DKP

 

Doa Hari Kamis, 4 Januari 2018

Ketika dibaptis kita dilahirkan sebagai anak-anak Allah. Pada saat  itu kita diberi kemampuan ilahi dalam Roh Kudus untuk mencontoh Yesus dengan berjuang mengatasi kelemahan-kelemahan manusiawi dalam diri kita setelah kita dibaptis.


Bapa kami yang di surga,
Bapa yang kudus,
Bapa yang Roh adanya.
Kami yang ada di muka bumi ini sangat bersyukur
karena Kau menyertai kami, ada bersama kami.
Di dalam kami, Roh Kudus menyertai kami senantiasa.
Bapa, Kau sungguh Allah yang Maha Kuasa
yang mengatur keberadaan alam semesta
dengan satu sistem tatanan hukum alam.
Perputaran bumi satu putaran pada porosnya
menjadi acuan waktu yang kami kenal sebagai satu hari.
Perputaran bulan mengelilingi bumi
menjadi acuan waktu yang kami kenal sebagai satu bulan
Peredaran bumi mengelilingi matahari
menjadi acuan waktu yang kami kenal sebagai satu tahun.
Dengan penyertaan-Mu bersama kami
mengenal waktu satu tahun
adalah bagian kami dalam mengenal-Mu.
 
Cara-Mu memperkenalkan diri-Mu, Bapa
sungguh sangat agung dan mulia.
Bukan hanya melalui kata-kata semata
yang tersusun menjadi Alkitab,
namun melalui masalah nyata
yang Kau ijinkan hadir di depan kami.
Dan Rhema yang bangkit, menjelma dari Logos
membuat kami makin mengenal-Mu.
 
Satu tahun baru saja berlalu,
 
dengan seluruh peristiwa di dalamnya
 
adalah pelajaran penting dari-Mu
 
untuk mempersiapkan diri kami
agar bisa layak menjadi anak-Mu.
Bagian yang sulit dan menghimpit
adalah pelajaran paling berat
untuk dapat kami pahami.
Hari ini, kami mengucap syukur
untuk hal itu
karena menjadi murid-Mu, Tuhan Yesus,
bukanlah untuk menjadi mudah dan lancar.
Biarlah waktu hidup kami,
kami gunakan untuk semakin mengenal Bapa
melalui-Mu, Tuhan Yesus Kristus.
Di dalam nama-Mu
kami telah berdoa dan mengucap syukur.
Amin.

RH Mutiara Iman
Hari Biasa Masa Natal
Kamis, 4 Januari 2018
(by: Rm. Bernardus Boli Ujan, SVD)

Mutiara Iman:
''Yang lahir dari Allah tak berbuat dosa lagi, sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia.'' (1Yoh. 3: 9)

BACAAN PERTAMA – 1Yoh. 3 : 7 - 10
Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar; barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah. Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.
 
MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 98: 1. 7-9; R.3cd
Refr.   Seluruh dunia menyaksikan karya penyelamatan Allah.
 
Mazmur:
+      Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan
        sebab Ia telah melakukan karya agung.
        Tangan-Nya mengerjakan keselamatan,
        dan lengan-Nya merebut kemenangan.
 
+      Bergemuruhlah hendaknya laut seisinya,
        bumi dan semua penghuninya.
        Hendaknya segala sungai bertepuk tangan,
        dan gunung-gunung bersorak gembira di hadapan Tuhan.
 
+      Sebab Tuhan datang menguasai dunia,
        Ia menguasai dunia dengan adil
        dan para bangsa dengan jujur.
 
BAIT PENGANTAR INJIL (Ibr .1: 1-2)
P      Alleluya...
U     Alleluya...
P      Dahulu Allah bersabda kepada leluhur kita
        dengan perantaraan para nabi;
        kini Ia bersabda kepada kita
        dengan perantaraan Putera-Nya.
U     Alleluya...
 
BACAAN INJIL [Yoh. 1: 35-42]
Pada suatu hari Yohanes pembaptis berdiri bersama dua orang muridnya. Melihat Yesus lewat, ia berkata, ''Lihatlah Anak domba Allah!'' Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus. Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka, ''Apakah yang kamu cari?'' Kata mereka kepada-Nya, ''Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?'' Ia berkata kepada mereka, ''Marilah dan kamu akan melihatnya''. Mereka pun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat. Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus. Andreas mula-mula bertemu dengan Simon, saudaranya, dan ia berkata kepadanya, ''Kami telah menemukan Mesias (artinya: Kristus)''. Ia membawanya kepada Yesus. Yesus memandang dia dan berkata, ''Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas (artinya: Petrus)''.
 
MEDITATIO:
Berdasarkan kenyataan dari pengalaman sehari-hari tampaknya sulit mengerti teks ini karena setelah kita dibaptis kita masih juga melakukan kesalahan dan dosa. Namun teks ini pertama-tama harus dimengerti dalam hubungan dengan peran Yesus dalam peristiwa penjelmaan demi keselamatan kita. Ia sungguh berasal dari Allah, sebagai Putra Tunggal Bapa, dan tidak berbuat dosa meskipun Ia telah menjadi manusia serta menanggung kelemahan manusia, karena di dalam diri-Nya benih ilahi tetap ada. Dengan daya ilahi itu Yesus terus berjuang mengatasi kelemahan manusiawi untuk mengatakan dan berbuat yang benar serta berusaha setia mengasihi manusia sebagai saudara dan sahabat-Nya.
 
Demikianlah hendaknya kita sebagai orang beriman yang telah dibaptis. Ketika dibaptis kita dilahirkan sebagai anak-anak Allah. Pada saat  itu kita diberi kemampuan ilahi dalam Roh Kudus untuk mencontoh Yesus dengan berjuang mengatasi kelemahan-kelemahan manusiawi dalam diri kita setelah kita dibaptis. Setiap kali kita berjuang dengan daya kekuatan ilahi itu kita menjadi lebih mampu melakukan yang benar dan menjadi lebih teguh mengasihi orang lain sebagai saudara dan sahabat dalam Yesus. Pengalaman ini membuat kita tidak putus asa pada waktu kita jatuh dalam kelemahan, tetapi terus bangkit untuk memulai baru lagi dan berjuang terus dalam bimbingan Allah Roh Kudus.

CONTEMPLATIO:
Ciptakan keheningan dalam diri. Tutup mata dan rasakan hangatnya udara pernafasan yang memberi kekuatan dan hidup dalam diri. Sadari melalui pernafasan itu daya ilahi yang dianugerahkan Allah. Resapilah daya yang menguatkan dari Roh Kudus untuk mengatasi kelemahan-kelemahan dalam diri.

ORATIO:
Ya Tuhan, pujian dan syukur kuhaturkan ke hadirat-Mu atas anugerah pembaptisan yang melahirkan aku sebagai anak Allah dan saudara Yesus. Semoga Engkau menyanggupkan aku untuk berjuang mengatasi kelemahanku agar semakin setia melakukan yang benar dan mencintai sesama sebagai saudara. Amin.

MISSIO:
Hari ini aku mau terus berjuang untuk hidup sebagai anak Allah dan berusaha mengakui serta mengatakan dan melakukan yang benar sebagai tanda cinta kepada Tuhan dan sesama.
 
ERH
PASTI SAMPAI

''Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku;
dan aku akan diam dalam rumah TUHAN
sepanjang masa.''
(Mazmur 23:6)

Baca: Mazmur 23:1-6
TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
 
Dalam perjalanan berlibur ke Cisarua, di Cimori ternyata jalan naik ditutup. Kami harus menyewa ojek untuk menunjukkan arah melalui jalan alternatif. Ternyata jalannya sempit, berkelok-kelok, dengan tanjakan, turunan, dan tikungan yang terjal. Sulit untuk dilalui, apalagi bila berpapasan dengan mobil lain. Namun, akhirnya kami bisa tertawa lega setelah sampai di vila. Walaupun perjalanan menegangkan, kami merasa aman karena ada tukang ojek, penduduk setempat yang tahu jalan menuju vila. Ia memandu dan memastikan semua mobil kami berada di jalan yang benar dan tidak ada yang tertinggal.

Kita tahu, Allah telah menyediakan tempat kediaman di surga bagi kita (2Kor. 5:1). Kita pasti bisa sampai ke surga bila Tuhan Yesus menuntun dan memimpin kita karena Dia berasal dari surga. Dia berkata, ''Tidak ada seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia'' (Yoh. 3:13). Tuhan Yesus bukan hanya tahu persis jalan menuju surga; Dia sendirilah jalan itu (Yoh. 14:6).

Perjalanan menuju surga penuh dengan berbagai tantangan, tetapi kita dapat tetap tenang. Pemazmur menyatakan, ''Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku'' (ay. 4). Pada akhirnya, kita akan tertawa lega penuh sukacita saat kita sampai di surga dan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa (ay. 6).

KITA PASTI AMAN
DALAM TUNTUNAN DAN PIMPINAN TUHAN
 
Ditulis oleh Lim Ivenina Natasya
Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Pembaptisan