DKP

 

Doa Hari Kamis, 2 November 2017

Seperti setiap petang induk burung menanti anak-anaknya di sarangnya; ibunda singa menantikan anak-anaknya di liangnya. Tuhan ingin semua citra-Nya, yang se-imago dengan-Nya bersatu kembali, sesudah perjalanannya di dunia ini.


Tuhan Allah kami yang bijaksana
yang bersedia kami panggil Bapa seperti yang diajarkan Yesus.
Satu panggilan yang membuat kami menjadi dekat kepada-Mu
dan mengerti tentang kewajiban kami sebagai anak-anak Bapa.
Kami harus menjaga kekudusan hidup kami
ketika melalui hari-hari kerja, dan menyadari dengan penuh
bahwa kami sedang dalam usaha keras untuk menjadi seperti Bapa.
 
Bapa dengan kodrat kerja, sepatutnya kamipun tidak berbeda
ketika kami memiliki tugas yang harus kami selesaikan.
Mengucap syukur sudah selayaknya kami lakukan setiap hari.
Bahwa semua itu adalah anugrah yang menggiring kami
agar dapat menjadi serupa dengan Bapa.
 
Kerap kali kami meleset dari rencana-Mu:
berlaku lamban dan lambat bertindak
Mengikuti perasaan malas dan enggan,
yang sesungguhnya bukan ciri Bapa.
Ternyata kami membiarkan dunia mempengaruhi jiwa kami,
diam di suasana nyaman yang semu
serta menjadi candu hidup kami ini.
Betapa bodohnya kami. Berulang kami kami seperti itu
selama sepuluh bulan terakhir.
 
Ada dua bulan ke depan sebelum tahun ini berganti.
Kami ingin bisa menyukakan-Mu, Bapa, dengan keberadaan kami.
Untuk itu kami ingin meneladani Yesus Tuhan kami
Kembali kami bawa jiwa para Saudara
yang telah berpulang...

Bapa yang maharahim, percaya akan kasih-Mu yg tanpa batas, 
bersama seluruh Gereja-Mu,
pada hari ini kami mohon dengan sangat
lepaskanlah. (.nama2 yg didoakan.)
dari segala hukuman atas dosa-dosa mereka. 
Perkenankan mereka semua memasuki hidup abadi yg terang dan bahagia di Surga mulia, 
dan perkenankan mereka memandang kemuliaan cahaya wajah-Mu. 
Ini semua kami mohon 
di dalam Kristus Putra-Mu dan Pengantara kami, 
kini dan sepanjang masa. Amin

Aku percaya .... (1X)
Bapa Kami ... (1 X)

[Oleh : Team Moderator Doa-Satu-Menit, dengan penyesuaian]

RH Mutiara Iman
Kamis, 2 November 2017 dalam pekan ke-30
Peringatan Mulia Arwah Semua Orang Beriman
(by: Rm. Terry Panomban, Pr)

Mutiara Iman:
''Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepadaku, jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.'' [Yoh. 6: 39]

Bacaan Kamis dalam Pekan biasa ke-30
BACAAN PERTAMA (Rm. 8: 31b-39)
Saudara-saudara, jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis, ''Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan''. Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm 108 (109) : 21-22. 26-27. 30-31; R. 26b
Refr. Tuhan, selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu.

Mazmur :
+ Ya Allah, Tuhanku, bertindaklah bagiku demi nama-Mu,
 lepaskanlah aku demi kasih setia-Mu yang baik!
 Sebab sengsara dan miskin aku,
 dan hatiku terluka dalam diriku.

+ Tolonglah aku, ya Tuhan, Allahku,
 selamatkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu,
 supaya orang tahu, bahwa tangan-Mulah ini,
 bahwa Engkaulah, ya Tuhan, yang telah melakukannya.

+ Aku hendak bersyukur kepada Tuhan
 dan memuji-muji Dia di tengah-tengah orang banyak.
 Sebab Ia berdiri di sebelah kanan orang miskin
 untuk menyelamatkan dia dari para pendakwanya.
 
BAIT PENGANTAR INJIL  (lih. Luk. 13: 35; Mrk 11 : 10)
P    Alleluya...
U   Alleluya...
P    Terberkatilah yang datang atas nama Tuhan.
      Terpujilah Engkau di surga.
U   Alleluya...

BACAAN INJIL (Luk. 13: 31-35)
Pada waktu itu datanglah beberapa orang Farisi dan berkata kepada Yesus, ''Pergilah, tinggalkanlah tempat ini, karena Herodes hendak membunuh Engkau''. Jawab Yesus kepada mereka, ''Pergilah dan katakanlah kepada si serigala itu: Aku mengusir setan dan menyembuhkan orang, pada hari ini dan besok, dan pada hari yang ketiga Aku akan selesai. Tetapi hari ini dan besok dan lusa Aku harus meneruskan perjalanan-Ku, sebab tidaklah semestinya seorang nabi dibunuh kalau tidak di Yerusalem. Yerusalem, Yerusalem, engkau yang membunuh nabi-nabi dan melempari dengan batu orang-orang yang diutus kepadamu! Berkali-kali Aku rindu mengumpulkan anak-anakmu, sama seperti induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya, tetapi kamu tidak mau. Sesungguhnya rumahmu ini akan ditinggalkan dan menjadi sunyi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kamu tidak akan melihat Aku lagi hingga pada saat kamu berkata: Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!''

BACAAN PERINGATAN ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN
(Seturut Kalender Liturgi)

BACAAN PERTAMA (2Mak. 12: 43-46)
Setelah menguburkan tentara yang gugur dalam pertempuran, Yudas, panglima Israel, menyuruh mengumpulkan uang di tengah-tengah pasukan. Lebih kurang dua ribu dirham perak dikirimkannya ke Yerusalem untuk mempersembahkan kurban penghapus dosa. Ini sungguh suatu perbuatan yang sangat baik dan tepat, karena Yudas memikirkan kebangkitan. Sebab jika tidak menaruh harapan bahwa orang-orang yang gugur itu akan bangkit, niscaya percuma dan hampalah mendoakan orang-orang mati. Lagi pula Yudas ingat bahwa tersedialah pahala yang amat indah bagi sekalian orang yang meninggal dengan saleh. Ini sungguh suatu pikiran yang mursid dan saleh. Dari sebab itu disuruhnyalah mengadakan kurban penebus salah untuk semua orang yang sudah mati itu, supaya mereka dilepaskan dari dosa mereka. 

Mazmur Tanggapan: Mzm 130: 1-8
Refr.  Aku percaya kepada-Mu, Tuhanlah pengharapanku.

Mazmur:
+ Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.
 Tuhan dengarkanlah suaraku!
 Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian,
 kepada suara permohonanku.

+ Jika Engkau mengingat-ingat kesalahan, ya Tuhan,
 siapakah yang dapat tahan?
 Tetapi pada-Mu ada pengampunan,
 maka orang-orang takwa kepada-Mu.

+ Aku menanti-nantikan Tuhan, jiwaku menanti-nanti
 dan aku mengharapkan firman-Nya.
 Jiwaku mengharapkan Tuhan,
 lebih daripada pengawal mengharapkan pagi.

+ Sebab pada Tuhan ada kasih setia,
 dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.
 Dialah yang akan membebaskan Israel
 dari segala kesalahannya.

BACAAN KEDUA (1Korintus 15: 12-34)
Saudara-saudara, jika kami beritakan bahwa Kristus dibangkitkan dari antara orang mati, bagaimana mungkin ada orang di antara kamu yang mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan orang mati? Kalau kebangkitan orang mati tidak ada, maka Kristus pun tidak dibangkitkan. Dan andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami, dan sia-sialah pula kepercayaanmu. Apalagi, andaikata betul demikian, kami ternyata berdusta terhadap Allah, karena tentang Dia kami katakan, bahwa Ia telah membangkitkan Kristus, -- padahal Ia tidak membangkitkan-Nya, andaikata benar bahwa orang mati tidak dibangkitkan. Sebab andaikata benar orang mati tidak dibangkitkan, maka Kristus pun tidak dibangkitkan. Dan kalau Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah kepercayaanmu, dan kamu masih hidup dalam dosamu. Dengan demikian, binasa pulalah orang-orang yang mati dalam Kristus. Dan jikalau kita berharap pada Kristus dalam hidup ini saja, maka kita adalah orang-orang yang paling malang di antara semua manusia. Namun ternyata Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan, dan kekuatan. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa ''segala sesuatu telah ditaklukkan'', maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya. Tetapi kalau segala sesuatu telah ditaklukkan di bawah Kristus, maka Ia sendiri sebagai Anak akan menaklukkan diri-Nya di bawah Dia, yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah-Nya, supaya Allah menjadi semua di dalam semua. Jika tidak demikian, apakah faedahnya perbuatan orang-orang yang dibaptis bagi orang mati? Kalau orang mati sama sekali tidak dibangkitkan, mengapa mereka mau dibaptis bagi orang-orang yang telah meninggal? Dan kami juga -- Mengapakah kami setiap saat membawa diri kami ke dalam bahaya? Saudara-saudara, tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut. Demi kebanggaanku akan kamu dalam Kristus Yesus, Tuhan kita, aku katakan, bahwa hal ini benar. Kalau hanya berdasarkan pertimbangan-pertimbangan manusia saja aku telah berjuang melawan binatang buas di Efesus, apakah gunanya hal itu bagiku? Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka ''marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati''. Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi! Ada di antara kamu yang tidak mengenal Allah. Hal ini kukatakan, supaya kamu merasa malu.

Bait Pengantar Injil (Yohanes 6: 40)
U   Alleluya ...
U   Alleluya ...
P    Inilah kehendak Bapa-Ku,
      yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku,
      jangan ada yang hilang,
      tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
U   Alleluya...

Bacaan Injil (Yohanes 6: 37-40)
Dalam rumah ibadat di Kapernaum, yesus berkata kepada orang banyak, ''Semua  yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari surga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya, beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman''.

MEDITATIO:
Di airport atau di tempat-tempat pertemuan umum, sering ada ruangan dengan tulisan besar 'lost and found'. Jika ada orang kehilangan sesuatu ia bisa darting mengecek entah barangnya ada di sini; jika ada orang menemukan sesuatu yang bukan miliknya, bisa menitipkan temuannya itu di tempat ini.

Kehilangan sesuatu yang berharga dan dibutuhkan, adalah sesuatu yang menyedihkan. Kehilangan ini menyebabkan kekurangan, ketidaklengkapan, ketidakutuhan. Sometihing missing, incomplete. Tidak utuh, tidak penuh, tidak komplit. Cacat. Yang empunya merasa terganggu, tidak bahagia, ya merasa kehilangan.

Tuhan pencipta kita sekalian, jauh di dasar hati-Nya menginginkan kesatuan dengan setiap ciptaan-Nya. Jangan sampai ada yang hilang, tersesat, tiada tempat untuk bernaung, tidak hadir di mana ia harus berada. Seperti setiap petang induk burung menanti anak-anaknya di sarangnya; ibunda singa menantikan anak-anaknya di liangnya. Tuhan ingin semua citra-Nya, yang se-imago dengan-Nya bersatu kembali, sesudah perjalanannya di dunia ini. Tuhan memberikan Yesus, sebagai jalan, pintu, gembala. Tuhan memberikan sakramen melalui mana dari lahir sampai wafat orang dibantu berada di jalan Tuhan dan menuju Tuhan. Pada hari jiwa-jiwa ini, tak salah kita bertana: apakah aku menyadari sedang dalam perjalanan menuju pangkuan Bapa atau aku terancam hilang dan sesat? Andai aku otw, apakah mereka yang di sekitarku juga?

CONTEMPLATIO:
Tataplah Tuhan yangmengulurkan tangan memangku jiwamu yang berpulang... Let go, let God... Rasakan dan resapkan keadaan indah ini...

ORATIO:
Moga-moga jiwa-jiwa orang beriman yang telah meninggal, beristirahat dalam ketentraman, karena kerahiman Tuhan. Requiscat in pace, ad vitam aeternam! Amin.

MISSIO:
Aku akan memohonkan sebuah perayaan Ekaristi dipersembahkan untuk keselamatan jiwa kaum keluargaku dan jiwa-jiwa mereka yang sudah dilupakan.

Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Orang Kudus dan Arwah Orang Beriman