DKP

 

Doa Hari Sabtu, 7 Oktober 2017

Bersyukur kepada Tuhan adalah sikap iman yang positif dimana kita berterima kasih atas berkat dan rahmat Tuhan yang senantiasa mengalir atas kita. Syukur itu didasarkan pada keyakinan bahwa hidup ini diselenggarakan oleh Tuhan. 

Allah Bapa kami yang Kudus

terima kasih karena akhir pekan pertama

di bulan kesepuluh tahun ini  kami dapat bertekuk lutut di hadapan-Mu.

Pada pagi hari ini dengan memiliki hari yang berbeda

dan dalam suasana dengan lima hari yang baru saja kami lalui.

Kami sangat bersyukur memiliki teman dan sahabat

di lingkungan kerja kami yang sehati dan sepikir.

Bersama-sama kami memperhatikan

suasana di negara kami dalam beberapa minggu terakhir ini

dan membawanya dalam doa pagi bersama

di gedung gereja, tempat kami bernaung.

Kami, anak-anak-Mu di negri ini

Yang selalu Kau sertai dengan keberadaan-Mu di dalam kami

untuk memberikan dimensi sorgawi,

membawa damai Kristus agar berada di sekitar kami,

dan mempengaruhi kehidupan kami setiap hari.

Layaknya Kau inginkan kami menjadi garam,

layaknya Kau perintahkan, kami menjadi terang.

Hanya penyertaan-Mu bersama kami

dan di dalam kami, yang memampukan kami

untuk melaksanakan semua kehendak-Mu.

Bukan karena kuat dan gagah kami

kami menjadi seperti apa adanya saat ini.

Dan juga Kau ingatkan kami bahwa saat Kau panggil pulang nanti

tidak ada yang akan kami bawa

AjaranMu, sangat indah ya Tuhan Yesus

Kau ajar kami untuk melakukan yang terbaik

ketika kami bekerja di muka bumi

melakukannya untuk-Mu, bukan untuk kami.

 Bersama Bunda Maria, Sang Ratu Rosario

yang kami peringati pada hari ini,

bantulah kami agar sungguh berusaha

untuk tetap setia kepada-Mu dalam melakukan apa yang jadi tugas kami.

Semoga kami Kaumampukan

untuk menyimpan segala sesuatu di dalam hati kami,

layaknya Bunda Maria yang telah mencontohkannya.

Terima kasih, Bapa.

Di dalam nama-Mu kami telah berdoa

dan mengucap syukur.

Amin.

 

By : Team Moderator DSM 

dengan penyesuaian



RH Mutiara Iman

Sabtu, 7 Oktober 2017 dalam pekan ke-26

Pw. SP Maria, Ratu Rosario

(by: Rm. Matius Mali, CsSR)


Mutiara Iman:

''...Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.'' [Luk. 10: 21]

 

BACAAN PERTAMA (Bar. 4: 5-12. 27-29)

Tuhan bersabda, ''Kuatkanlah hatimu, hai bangsaku Israel! Kamu telah dijual kepada bangsa-bangsa lain, tetapi tidak untuk dibinasakan. Kamu telah membangkitkan murka Allah, sehingga kamu diserahkan kepada para lawanmu. Penciptamu telah kamu marahkan dengan mempersembahkan kurban kepada setan, bukannya kepada Allah. Bapa pengasuhmu telah kamu lupakan, yakni Allah kekal; dan ibu pengasuhmu telah kamu sedihkan, yakni Yerusalem. Melihat murka Allah menimpa dirimu, maka Yerusalem berkata, ''Dengarlah, hai sekalian tetangga Sion! Allah telah mengirim kepadaku kesedihan besar. Aku menyaksikan anak-anakku ditawan sesuai dengan keputusan Allah yang kekal. Mereka telah kuasuh dengan sukacita, tetapi sekarang kulihat mereka pergi sambil menangis dan meratap. Janganlah seorangpun bersukaria atas diriku, sebab aku ini seorang janda yang ditinggalkan banyak anak. Karena dosa anak-anakku aku menjadi kesepian, sebab mereka telah berpaling dari hukum Taurat Allah. Kuatkanlah hatimu, hai anak-anakku, berserulah kepada Allah. Dia yang mengirimkan bencana akan teringat pula kepadamu. Seperti dahulu angan-angan hatimu menjauhkan kamu dari Allah, demikian hendaklah kamu sekarang berbalik untuk mencari Dia dengan sepuluh kali lebih rajin. Memang Dialah yang telah mengirimkan segala bencana itu kepadamu, maka Dia pulalah yang akan mengirimkan sukacita abadi kepadamu dan menyelamatkan kamu''.

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 69: 33-35. 36-37; R. 34a

Refr.    Tuhan mendengarkan kaum miskin.

Mazmur:

+       Dengarkanlah, hai orang yang tertindas,

         bersukacitalah, hai orang yang mencari Allah,

         semoga hatimu hidup kembali!

         Sebab Allah mendengarkan kaum miskin,

         Tuhan tidak memandang hina orang yang berpaut pada-Nya.

         Biarlah langit dan bumi memuji Dia,

         lautan dan segala yang bergerak di dalamnya.

+       Allah pasti akan menyelamatkan Sion

         dan membangun kembali kota-kota Yehuda,

         dan orang-orang buangan akan pulang ke sana.

         Keturunan hamba-hamba-Nya akan mewarisi kota-kota itu,

         dan umat yang mencintai Tuhan akan diam di sana.

 

BAIT PENGANTAR INJIL  (lh. Mat. 11: 25)

P        Alleluya...

U        Alleluya...

P        Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi,

         sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.

U        Alleluya...

BACAAN INJIL (Luk. 10: 17-24)

Pada waktu itu ketujuh puluh dua murid yang telah diutus Yesus itu kembali. Mereka berkata dengan gembira, ''Tuhan, juga setan-setan takluk kepada kami demi nama-Mu''. Lalu kata Yesus kepada mereka, ''Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit. Sesungguhnya Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu. Namun demikian janganlah bersukacita karena roh-roh itu takluk kepadamu, tetapi bersukacitalah karena namamu ada terdaftar di sorga''. Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata, ''Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu''. Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata, ''Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya''.

Bunda Maria Ratu Rosario (Pw)

Suatu tanda bahaya, seruan mohon bantuan, selalu diulang-ulang dengan harapan akan mendapat jawaban. Suatu kegembiraan mendalam, suatu saat yang membahagiakan, berkali-kali dikenang untuk dinikmati lebih lama. Mungkin tiada kebaktian yang amat erat hubungannya dengan manusia seperti rosario, doa harian orang-orang kecil sederhana. Mungkin ulangan-ulangan itu kurang mengena bagi kita. Tetapi hendaknya kita tanyakan, apakah doa-doa kita juga jujur dan seikhlas sesederhana doa rosario itu?


BACAAN PERTAMA (Kis. 1: 12-14)

Setelah Yesus diangkat ke surga, maka kembalilah rasul-rasul itu ke Yerusalem dari bukit yang disebut Bukit Zaitun, yang hanya seperjalanan Sabat jauhnya dari Yerusalem. Setelah mereka tiba di kota, naiklah mereka ke ruang atas, tempat mereka menumpang. Mereka itu ialah Petrus dan Yohanes, Yakobus dan Andreas, Filipus dan Tomas, Bartolomeus dan Matius, Yakobus bin Alfeus, dan Simon orang Zelot dan Yudas bin Yakobus. Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.

MAZMUR TANGGAPAN (Luk. 1: 46-55)

Refr.   Perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa,

        kuduslah nama-Nya.

Mazmur

+       Aku mengagungkan Tuhan,

        hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

        Sebab Ia memperhatikan daku, hamba-Nya yang hina ini.

+       Mulai sekarang aku disebut: Yang Bahagia

        oleh sekalian bangsa.

        Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku

        oleh Yang Mahakuasa; kuduslah nama-Nya.

+      Kasih sayang-Nya turun temurun kepada orang yang takwa.

        Perkasalah perbuatan tangan-Nya;

        dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya.

+      Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,

        yang hina diangkat-Nya.

        Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,

        orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong.

+      Menurut janji-Nya kepada leluhur kita,

        Allah telah menolong Israel hamba-Nya.

        Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham

        serta keturunannya untuk selama-lamanya.            

 

BAIT PENGANTAR INJIL (Yoh. 1 : 14a)

P       Alleluya.            

U       Alleluya.

P       Sang Sabda telah menjelma dan tinggal di antara kita

        dan kita melihat Dia dalam kemuliaan-Nya.

U       Alleluya.

 

BACAAN INJIL (Luk. 1: 26-38)

Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata, ''Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau''. Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya, ''Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan''. Kata Maria kepada malaikat itu, ''Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?'' Jawab malaikat itu kepadanya, ''Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil''. Kata Maria, ''Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu''. Lalu malaikat itu meninggalkan dia.

MEDITATIO:

Setelah 70 murid kembali dari perutusan, rupanya mereka merasa gembira dengan hasil pewartaan mereka yang mendapat tanggapan positif dari orang-orang yang mendengarkan mereka. Yesus mengajak mereka untuk bersyukur kepada Tuhan. Hasil positif yang didapatkan tidak boleh membuat besar kepala namun harus membuat mereka bersyukur kepada Tuhan. Karena hasil pewartaan itu adalah hasil yang diberikan oleh Tuhan.

Bersyukur kepada Tuhan adalah sikap iman yang positif dimana kita berterima kasih atas berkat dan rahmat Tuhan yang senantiasa mengalir atas kita. Syukur itu didasarkan pada keyakinan bahwa hidup ini diselenggarakan oleh Tuhan. Syukur itu mestinya juga kita lakukan di saat-saat kita mengalami kegagalan atau penderitaan.

Dalam hidup kita, tidak jarang kita lupa bersyukur kepada Tuhan. Kita sering larut dalam kegembiraan atas suatu hasil yang kita capai. Kita lupa bersyukur dan berterima kasih kepada Allah yang telah menganugerahkan rahmat-Nya sehingga kita berhasil.

CONTEMPLATIO:

Bayangkanlah, Anda sedang pulang dari tempat kerja. Apakah Anda juga bersyukur untuk hari itu atau Anda mengumpat?

ORATIO:

Ya Yesusku yang mahacinta, hari ini Engkau mengutus 70 orang untuk menjadi pewarta-Mu. Utuslah aku juga untuk menjadi pewarta-Mu yang setia dengan cara hidupku. Amin

MISSIO:

Aku mau tersenyum kepada semua orang yang kujumpai hari ini sebagai tanda syukur atas berkat Tuhan kepadaku.

ERH

MENJAGA TITIPAN TUHAN

 

''Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu,

Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka ...

lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian,

sebab pikirnya, 'Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa....'

Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa''.

(Ayub 1:5)

Baca: Ayub 1:1-5

Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Ia mendapat tujuh anak laki-laki dan tiga anak perempuan. Ia memiliki tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina dan budak-budak dalam jumlah yang sangat besar, sehingga orang itu adalah yang terkaya dari semua orang di sebelah timur. Anak-anaknya yang lelaki biasa mengadakan pesta di rumah mereka masing-masing menurut giliran dan ketiga saudara perempuan mereka diundang untuk makan dan minum bersama-sama mereka. Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: ''Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati.'' Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.

Sepanjang tahun 2011-2015, pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur di Indonesia menyumbang rata-rata 4.000 kecelakaan per tahun. Para orangtua mendapat kritik pedas karena mengizinkan anak-anak di bawah umur mengemudi kendaraan bermotor, karena tak peduli bahwa ketidakmatangan anak-anak itu membuat mereka rawan menjadi penyebab dan korban kecelakaan. Tentu, tak semua orangtua bersikap begitu. Tetapi, data itu menunjukkan bahwa di antara banyak bahaya yang mengintai anak-anak, tak sedikit yang bermula atau mendapatkan jalan justru dari keputusan orang tua.

Tetapi, tengok sikap Ayub. Pesta anak-anak Ayub itu pesta keluarga. Di rumah. Dengan ayah seperti Ayub, pesta itu jauh dari hal buruk. Namun, pikir Ayub, ''Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa.'' Maka, tiap kali pesta usai, Ayub mempersembahkan korban, menguduskan anak-anaknya. Alkitab mencatat, ''Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa.'' 

Apa yang kita lihat pada Ayub? Orangtua yang mengasihi anak-anak, yang sadar bahwa keselamatan anak-anak adalah tanggung jawabnya, yang karenanya selalu berjaga dan mengambil langkah yang perlu agar hanya hal-hal baik yang terjadi pada anak-anaknya. 

Sikap Ayub mengingatkan kita, orangtua, bahwa melindungi anak dari bahaya adalah kewajiban moral yang tak boleh ditawar. Mengapa? Karena anak kita adalah milik Tuhan, buah hati Tuhan, yang Tuhan titipkan kepada kita. Tuhan ingin agar kita dapat dipercaya. Maka, kita pun paham kita harus apa.

MENJAGA ANAK-ANAK

ADALAH KEWAJIBAN MORAL ORANG TUA. 

KEWAJIBAN MORAL AMAT PENTING

YANG TAK BOLEH DITAWAR,

APALAGI DIINGKARI

Ditulis oleh Eko Elliarso

Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Santa Perawan Maria Ratu Rosario