DKP

 

Doa Hari Kamis, 5 Oktober 2017

''Ego Mitto Vos - Aku sekarang mengutus kamu.'' Inilah ajakan misi Tuhan dengan menunjuk 72 murid dan mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. 

Allah Bapa yang penuh kasih yang kami kenal dalam Yesus.

Kami bersyukur karena begitu besar kesabaran-Mu

dalam usaha-Mu untuk mengembalikan kami

menjadi seperti saat semula Kau ciptakan.

Kau beri kami logos dalam Alkitab

dan membangkitkan rhema di dalam hidup ini,

ketika Kau hadirkan masalah nyata

yang menjadi bagian tanggung jawab kami.

Pada pertengahan pekan kerja ini

masih banyak tugas yang harus kami tuntaskan.

Terima kasih karena Kau ajar kami

untuk dengan sepenuh hati menjalankan hidup ini.

Lima atau enam hari menjadi batas untuk pemenuhan target

yang diberikan perusahaan  tempat kami bekerja.

Dan untuk hal ini Kau latih kami

untuk tidak menyia-nyiakan waktu.

Demikian pula dengan tujuh delapan puluh

bilangan tahun batas hidup kami semoga tidak kami sia-siakan.

Mempersiapkan jiwa dan roh kami supaya diperkenan masuk 

ke dalam langit dan bumi baru.

Agar semakin layak untuk Kau kenal

untuk duduk dekat dengan-Mu, Tuhan Yesus.

Pada hari ulang tahun Angkatan Bersenjata Republik Indonesia,

hari ini kami pun ingin bersyukur

untuk begitu banyak orang yang terpanggil hidupnya

dan menjadi anggota ABRI.

Kiranya Engkau selalu memberkati mereka

memberi mereka segala yang mereka perlukan

dalam usaha untuk menjadi seorang abdi masyarakat yang baik.

Terima kasih, Bapa.

Di dalam nama-Mu kami telah berdoa dan mengucap syukur.

Amin.

[Oleh : Team Moderator Doa-Satu-Menit]

dengan penyesuaian

 

RH Mutiara Iman

Kamis dalam pekan ke-26 [5 Oktober 2017]

(by: Rm. Jost Kokoh, Pr)

Mutiara Iman:

''Tuaian memang banyak tetapi pekerja sedikit.'' [Luk. 10: 2]

 

BACAAN PERTAMA (Neh. 8: 1-4a. 5-6. 7b-12)

Orang-orang Israel telah menetap kembali di kota mereka. Lalu pada hari pertama dalam bulan ketujuh berkumpullah seluruh rakyat di lapangan di muka Gerbang Air di Yerusalem. Mereka meminta kepada Ezra, ahli kitab itu, supaya ia membawa kitab Taurat Musa, yakni kitab hukum yang diberikan TUHAN kepada Israel. Lalu pada hari pertama bulan yang ketujuh itu imam Ezra membawa kitab Taurat itu ke hadapan jemaah, yakni baik laki-laki maupun perempuan dan setiap orang yang dapat mendengar dan mengerti. Ia membacakan beberapa bagian dari pada kitab itu di halaman di depan pintu gerbang Air dari pagi sampai tengah hari di hadapan laki-laki dan perempuan dan semua orang yang dapat mengerti. Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu. Ezra, ahli kitab itu, berdiri di atas mimbar kayu yang dibuat untuk peristiwa itu. Ezra membuka kitab itu di depan mata seluruh umat, karena ia berdiri lebih tinggi dari semua orang itu. Pada waktu ia membuka kitab itu semua orang bangkit berdiri. Lalu Ezra memuji TUHAN, Allah yang maha besar, dan semua orang menyambut dengan, ''Amin, amin!'', sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada TUHAN dengan muka sampai ke tanah, sementara orang-orang itu berdiri di tempatnya. Bagian-bagian dari pada kitab itu, yakni Taurat Allah, dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti. Lalu Nehemia, yakni kepala daerah itu, dan imam Ezra, ahli kitab itu, dan orang-orang Lewi yang mengajar orang-orang itu, berkata kepada mereka semuanya, ''Hari ini adalah kudus bagi TUHAN Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!'', karena semua orang itu menangis ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat itu. Lalu berkatalah ia kepada mereka, ''Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!'' Juga orang-orang Lewi menyuruh semua orang itu supaya diam dengan kata-kata, ''Tenanglah! Hari ini adalah kudus. Jangan kamu bersusah hati!'' Maka pergilah semua orang itu untuk makan dan minum, untuk membagi-bagi makanan dan berpesta ria, karena mereka mengerti segala firman yang diberitahukan kepada mereka.

 

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm. 19: 8. 9. 10. 11; R. 9a

Refr.  Titah Tuhan tepat, menyenangkan hati.


Mazmur:

+      Sabda Tuhan sempurna, menyegarkan jiwa.

        Peraturan Tuhan teguh, membuat arif orang bersahaja.

+      Titah Tuhan tepat, menyenangkan hati.

        Perintah Tuhan jelas, menerangi mata. 

+      Hikmat Tuhan baik, tetap selamanya.

        Keputusan Tuhan benar, adil selalu.

+      Lebih indah daripada emas murni,

        lebih manis daripada madu lebah.

 

BAIT PENGANTAR INJIL (Mrk. 1: 15)

P      Alleluya...

U     Alleluya...

P      Kerajaan Allah sudah dekat.

        Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.

U      Alleluya...

BACAAN INJIL (Luk. 10: 1-12)

Pada suatu ketika Tuhan menunjuk tujuh puluh dua murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka, ''Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapapun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Dan jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal atasnya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Dan jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya dari pada kota itu''.

 

MEDITATIO:

''Ego Mitto Vos - Aku sekarang mengutus kamu.'' Inilah ajakan misi Tuhan dengan menunjuk 72 murid dan mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Sering jumlah 70 ini dikaitkan dengan jumlah anggota sanhedrin. Namun, lebih tepat jika jumlah ini dikaitkan dengan Kejadian 10 tentang jumlah 70 bangsa di dunia ini (bdk. Ul. 32: 8; Kel. 1: 5). Jadi, misi Yesus bersifat universal kepada bangsa-bangsa di dunia, bukan hanya tertuju kepad abangsa Yahudi saja. Yesus juga tidak berkarya sendirian di dalam mewartakan Kerajaan Allah tapi Ia membutuhkan para murid sebagai ''co-laborator'': mitra karya bersama, dengan menjadi mother/berbagi kehangatan, messenger/berbagi kedamaian, dan model/berbagi keteladanan.

CONTEMPLATIO:

Dalam keheningan doamu, rasakan kehadiran Tuhan: pejamkan mata dan buka hatimu. Syukurilah setiap perutusan yang diberikan-Nya kepadamu. Mohonlah rahmat supaya engkau bisa menjadi mother yang berbagi kehangatan, menjadi messenger yang berbagi kedamaian dan menjadi model yang berbagi keteladanan. Amin.

ORATIO:

Tuhan, syukur kepada-Mu atas segala kasih dan kesaksian iman yang boleh kuterima. Semoga gambaran para murid yang mau sepenuh hati mengikuti-Mu membuatku juga semakin total mengikuti jalan iman yang Engkau teladankan. Semoga aku juga semakin berani menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar firman saja. Amin.

 

MISSIO:

Aku akan melakukan satu atau dua tindakan belas kasih dan bermurah hati kepada sesamaku di hari ini.

ERH

JANGAN CONGKAK!

 

''Berkatalah Raja: 'Bukankah itu Babel yang besar itu,

yang dengan kekuatan kuasaku dan untuk kemuliaan kebesaranku

telah kubangun menjadi kota kerajaan?'''

(Daniel 4:30)


Baca: Daniel 4:28-37 

Saya tidak bisa melupakan ekspresi lucu seorang murid waktu pertama kali ia mempelajari rangka manusia. Ia berkata, ''Jadi, kita semua punya rangka yang jelek ini di dalam tubuh kita!'' Benar sekali, tidak peduli betapa cantik atau tampannya seseorang, atau seberapa banyak harta miliknya, ia memiliki kerangka yang sama dengan orang lain. 

Tuhan menciptakan manusia dari debu tanah. Tidak ada manusia yang diciptakan dari emas atau logam mulia. Karena itu, di hadapan Allah kita semua sederajat. Namun, rupanya raja Nebukadnezar tidak menyadari prinsip kesetaraan ini. Pada saat berjalan-jalan di atas istana, ia mendeklarasikan bahwa hanya oleh kuat kuasanya ia dapat membangun kota kerajaan yang besar itu (ay. 30). Raja bukan hanya bermegah di hadapan manusia, tetapi ia juga tidak mengindahkan kekuasaan Allah. Oleh kesombongannya, raja menerima hukuman, yakni dihalau dari manusia dan tempat tinggalnya ada di antara binatang-binatang di padang, sampai ia mengakui bahwa kekuasaan ada di tangan Tuhan (ay. 31-32). 

Tuhan tahu bahwa manusia mudah menjadi sombong ketika kehidupannya dikelilingi berkat dan keberhasilan. Itulah sebabnya waktu bangsa Israel akan masuk ke Tanah Perjanjian, Tuhan mengingatkan agar mereka tidak menyombongkan diri dan melupakan pemeliharaan Tuhan (lih. Ul. 9:1-6). Ketika kita mengesampingkan Tuhan dalam kesuksesan kita, dosa kesombongan akan meruntuhkan keberhasilan kita. Kesuksesan semestinya menjadikan kita semakin rendah hati di hadapan Tuhan.

SEBUAH BERKAT AKAN MENJADI JERAT 

KETIKA KITA MELUPAKAN TUHAN DAN MEMBANGGAKAN DIRI SENDIRI

Ditulis oleh Linawati Santoso

Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Yesus Mengutus Para Murid