DKP

 

Doa Hari Kamis, 30 November 2017

Para rasul diutus Yesus untuk mewartakan Kabar Keselamatan kepada bangsa-bangsa. Pewartaan bukan hanya lewat perkataan melainkan juga dan terutama dengan mencurahkan diri mereka sebagai martir.


Bapa kami yang kudus dan sempurna,
yang membuka diri
dan bersedia untuk kami kenal
melalui Yesus sang Putra
Tuhan dan Juru Selamat umat manusia.
Terima kasih karena kehadiran dan hidup Yesus
telah menjadi bukti
ada yang memiliki ketaatan penuh atas kehendak Bapa
dalam tugas melaksanakan penyelamatan
untuk membawa kembali umat manusia
kembali pada rencana semula Bapa.
 
Ketaatan Manusia Yesus
taat sampai mati, bahkan mati di salib,
membuktikan bahwa ketidak-taatan atas kehendak Bapa
adalah hal yang sangat salah
hal yang meleset dan melukai hati Bapa.
 
Melalui pengajaran-Mu, Tuhan Yesus
Engkau mengajak kami untuk meneladani-Mu
dan menjadikan kami mengakui Kau adalah sulung
di antara banyak saudara dan menjadikan kami layak
untuk menjadi anak-anak Bapa.
 
Pada hari terakhir bulan kesebelas ini,
kami rindu menjadi makin layak memanggil Bapa yang di Sorga,
dengan memiliki gambar dan rupa seperti Bapa.
 
Untuk itu kami bersyukur atas kesempatan yang Kau berikan
untuk makin mengenal-Mu, makin menyadari keberadaan kami.
 
Bapa kami juga berdoa bagi para saudara kami
yang saat ini sedang tertimpa bencana alam.
Kami mohon perlindungan-Mu bagi mereka, ya Bapa,
dan pengampunan-Mu bagi mereka yang menjadi korban.
Semoga semua kejadian ini
sungguh menginsyafkan kami untuk bertobat
menyayangi alam ciptaan-Mu
dan memelihara dengan sebaik-baiknya.
 
Dalam nama Tuhan Yesus Kristus
kami telah berdoa dan mengucap syukur.
Demi nama Bapa, Putra dan Roh Kudus
Amin.
 
 
Oleh : Team Moderator Doa-Satu-Menit
dengan penyesuaian

 
RH Mutiara Iman
Kamis, 30 November 2017 dalam pekan ke-34
Pesta St. Andreas
(by: Mgr. Petrus B. Timan, Pr)

Mutiara Iman:
''Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.'' [Rm. 10: 18]

Bacaan Kamis dalam Pekan ke-34
BACAAN PERTAMA [Dan. 6: 12-28]
Sekali peristiwa para pegawai raja darius masuk ke rumah Daniel dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya. Kemudian mereka menghadap raja dan menanyakan kepadanya tentang larangan raja, ''Bukankah tuanku mengeluarkan suatu larangan, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia kecuali kepada tuanku, ya raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa?'' Jawab raja, ''Perkara ini telah pasti menurut undang-undang orang Media dan Persia, yang tidak dapat dicabut kembali''. Lalu kata mereka kepada raja, ''Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan tuanku, ya raja, dan tidak mengindahkan larangan yang tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya''. Setelah raja mendengar hal itu, maka sangat sedihlah ia, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel, bahkan sampai matahari masuk, ia masih berusaha untuk menolongnya. Lalu bergegas-gegaslah orang-orang itu menghadap raja serta berkata kepadanya, ''Ketahuilah, ya raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tidak ada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja yang dapat diubah!'' Sesudah itu raja memberi perintah, lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel, ''Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang melepaskan engkau!'' Maka dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu, lalu raja mencap itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam hal Daniel tidak dibuat perubahan apa-apa. Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman itu; ia tidak menyuruh datang penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur. Pagi-pagi sekali ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa; dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel, ''Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?'' Lalu kata Daniel kepada raja, ''Ya raja, kekallah hidupmu! Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan''. Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya. Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka. Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya, ''Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa''. 
 
MAZMUR TANGGAPAN: Dan. 3: 68. 69. 70. 71. 72. 73. 74
+    Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,
      R. Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
 
+    Pujilah Tuhan, salju dan es,
      R. Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
 
+    Pujilah Tuhan, siang dan malam,
      R. Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
 
+    Terang dan gelap, luhurkanlah Dia,
      R. Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
 
+    Halilintar dan awan, luhurkanlah Dia,
      R. Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
 
+    Pujilah Tuhan, seluruh bumi,
      R. Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
 
BAIT PENGANTAR INJIL  (Luk. 21: 28)
P     Alleluya...
U    Alleluya...
P     Angkatlah kepalamu, sebab penebusanmu sudah mendekat.
U    Alleluya...
 
BACAAN INJIL [Luk. 21: 20-28]
Pada suatu ketika Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, ''Apabila kamu melihat Yerusalem dikepung oleh tentara-tentara, ketahuilah, bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, dan orang-orang yang berada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota, sebab itulah masa pembalasan di mana akan genap semua yang ada tertulis. Celakalah ibu-ibu yang sedang hamil atau yang menyusukan bayi pada masa itu! Sebab akan datang kesesakan yang dahsyat atas seluruh negeri dan murka atas bangsa ini, dan mereka akan tewas oleh mata pedang dan dibawa sebagai tawanan ke segala bangsa, dan Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu. Dan akan ada tanda-tanda pada matahari dan bulan dan bintang-bintang, dan di bumi bangsa-bangsa akan takut dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena kecemasan berhubung dengan segala apa yang menimpa bumi ini, sebab kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.  Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat''.
 
St. Andreas Rasul (Pa)
Andreas dari Betsaida punya perhatian besar terhadap hal-hal religius. Harapan akan Mesias diterimanya sungguh-sungguh. Maka ia menjadi murid Yohanes Pembaptis. Tetapi mendengar kesaksian Yohanes, ia segera mengikuti Yesus dan mengajak saudaranya. Selanjutnya ia amat terpesona oleh pribadi Yesus. Kelak ia berkeliling ke Laut Hitam dan Yunani, mewartakan bahwa Yesuslah Mesias yang dinanti-nantikan kedatangan-Nya oleh umat manusia. Ia meninggal seperti Gurunya di kayu salib, namun terbalik.
 
BACAAN PERTAMA [Rm. 10: 9-18]
Saudara-saudara, jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan. Karena Kitab Suci berkata, ''Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan''. Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya. Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan. Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis, ''Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!'' Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata, ''Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?'' Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Tetapi aku bertanya: Adakah mereka tidak mendengarnya? Memang mereka telah mendengarnya, ''Suara mereka sampai ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi''.
 
MAZMUR TANGGAPAN: Mzm, 19: 2-3. 4-5; R: 5a
Refr.   Di seluruh bumi bergemalah suara mereka.
 
Mazmur:
+      Langit mewartakan kemuliaan Allah,
        dan cakrawala memasyhurkan karya tangan-Nya.
        Hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain,
        dan malam yang satu menyampaikan kepada malam berikut.
 
+      Meskipun tidak bicara dan tidak memperdengarkan suara,
        namun di seluruh dunia bergemalah seruannya,
        dan pesannya sampai ke perbatasan bumi.
 
BAIT PENGANTAR INJIL (Mat. 4: 19) 
P       Alleluya.            
U      Alleluya.
P       Mari, ikutlah Aku, sabda Tuhan,
         dan kalian akan Kujadikan penjala manusia.
U      Alleluya.
 
BACAAN INJIL [Mat. 4: 18-22]
Pada suatu hari, ketika Yesus sedang berjalan menyusur Danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka, ''Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia''. Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.
 
MEDITATIO:
Salah seorang dari kelompok pertama murid-murid yang dipilih Yesus adalah Andreas (Mat. 4: 18; Yoh. 1: 40). Ia terlibat dalam peristiwa-peristiwa penting yang dicatat dalam Injil: memperkenalkan abangnya Petrus kepada Yesus (Yoh. 1: 41-42), mengantarkan anak yang membawa roti dan ikan kepada Yesus (Yoh. 6: 8-9), membawa orang Yunani kepada Yesus (Yoh. 12: 22). Setelah Yesus naik ke surga, Andreas dengan tekun mengabarkan Injil ''sampai ke ujung bumi.'' Mula-mula ke Rusia dan kemudian ke Yunani. DI tempat terakhir itulah, di Patras, ia wafat sebagai martir. Ia disalibkan oleh orang-orang kafir di kayu salib yang berbentuk huruf X.
 
Para rasul diutus Yesus untuk mewartakan Kabar Keselamatan kepada bangsa-bangsa. Pewartaan bukan hanya lewat perkataan melainkan juga dan terutama dengan mencurahkan diri mereka sebagai martir. Tugas mewartakan Injil kepada segenap makhluk itu diserahkan kepada Gereja khususnya kepada para uskup, pengganti para rasul (Lumen Gentium no. 24-27)

CONTEMPLATIO:
Dalam keheningan aku hadir pada saat Yesus memanggil murid-murid yang pertama. Mereka ''segera'' tanpa banyak pertimbangan meninggalkan pekerjaan mereka dan mengikuti Yesus. Mereka terpesona oleh sosok Guru Muda itu. Mereka tersihir oleh kuasa yang mengalir dari diri-Nya dalam perkataan, tindakan-tindakan dan seluruh pribadi-Nya. Aku pun terpesona dan mau mengikuti-Nya ke mana pun Ia pergi. Perkataan-Nya adalah ''perkataan hidup yang kekal.'' (Yoh. 6: 68)

ORATIO:
Yesus, beri aku rahmat keberanian, kesetiaan, dan ketekunan sampai akhir hayat sebagai murid-Mu untuk mewartakan Sabda-Mu kepada segenap makhluk, supaya semua orang memperoleh keselamatan. Amin.

MISSIO:
Tiap perjumpaan dengan siapapun, di mana pun menjadi kesempatan untuk mewartakan Injil Keselamatan.
 
ERH
TIBA-TIBA MACET
 
''Tidak ada hikmat dan pengertian,
dan tidak ada pertimbangan yang dapat menandingi TUHAN.''
(Amsal 21:30)

Baca: Amsal 21:1-31
Beberapa waktu lalu, ketika saya sedang mengemudi melewati salah satu flyover di Jakarta yang sudah sering saya lewati, entah kenapa tiba-tiba macet. Padahal biasanya tidak macet. Selama beberapa saat puluhan mobil terhenti, tidak bisa bergerak maju atau mundur. Lalu entah siapa yang memulai, banyak mobil yang memilih mundur melalui bahu jalan atau celah sempit di antara mobil-mobil lainnya yang diam menunggu kemacetan terurai. Hal ini tentunya membuat situasi menjadi kacau, karena flyover tersebut didesain satu arah.

Dalam kehidupan sehari-hari juga kita sering dihadapkan dengan perubahan situasi yang tidak terduga. Bisa mengenai keuangan, karir, rumah tangga, atau yang lainnya. Kita mungkin memiliki beberapa pilihan dalam menghadapi situasi itu, tapi sayangnya pilihan kita justru melanggar aturan dan merugikan diri sendiri dan orang lain. Dalam Amsal 21:30 dikatakan bahwa tidak ada hikmat, pengertian, dan pertimbangan yang menandingi Tuhan. Kepada Dialah kita harus meminta petunjuk.

Keputusan yang harus diambil ketika terjadi macet di flyover bukanlah masalah besar yang membingungkan, karena sudah ada undang-undang yang mengatur. Tapi dalam kehidupan ini, banyak sekali perubahan tidak terduga yang datang tiba-tiba, yang jauh lebih membingungkan, sehingga kita tidak tahu harus berbuat apa. Beruntung kita mempunyai kabar baik. Kabar baiknya Allah akan selalu menolong kita, mintalah petunjuk dari-Nya, agar kita bisa mengambil keputusan terbaik dengan tepat.

PERUBAHAN AKAN MEMBUAT ORANG
MENJADI LEBIH BAIK ATAU LEBIH BURUK,
PILIHLAH UNTUK MENJADI LEBIH BAIK
 
Ditulis oleh Reynando Hutabarat
Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Yesus Memanggil St Andreas dan St Petrus