DKP

 

Doa Hari Jumat, 10 November 2017

 Yesus mengingatkan kita bahwa anak-anak dunia ini lebih cerdik daripada anak-anak terang. Karena itu kita perlu mawas diri dan waspada. Kita diharapkan menjadi lebih cerdik dengan berpegang pada Tuhan. 

Tuhan Allah kami yang kudus

terima kasih karena Engkau bersedia kami dekati

melalui Yesus, Sang Putra, Firman yang menjadi manusia.

Terim kasih karena Engkau bersedia kami panggil Bapa.

Bapa, yang baik kami menghadap-Mu pada hari ini

dengan penuh ucapan syukur dan terima kasih

untuk hari-hari yang sudah kami lalui.

Kami Kauperkenankan untuk berjalan dan belajar mengenal-Mu,

untuk memahami kehendak-Mu yang Kau berikan untuk setiap kami,

berbeda satu dengan yang lain.

Kehendak bebas yang Kau berikan bagi masing-masing anak-Mu

untuk memilih dan menentukan sikap hati dalam bertindak,

juga untuk bereaksi atas semua peristiwa

yang kami alami sehari-hari.

Sepenuhnya merupakan tanggung jawab kami.

Kami rindu dengan sungguh

agar kehendak bebas yang Kau berikan

dapat menuntun kami menjadi lebih dewasa,

tumbuh terus dari waktu ke waktu

sehingga kami semakin layak di hadapan-Mu.

Layak sebagaimana seharusnya ketika kami memanggil-Mu, Bapa,

dan mengaku bahwa kami adalah anak-anak-Mu.

Anak-anak-Mu, semasa kanak-kanak

meminta kepada-Mu, untuk memenuhi kebutuhan jasmani kami.

Kini setelah tumbuh lebih dewasa kami mengerti bahwa semua itu

tidak perlu kami minta kepada-Mu karena Kau pasti sediakan

ketika kami bersedia bekerja dengan baik, 

jujur dan bertanggung jawab seturut teladan yang Yesus berikan.

Di dalam nama-Mu, kami telah berdoa dan mengucap syukur.



RH Mutiara Iman

Jumat, 10 November 2017 biasa ketigapuluh satu 

Pw. St. Leo Agung, PausPujG

(by: Rm. Ignasius Refo, Pr)

Mutiara Iman:

''Lalu tuan memuji bendahara… karena ia bertindak cerdik.'' [Luk. 16: 8]


BACAAN PERTAMA (Rm. 15: 14-21)

Saudara-saudara, aku sendiri memang yakin tentang kamu, bahwa kamu juga telah penuh dengan kebaikan dan dengan segala pengetahuan dan sanggup untuk saling menasihati. Namun, karena kasih karunia yang telah dianugerahkan Allah kepadaku, aku di sana sini dengan agak berani telah menulis kepadamu untuk mengingatkan kamu, yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus. Jadi dalam Kristus aku boleh bermegah tentang pelayananku bagi Allah. Sebab aku tidak akan berani berkata-kata tentang sesuatu yang lain, kecuali tentang apa yang telah dikerjakan Kristus olehku, yaitu untuk memimpin bangsa-bangsa lain kepada ketaatan, oleh perkataan dan perbuatan, oleh kuasa tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh kuasa Roh. Demikianlah dalam perjalanan keliling dari Yerusalem sampai ke Ilirikum aku telah memberitakan sepenuhnya Injil Kristus. Dan dalam pemberitaan itu aku menganggap sebagai kehormatanku, bahwa aku tidak melakukannya di tempat-tempat, di mana nama Kristus telah dikenal orang, supaya aku jangan membangun di atas dasar, yang telah diletakkan orang lain, tetapi sesuai dengan yang ada tertulis, ''Mereka, yang belum pernah menerima berita tentang Dia, akan melihat Dia, dan mereka, yang tidak pernah mendengarnya, akan mengertinya''. 


MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 98: 1. 2-3ab. 3cd-4; R. lh. 2b

Refr. Tuhan menyatakan keselamatan-Nya di hadapan para bangsa.

Mazmur :

+ Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,

sebab Ia telah melakukan karya agung.

Tangan-Nya mengerjakan keselamatan,

dan lengan-Nya merebut kemenangan.

+ Tuhan telah memaklumkan penyelamatan-Nya

dan menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa.

Tuhan mengingat kasih dan kesetiaan-Nya

terhadap umat Israel.

+ Segala penjuru bumi telah menyaksikan

penyelamatan Allah kita.

Bersoraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,

bersorak gembira dan bernyanyilah.


BAIT PENGANTAR INJIL  (1Yoh. 2: 5)

P Alleluya...

U Alleluya...

P Sempurnalah cinta Allah dalam hati orang

yang mendengarkan sabda Kristus.

U Alleluya...


BACAAN INJIL (Luk. 16: 1-8)

Pada suatu ketika, berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, ''Ada seorang kaya yang mempunyai seorang bendahara. Kepadanya disampaikan tuduhan, bahwa bendahara itu menghamburkan miliknya. Lalu ia memanggil bendahara itu dan berkata kepadanya: Apakah yang kudengar tentang engkau? Berilah pertanggungan jawab atas urusanmu, sebab engkau tidak boleh lagi bekerja sebagai bendahara. Kata bendahara itu di dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat? Tuanku memecat aku dari jabatanku sebagai bendahara. Mencangkul aku tidak dapat, mengemis aku malu. Aku tahu apa yang akan aku perbuat, supaya apabila aku dipecat dari jabatanku sebagai bendahara, ada orang yang akan menampung aku di rumah mereka. Lalu ia memanggil seorang demi seorang yang berhutang kepada tuannya. Katanya kepada yang pertama: Berapakah hutangmu kepada tuanku? Jawab orang itu: Seratus tempayan minyak. Lalu katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, duduklah dan buat surat hutang lain sekarang juga: Lima puluh tempayan. Kemudian ia berkata kepada yang kedua: Dan berapakah hutangmu? Jawab orang itu: Seratus pikul gandum. Katanya kepada orang itu: Inilah surat hutangmu, buatlah surat hutang lain: Delapan puluh pikul. Lalu tuan itu memuji bendahara yang tidak jujur itu, karena ia telah bertindak dengan cerdik. Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang''. 


St. Leo Agung (Paus dan Pujangga Gereja, 395-461, Pw)

Attilla, 'Sapu Tuhan' dan Genserik, pemimpin Wandal, sekitar tahun 450 memorak-porandakan daratan Eropa. Dua kali Roma terhindar dari perusakan dan perampokan berkat keberanian Paus Leo, paus yang pertama mendapat julukan 'Agung'. Ia sendiri yang menghadapi mereka. Sebagai pembela iman pun Paus Leo sungguh agung. Ungkapannya yang jelas mengenai misteri iman dapat mengurangi pengaruh jahat bidaah-bidaah, antara lain Monophisitisme dan Nestorianisme, serta menjadi kerangka Konsili Chalcedon. Kekayaan rohani dilimpahkannya melalui khotbah-khotbahnya dan buku-buku doa.


BACAAN PERTAMA (Sir. 39: 6-11)

Atas kehendak Tuhan yang besar, orang dipenuhi roh pengertian. Lalu ia akan membualkan kata-kata hikmat dan memuji Tuhan dengan doanya. Dengan lurus ia menyampaikan nasihat serta ilmu, dan merenungkan rahasia-rahasia hatinya. Ia memperlihatkan ajaran dari wejangannya. Taurat perjanjian Tuhan ia banggakan. Pengertiannya akan dipuji banyak orang, dan tidak pernah akan lenyap. Kenangan akan dia takkan terhapus, namanya akan hidup turun temurun. Kebijaksanaannya akan diceritakan pelbagai bangsa, keharuan namanya diwartakan jemaah.


MAZMUR TANGGAPAN (Mzm. 37: 3-4. 5-6. 30-31; R. 30a)

Refr. Mulut orang benar menuturkan kebijaksanaan.

Mazmur

+ Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik,

diamlah di negeri dan berlakulah setia;

bergembiralah karena Tuhan,

maka Ia akan memenuhi keinginan hatimu!

+ Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah pada-Nya,

maka Ia akan bertindak;

Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang,

dan menampilkan hakmu seperti siang.

+ Mulut orang benar menuturkan kebijaksanaan,

dan lidahnya mengatakan kebenaran.

Taurat Allah ada di dalam hatinya,

langkah-langkahnya tidaklah goyah.

 

BAIT PENGANTAR INJIL  (Mrk. 1: 17)

P Alleluya.

U Alleluya.

P Mari, ikutlah Aku, kalian akan Kujadikan penjala manusia.

U Alleluya.

BACAAN INJIL (Mat. 16: 13-19)

Sekali peristiwa Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi. Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, ''Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?'' Jawab mereka, ''Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan, Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi''. Lalu Yesus bertanya kepada mereka, ''Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?'' Maka jawab Simon Petrus, ''Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!'' Kata Yesus kepadanya, ''Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga''. 

MEDITATIO:

Injil hari ini berkisah tentang seorang bendahara yang karena ketidakjujurannya ia terancam dipecat oleh tuannya. Berhadapan dengan situasi demikian, ia berpikir dan bertindak untuk menemukan cara yang tepat, agar nantinya ia tidak mengalami kesulitan. Ia pun mulai memanipulasi surat hutang bagi para penghutang untuk memberi kesan bahwa ia adalah orang yang baik dan murah hati. Mengingat apa yang diperbuatnya, sungguh terasa aneh kalau kemudian Yesus memuji tindakan bendahara yang tidak jujur ini.

Di Palestina pada zaman Yesus, seorang bendahara tidak mendapat bayaran dari tuannya. Ia harus mampu mengelola harta tuannya dengan meminta lebih dari para peminjam daripada yang seharusnya diberikan kepada tuannya. Itu berarti ia memberikan keuntungan kepada tuannya dan mendapat selisih bagi dirinya. Dengan menyuruh mengubah surat hutang, ia tidak merugikan tuannya untuk mendapatkan keuntungan minyak dan gandum. Justru bendahara ini melepaskan apa yang menjadi keuntungan bagi dirinya. Dengan cara ini, ia akan mendapat kemurahan dari para peminjam. Ini adalah sebuah cara yang lihai. Dalam hal ini, bukan ketakjujuran yang dipuji oleh Tuhan Yesus, tetapi justru kecerdikannya.

Yesus mengingatkan kita bahwa anak-anak dunia ini lebih cerdik daripada anak-anak terang. Karena itu kita perlu mawas diri dan waspada. Kita diharapkan menjadi lebih cerdik dengan berpegang pada Tuhan. Anak-anak dunia tertuju pada harta duniawi semata, tetapi anak-anak terang mengutamakan perkara surgawi.

CONTEMPLATIO:

Heninglah dan rasakan Tuhan hadir di hadapanmu. Dengarlah peringatan-Nya, agar dirimu cerdik dan bijaksana. Mohon juga bantuan Tuhan, agar Anda terarah selalu pada Tuhan dan kerajaan-Nya.

ORATIO:

Tuhan, jagalah aku agar tidak terlena dengan hanya mengurusi hal-hal duniawi, tetapi bantulah aku untuk setia membangun hal-hal rohani. Amin.

MISSIO:

Aku akan selalu tinggal bersama Yesus, yang akan memberikan sukacita kepadaku.

Tuhan memberkati+ 


Galeri Foto

Mawas Diri