145: 1-2. 8-11; R. 9a

Refr.  Tuhan baik terhadap semua orang.

Mazmur:

+     Aku mengagungkan Dikau, ya Allah, Rajaku,

       aku memuliakan nama-Mu selama-lamanya.

       Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau

       dan memuji nama-Mu selama-lamanya.

+     Tuhan itu pengasih dan penyayang,

       lambat akan murka dan besar kasih setia-Nya.

       Tuhan baik terhadap semua orang,

       penuh kasih setia terhadap segala ciptaan-Nya.

+     Ya Tuhan, semoga segala karya-Mu bersyukur kepada-Mu,

       dan semua kekasih-Mu memuji Engkau.

       Semoga mereka mengumumkan kerajaan-Mu yang mulia

       dan mewartakan keperkasaan-Mu.

 

BAIT PENGANTAR INJIL  (Yoh. 15: 16)

P     Alleluya...

U     Alleluya...

P     Kamu telah Kupilih dari dunia dan Kutetapkan

       agar pergi dan berbuah, dan buahmu tinggal tetap.

U     Alleluya...

BACAAN INJIL (Luk. 6: 12-19)

Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul: Simon yang juga diberi-Nya nama Petrus, dan Andreas saudara Simon, Yakobus dan Yohanes, Filipus dan Bartolomeus, Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot, Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat. Lalu Ia turun dengan mereka dan berhenti pada suatu tempat yang datar: di situ berkumpul sejumlah besar dari murid-murid-Nya dan banyak orang lain yang datang dari seluruh Yudea dan dari Yerusalem dan dari daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka datang untuk mendengarkan Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka; juga mereka yang dirasuk oleh roh-roh jahat beroleh kesembuhan. Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.

MEDITATIO:

Ignas Prakosa sekeluarga sudah lama tinggal di kampung Qosdah. Dia satu-satunya keluarga Katolik di situ. Para tetangga welcome banget menerima kehadiran mereka, karena bapa/ibu Prakosa dan anak-anak sangat aktif terlibat dalam kegiatan masyarakat. Yang menarik, kehidupan iman keluarga ini tetap kokoh, bahkan terus bertumbuh dan menghasilkan buah-buah nyata dalam perbuatan kasih kepada tetangga dan masyarakat yang lebih luas. Mengapa? Karena keluarga ini sungguh berakar dalam Tuhan Yesus dan membangun diri di atas Dia. Orang yang dengan dalih-dalih manis mencoba memengaruhi dan membujuk mereka tidak akan berhasil. Doa harian keluarga, pendalaman Alkitab, kegiatan di lingkungan dan paroki, meskipun jauh, terus memupuk hidup mereka sehingga makin kokoh dan semakin banyak buahnya untuk masyarakat.

Hari ini Paulus mengingatkan kita supaya berakar di dalam Yesus dan membangun diri di atas Dia. Kita sering digambarkan sebagai bangunan, batu penjurunya adalah Kristus. Kita juga diumpamakan sebagai ranting, pokoknya adalah Kristus. Kita harus terus berakar dan bertumbuh dalam Dia, menyerap makanan dari Dia supaya kita berkembang menjadi bangunan yang kokoh, tanaman yang subur.

CONTEMPLATIO:

Duduklah dengan tenang. Pejamkan mata… Bayangkan diri Anda sebagai bangunan yang berdiri di atas pondasi pilihan yakni Tuhan Yesus. Bayangkan badai menerpa dan Anda tetap kokoh. Bayangkan juga badai, godaan yang sering menerpa Anda dalam kehidupan sehari-hari dan Anda tetap berdiri kokoh.

ORATIO:

Tuhan, gunung batu dan andalanku, terima kasih aku boleh membangun diri di atas-Mu sebagai batu dasar. Semoga karenanya aku tetap kokoh berdiri bila badai pencobaan datang. Amin.

MISSIO:

Hari ini aku akan mendaras dan merenungkan mazmur-mazmur tentang Tuhan sebagai gunung batu, misalnya Mzm. 18 dan 62.

ERH

MISTERI ILAHI

 

''Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain; kecuali Aku tidak ada Allah.

Aku telah mempersenjatai engkau,

sekalipun engkau tidak mengenal Aku.''

(Yesaya 45:5)

Baca: Yesaya 45:1-8

Di dalam kehidupan ini, banyak hal yang tidak masuk akal. Kita dibuat terheran-heran: Kenapa hal itu terjadi? Kenapa dia yang dipakai Tuhan untuk menyatakan kehendak-Nya? Mengapa kejadian itu menimpa dia? Dan sejuta tanda tanya lain ada di benak kita. Kadang kita hanya mengatakan itu misteri Ilahi. Mari kita belajar dari bacaan kita untuk menyingkap misteri kehidupan ini.

Sangat mengejutkan! Tak masuk di akal. Koresh, raja Persia, bangsa penyembah berhala, yang tidak mengenal Allah Israel dipakai Tuhan untuk menyelamatkan umat-Nya. Tuhan sendiri yang memanggil, mengurapi, dan memimpin Koresh untuk menaklukkan raja-raja dunia. Tuhan sendiri yang memastikan keberhasilan Koresh. Padahal pengurapan dalam Perjanjian Lama ialah penugasan Tuhan kepada orang pilihan-Nya dari umat-Nya untuk jabatan tertentu! Hal ini menunjukkan bahwa Tuhan berdaulat dan berkuasa untuk memakai siapa saja. Sepasti kekuasaan-Nya atas terang dan gelap, atas kemujuran dan malapetaka dan atas seluruh alam semesta ini sedemikian pula kekuasaan-Nya atas Koresh. 

Koresh adalah alat di tangan Tuhan, yang dipakai untuk kebesaran dan kemuliaan-Nya. Memang kadang akal kita membatasi kehendak Tuhan. Apa yang bagi kita tidak masuk akal, Allah sanggup melakukannya. Jika kita lihat apa yang Tuhan nyatakan pada hari ini, maka kita akan belajar bahwa Tuhan bisa menggunakan siapa saja walaupun itu orang yang tidak seiman, bahkan mungkin musuh kita untuk menyatakan kehendak-Nya. Kenapa hal itu bisa terjadi? Karena Dia Tuhan!

SUPAYA ORANG TAHU ...,

BAHWA TIDAK ADA YANG LAIN DI LUAR AKU.

AKULAH TUHAN DAN TIDAK ADA YANG LAIN.

- Yesaya 45:6 -

Ditulis oleh Eddy Nugroho

Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Kedua belas Rasul