DKP

 

Doa Hari Kamis, 11 Januari 2018

Tampak betapa gembira mereka diperhatikan (di-wongke). Diberi kesempatan untuk membiarkan hidupnya bermakna bagi sesama. Mereka diberi kesempatan untuk memberi, berbagi, melayani, melakukan sesuatu bagi yang lain.


Allah Bapa kami yang sangat baik
kami mengucap syukur ya Bapa
untuk kasih-Mu yang mengalir
memenuhi hidup kami, di bumi ini
dalam segala bentuk peristiwa yang kami alami,
beberapa waktu akhir-akhir ini.
 
Kau ijinkan kami menderita sakit
gangguan pada organ dalam tubuh kami.
Kau berikan pengertian bagi kami
untuk tidak meminta kesembuhan dari-Mu,
melemparkan tanggung jawab kami
atas kelalaian kami dalam memelihara tubuh ini.
Bukan dengan meminta kepada-Mu ya Bapa,
supaya Engkau menurunkan mujizat.
Tetapi memohon agar Engkau tetap menemani kami
yang sedang belajar untuk bersabar
menanggung segala sesuatunya.
 
Kami mohon ampun ya Bapa untuk kebebalan sikap kami
yang terkadang memilih lebih terikat kepada cinta dunia
dan tidak bersedia mengekang keinginan daging.
Untuk tidak menyantap makanan berlebih
bahkan untuk hal yang kami sudah ketahui
akan berpengaruh tidak baik bagi tubuh kami.
Kami pilih untuk tetap memakannya
Kami sadari dengan penuh, saat ini
untuk memelihara kesehatan tubuh ini
kami tidak layak meminta Bapa untuk melakukannya bagi kami
sementara kami bisa seenaknya menjalani hidup ini sesuka kami.
Kau sangat mengandalkan kami untuk menjaga kondisi tubuh ini
dan memahami makna yang Kau beri
bahwa tubuh ini adalah bait Roh Kudus.
 
Untuk menyucikan semua makanan kami setiap hari
bukan dengan cara meminta kepada-Mu dalam doa,
namun menjadi tugas yang Kau berikan
untuk kami memilih dan memilah makanan.
Menjadi pengikut-Mu, Tuhan Yesus
memang tidak mudah, sering tampak sangat sulit,
karena harus sempurna, karena harus kudus.
Tapi ketika kami berjalan selalu bersama-Mu
kami percaya, tidak ada hal yang tidak mungkin
untuk dilakukan.
Maka, kami mohon kepada-Mu,
tetaplah temani kami dalam perjalanan hidup ini,
tetaplah ingatkan kami akan segala sesuatu
yang Engkau tidak berkenan kami melakukannya.
Terima kasih, Bapa.
Hanya di dalam nama-Mu
kami telah berdoa dan mengucap syukur.
Amin.
 
Oleh : Team Moderator Doa-Satu-Menit
dengan penyesuaian

 

 
RH Mutiara Iman
Kamis Pekan pertama – Tahun II
11 Januari 2017
(by: Rm. Sumantri Hp, Pr)
 
Mutiara Iman :
''Aku mau, jadilah engkau tahir.'' [Mrk. 1: 41]
 
BACAAN PERTAMA [1Sam. 4: 1-11]
Orang Israel maju berperang melawan orang Filistin dan berkemah dekat Eben-Haezer, sedang orang Filistin berkemah di Afek. Orang Filistin mengatur barisannya berhadapan dengan orang Israel. Ketika pertempuran menghebat, terpukullah kalah orang Israel oleh orang Filistin, yang menewaskan kira-kira empat ribu orang di medan pertempuran itu. Ketika tentara itu kembali ke perkemahan, berkatalah para tua-tua Israel, ''Mengapa TUHAN membuat kita terpukul kalah oleh orang Filistin pada hari ini? Marilah kita mengambil dari Silo tabut perjanjian TUHAN, supaya Ia datang ke tengah-tengah kita dan melepaskan kita dari tangan musuh kita''. Kemudian bangsa itu menyuruh orang ke Silo, lalu mereka mengangkat dari sana tabut perjanjian TUHAN semesta alam, yang bersemayam di atas para kerub; kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, ada di sana dekat tabut perjanjian Allah itu. Segera sesudah tabut perjanjian TUHAN sampai ke perkemahan, bersoraklah seluruh orang Israel dengan nyaring, sehingga bumi bergetar. Dan orang Filistin yang mendengar bunyi sorak itu berkata, ''Apakah bunyi sorak yang nyaring di perkemahan orang Ibrani itu?'' Ketika diketahui mereka, bahwa tabut TUHAN telah sampai ke perkemahan itu, ketakutanlah orang Filistin, sebab kata mereka, ''Allah mereka telah datang ke perkemahan itu'', dan mereka berkata, ''Celakalah kita, sebab seperti itu belum pernah terjadi dahulu. Celakalah kita! Siapakah yang menolong kita dari tangan Allah yang mahadahsyat ini? Inilah juga Allah, yang telah menghajar orang Mesir dengan berbagai-bagai tulah di padang gurun. Kuatkanlah hatimu dan berlakulah seperti laki-laki, hai orang Filistin, supaya kamu jangan menjadi budak orang Ibrani itu, seperti mereka dahulu menjadi budakmu. Berlakulah seperti laki-laki dan berperanglah!'' Lalu berperanglah orang Filistin, sehingga orang Israel terpukul kalah. Mereka melarikan diri masing-masing ke kemahnya. Amatlah besar kekalahan itu: dari pihak Israel gugur tiga puluh ribu orang pasukan berjalan kaki. Lagipula tabut Allah dirampas dan kedua anak Eli, Hofni dan Pinehas, tewas.
 
MAZMUR TANGGAPAN [Mzm. 44: 10-11. 14-15. 24-25; R. 27b]
Refr.   Bebaskanlah kami, ya Tuhan, demi kasih setia-Mu.
 
Mazmur
+      Tuhan, Engkau membuang dan mengaibkan kami,
        Engkau tidak lagi mendampingi tentara kami.
        Engkau membiarkan kami dipukul mundur oleh lawan
        dan dirampas oleh musuh kami.
 
+      Engkau menjadikan kami bahan celaan tetangga,
        ejekan dan olok-olokan di lingkungan kami.
        Nama kami dipakai sebagai sindiran oleh para bangsa,
        sebagai lelucon oleh khalayak ramai.
 
+      Bangkitlah, mengapa Engkau tidur, ya Tuhan kami?
        Bangunlah, janganlah marah terus-menerus!
        Mengapa Kaupalingkan wajah-Mu daripada kami?
        Mengapa penindasan dan kemalangan kami tidak Kauhiraukan?
 
BAIT PENGANTAR INJIL (Mat. 4: 23)
P       Alleluya...
U      Alleluya...
P       Yesus mewartakan kerajaan Allah
         dan menyembuhkan semua orang sakit.
U      Alleluya...
 
BACAAN INJIL [Mrk. 1: 40-45]
Sekali peristiwa, seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya, ''Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku''. Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya, ''Aku mau, jadilah engkau tahir''. Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir. Segera Ia menyuruh orang itu pergi dengan peringatan keras, ''Ingatlah, janganlah engkau memberitahukan apa-apa tentang hal ini kepada siapapun, tetapi pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan, yang diperintahkan oleh Musa, sebagai bukti bagi mereka''. Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemana-mana, sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam kota. Ia tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-Nya dari segala penjuru.
 
MEDITATIO:
Apakah Anda pernah bergaul dengan orang kusta? Saya pernah bergaul dengan mereka selama beberapa tahun saat saya melayani Umat Allah di Tangerang. Di Tangerang ada rumah sakit kusta yang terbesar di Asia Tenggara. Namanya Rumah Sakit Sintanala. Saya pernah mengajak mereka berlibur ke Taman Mini. Saya ajak mereka kerja bakti, bersih-bersih gereja. Saya juga pernah meminta salah seorang untuk mencukur rambut saya. Tampak betapa gembira mereka diperhatikan (di-wongke). Diberi kesempatan untuk membiarkan hidupnya bermakna bagi sesama. Mereka diberi kesempatan untuk memberi, berbagi, melayani, melakukan sesuatu bagi yang lain. Mereka merasa hidup berpengharapan.
 
Dalam mewartakan Kerajaan Allah, Tuhan Yesus menyembuhkan orang dari pelbagai penyakit. Kali ini, Tuhan menyembuhkan orang yang sakit kusta. Saat itu, kusta adalah penyakit yang mematikan. Orang yang sudah dinyatakan sakit kusta, hidupnya diasingkan. Mereka dianggap najis. Disuruh tinggal jauh di luar kota dan menunggu jemputan maut. Orang yang sakit kusta sudah tak mempunyai harapan. Kecuali orang kusta yang satu ini.
 
Dia meletakkan harapan kepada Yesus. Dengan memberanikan diri dia mendatangi Yesus, lalu berlutut dan berkata lirih, ''Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.'' Tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan. Ia mengulurkan tangan-Nya. Menjamahnya sambil berkta, ''Aku mau, jadilah engkau tahir.'' Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu. Ia menjadi tahir dan hidup penuh sukacita. Orang kusta tersebut mengalami Kerajaan Allah yang nyata.

CONTEMPLATIO:
Duduk dalam keheningan dan bermenung sambil bertanya: Apakah aku punya penyakit yang mematikan. Mohonlah agar Tuhan Yesus menyentuhnya dan menjadi sembuh. Bersukacitalah atas jamahan-Nya.

ORATIO:
Tuhan, sentuhlah dan jamahlah aku, sehingga segala kusta dan dosaku sembuh. Amin.

MISSIO:
Hari ini aku akan berdoa kepada Tuhan Yesus agar menyembuhkan salah seorang yang menderita penyakit kustanya.
 
ERH
WARISAN IMAN
 
''Peliharalah harta yang indah,
yang telah dipercayakan-Nya kepada kita,
oleh Roh Kudus yang tinggal di dalam kita.''
(2 Timotius 1:14)

Baca: 2 Timotius 1:3-14
Ada berbagai bentuk warisan. Ada warisan yang bersifat kebendaan: rumah, tanah, harta, deposito, dan sebagainya. Ada pula warisan yang tidak terlihat: ilmu pengetahuan, pendidikan budi pekerti, teladan hidup, dan sebagainya.

Dalam bacaan hari ini, Rasul Paulus membicarakan warisan jenis yang kedua, yaitu warisan iman. Iman itu tidak terlihat, namun dampaknya terlihat dalam hidup seseorang. Iman mencelikkan mata kita sehingga menyadari bahwa keselamatan dan panggilan kita itu ''bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman'' (ay. 9). Iman menggugah kita untuk mengobarkan karunia Allah (ay. 6), hidup dalam kekuatan, kasih, dan ketertiban (ay. 7), serta tidak malu bersaksi tentang Tuhan (ay. 8). Paulus berdoa agar Timotius bertekun dalam kehidupan iman tersebut.

Iman dan dampaknya dalam hidup sehari-hari itu merupakan karunia dan karya Roh Kudus (ay. 12, 14). Namun, Tuhan dapat memakai seseorang untuk mewariskan iman tersebut kepada orang lain. Paulus melihat Timotius mewarisi iman dari ibunya, Eunike, yang mewarisinya dari neneknya, Lois (ay. 5). Iman Timotius juga semakin diteguhkan oleh ajaran sehat dan teladan Paulus (ay. 13). Sungguh suatu warisan yang teramat berharga!

Bagaimana dengan kita? Warisan apakah yang kita persiapkan bagi generasi yang akan datang? Apakah kita memprioritaskan pewarisan iman kepada mereka?

WARISAN IMAN ADALAH WARISAN YANG TERAMAT BERHARGA,
BUKAN HANYA UNTUK HIDUP SEKARANG,
MELAINKAN JUGA UNTUK KEKEKALAN
 
Ditulis oleh Arie Saptaji
Tuhan memberkati +


Galeri Foto

Memperhatikan Orang Lemah