DKP

 

Doa Hari Rabu, 29 November 2017

Orang beriman yang menghadapi pelbagai cobaan dan penderitaan, tidak akan ditinggalkan Allah. Orang yang dilindungi Allah tak akan kehilangan sehelai rambutnya, ia akan tetap utuh.


Bapa kami yang di Sorga
Terima kasih karena Kau sungguh baik bagi kami.
Engkau sangat baik dalam menuntun kami
dengan memberikan kami
hal yang sangat penting dan berharga
yaitu kesadaran akan keberadaan diri kami,
yang juga harus kami ingat
bahwa kami akan kembali menghadap kepada-Mu.
Saat itu, saat Kau panggil kami untuk pulang
kami harus mempertanggung jawabkan semuanya
yang bersangkutan dengan hidup.
Sikap hati kami selama belajar mengenal-Mu
tercermin dari perlakuan kami terhadap sesama
juga kemampuan penguasaan diri.
 
Seiring dengan bertambahnya usia kami
kami rindu kepekaan akan suara-Mu
akan makin bertambah sehalus dan selembut bisikan-Mu
yang bisa kami rasakan dan kami dengarkan.
 
Reaksi kami atas kejadian yang dialami
yang bernuansa meleset dari kehendak-Mu
bisa kami sadari dengan segera serta mengurungkan tindakannya
Kami bisa menangkap hal ini sebagai hendaklah sempurna
karena Bapa di Sorga adalah sempurna.
 
Kami sangat bersyukur ya Tuhan Yesus
yang selalu menyertai kami, bersama kami ada di dalam kami.
Engkau selalu membuka dialog dengan kami
setiap saat dan setiap kesempatan tidak terikat pada tempat
serta tidak terpaku kepada waktu juga tidak harus melalui ritual tertentu.
Hanya di dalam nama-Mu, nama yang Tunggal
nama Yesus Kristus Tuhan dan Juru selamat kami
kami telah berdoa dan mengucap syukur.
Amin.
 
 
[Oleh: Team Moderator Doa-Satu-Menit - dengan penyesuaian]

 
RH Mutiara Iman
Rabu, 29 November 2017 dalam pekan ke-34/I
(by: Mgr. A.M. Sutrisnaatmaka, MSF)

Mutiara Iman:
''Tetapkanlah hatimu… Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat.'' [Luk. 21: 14-15]

BACAAN PERTAMA [Dan. 5: 1-6. 13-14. 16-17. 23-28]
Sekali peristiwa raja Belsyazar mengadakan perjamuan yang besar untuk para pembesarnya, seribu orang jumlahnya; dan di hadapan seribu orang itu ia minum-minum anggur. Dalam kemabukan anggur, Belsyazar menitahkan orang membawa perkakas dari emas dan perak yang telah diambil oleh Nebukadnezar, ayahnya, dari dalam Bait Suci di Yerusalem, supaya raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu. Kemudian dibawalah perkakas dari emas dan perak itu, yang diambil dari dalam Bait Suci, Rumah Allah di Yerusalem, lalu raja dan para pembesarnya, para isteri dan para gundik mereka minum dari perkakas itu; mereka minum anggur dan memuji-muji dewa-dewa dari emas dan perak, tembaga, besi, kayu dan batu. Pada waktu itu juga tampaklah jari-jari tangan manusia menulis pada kapur dinding istana raja, di depan kaki dian, dan raja melihat punggung tangan yang sedang menulis itu. Lalu raja menjadi pucat, dan pikiran-pikirannya menggelisahkan dia; sendi-sendi pangkal pahanya menjadi lemas dan lututnya berantukan. Lalu dibawalah Daniel menghadap raja. Bertanyalah raja kepada Daniel, ''Engkaukah Daniel itu, salah seorang buangan yang telah diangkut oleh raja, ayahku, dari tanah Yehuda? Telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau penuh dengan roh para dewa, dan bahwa padamu terdapat kecerahan, akal budi dan hikmat yang luar biasa. Tetapi telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau dapat memberikan makna dan dapat menguraikan kekusutan. Oleh sebab itu, jika engkau dapat membaca tulisan itu dan dapat memberitahukan maknanya kepadaku, maka kepadamu akan dikenakan pakaian dari kain ungu dan pada lehermu akan dikalungkan rantai emas, dan dalam kerajaan ini engkau akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga''. Kemudian Daniel menjawab raja, ''Tahanlah hadiah tuanku, berikanlah pemberian tuanku kepada orang lain! Namun demikian, aku akan membaca tulisan itu bagi raja dan memberitahukan maknanya kepada tuanku. Tuanku meninggikan diri terhadap Yang Berkuasa di sorga: perkakas dari Bait-Nya dibawa orang kepada tuanku, lalu tuanku serta para pembesar tuanku, para isteri dan para gundik tuanku telah minum anggur dari perkakas itu; tuanku telah memuji-muji dewa-dewa dari perak dan emas, dari tembaga, besi, kayu dan batu, yang tidak dapat melihat atau mendengar atau mengetahui, dan tidak tuanku muliakan Allah, yang menggenggam nafas tuanku dan menentukan segala jalan tuanku. Sebab itu Ia menyuruh punggung tangan itu dan dituliskanlah tulisan ini. Maka inilah tulisan yang tertulis itu: Mene, mene, tekel ufarsin. Dan inilah makna perkataan itu: Mene: masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri; Tekel: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan; Peres: kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia''.

MAZMUR TANGGAPAN: Dan. 3: 62. 63. 64. 65. 66. 67
+     Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,
       R. Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
 
+     Segala bintang di langit, luhurkanlah Dia,
       R. Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
 
+     Pujilah Tuhan, hujan dan embun,
       R. Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
 
+     Angin dan taufan, luhurkanlah Dia,
       R. Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
 
+     Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,
       R. Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
 
+     Hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia,
       R. Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
 
BAIT PENGANTAR INJIL  (Why. 2: 10c)
P      Alleluya...
U     Alleluya...
P      Hendaklah engkau setia sampai mati, sabda Tuhan,
        dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan.
U     Alleluya...
 
BACAAN INJIL [Luk. 21: 12-19]
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, ''Akan datang masanya kamu ditangkap dan dianiaya. Demi nama-Ku kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Dan kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelaipun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu''.
 
MEDITATIO:
Keberanian untuk menderita karena dianiaya dan dipenjara, tentu tidak dimiliki semua orang. Umumnya orang akan mundur, dan memlih tak ambil resiko, dan mencari selamat diri saja. Juga kebanyakan orang akan lebih suka ikut arus, tidak usah berbantah dengan orang lain. Apalagi kalau harus dibenci dan dibunuh, pastilah orang akan menghindar. Namun Injil Luk 21: 12-19 ini menganjurkan untuk melawan apa yang menjadi kecenderungan orang. Diminta orang menetapkan hatinya, tak memikirkan bagaimana cara membela diri menghadapi lawan. Kalau pun harus menderita dan dianiaya sampai dipenjara orang beriman akan dilindungi Allah. Berhadapan dengan lawan, bagaimana harus dihadapi, ternyata Allah yang diimani akan memberi kata-kata hikmat.
 
Orang beriman yang menghadapi pelbagai cobaan dan penderitaan, tidak akan ditinggalkan Allah. Orang yang dilindungi Allah tak akan kehilangan sehelai rambutnya, ia akan tetap utuh. Perlindungan Allah memang menyeluruh, tanpa ada celah yang bisa dimasuki oleh lawan. Kehidupan dan keselamatan akan diperoleh pada akhirnya. Gambaran tentang perlindungan dari Allah bagi orang beriman itu menjadikan hidup lebih tenang dan tanpa kekhawatiran yang berarti. Kekuatan orang beriman terletak bukan pada dirinya melainkan ada pada Allah. Oleh karena itu semakin teguh beriman dan meningkatkan kepercayaan kepada Allah akan semakin menjadikan diri orang beriman menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah, sumber keselamatan orang beriman.

CONTEMPLATIO:
Dalam hening, kusadari bahwa kau adalah orang yang dilindungi oleh kekuatan ayng tak terkalahkan, terhadap orang yang bisa mengganggu, apalagi menyengsarakan, karena Allah yang Mahakuasa itu menjadi pelindungku.

ORATIO:
Tuhan Allah yang Mahabijaksana, jadikanlah aku sebagai penyaksi kekuatan dan keteguhan-Mu agar orang lain semakin menyadari betapa Engkau menjadi pelindung semua orang. Amin.

MISSIO:
Hari ini aku akan menunjukkan bahwa penderitaan tidak mengalahakn daya juangku untuk menjadi saksi-Nya.
 
ERH
SALAH BERDOA
 
''Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa,
karena kamu salah berdoa,
sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan
untuk memuaskan hawa nafsumu.''
(Yakobus 4:3)

Baca: Yakobus 4: 1-3
Dari manakah datangnya sengketa dan pertengkaran di antara kamu? Bukankah datangnya dari hawa nafsumu yang saling berjuang di dalam tubuhmu? Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa. Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.
 
Selain kelahiran dan kematian, doa juga merupakan perkara yang sukar dipahami, tak terkecuali bagi umat Tuhan. Ada kemungkinan seseorang tidak menerima apa-apa, sekalipun ia sudah berdoa, karena ia dianggap salah berdoa. Di manakah masalahnya? Masalahnya ada pada motivasi orang tersebut ketika berdoa di hadapan Allah, yakni ketika doa itu hanya bertujuan untuk memuaskan hawa nafsu.

Doa yang bertujuan untuk memuaskan hawa nafsu adalah doa yang ditujukan untuk kesenangan diri sendiri. Orang yang berdoa untuk kesenangan pribadi tidak akan peduli apakah doanya sesuai atau berlawanan dengan kehendak Allah. Ia juga tidak akan mempertimbangkan apakah doanya akan membawa kebaikan atau keburukan, karena hanya berfokus pada kesenangan pribadi. Alasan lainnya mengapa doa semacam ini tidak akan ''mendapatkan hasil'' adalah karena hawa nafsu merupakan manifestasi dari perbuatan daging yang tak berkenan di hadapan Allah. Mereka yang ada di dalam Kristus, perlu belajar untuk menyalibkan segala hawa nafsu dan keinginannya, lalu memberi diri untuk hidup dipimpin oleh Roh Tuhan (bdk. Gal. 5:19; 24-25).

Dalam doa ada unsur komunikasi antara kita dengan Allah. Artinya, kita perlu mengizinkan Dia untuk mengoreksi ketika ada yang keliru, lalu menuntun kita untuk berdoa sesuai dengan kehendak-Nya. Oleh karena itu, mari kita senantiasa memohon agar Tuhan memampukan kita untuk berdoa dengan motivasi yang benar, bebas dari kepentingan pribadi, hawa nafsu, dan hal-hal lainnya yang tidak berkenan di hadapan Allah.

HANYA ALLAH YANG DAPAT MENGOREKSI
MOTIVASI YANG KELIRU
DALAM BERDOA
 
Ditulis oleh Go Hok Jin
Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Berjalan Bersama Yesus