DKP

 

Doa Hari Selasa, 10 Oktober 2017

 Dalam hidup ini kita pun sering seperti Marta. Kita sibuk dalam pekerjaan dan pelayanan sampai kita lupa akan siapa yang kita layani dan untuk siapa kita menyibukkan diri. Yesus mengajak kita untuk terarah padanya, karena Ia adalah sumber segala berkat dan Sabda-Nya adalah sumber kehidupan. 

Allah Bapa kami yang berkuasa penuh atas segala sesuatu di alam semesta

terima kasih karena Engkau tidak pernah melanggar tatanan

yang sudah Kau tetapkan.

Sebagai Kodrat Bapa, yang adil, tidak ada satu maksud memanfaatkan,

tidak ada rencana menanti kelengahan

yang kami, anak-anak-Mu lakukan ketika berjalan.

Kami menyadari, Kau inginkan kami

menjadi mitra-Mu dan duduk bersama di langit baru dan bumi baru.

Untuk itu Kau ciptakan kami dengan gambar dan rupa-Mu, jadi acuan.

Kami mengerti ya Bapa akan gagasan-Mu untuk menyelamatkan manusia

agar bisa kembali seperti saat semula 

sebelum manusia jatuh dalam dosa.

Dengan mengutus Sang Putra Turun ke bumi manjadi manusia,

seutuhnya manusia biasa yang bisa saja gagal ketika di bumi.

Karena proses penyelamatan manusia bukanlah satu sandiwara

dengan Bapa sebagai sutradara dan Sang Putra sebagai pemeran utama

di mana hasil akhir sudah ditetapkan di muka.

Namun melalui pengosongan diri

tidak mempertahankan kesetaraan dengan Allah

taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib

kami belajar banyak dari logos

bahwa iblis tidak suka peristiwa salib

dengan menghasut secara halus dan sopan

melalui Petrus, yang meminta kepada Bapa

agar peristiwa penyaliban tidak terjadi.

Tidak mudah kami pahami akan semua Firman-Mu, ya Bapa.

Kami butuh penyertaan Yesus untuk bisa mendalami ini.

Di dalam nama-Mu, kami telah berdoa.

Amin.

Oleh: Team Moderator Doa-Satu-Menit

 

RH Mutiara Iman

Selasa, 10 Oktober 2017 dalam pekan ke-27

(by: Rm. Ignasius Refo, Pr)

Mutiara Iman:

''Marta, Marta, engkau kuatir dan menyibukkan diri dengan banyak perkara?'' [Luk. 10: 41]

 

BACAAN PERTAMA (Yun. 3: 1-10)

Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian, ''Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu''. Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru, ''Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan''. Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung. Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu. Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian, ''Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya. Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa''. Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.

 

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm. 129 (130) : 1-2. 3-4ab. 7-8; R : 7

Refr.   Tuhan, pada-Mulah kasih setia dan penebusan

           yang berlimpah-limpah.

Mazmur:

+      Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

        Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

        Hendaklah telinga-Mu menaruh perhatian

        kepada jeritan doaku.

+      Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,

        siapakah dapat bertahan?

        Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,

        sehingga orang mengabdi kepada-Mu dengan takwa.

+      Sebab pada Tuhanlah kasih setia

        dan penebusan yang berlimpah-limpah.

        Tuhanlah yang akan membebaskan Israel

        dari segala kesalahannya.

 

BAIT PENGANTAR INJIL  (Luk. 11: 28)

P       Alleluya...

U       Alleluya...

P       Berbahagialah yang mendengarkan sabda Tuhan

        dan melaksanakannya.

U       Alleluya...

BACAAN INJIL (Luk, 10: 38-42)

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, ''Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku''. Tetapi Tuhan menjawabnya, ''Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya''.

 

MEDITATIO:

Dalam dunia kerja seperti sekarang ini, pribadi Marta tentu amat disukai. Ia tampak cekatan, bekerja, kreatif, dan peduli pada orang lain. Hal ini berbeda dengan Maria, yang tampak diam dan menjadi seorang pendengar saja. Namun dalam Injil ini Yesus dengan jelas mencela Marta. Apakah Yesus tidak suka dengan apa yang dilakukan Marta? Apakah Ia tidak suka dilayani oleh Marta? Tentu saja bukan itu maksudnya. Karena jika demikian, kita pun tidak memiliki kewajiban membantu dan melayani orang lain, membantu orang miskin dan orang yang membutuhkan bantuan. Jika TUhan mengatakan bahwa Maria telah memilih bagian yang terbaik, bukan berarti apa yang dibuat oleh Marta adalah buruk. Ukuran yang dipakai oleh Yesus di dalam peristiwa itu, adalah sesuatu yang tidak dapat diambil. Itulah sebabnya, Maria dipuji dan Marta dicela. Maria telah memilih apa yang tidak dapat diambil, karena Sabda Tuhan yang didengarnya dan Sabda TUhan yang tertanam did alma hati Maria, tidak dapat diambil dari padanya.

Dalam hidup ini kita pun sering seperti Marta. Kita sibuk dalam pekerjaan dan pelayanan sampai kita lupa akan siapa yang kita layani dan untuk siapa kita menyibukkan diri. Yesus mengajak kita untuk terarah padanya, karena Ia adalah sumber segala berkat dan Sabda-Nya adalah sumber kehidupan. Maria telah memilih, yang tidak dapat diambil darinya. Ia duduk dekat kaki Tuhan, sambil mendengarkan Sabda kehidupan. Kita pun perlu menyambut Tuhan dengan hati terbuka. Tuhan mengajak kita untuk meikmati kehadiran-Nya, dan turut merasakan damai-Nya dalam kepasrahan di hadirat-Nya.

CONTEMPLATIO:

Rasakanlah hadir-Nya TUhan dalam hidupmu. Bayangkanlah aktivitas harianmu. Berapa banyak waktu yang Anda pakai untuk kerjamu dan berapa waktu yang tersisa bagi Tuhan? Apakah ada cukup waktumu untuk berdoa?

ORATIO:

Ya Tuhan Yesus, Engkaulah kekuatan-Ku dan Sabda-Mu adalah sumber kehidupan. Ampunilah ya Tuhan, bila aku terlalu sibuk dengan bermacam-macam karya. Amin.

MISSIO:

Aku akan membagi waktuku dengan bijak antara berdoa dan bekerja.

ERH

TETAP MEMUJI

 

''... sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan...

namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN....''

(Habakuk 3:17-18)


Baca: Habakuk 3:17-19

Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku. ALLAH Tuhanku itu kekuatanku: Ia membuat kakiku seperti kaki rusa, Ia membiarkan aku berjejak di bukit-bukitku. (Untuk pemimpin biduan. Dengan permainan kecapi).

Lagu Even When It Hurts yang dinyanyikan oleh Hillsong United sangat menguatkan. Liriknya ada yang mengatakan, ''Sekalipun keadaan begitu menyakitkan, aku akan memuji-Mu.'' Lagu itu terinspirasi dari bacaan Alkitab hari ini, yaitu doa Nabi Habakuk pada ay. 17-19. Ketika berada dalam situasi sangat sulit yang digambarkan melalui pohon ara yang tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, bahkan ladang tidak menghasilkan makanan, Habakuk justru bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah, karena di dalam Dialah ada kekuatan. Di dalam kesulitan, Habakuk justru memuji Tuhan, bernyanyi dan bersorak-sorak karena Allah. 

Mengapa dalam menghadapi kesulitan Habakuk tetap bersorak memuji Tuhan? Sebab Habakuk melihat bahwa Allah tidak tinggal diam. Dia sedang bertindak menyelesaikan masalah walaupun tidak sesuai dengan cara yang dibayangkannya. Itulah tanda kedewasaan iman. 

Dalam perjalanan kehidupan kita, ada kalanya kita mengalami masa sulit. Masa ketika kita merasa tidak lagi memiliki kekuatan untuk melangkah maju dan segala kesulitan mengimpit kita seolah tidak ada jalan keluar. Marilah kita meresapi puji-pujian Nabi Habakuk: bahwa dalam kesulitan apa pun, kita akan tetap bersorak-sorak di dalam Allah, maka Dia akan memberi kekuatan kepada kita. Marilah kita tetap memuji Tuhan dan selalu percaya akan janji penyertaan-Nya, selalu menanti-nantikan Allah sumber kekuatan dan penghiburan kita.

SEKALIPUN KEKUATANKU LENYAP, AKU AKAN MEMUJI-MU. 

SEKALIPUN AKU TIDAK MEMILIKI LAGU, AKU AKAN MEMUJI-MU

—Hillsong United

Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Maria dan Martha