DKP

 

Doa Hari Rabu, 8 November 2017

Bacaan hari ini menyerukan bagaimana Yesus mengarahkan perkataan-Nya kepada orang banyak yang sedang berduyun-duyun berhasrat mengikuti-Nya. Yesus menasihati mereka untuk memahami syarat-syarat menjadi murid-Nya sebelum mereka membuat suatu pengakuan, dan agar mereka mempertimbangkan apa yang mereka lakukan itu


Bapa kami yang di Sorga
Allah Pencipta alam semesta,
kami bersyukur atas seluruh jagad raya yang terbentuk
melalui Firman-Mu, Bapa Mahakuasa.
Engkau yang kami kenal melalui Yesus yang menjadi Kristus,
Tuhan dan Juruselamat kami
Dia yang menebus kami, dari hukum dosa
dan telah membayar kami dengan darah-Mu yang Kudus.
Selayaknya kami, yang sudah Kau beli
menjadi milik-Mu seutuhnya, seluruhnya
meski terkadang kami merasa memiliki hak atas diri kami
untuk berlaku dan bertindak mengikuti keinginan kami sendiri.
 
Kesadaran bahwa kami adalah milik-Mu
acapkali hanya sekedar di bibir belaka.
Hanya ucapan yang keluar
ketika melafalkan pengakuan Iman Rasuli.
Sedangkan dalam hidup sehari-hari
seolah tidak berkaitan dengan kesadaran itu
Sesungguhnya, itu semua sungguh menyakiti-Mu.
Untuk perbuatan kami itu hari ini kami mohon ampun
karena telah melukai-Mu, dan membuat-Mu berduka.
 
Mengakui Kau adalah Tuhan dan Juruselamat
belum sepenuhnya melalui nafas hidup kami
belum seluruhnya dalam semua kegiatan kami
tersirat dari sikap hati kami
yang menomor duakan Kau, ya Tuhan
sementara nomor satu adalah diri kami sendiri.
Kedegilan kami ini, kami sadari masih tersisa
ketika menjalani hidup ini
yang seharusnya kami arahkan menuju sempurna
dengan Firman Kristus menjadi pelita kami.
Maka kami mohon bantulah kami
agar tetap setia menjalani apa yang seharusnya dan sepantasnya kami jalani sebagai anak-anak-Mu.
Kini, pada hari terakhir doa bagi para arwah saudara kami,
kembali kami bawa mereka ke hadirat-Mu
memohon pengampunan atas segala kelemahan manusiawinya.

Bapa yang maharahim,
percaya akan kasih-Mu yg tanpa batas, 
bersama seluruh Gereja-Mu,
pada hari ini kami mohon dengan sangat
lepaskanlah. (.nama2 yg didoakan.)
dari segala hukuman atas dosa-dosa mereka. 
Perkenankan mereka semua memasuki hidup abadi
yg terang dan bahagia di Surga mulia, 
dan perkenankan mereka memandang kemuliaan cahaya wajah-Mu. 
Ini semua kami mohon 
di dalam Kristus Putra-Mu dan Pengantara kami, 
kini dan sepanjang masa. Amin

Aku percaya .... (1X)
Bapa Kami ... (1 X)    

Di dalam nama Tuhan Yesus,
kami telah berdoa dan mengucap syukur.

[Oleh: Team Moderator Doa-Satu-Menit-dengan penyesuaian]

RH Mutiara Iman
Rabu, 8 November 2017 dalam pekan ke-31
(by: CB. Ismulyadi)

Mutiara Iman:
''Jikalau seorang datang kepada-Ku, dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendirir, ia tidak dapat menjadi murid-Ku''. [Luk. 14: 26]

BACAAN PERTAMA (Rm. 13: 8-10)
Saudara-saudara, janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 112: 1-2. 4-5. 9; R. 5a
Refr. Berbahagialah orang yang berbelaskasihan.

Mazmur :
+ Berbahagialah orang yang takwa
 yang sangat suka akan perintah Tuhan.
 Anak cucunya akan berkuasa di bumi,
 keturunan orang jujur akan diberkati.

+ Tuhan yang adil, pengasih, dan penyayang,
 menjadi cahaya dalam kegelapan bagi orang yang lurus.
 Orang baik menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman,
 ia melakukan urusannya penuh tanggung jawab.

+ Dengan murah hati ia memberi derma kepada orang miskin,
 kebaikannya tetap selama-lamanya,
 kekuatannya tiada bandingnya.

BAIT PENGANTAR INJIL  (1Ptr. 4: 14)
P     Alleluya...
U    Alleluya...
P     Berbahagialah kamu, kalau dicaci maki karena Yesus Kristus, sebab Roh Allah ada padamu.

U    Alleluya...

BACAAN INJIL (Luk. 14: 25-33)
Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka, ''Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku''.

MEDITATIO:
Yesus sangat fasih dan cermat dalam mengajar. Hari ini kita mengetahuinya. Yesus menyesuaikan diri dengan orang-orang yang sedang diajak-Nya berbicara. Yesus memberi makanan kepada orang yang lapar. Ia menghadapi orang Farisi dan Ahli Taurat dengan sikap rendah hati dan bersahaja.

Bacaan hari ini menyerukan bagaimana Yesus mengarahkan perkataan-Nya kepada orang banyak yang sedang berduyun-duyun berhasrat mengikuti-Nya. Yesus menasihati mereka untuk memahami syarat-syarat menjadi murid-Nya sebelum mereka membuat suatu pengakuan, dan agar mereka mempertimbangkan apa yang mereka lakukan itu. Bahkan, Yesus memberitahu mereka tentang hal terburuk yang harus mereka hadapi.

Yesus melakukan semua itu karena Ia mengetahui ada berbagai motivasi dari para pengikut-Nya. Kisah Yesus bersama dengan orang-orang yang berbondong-bondong ini juga dapat menjadi kisah kita, terutama berkaitan dengan ketergerakan diri kita sebagai orang yang sudah dibaptis secara Katolik.

CONTEMPLATIO:
Masuklah dalam keheningan dan rasakan motivasi diri kita sebagai pengikut Yesus dan merelakan diri dibaptis secara Katolik. Apakah motivasi dalam mengikuti Yesus semakin berkembang sesuai dengan kedewasaan diri dan pribadiku?

ORATIO:
Ya Bapa, semoga aku semakin mampu memurnikan motivasi diri untuk mengikuti Yesus Kristus, PUtera-Mu, menerirma, merenungkan, dan melaksanakan sabda-Nya sehingga ku menadi pribadi bertumbuh dan layak bagi-Mu dan sesamaku. Amin.

MISSIO:
Hari ini aku akan merenungkan satu (1) motivasi dan harapanku dalam mengikuti Yesus Kristus.

Tuhan memberkati +


Galeri Foto

Yesus Bersama Para Murid