DKP

 

Doa Hari Jumat, 3 November 2017

Kita bebas menerima atau menolak keselamatan Tuhan, karena itulah nasib dan perjalanan hidupmu ada dalam tanganmu sendiri. Seperti yang dilakukan oleh Yesus pada hari Sabat menyembuhkan orang yang sakit. Ia mengambil resiko dalam berbuat kebenaran meski mendapat tantangan.


Tuhan Allah Bapa kami yang di Sorga,
Bapa yang sungguh agung dan mulia,
yang memberikan mandat kepada manusia
untuk menaklukan bumi,
terima kasih karena Kau jadikan manusia berdaulat atas bumi.
Kami anak-anak-Mu merasa bangga
atas semua itu.

Bapa yang baik,
kebanggaan yang jauh dari cukup. Karena ternyata kami masih sering salah
dalam sepuluh bulan terakhir ini.
Kami masih salah, sangat salah.
Kerap kami tidak berdaulat atas uang,
malah uang yang berdaulat atas kami.
Bahkan kami masuk perangkap
dan menjadi budak uang.
Dalih yang kami ciptakan,
yang kami ucapkan tentang itu,
berbeda dengan yang ada di hati kami.

Kami katakan untuk keluarga
dan juga untuk membantu sesama.
Sebenarnya hanya memenuhi ambisi
yang kami juga sadari, bahwa itu keliru.
Namun kami sembunyikan sangat rapi.
Bapa ampuni kami.
Seringkali, untuk memenuhi ambisi,
kami sering membuat sesama sakit dan terluka.
Perkataan yang terucap,
jelas jauh dari menghargai sesama.

Belajar kepada Yesus
tidak cukup hanya
menangkap arti kata demi kata
yang tertulis dalam Alkitab,
namun butuh kedewasaan berpikir
serta kecerdasan rohani.
Berani bersikap jujur
tanpa menyisipkan agenda pribadi
yang masih membawa ambisi.
Ternyata untuk meneladani-Mu, Yesus,
kami harus bersedia lebih panjang
serta belajar terus dan terus. 

Pada hari ketiga di bulan November ini, 
kami tetap ingin mendoakan arwah para saudara kami...

Bapa yang maharahim, 
percaya akan kasih-Mu yg tanpa batas, 
bersama seluruh Gereja-Mu,
pada hari ini kami mohon dengan sangat
lepaskanlah. (.nama2 yg didoakan.)
dari segala hukuman atas dosa-dosa mereka. 
Perkenankan mereka semua memasuki hidup abadi yg terang dan bahagia 
di Surga mulia, 
dan perkenankan mereka 
memandang kemuliaan cahaya wajah-Mu. 
Ini semua kami mohon 
di dalam Kristus Putra-Mu dan Pengantara kami, 
kini dan sepanjang masa. Amin

Aku percaya .... (1X)
Bapa Kami ... (1 X)
Di dalam nama-Mu, 
kami telah berdoa dan mengucap syukur.
Amin.


RH Mutiara Iman
Jumat, 3 November 2017 dalam pekan ke-30
(by: Rm. D. Bagus Kusumawanta, Pr)

Mutiara Iman:
''Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya.'' [Rm. 9:5]

BACAAN PERTAMA (Rm. 9: 1-5)
Saudara-saudara, aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus, bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati. Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani. Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji. Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin!

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 147b: 12-13. 14-15. 19-20; R. 12a
Refr. Megahkanlah Tuhan, hai umat Allah.

Mazmur:
+ Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem
 pujilah Allahmu, hai Sion.
 Sebab Ia menguatkan palang pintu gerbangmu,
 Ia memberkati para pendudukmu.

+ Sebab Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu
 dan mengenyangkan dikau dengan gandum yang paling baik.
 Ia mengutus sabda-Nya ke bumi,
 dengan segera firman-Nya berlari.

+ Dialah yang menyampaikan firman-Nya kepada Yakub,
 ketetapan dan hukum-Nya kepada Israel.
 Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa,
 hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal.

BAIT PENGANTAR INJIL (Yoh. 10: 27)
P    Alleluya...
U   Alleluya...
P    Domba-domba-Ku mendengar suara-Ku, sabda Tuhan;
      Aku mengenal mereka, dan mereka mengenal Aku.
U   Alleluya...

BACAAN INJIL (Luk. 14: 1-6)
Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan-Nya. Lalu Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu, kata-Nya, ''Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?'' Mereka itu diam semuanya. Lalu Ia memegang tangan orang sakit itu dan menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi. Kemudian Ia berkata kepada mereka, ''Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?'' Mereka tidak sanggup membantah-Nya.

St. Martinus de Porres (Biarawan, 1579-1639, Pm)
Martinus lahir sebagai Mulat, ayah orang Spanyol, ibu orang Negro, pada tahun 1569 di Lima, ibukota Peru. Sejak umur 12 tahun ia membantu seorang dokter: siang ia merawat orang sakit, malam hari ia berjam-jam berdoa di depan salib. Ia menjadi anggota ordo ketiga Dominikan dan kemudian menjadi bruder. Anak-anak merupakan kesayangan Martinus. Dengan mulut ternganga mereka mendengarkan cerita-ceritanya. Demikianlah cara ia menyalurkan iman kepada mereka. Kemurahan hatinya terkenal luas. Ia memberikan dirinya, bakat, dan kemampuannya. Seluruh kota mengenal dia sebagai ‘Martinus Amal Kasih’.

BACAAN PERTAMA (Kol. 3: 12-17)
Saudara-saudara, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

MAZMUR TANGGAPAN (Mzm. 131: 1. 2. 3
Refr. Jagalah aku dalam damai-Mu, ya Tuhan.

Mazmur:
+ Tuhan, aku tidak tinggi hati,
 dan tidak memandang dengan sombong;
 aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu besar
 atau hal-hal yang terlalu ajaib bagiku.

+ Sungguh, aku telah menenangkan jiwaku;
 aku telah membuatnya diam,
 seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya,
 ya, seperti anak yang disapih jiwaku dalam diriku.

+ Berharaplah kepada Tuhan, hai Israel,
 dari sekarang sampai selama-lamanya.
 
BAIT PENGANTAR INJIL  (Yoh. 13: 34ac)
P    Alleluya... 
U   Alleluya...
P    Perintah baru Kuberikan kepada kalian;
      Sebagaimana Aku mengasihi kalian,
      demikian pula hendaknya kalian saling mengasihi.
U   Alleluya...

BACAAN INJIL (Mat. 22: 34-40)
Ketika orang-orang Farisi mendengar, bahwa Yesus telah membuat orang-orang Saduki itu bungkam, berkumpullah mereka dan seorang dari mereka, seorang ahli Taurat, bertanya untuk mencobai Dia,  ''Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?'' Jawab Yesus kepadanya, ''Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi''.

MEDITATIO:
Pujian Paulus ini berbunyi sedih, sepi, karena tidak diikuti oleh bangsanya yang seharusnya menyambut dan menerima Yesus Kristus sebagai Mesias dengan sukacita. Demikian mendalam rasa sedih dan penyesalannya karena nasib bangsa Yahudi. Begitu nyata manusia itu diciptakan bebas dan dibiarkan memilih merdeka oleh Tuhan penciptanya. Rencana Allah mau menyelamatkan, mereka telah diangkat menjadi anak-anak Allah dan menerima kemuliaan Tuhan. Semua telah mengarah pada keselamatan yang kepenuhannya adalah Mesias. Tetapi bangsa tetap bebas menolak. Kita pun bebas menerima atau menolak keselamatan Tuhan, karena itulah nasib dan perjalanan hidupmu ada dalam tanganmu sendiri. Seperti yang dilakukan oleh Yesus pada hari Sabat menyembuhkan orang yang sakit. Ia mengambil resiko dalam berbuat kebenaran meski mendapat tantangan. Sebab tindakan Yesus melanggar peraturan. Yesus berani bertanggung jawab atas tindakannya. Maka bersama St. Paulus kita haru memuji Allah yang memberikan Putera-Nya, Yesus Kristus.

CONTEMPLATIO:
Ambillah waktu 2-3 menit untuk merenungkan betapa kasih Allah melimpah dalam hidupmu sebagai anak-anak Allah. Namun di sisi lain, kita sering kurang menghargai martabat itu. Kita jatuh dalam dosa karena kebebasan kita. Namun Allah tetap setia. Ia datang dalam diri Yesus untuk mengampuni. Haturkan syukurmu pada-Nya untuk semua itu.

ORATIO:
Tuhan, berilah aku kekuatan selama di dunia ini untuk tidak melekat dengan harta duniawi. Semoga aku sanggup melepaskannya dan hidup sesuai dengan kehendak-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

MISSIO:
Hari ini aku akan mewartakan kebaikan meskipun dengan risiko tantangan. Salib adalah identitasku sebagai orang Katolik. AKu akan memberi dan melakuakn kesaksian dan tak akan takut ataupun mundur.

Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Yesus Membawa Keselamatan