DKP

 

Doa Hari Jumat, 6 Oktober 2017

Adapun kota-kota yang dikecam Yesus adalah kota-kota di mana sebagian besar pekerjaan besar Yesus telah dilakukan tapi hati mereka tidak tergerak oleh rasa syukur. Mereka terus menolak dan menyangsikan kasih Tuhan.

 Allah Bapa kami yang penuh kasih

Kami anak-anakMu yang Kau pilihUntuk menjadi bagian dari bangsa IndonesiaMerasa sangat bersyukur untuk kebaikanMuYang Kau berikan bagi bangsa kamiTanah yang subur, laut yang berlimpah ikanSudah Kau sediakan bagi kami Kau juga membekali kamiDengan akal budi Dan yang paling utamaAdalah rasa takut dan gentar akan Tuhan Allah
Dengan penyertaanMu di dalan hidup kamiKami menyadari tujuan utama kamiBukan hidup kini di muka bumiNamun langit baru dan bumi baru Akal budi yang Kau berikanMemampukan kami mengolah kekayaan alamMenjadi berkat dan bermanfaat Bagi kepentingan seluruh bangsa kami
Ikan di laut, dalam bentuk bahan mentahBukan dalam bentuk makanan siap sajiUntuk mengolahnya Kau mengandalkan kamiKami ingin bisa Kau andalkan
Pohon kayu melimpah dalam bentuk bahan mentahBukan dalam bentuk lemari, pintu atau mejaUntuk mengolahnya Kau mengandalkan kamiKami rindu bisa menjadi andalanMu
Kami rindu bisa menjadi kebangganMuBisa menghadirkan suasana SorgawiAda di lingkungan kami Kau tempatkanDengan mengenalMu melalui Yesus KristusKami rindu hidup kami selama di bumi iniBisa melakukan kehendak BapaMembuat hidup kami bergunaBagi sesama manusia, bangsa IndonesiaDan itu menyukakanMu, BapaTerima kasih Tuhan YesusDalam namaMu kami berdoaAmin[By : Team Moderator DSM]


RH Mutiara Iman

Jumat dalam pekan ke-26 [6 Oktober 2017]

Pm. St. Bruno, Im

(by: Rm. Jost Kokoh, Pr)


Mutiara Iman:

''Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku.'' [Luk. 10: 16] 

BACAAN PERTAMA  (Bar. 1 : 15 - 22)

Pada hari ini menjadi nyata bahwa keadilan ada pada Tuhan, Allah kita, sedangkan kejahatan pada kami, yaitu: pada orang-orang Yehuda dan penduduk Yerusalem, pada sekalian raja kami, para pemimpin, para imam dan nabi serta pada para leluhur kami. Memang kami telah berdosa kepada Tuhan. Kami tidak taat kepada-Nya dan tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami. Kami tidak mengikuti segala ketetapan Tuhan yang telah diberikan kepada kami. Semenjak Tuhan membawa para leluhur kami keluar dari negeri Mesir sampai dengan hari ini, kami tidak taat kepada Tuhan, Allah  kami. Sebaliknya, kami telah membangkang dan tidak mendengarkan suara-Nya. Maka pada hari ini ternyata kami ditimpa bencana dan laknat sebagaimana diperintahkan Tuhan kepada Musa, hamba-Nya, waktu para leluhur kami dibawa-Nya keluar dari negeri Mesir untuk dianugerahi suatu tanah yang berlimpahkan susu dan madu. Tetapi kami tidak mendengarkan suara Tuhan, Allah kami, sesuai dengan firman para nabi yang telah diutus Tuhan kepada kami. Bahkan kami telah berbakti kepada dewa-dewa, masing-masing menurut angan-angan hatinya yang jahat, dan kami melakukan apa yang durjana dalam pandangan Tuhan, Allah kami.

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 79: 1- 5. 8-9; R. 9bc; R. 9bc

Refr.    Demi kemuliaan nama-Mu ya Tuhan, bebaskanlah kami.

Mazmur :

+          Ya Allah, bangsa kafir telah menduduki tanah milik pusaka-Mu,

            menajiskan bait kudus-Mu,

            menjadikan Yerusalem timbunan puing.

            Mereka membuang mayat para hamba-Mu

            sebagai makanan kepada burung di udara,

            dan daging orang yang Kaukasihi kepada binatang buas di bumi.

+          Di sekitar Yerusalem mereka menumpahkan darah seperti air,

            dan tak seorang pun menguburkan mayat-mayatnya.

            Kami dicerca tetangga kami,

            diolok-olok dan dicemoohkan orang sekeliling kami.

            Masih berapa lamakah Engkau murka, ya Tuhan?

            Terus meneruskan amarah-Mu membara, berkobar seperti api?

+          Janganlah Kautanggungkan kesalahan leluhur kepada kami,

            bersegeralah menyongsong kami dengan belas kasihan-Mu,

            karena kami kehabisan tenaga.

+          Tolonglah kami, ya Allah penyelamat kami,

            demi kemuliaan nama-Mu bebaskanlah kami

            dan hapuskanlah dosa kami demi nama-Mu.

 

BAIT PENGANTAR INJIL  (Mzm. 94 [95] : 8 ab)

P          Alleluya...

U         Alleluya...

P          Hari ini dengarkanlah suara Tuhan,

            janganlah bertegar hati.

U         Alleluya...

BACAAN INJIL (Luk. 10 : 13 - 16)

Yesus berkata di hadapan murid-murid-Nya, ''Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Akan tetapi pada waktu penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku''.


St. Bruno  ( Imam, 1035 - 1101, Pm)

Pendapatan melimpah, jabatan terhormat, pekerjaan baik, bagi kebanyakan orang merupakan definisi kebahagiaan. Bruno seharusya bahagia sebagai imam. Ia menjabat kanunik di gereja utama Koln, magister di universitas Reims, tokoh yang disegani dalam lingkungan Gereja. Tetapi puncak ketenarannya itu tiba-tiba dicampakkannya. Ia menarik diri dalam keheningan biara Chartreuse. Alasannya, 'Aku mau mencari Tuhan dan menemukan Dia di dalam hidupku'. Para pengikutnya, rahib-rahib Kartuiser, hidup dalam keheningan total dengan tapa dan doa, bagaikan mercusuar di tengah lautan dunia kita.

 

BACAAN PERTAMA (Flp. 3 : 8 - 14)

Saudara-saudara, segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus.

 

MAZMUR TANGGAPAN (Mzm. 1 : 1-2. 3-4. 6; R. 2a)

Refr.    Kesukaannya ialah hukum Tuhan.

Mazmur :

+     Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik,

       yang tidak berdiri di jalan orang berdosa,

       dan tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh;

       tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan,

       dan siang malam merenungkannya.

+     Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air,

        yang menghasilkan buah pada musimnya,

       dan daunnya tak pernah layu;

       apa saja yang diperbuatnya berhasil.

+     Bukan demikianlah orang-orang fasik;

        mereka seperti sekam yang ditiup angin.

       Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar,

       tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

 

BAIT PENGANTAR INJIL (Yoh. 8 : 12b)

P          Alleluya.         

U         Alleluya.

P          Akulah cahaya dunia!

            Barangsiapa ikut Aku, ia akan memiliki cahaya hidup.

U          Alleluya.

BACAAN INJIL (Luk. 9: 57 - 62)

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seorang di tengah jalan kepada Yesus, ''Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi''. Yesus berkata kepadanya, ''Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya''. Lalu Ia berkata kepada seorang lain, ''Ikutlah Aku!'' Tetapi orang itu berkata, ''Izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapaku''. Tetapi Yesus berkata kepadanya: ''Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana''. Dan seorang lain lagi berkata, ''ku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku''. Tetapi Yesus berkata, ''Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah''.

 

MEDITATIO:
''Iesus Hominem Salvator - Yesus Penyelamat Manusia.'' Inilah semboyan yang tertulis di pelataran Gua Maria Mojosongo Surakarta. Adapun hari ini, Yesus mengutus 70 murid untuk membawa keselamatan: menyembuhkan orang sakit dan menyerukan datangnya ''syalom''. Dalam konteks inilah, kecaman Yesus terhadap Khorazim, Betsaida, dan Kapernaum menjkadi suatu bentuk keselamatan terhadap para sahabat yakni para murid-Nya sekaligus juga peringatan terhadap orang yang tidak bertobat yakni orang-orang yang telah banyak melihat mukjizat tapi tak kunjung bersyukur dan berbenah.

Adapun kota-kota yang dikecam Yesus adalah kota-kota di mana sebagian besar pekerjaan besar Yesus telah dilakukan tapi hati mereka tidak tergerak oleh rasa syukur. Mereka terus menolak dan menyangsikan kasih Tuhan. Mereka tidak peka pada sapaan dan kehadiran kasih-Nya sehingga tidak mengeluarkan buah-buah sesuai dengan pelbagai kebaikan yang telah mereka terima dari Tuhan lewat sesamanya.

CONTEMPLATIO:
Dalam keheningan batinmu, rasakan kehadiran Tuhan: pejamkan mata dan buka hatimu… Ingatlah bahwa kota-kota yang dikecam Yesus adalah kota-kota di mana sebagian besar pekerjaan besar Yesus telah dilakukan. Dengan segala mujizat ini, mereka sebenarnya dinaikkan sampai ke langit, dimuliakan dihormati dan ditempatkan di jalanayng menuju kebahagiaan. Tapi sayangnya, hati merekra tidak peka pada sapaan dan kehadiran kasih-Nya. Mohonlah ampun dan rahmat kerahiman-Nya dalam hidupmu.

ORATIO:
Tuhan, syukur pada-Mu atas segala kasih. Semoga aku semakin menghayati semangat keberirmanan secara penuh, aktif sekaligus kontemplatif. Bantulah aku untuk ''duduk dekat kaki-Mu'' dan senantiasa bersyukur karena bukankah setiap pagi dan sepanjang hari, hidupku diberkati oleh tangan Tuhan yang tak kelihatan? Amin.

MISSIO:
Aku akan meluangkan waktu lebih lama untuk berdoa pribadi dan membaca kitab suci pada hari ini.

Tuhan memberkati+ 


Galeri Foto

Pertobatan