DKP

 

Doa Hari Jumat, 5 Januari 2018

Natanael, hidupnya berpola ''SOP'' - Simple Optimis, dan Positif''. Sehingga membuahkan kehangatan, persahabatan, dan sukacita yang tulus dalam panggilan kristiani.


Bapa kami yang ada di surga,
terima kasih karena Engkau telah menganugrahkan kasih-Mu
yang sangat besar
kepada kami yang masih hidup di bumi ini.
Kami sangat bersyukur karena dapat mengenal-Mu
melalui penyertaan Roh Kudus di dalam kami.
Ia yang adalah Penghibur yang diutus Yesus
dan berasal dari Bapa sudah datang
yaitu Roh kebenaran, yang keluar dari Bapa,
yang akan bersaksi tentang Yesus, Tuhan kami.

Belajar terus kepada-Mu, Tuhan Yesus,
menuntun kami selangkah demi selangkah,
agar dapat mendekati kesempurnaan Bapa.
Berubah setiap kami mendapati
bahwa kami masih meleset dari kehendak Bapa.
Terima kasih karena Kau sadarkan kami,
itu adalah dosa.
Meski dunia dengan suara kerasnya
berkata itu wajar, manusiawi, dan bukan masalah.
Kami ingin selalu mengikut-Mu, Tuhan Yesus,
memahami kekristenan bukan sekedar agamawi
yang berpatok pada hukum dan syariat,
namun jauh di atasnya.

Menjadi sempurna seperti Bapa
adalah perintah-Mu yang sangat jelas
agar layak masuk kerajaan Bapa
dan duduk memerintah bersama.

Menjadi kudus, karena Bapa kudus
adalah perintah-Mu, Tuhan Yesus,
telah menyadarkan kami
bahwa setiap yang kami lakukan
sangat rentan diwarnai hal yang tidak kudus.

Membantu, dengan maksud memanfaatkan,
menolong sesama, dengan agenda menjadi dikenal,
berkarya dengan atmosfir pencitraan
agar semua terlihat baik.
Tidak ada pelanggaran moral umum
namun kami sendiri bisa melihatnya
bahwa itu melukai-Mu, Bapa, ampunilah kami.
 
Pada hari Jumat pertama tahun ini
izinkan kami memperbaharui diri
untuk selalu berusaha menuruti hati-Mu
yang mahakudus.
Hati yang selalu berbelas kasih dan tanpa pamrih,
yang selalu mencintai dengan sepenuhnya
kepada siapapun yang ada di sekitar kami.
Bantulah kami, ya Tuhan.
Hanya di dalam nama Yesus
kami telah berdoa dan mengucap syukur.
Amin.
 

By : Team Moderator DSM
dengan penyesuaian

RH Mutiara Iman
Hari Biasa Masa Natal
Jumat, 5 Januari 2018
(by: Rm. Jost Kokoh, Pr)
 
Mutiara Iman:
''Mari dan lihatlah!'' (Yoh. 1: 47)
 
BACAAN PERTAMA [1Yoh. 3: 11-21]
Saudara-saudara terkasih, inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu. Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut. Setiap orang yang membenci saudaranya, adalah seorang pembunuh manusia. Dan kamu tahu, bahwa tidak ada seorang pembunuh yang tetap memiliki hidup yang kekal di dalam dirinya. Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita. Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya? Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran. Demikianlah kita ketahui, bahwa kita berasal dari kebenaran. Demikian pula kita boleh menenangkan hati kita di hadapan Allah, sebab jika kita dituduh olehnya, Allah adalah lebih besar dari pada hati kita serta mengetahui segala sesuatu. Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah.
 
MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 100: 1-5; R. 2a
Refr.   Berbaktilah kepada Tuhan dengan gembira.
 
Mazmur:
+      Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,
        berbaktilah kepada-Nya dengan gembira.
        Marilah menghadap Tuhan dengan suka ria,
        ketahuilah bahwa Tuhan itu Allah.
 
+      Dialah pencipta dan kita milik-Nya,
        kita umat-Nya, domba penggembalaan-Nya.
        Masukilah pintu gerbang-Nya dengan lagu syukur,
        pelataran-Nya dengan puji-pujian.
 
+      Bersyukurlah kepada-Nya, pujilah nama-Nya,
        sebab Tuhan itu baik.
        Cinta kasih-Nya tetap selama-lamanya,
        dan kesetiaan-Nya turun-temurun.
 
BAIT PENGANTAR INJIL
P      Alleluya...
U     Alleluya...
P      Inilah hari yang suci!
        Hai para bangsa, marilah bersujud di hadapan Tuhan,
        sebab cahaya gemilang telah menyinari seluruh muka bumi.
U     Alleluya...
 
BACAAN INJIL [Yoh. 1: 43-51]
Pada suatu hari Yesus bertemu dengan Filipus, dan berkata kepadanya, ''Ikutlah Aku!'' Filipus itu berasal dari Betsaida, kota Andreas dan Petrus. Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya, ''Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret''. Kata Natanael kepadanya, ''Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?'' Kata Filipus kepadanya, ''Mari dan lihatlah!'' Yesus melihat Natanael datang kepada-Nya, lalu berkata tentang dia, ''Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya!'' Kata Natanael kepada-Nya, ''Bagaimana Engkau mengenal aku?'' Jawab Yesus kepadanya, ''Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara''. Kata Natanael kepada-Nya, ''Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!'' Yesus menjawab, kata-Nya, ''Karena Aku berkata kepadamu: Aku melihat engkau di bawah pohon ara, maka engkau percaya? Engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu''. Lalu kata Yesus kepadanya, ''Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia''.
 
MEDITATIO:
''Virtus et sapientia - Keutamaan dan kebijaksanaan.''
 
Itulah sikap dasar yang tampak pada Injil hari ini, lewat 3 tokoh yang dimunculkan, antara lain:
FIlipus: Ia membawa orang lain supaya mengalami perjumpaan pribadi dengan Yesus. Inilah keutamaannya: Ia menjadi ''mak comblang'', semacam ''jembatan'' bagi orang lain untuk sampai pada Tuhan.
Natanael: Ia yang juga disebut Bartolomeus, berarti, ''Anugerah Allah'' ketika melihat karisma Yesus, ia langsung memuji-Nya dengan tulus, ''Rabi, Engkau Anak Allah''. Inilah keutamaannya: Ia bukan orang yang penuh intrik dan taktik basa-basi, tapi 'asli/otentik' - tidak ada kepalsuan dalam kata dan wartanya.
Yesus: Ketika disepelekan, Ia tidak marah tapi malahan memuji Natanael. Hidup-Nya berpola ''SOP'' - Simple Optimis, dan Positif''. Sehingga membuahkan kehangatan, persahabatan, dan sukacita yang tulus dalam panggilan kristiani.
 
CONTEMPLATIO:
Ambillah waktu 2 - 3 menit untuk duduk diam dan doa: rasakan kehadiran Tuhan: pejamkan mata. . .  Ia memilih dan memanggilmu. Ia mengajakmu setia menjadi murid-Nya, yang memperjuangkan persatuan dan bukan perpecahan, yang berbagi kedamaian dan bukan kebencian.

ORATIO:
Tuhan, syukur kepada-Mu atas segala kasih dan perutusan yang boleh kuterima. Semoga sapaan-Mu yang lembut dan mendamaikan mengajakku untuk terus maju mewartakan Injil yang penuh kedamaian, dan mewujudkannya secara nyata dalam tindakan afektif/sapaan, kuratif/penyembuhan, maupun karitatif/amal kasih setiap harinya. Amin.

MISSIO:
Aku akan bersemangat ''SOP'' (Sederhana, Optimis, dan Positif) dalam bekerja dan berdoa hari ini. ''Ada Anna naik Sriwijaya - Jadilah bijaksana dan bercahaya.''
ERH
TAK TERLIHAT?
 
''Tuliskanlah atas nama raja
apa yang kamu pandang baik tentang orang Yahudi
dan meteraikanlah surat itu dengan cincin meterai raja...''
(Ester 8:8)

Baca: Ester 8:1-12
Sepintas Kitab Ester tampak sekuler. Tuhan atau Allah tak satu kali pun disebut. Alur ceritanya mengalir di seputar pengambilan keputusan raja Persia yang suratnya dicap dengan cincin meterai raja dan berdampak besar, bahkan fatal, kepada rakyatnya. Di manakah Tuhan dalam jalinan kisah sekuler ini? Dalam eksposisinya, pendeta Alistair Begg memberi judul atas kitab ini The Unseen God (Allah yang tak terlihat).

Kita sedang membaca keputusan raja yang ketiga, yaitu izin untuk orang Yahudi melawan orang-orang yang mau membinasakan mereka atas dasar keputusan raja yang kedua, hasil siasat jahat Haman (ay. 5 bdk. Est. 3:12-13). Keputusan ini akibat peran Ester dalam menyelamatkan bangsa Yahudi dari pembantaian massal. Namun keputusan ini dimungkinkan karena ada yang pertama-pemecatan ratu Wasti (Est. 1:19-21). Ternyata Allah bekerja. Keputusan pertama bukan terjadi tanpa maksud. Dia telah menyiapkan langkah penyelamatan-Nya dini sekali.

Tak jarang kita merasa Tuhan itu absen. Sepertinya terlambat bertindak dan tidak perduli. Padahal tidak. Tuhan selalu hadir dan bertindak, bahkan dini sebelum kita menyadari apa-apa. Kala kita masih tidur, Dia memberkati (Mzm. 127:2). Kala kita masih dalam kandungan, Dia telah mengenal dan mengasihi (Yer. 1:5). Percayalah, meski tak terlihat, Dia tidak pernah terlambat.

KALAU KITA MENOLEH KE BELAKANG
MENGIRA TUHAN TERLAMBAT DAN TAK TERLIHAT
ITU KARENA DIA SEDANG MEMIMPIN DI DEPAN
 
Ditulis oleh Pipi Agus Dhali
Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Natanael Mengikut Yesus