DKP

 

Doa Hari Senin, 6 November 2017

''Pro Deo - Untuk Tuhan!'' Inilah salah satu istilah yang dikenakan ketika kita bekerja semata bagi kemuliaan Tuhan dan keselamatan sesama. Inilah suatu pekerjaan yang tidak terfokus pada pamrih, ''direct reward''.


Bapa kami yang kudus dan sempurna,
mengenal-Mu melalui Yesus
telah menyadarkan kami bahwa mengaku anak-Mu
memiliki satu konsekuensi yang besar.
Selain harus memiliki karakter layaknya Bapa,
yang lebih penting adalah menjaga hati dan pikiran kami
untuk senantiasa menjaga kekudusan
dalam bersikap menghadapi hidup ini.
Untuk senantiasa berusaha menjadi sempurna
ketika bereaksi atas kejadian yang dialami.
 
Tetapi, acap kali kami sengaja memilih
untuk menjauh dari kekudusan ketika melihat kesempatan
untuk berlaku curang dalam pekerjaan,
dan mengambil yang bukan hak kami.
Ampunilah kami ya Bapa.
Ketika kami tidak melihat kesempatan itu
kami berusaha menciptakan kesempatan
dan mengkondisikan orang lain
agat menjadi lengah, dan kesempatan menjadi terbuka.

Acap kali kami sengaja memilih untuk menjauh dari sempurna.
Ketika melihat ketidak sengajaan sesama
yang membuat kami tersinggung, 
kami membangkitkan emosi kami,
mengeluarkan umpatan yang tidak pantas
diucapkan oleh yang mengaku anak Bapa.
Malah acapkali kami bereaksi dengani tindakan  yang serupa
bahkan dengan nada yang lebih keras tak lain agar orang lain
merasakan hal yang sama.
 
Sesungguhnya, mengikut-Mu, Tuhan Yesus
menggiring kami agar lebih waspada dalam menjaga sikap hati.
Memang semua itu sungguh tidak mudah.
Bersama-Mu, kami akan upayakan, untuk terjadi.
Kini, kembali kami ingin mengingat
dan membawa para saudara kami yang telah berpulang...

Bapa yang maharahim,
percaya akan kasih-Mu yg tanpa batas, 
bersama seluruh Gereja-Mu, 
pada hari ini kami mohon dengan sangat
lepaskanlah. (.nama2 yg didoakan.)
dari segala hukuman atas dosa-dosa mereka. 
Perkenankan mereka semua memasuki hidup abadi yg terang dan bahagia di Surga mulia, 
dan perkenankan mereka memandang kemuliaan cahaya wajah-Mu. 
Ini semua kami mohon 
di dalam Kristus Putra-Mu dan Pengantara kami, 
kini dan sepanjang masa. Amin

Aku percaya .... (1X)
Bapa Kami ... (1 X)           

Hanya di dalam nama Tuhan Yesus
kami telah berdoa dan mengucap syukur.
Dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.
Amin.
[Oleh: Team Moderator Doa-Satu-Menit - dengan penyesuaian]


RH Mutiara Iman
Senin, 6 November 2017 dalam pekan ke-31
(by: Rm. Jost Kokoh, Pr)

Mutiara Iman:
''Apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang miskin, cacat, lumpuh, dan buta.'' [Luk. 14: 13]

BACAAN PERTAMA (Rm. 11: 29-36)
Saudara-saudara, Alla tak pernah menyesali anugerah dan panggilan-Nya. Sebab sama seperti kamu dahulu tidak taat kepada Allah, tetapi sekarang beroleh kemurahan oleh ketidaktaatan mereka, demikian juga mereka sekarang tidak taat, supaya oleh kemurahan yang telah kamu peroleh, mereka juga akan beroleh kemurahan. Sebab Allah telah mengurung semua orang dalam ketidaktaatan, supaya Ia dapat menunjukkan kemurahan-Nya atas mereka semua. O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?  Atau siapakah yang pernah memberikan sesuatu kepada-Nya, sehingga Ia harus menggantikannya? Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 68 (69):30-37; R. 14cd
Refr. Demi kasih-Mu yang besar jawablah aku, ya Tuhan.

Mazmur :
+ Aku ini tertindas dan kesakitan,
 semoga Allah menolong dan melindungi aku.
 Aku akan memuji nama Allah dengan nyanyian,
 mengagungkan Dia dengan lagu syukur.

+ Dengarkanlah, hai orang yang tertindas,
 bersukacitalah, hai orang yang mencari Allah,
 semoga hatimu hidup kembali!
 Sebab Allah mendengarkan kaum miskin
 Tuhan tidak memandang hina orang yang berpaut pada-Nya.

+ Allah pasti akan menyelamatkan Sion
 dan membangun kembali kota-kota Yehuda,
 dan orang-orang buangan akan pulang ke sana.
 Keturunan hamba-hamba-Nya akan mewarisi kota-kota itu
 dan umat yang mencintai Tuhan akan diam di sana.

BAIT PENGANTAR INJIL (Yoh. 8: 31b-32)
P     Alleluya...
U    Alleluya...
P     Jikalau kamu berpegang pada sabda-Ku,
       kamu benar-benar murid-Ku,
       dan kamu akan mengetahui kebenaran.
U    Alleluya...

BACAAN INJIL (Luk. 14: 12-14)
Yesus berkata juga kepada orang Farisi yang mengundang Dia makan, ''Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar''.

MEDITATIO:
''Pro Deo - Untuk Tuhan!'' Inilah salah satu istilah yang dikenakan ketika kita bekerja semata bagi kemuliaan Tuhan dan keselamatan sesama. Inilah suatu pekerjaan yang tidak terfokus pada pamrih, ''direct reward''. Di lain matra, kita kerap hidup di tengah budaya ''pamrih'', di mana orang melakukan sesuatu karena ada maksud tersembunyi, semacam ''udang di balik batu'' (''hidden agenda'') di baliknya: ''age quod agis''.

Pamrih juga adalah semacam cara hidup balas budi, politik dagang sapid an komunikasi yang bertrujuan, bukan lagi ''emansipatoris/pembebasan'' tapi ''instrumentaslis'' (bersasaran), memakai sesama sebagai sarana/alat demi tujuan praktis kepentingan diri/kelompoknya.

Dalam bacaan hari ini, kita diundang untuk ber-''pro-deo'' bekerja tanpa pamrih, melayani tanpa mengharapkan imbalan jasa. Itulah sebabnya Yesus menasehati para pendengar-Nya untuk menjadi makhluk sosial (Latin: ''socius: sahabat''), yang bisa dan biasa berbauat baik kepad aorang lain, terlebih mereka yang kecil-lemah-miskin-tersingkir, yang tidak mampu memberikan sesuatu sebagai balasan dan menyerahkan seluruh pembalasannya semata kepada Tuhan sendiri.

CONTEMPLATIO:
Duduklah dalam suasana doa, rasakan kehadiran Tuhan: pejamkan mata dan buka hatimu. Bawalah figure Yesus yang selalu hadir di tengah keseharian hidupmu lewat orang miskin dan tersingkir. Mohonlah rahmat supaya hdiupmu juga semakin murah hati sehingga ketulusan dan kerelaan tanpa pamrih/balas jasa menjadi keutamaan hidupmu.

ORATIO:
Tuhan, syukur kepada-Mu atas segala kasih yang boleh kuterima. Semoga limpahan rahmat-Mu membuatku lebih berani menjadi orang beriman yang tulus, lurus, dan kudus, berani untuk terlibat tanpa terlipat, ikut tanpa hanyut karena jelaslah bahwa aku ada di tengah dunia tapi aku bukanlah miliknya dunia. Amin.

MISSIO:
Aku akan menyumbang untuk beberapa orang miskin yang kujumpai di jalanan. Aku juga kana mendoakan orang-orang, terlebih yang sakit dan menderita.

Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Murah Hati