DKP

 

Doa Hari Senin, 4 Desember 2017

Orang yang rendah hati dan memiliki rasa hormat serta penghargaan terhadap sesama terutama terhadap orang-orang yang sedang menderita akan lebih terbuka terhadap anugerah iman.


Bapa kami yang sangat baik
terima kasih karena Engkau selalu mengijinkan kami
untuk memperbaiki diri,
mendukung kami untuk dapat berubah,
mengganti manusia lama kami dengan manusia baru
seperti yang Engkau kehendaki.
 
Hari pertama di pekan kerja kami ini
kami melihat target bulanan yang sudah ada di pundak kami,
menjadi terasa lebih pekat dari biasanya, pada bulan-bulan lalu
karena jumlah hari kerja yang lebih sedikit.
Kami yakin dengan sangat semua itu bukan untuk dihindari
terlebih lagi, bukan untuk ditakuti,
namun untuk kami hadapi
dengan sunggu h-sungguh serta penuh tanggung jawab.
 
Pengajaran-Mu, ya Tuhan Yesus
yang bisa kami tangkap dan mengerti
bahwa agar semua itu kami usahakan dengan baik
agar tidak membuat-Mu berduka
serta tidak menjadikan-Mu menilai kami
menempatkan pekerjaan lebih penting daripada-Mu.
Terima kasih karena Engkau selalu mengingatkan kami
untuk melakukan semua itu untuk-Mu
Engkau adalah satu-satunya tujuan kami.
Bekerja adalah bagian dari pencapaian tujuan kami.
 
Seperti Bapa di Sorga yang memiliki kodrat kerja
dari kekal sampai kekal tidak pernah berhenti

Dalam nama Yesus
kami bisa memahami dan mengerti perasaan Bapa.
Kami pun bisa mengenal Bapa.
Kami ingin mendapat perkenanan Bapa
seperti Bapa berkenan kepada Yesus.
Kami serahkan perjalanan hidup kami hari ini,
hanya ke dalam penyelenggaraan-Mu saja.
Di dalam nama-Mu,
kami telah berdoa dan mengucap syukur.
Amin.

Oleh : Team Moderator Doa-Satu-Menit

 
RH Mutiara Iman
Senin, 4 Desember 2017 dalam pekan Adven pertama
Pm. St. Yohanes dari Damaskus, ImPujGrj
(by: Rm. Bernardus Boli Ujan, SVD)

Mutiara Iman:
''Aku tidak layak menerima Tuhan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.'' [Mat. 8: 8]
 
BACAAN PERTAMA [Yes. 2: 1-5]
Inilah firman Allah yang dinyatakan kepada Yesaya, ''Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata, 'Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya'. Sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem''. Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang. Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang TUHAN!
 
Atau :
Yes. 4: 2-6
Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi orang-orang Israel yang terluput. Dan orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus, yakni setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup, apabila TUHAN telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar. Maka TUHAN akan menjadikan di atas seluruh wilayah gunung Sion dan di atas setiap pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam, sebab di atas semuanya itu akan ada kemuliaan TUHAN sebagai tudung dan sebagai pondok tempat bernaung pada waktu siang terhadap panas terik dan sebagai perlindungan dan persembunyian terhadap angin ribut dan hujan.
 
MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 121 (122) : 1 – 4b. 8-9
Refr. Kita menuju rumah Allah dengan sukacita.
 
Mazmur :
+    Betapa gembira hatiku, ketika dikatakan kepadaku,
      ''Mari kita pergi ke rumah Tuhan''.
      Sekarang kami telah berdiri di gerbangmu, hai Yerusalem!
 
+    Hari Yerusalem, engkau dibangun
      sebagai kota yang rapat tersusun.
      Suku bangsa berziarah kepadamu,
      suku bangsa Tuhan.
 
+    Atas nama semua saudara dan sahabatku
      aku mengucapkan selamat kepadamu.
      Demi bait Tuhan, Allah kita,
      aku memohonkan kebahagiaan bagimu.
 
BAIT PENGANTAR INJIL  (Mzm. 79 [80]: 4)
P     Alleluya...
U    Alleluya...
P     Ya Allah, pulihkanlah kami
       tunjukkanlah seri wajah-Mu, maka selamatlah kami.
U    Alleluya...
 
BACAAN INJIL [Mat. 8: 5-11]
Ketika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya, ''Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita''. Yesus berkata kepadanya, ''Aku akan datang menyembuhkannya''.  Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya, ''Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, atakana saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya''. Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah Ia dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya, ''Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari Timur dan Barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Sorga''.
 
St. Yohanes dari Damaskus (Imam dan Pujangga Gereja, + 749, Pm)
Sekitar tahun 710 seorang pelamar mengetuk pintu biara di padang gurun Yehuda. Seorang Arab, sekretaris Kalif Damaskus, yang datang itu. Dengan kesungguhan dan penuh pengabdian ia menghayati tata kehidupan biara. Jelas bahwa Yohanes cakap. Dialah yang pertama-tama membuat sintese ajaran Gereja berdasarkan para bapa Gereja Yunani. Banyak lagu liturgi karangannya yang kini masih dipakai di gereja-gereja. Juga khotbah-khotbahnya yang amat bagus masih tersimpan.
 
BACAAN PERTAMA: 2Tim. 1: 13-14; 2:1-3
Saudaraku terkasih, peganglah segala sesuatu yang telah engkau dengar dari padaku sebagai contoh ajaran yang sehat dan lakukanlah itu dalam iman dan kasih dalam Kristus Yesus. Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh Roh Kudus yang diam di dalam kita. Sebab itu, hai anakku, jadilah kuat oleh kasih karunia dalam Kristus Yesus. Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain. Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.
 
MAZMUR TANGGAPAN : Mzm. 19 : 2-3. 4-5; R. 5a
Refr.   Di seluruh dunia bergemalah seruannya.
 
Mazmur:
+      Langit mewartakan kemuliaan Allah,
        dan cakrawala memasyhurkan karya tangan-Nya.
        Hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain,
        dan malam yang satu menyampaikan kepada malam berikut.
 
+      Meskipun tidak bicara dan tidak memperdengarkan suara,
        namun di seluruh dunia bergemalah seruannya,
        dan pesannya sampai ke perbatasan bumi.
 
BAIT PENGANTAR INJIL (Yoh. 14: 23)
P      Alleluya.            
U     Alleluya.
P      Orang yang mengasihi Aku, akan menuruti perintah-Ku.
        Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan tinggal bersama dia.
U     Alleluya.
 
BACAAN INJIL [Mat. 25: 14-30]
Pada suatu hari Yesus mengemukakan perumpamaan berikut kepada para murid, ''Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itupun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan ia membawa laba lima talenta, katanya: Tuan, lima talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba lima talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu. Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan! Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam? Karena itu sudahlah seharusnya uangku itu kauberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerimanya serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apapun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi''.
 
MEDITATIO:
Perwira di Kapernaum itu adalah seorang yang punya wewenang memerintah bawahan-bawahannya. Ia tergolong dalam kalangan penguasa Romawi yang menjajah wilayah taklukan Kekaisaran Romawi. Umumnya para perwira sebagai penguasa bersikap arogan terhadap bawahan dan orang jajahan termasuk hamba yang mengabdi perwira beserta keluarganya di rumah. Namun perwira itu sangat dipuji oleh Yesus karena keyakinannya yang amat kuat terhadap daya kekuatan sabda Yesus yang menyembuhkan dan menguatkan serta menghidupkan. Itu berarti sang perwira menunjukkan suatu sikap rendah hati di hadapan Yesus yang adalah warga daerah jajahan Romawi. Sang perwira juga memiliki rasa penghargaanyang tinggi terhadap hambanya. Ganti mengabaikan dan membiarkan atau mengeluarkan dia karena sakit lalu dengan mudah mencari hamba lain yang sehat, sang perwira justru mencari jalan sedapat mungkin untuk menyembuhkan hamba itu. Iman dari periwra membawa sukacita besar bagi orang lain, khususnya bagi hambanya yang sedang sakit. Ia menjadi sembuh kembali karena daya kekuatan sabda Yesus dari jarak jauh. Orang yang rendah hati dan memiliki rasa hormat serta penghargaan terhadap sesama terutama terhadap orang-orang yang sedang menderita akan lebih terbuka terhadap anugerah iman. Pada waktunya orang yang menerima dan menyadari anugerah imannya akan berusaha mewujudkan iman itu dalam perbuatan-perbuatan baik yang nyata untuk kegembiraan dan kebahagiaan diri dan orang-orang lain.
 
CONTEMPLATIO:
Dalam hening, pandanglah Tuhan dengan keyakinan akan kuasa-Nya yang dapat digunakan untuk membantumu mengatasi kesulitan yang sedang Anda hadapi. Serahkan semua pada-Nya.
 
ORATIO:
Tuhan, semoga sabda-Mu hari ini semakin berdaya menyembuhkan banyak orang yang sedang sakit jasmani dan rohani. Amin.
 
MISSIO:
Aku mau tunjukkan rasa hormat kepada orang sakit dengan mengunjungi dan menghibur serta mendoakan mereka yang sangat membutuhkan doa.

Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Terang