DKP

 

Doa Hari Jumat, 13 Oktober 2017

Setan yang sulit diusir adalah setan-setan yang ada dalam hati dan diri kita manusia seperti egoisme, kebencian, iri hati, kedengkian, amarah. Setan-setan inilah yang harus kita hancurkan terlebih dahulu karena setan-setan inilah yang dengan mudah menghancurkan kehidupan dan relasi kita baik dengan Allah ataupun dengan sesama.


Allah Bapa kami yang berkuasa atas hidup kami, anak-anak-Mu.

Dalam kuasa-Mu yang sarat bijak-Mu,

karena Kau adalah sumber semua hikmat,

kami bersyukur dan berterima kasih untuk hari ini,

hari yang Kau adakan bagi kami, lengkap dengan penyertaan-Mu

untuk menghadapi semua yang saat ini terjadi di negara tercinta, Indonesia.

Terima kasih karena Kau tempatkan kami di Indonesia

untuk bisa Kau andalkan menjadi saksi-Mu bagi sesama,

menghadirkan suasana damai sorgawi

di lingkungan di mana Kau percayakan kami

untuk hidup di tengah-tengahnya.

Dengan belajar kepada Yesus, Sang Putra

untuk lemah lembut dan rendah hati, bersedia dengan sukacita

untuk memikul beban serta kuk yang Kau letakkan,

melepaskan semua keinginan duniawi, dan mengikut-Mu, Tuhan Yesus.

Kami yakin dan percaya bahwa semua yang kami alami,

berbagai macam kejadian yang kami amati terjadi di negara ini

adalah bagian dari cara-Mu dalam mengajar dan membimbing kami

untuk mengenal Bapa di Sorga, dan mengetahui apa yang menjadi Kehendak-Nya

Kami menyadari akan waktu yang terbatas

dalam tujuh-delapan puluh tahun.

Kerap kali kami sia-siakan dengan menunda kebersediaan kami

untuk menerima semua itu sebagai waktu untuk belajar

dan memilih untuk bereaksi dengan cara duniawi.

Menunda belajar kepada-Mu adalah kemelesetan sikap hati kami.

Ampunilah kami, ya Tuhan.

Kini, di awal hari ini kami mohon penyertaan-Mu, ya Tuhan,

untuk tetap menemani kami menjalani hari ini.

Semoga kami sungguh berusaha untuk menyenangkan hati-Mu

dan membahagiakan sesama kami.

Di dalam nama-Mu kami telah berdoa dan mengucap syukur.

Amin.   

By : Team Moderator DSM 

dengan penyesuaian 


RH Mutiara Iman

Jumat, 13 Oktober 2017 dalam pekan ke-27

(by: Rm. H. Sigit Pawanta, SVD)

Mutiara Iman:

''Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh.'' [Luk. 11 : 17]

BACAAN PERTAMA (Yl. 1: 13-15. 2: 1-2)

Hai para imam, kenakanlah pakaian kabung dan mengeluhlah! Merataplah, hai para pelayan mezbah! Masuklah, bermalamlah dengan memakai kain kabung, hai para pelayan Allahku, sebab sudah ditahan dari rumah Allahmu, korban sajian dan korban curahan. Adakanlah puasa yang kudus, maklumkanlah perkumpulan raya; kumpulkanlah para tua-tua dan seluruh penduduk negeri ke rumah TUHAN, Allahmu, dan berteriaklah kepada TUHAN. Wahai, hari itu! Sungguh, hari TUHAN sudah dekat, datangnya sebagai pemusnahan dari Yang Mahakuasa. Tiuplah sangkakala di Sion dan berteriaklah di gunung-Ku yang kudus! Biarlah gemetar seluruh penduduk negeri, sebab hari TUHAN datang, sebab hari itu sudah dekat; suatu hari gelap gulita dan kelam kabut, suatu hari berawan dan kelam pekat; seperti fajar di atas gunung-gunung terbentang suatu bangsa yang banyak dan kuat, yang serupa itu tidak pernah ada sejak purbakala, dan tidak akan ada lagi sesudah itu turun-temurun, pada masa yang akan datang.

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 9A (9): 2-3. 6. 16. 8-9; R. 9a

Refr.    Tuhan menghakimi dunia dengan adil.

Mazmur:

+       Ya Tuhanku, aku hendak bersyukur kepada-Mu

         dengan segenap hati,

         hendak mewartakan karya-Mu yang agung.

         Aku hendak bersukacita dan bergembira karena Engkau,

         hendak memuji nama-Mu, ya Allah yang mahatinggi.

+       Hardiklah para bangsa, hancurkanlah orang jahat,

         hapuskanlah nama mereka untuk selama-lamanya.

         Biar para bangsa terperosok ke dalam lubang yang mereka gali,

         biar kakinya terjerat dalam jaring yang mereka pasang.

+       Tetapi Tuhan bersemayam untuk selama-lamanya,

         Ia bertakhta untuk menjatuhkan keputusan.

         Tuhanlah yang menghakimi dunia dengan adil,

         mengadili para bangsa dengan jujur.

 

BAIT PENGANTAR INJIL  (Yoh. 12; 31b-32)

P        Alleluya...

U       Alleluya...

P        Sekarang penguasa dunia ini dibuang ke luar, sabda Tuhan;

         dan bila Aku telah ditinggikan dari bumi,

         Aku akan menarik semua orang kepada-Ku.

U      Alleluya...

 

BACAAN INJIL (Luk. 11: 15-26)

Setelah Yesus mengusir setan, ada beberapa orang yang berkata, ''Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan''. Ada pula yang meminta suatu tanda dari sorga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata, ''Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Sebab itu merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan yang lengkap bersenjata menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat dari padanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata, yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan. Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula''.

 

MEDITATIO:

Injil Lukas hari ini mengisahkan bagaimana Yesus mengusir roh-roh jahat yang membisukan. Orang melihat Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Lalu Yesus menjelaskan bahwa bukan kuasa setan yang Ia pergunakan melainkan kuasa Allah. Kuasa setan tidak akan mampu mengalahkan setan. Yesus menegaskan bahwa yang memampukan Dia mengusir setan dan kuasa kejahatan, adalah kuasa Allah sendiri.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak dari kita takut dengan kuasa kejahatan atau aneka macam nama setan. Kiat percaya bahwa makhluk halus seperti setan, tuyul, gendruwo, atau apa pun namanya, eksis di sekitar kita. Kita seringkali kerasukan roh-roh itu dan kita tidak berdaya untuk melepaskannya. Kalau kita beriman, roh jahat, setan, dan teman-temannya bisa dengan mudah kita kalahkan. Iman akan Tuhan, mampu mengusir dan mengalahkan mereka. Menggunakan air berkat dan mendoakan mereka kita akan mudah mengusirnya. Apalagi ada kuasa imamat. Setan yang sulit diusir adalah setan-setan yang ada dalam hati dan diri kita manusia seperti egoisme, kebencian, iri hati, kedengkian, amarah. Setan-setan inilah yang harus kita hancurkan terlebih dahulu karena setan-setan inilah yang dengan mudah menghancurkan kehidupan dan relasi kita baik dengan Allah ataupun dengan sesama.

CONTEMPLATIO:

Dalam kesunyian pagi hari, ciptakanlah keheningan hati dan budi selama beberapa menit. Hadirkanlah Roh Allah di dalam hatimu. Bukalah hatimu dan biarkanlah Roh Kudus masuk ke relung-relung hati dan jiwamu. Biarkanlah Tuhan hadir dan tinggal dalam hatimu.

ORATIO:

Tuhan Yesus, curahkanlah Roh Kudus-Mu ke dalam hatiku. Berilah aku kekuatan untuk mengusir roh-roh jahat yang ada dalam hatiku. Biarlah Roh Kudus-Mu membersihkan hatiku dari segala bentuk setan dan kejahatan. Amin.

MISSIO:

Hari ini aku akan mohon pengampunan dosa untuk dosa dan kesalahanku.

ERH

POHON SEPERTI APA?

 

''...anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu.

Sesungguhnya demikianlah akan diberkati

orang laki-laki yang takut akan TUHAN.''

(Mazmur 128:3-4)


Baca: Mazmur 128:1-6

Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Tentu, keberlakuan pepatah itu bukan tanpa syarat. Jika pohon itu tumbuh di lereng yang terjal, atau mencangkung di atas sungai yang deras, kisahnya pasti berbeda. Tetapi di lahan datar, dalam situasi normal, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah itu mau mengatakan bahwa jika tak ada hal yang memantik perkecualian, karakter dan perilaku anak-anak akan sangat dipengaruhi oleh -- dan karenanya tak akan jauh dari -- karakter dan perilaku orang tua mereka. 

Mazmur 128 tak hendak menafikan peran ibu. Dengan ungkapan yang lazim kala itu, Pemazmur menyatakan bahwa dari dalam keluarga akan hadir anak-anak yang ''seperti tunas pohon zaitun'' (ay. 3b) -- yakni anak-anak yang baik, tunas harapan bagi kehidupan, yang menjadi berkat bagi sesama -- tetapi dengan satu catatan penting: jika mereka tumbuh dalam asuhan orang tua yang “takut akan Tuhan” (ay. 4). 

Mazmur 128 hendak mengatakan bahwa dari orang tua yang konsisten menjaga kesucian hidup, tumbuh anak-anak yang menghormati nilai-nilai luhur. Dari orang tua yang pemurah dan bersikap welas asih, tumbuh anak-anak yang penuh kepedulian dan cinta kasih. Dari orang tua yang tidak membeda-bedakan sesama, tumbuh anak-anak yang egaliter. Dari orang tua yang menghormati perbedaan, tumbuh anak-anak yang toleran. 

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Peran dan kualitas kita sebagai orang tua ternyata menentukan iman dan karakter anak-anak kita. Maka sungguh, kita patut mengerti kita harus menjadi pohon yang seperti apa.

ANAK-ANAK BELAJAR DARI KEHIDUPAN YANG DIALAMINYA. 

- Dorothy Law Nolte -

Ditulis oleh Eko Elliarso

Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Berdoa