DKP

 

Doa Hari Selasa, 5 Desember 2017

Pada kenyataannya, ada dua hal yang sering membuat kita tak mudah bersyukur, yakni: Pertama, kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Kedua, kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain.


Bapa kami yang sangat bijaksana
memasuki bulan Desember ini
kami mendapat banyak pengertian
tentang kasih-Mu, Bapa
yang Kau berikan bagi kami.
Bukan dalam bentuk memanjakan kami
dengan memberikan kemudahan
serta serba lancar dalam hidup sehari-hari.
 
Dari yang tercatat dalam Kitab-Kitab Injil
kami beroleh pelajaran yang sangat bermakna
tentang Anak manusia seutuhnya.
Anak Manusia, lengkap dengan rasa lapar, dingin dan sedih
bahkan berteriak dalam satu pertanyaan
''Mengapa Bapa meninggalkan-Nya...''
 
Dalam satu resiko besar yang bisa saja gagal
Bapa sangat mengandalkan manusia Yesus
untuk memenangkan pertaruhan besar.
Bahwa ada manusia yang taat kepada Bapa
walaupun hidup-Nya adalah taruhannya.
 
Bulan kelahiran bayi kudus memberi kami rhema tentang Bapa
yang berkenan kepada Sang Putra dan juga menginginkan kami
anak-anak-Mu, juga seperti Putra Sulung bisa diandalkan Bapa
sebagai manusia yang bisa taat akan kehendak Bapa
sehingga jumlah kami mencapai
jumlah genap yang sudah ditetapkan
 
Yesus tidak pernah meminta
semua masalah yang dihadapi-Nya
untuk melaksanakan penyelamatan manusia
menjadi ringan atau lancar,
Ia hanya berjalan mengikuti kehendak Bapa
Terima kasih, Yesus, Engkau telah menunjukkan kepada kami
jalan seperti apa yang harus kami ikuti
agar kelak kami sungguh pantas
untuk hidup bersama-Mu dalam hidup yang kekal.
Di dalam nama-Mu,
kami telah berdoa dan mengucap syukur.
Amin

Oleh: Team Moderator Doa-Satu-Menit
dengan penyesuaian


RH Mutiara Iman
Selasa, 5 Desember 2017 dalam pekan Adven pertama
(by: Rm. Jost Kokoh, Pr)

Mutiara Iman:
''Aku bersyukur kepada-Mu ya Bapa, Tuhan langit dan bumi.'' [Luk 10: 21]

BACAAN PERTAMA [Yes. 11: 1-10]
Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah. Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN; ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN. Ia tidak akan menghakimi dengan sekilas pandang saja atau menjatuhkan keputusan menurut kata orang. Tetapi ia akan menghakimi orang-orang lemah dengan keadilan, dan akan menjatuhkan keputusan terhadap orang-orang yang tertindas di negeri dengan kejujuran; ia akan menghajar bumi dengan perkataannya seperti dengan tongkat, dan dengan nafas mulutnya ia akan membunuh orang fasik. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang. Serigala akan tinggal bersama domba dan macan tutul akan berbaring di samping kambing. Anak lembu dan anak singa akan makan rumput bersama-sama, dan seorang anak kecil akan menggiringnya. Lembu dan beruang akan sama-sama makan rumput dan anaknya akan sama-sama berbaring, sedang singa akan makan jerami seperti lembu. Anak yang menyusu akan bermain-main dekat liang ular tedung dan anak yang cerai susu akan mengulurkan tangannya ke sarang ular beludak. Tidak ada yang akan berbuat jahat atau yang berlaku busuk di seluruh gunung-Ku yang kudus, sebab seluruh bumi penuh dengan pengenalan akan TUHAN, seperti air laut yang menutupi dasarnya. Maka pada waktu itu taruk dari pangkal Isai akan berdiri sebagai panji-panji bagi bangsa-bangsa; dia akan dicari oleh suku-suku bangsa dan tempat kediamannya akan menjadi mulia.
 
MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 72: 2. 7-8. 12-13. 17
Refr. Kita akan menikmati keadilan dan damai sejahtera.
 
Mazmur:
+    Ya Allah, semoga raja yang Kauurapi
      memerintah umat-Mu sesuai dengan hukum,
      dan para hamba-Mu yang miskin dengan adil.
 
+    Keadilan akan berkembang dalam zamannya,
      dan damai sejahtera berlimpah selama bulan beredar.
      Ia akan memerintah dari laut ke laut,
      dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi.
 
+    Ya Allah, raja-Mu membebaskan orang miskin yang berseru,
      ia membela orang tertindas yang tidak mempunyai penolong.
      Ia sayang kepada kaum papa dan miskin
      dan menyelamatkan nyawa orang yang lemah.
 
+    Semoga ia hidup selama-lamanya,
      dan namanya termasyhur selama matahari bersinar.
      Semoga segala bangsa saling memberkati demi namanya
      dan memuji baginda bahagia.           
 
BAIT PENGANTAR INJIL  
P      Alleluya...
U     Alleluya...
P      Tuhan pasti datang; Ia datang dengan megah,
        dan mata para hamba-Nya akan berseri-seri.
U     Alleluya...
 
BACAAN INJIL [Luk. 10: 21-24]
Pada suatu hari Yesus bergembira dalam Roh Kudus dan berkata, ''Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak ada seorangpun yang tahu siapakah Anak selain Bapa, dan siapakah Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakan hal itu''. Sesudah itu berpalinglah Yesus kepada murid-murid-Nya tersendiri dan berkata, ''Berbahagialah mata yang melihat apa yang kamu lihat. Karena Aku berkata kepada kamu: Banyak nabi dan raja ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya''.
 
MEDITATIO:
''Gaudete - Bersyukurlah!'' Yesus pun bersyukur: ''Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus.'' (Luk. 10: 21). Ia bersyukur karena yang diajarkan-Nya dimengerti dan diikuti oleh orang-orang sederhana: ''Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.'' (Luk. 10: 21)
 
Pada kenyataannya, ada dua hal yang sering membuat kita tak mudah bersyukur, yakni: Pertama, kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Kedua, kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain.

CONTEMPLATIO:
Dalam keheningan doamu, rasakan kehadiran Tuhan: pejamkan mata dan buka hatimu. Sembari bersyukur atas semua panggilan dan perutusan yang boleh kau terima, mohonlah terus kasih dan kekuatan-Nya yang sejati, yang menjadi dasar dan sumber segala doa dan karya perutusan hidupmu. Semoga kita tidak terlalu sibuk membandingkan diri dengan orang lain sampai mata hati tertutup, sehingga lupa untuk senantiasa bersyukur.

ORATIO:
Tuhan, syukur kepada-Mu, atas segala kasih dan panggilan yang boleh kuterima. Semoga teladan para kudus-Mu, membuat kami lebih menjadi orang beriman yang siap diutus dan memiliki api sejati: hangat, andal, dan militant mengikuti-Mu di tengah carut marut dan ruwet renteng dunia harian kami. Amin.

MISSIO:
Aku akan menuliskan semua kebaikan dan nama orang-orang yang membuatku senantiasa bersyukur dalam hidup ini.
 
''Burung tekukur di Kalvari - Mari bersyukur setiap hari.''
 
ERH
MENANGIS UNTUK KEBAIKAN
 
''Lalu menangislah Yesus.''
(Yohanes 11:35)

Baca: Yohanes 11:1-44
Dalam buku Why Humans Like To Cry, Profesor Trimble dari National Hospital Queen Square, London, mengungkapkan bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk yang meneteskan air mata karena pengaruh emosi. Tangisan adalah respons alami terhadap penderitaan, dan sekaligus kemampuan berempati. Manusia dapat menangis karena kesakitan, kehilangan, ancaman, sukacita, dan lain-lain. Namun, kesedihan adalah penyebab utama mengapa manusia menangis.

Tuhan Yesus pun menangis. Namun, ada perbedaan antara tangisan Maria-Marta dan tangisan Yesus. Maria dan Marta menangis karena dua hal. Pertama, karena kehilangan saudaranya. Kedua, karena merasa Tuhan Yesus terlambat datang sehingga Lazarus meninggal.

Tangisan Yesus membuktikan bahwa Dia adalah 100% manusia yang mampu merasakan kesedihan Maria dan Marta. Namun, berbeda dengan tangisan manusia, tangisan Yesus juga melambangkan kesedihan-Nya sebagai Tuhan karena Dia ingin manusia belajar percaya bahwa Tuhan sanggup melakukan mukjizat (ay. 15, 25, 40, 42).

Adakah yang kita tangisi hari ini? Ketika kita menangis karena merasa pertolongan Tuhan terlambat dan keadaan tidak sesuai dengan yang kita harapkan, ingatlah Tuhan juga ikut menangis untuk kebaikan kita. Dia ingin kita belajar percaya dan berserah pada-Nya. Dia ingin kita terus bertumbuh di dalam iman sehingga kita dapat semakin serupa dengan Dia. Hapuslah air mata dan katakan pada Tuhan, ''Ya Tuhan, aku percaya pada-Mu dan aku mau berjalan kembali bersama-Mu.''

KETIKA KITA MENANGIS,
TUHAN ADA DI SAMPING KITA.
DIA INGIN KITA PERCAYA PADA-NYA.
 
Ditulis oleh Hoki Cahyadi
Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Berdoa