DKP

 

Doa Hari Kamis, 18 Januari 2018

Banyak orang yang berbondong-bondong datang kepada Yesus untuk mendengarkan ajaran-Nya serta penyembuhan penyakit atau pembebasan dari kuasa kegelapan. 

Bapa kami yang di Sorga terima kasih untuk hari baru 

yang kembali Kauanugerahkan bagi kami

untuk diisi dengan hal-hal yang baik dan berkenan kepada-Mu.

Kami sangat bersuka cita ya Bapa

meski kami menyadari bahwa dunia ini bukan tempat utama 

untuk kami perjuangkan selama hidup ini 

dengan menumpahkan cinta kepada dunia ini. 

Namun dunia ini adalah tempat kami berlatih 

untuk memahami dan mengenal-Mu secara pribadi, 

mengerti makna tanggung jawab sebagai manusia ciptaan-Mu. 

Kami berharap, agar ketika kelak kami bisa memasuki kerajaan abadi 

kami Kaudapati sebagai orang-orang yang sudah layak 

untuk duduk di dekat-Mu, 

sebagai orang yang berkenan kepada-Mu.

Di tempat yang bukan tujuan utama ini

Kau berikan kami tuntunan dan bimbingan 

sebagai bentuk peduli-Mu, kepada kami. 

Mengajar kami untuk bisa merenung panjang

akan setiap langkah yang pernah dilakukan 

lewat berbagai percerahan yang kami dapatkan 

ketika kami memiliki persoalan berbeda satu dengan yang lain. 

Terima kasih, karena kami boleh mengenal-Mu 

sebagai Bapa yang penuh kasih, 

yang memampukan kami melihat jalan yang Kau sediakan 

bagi setiap kami untuk jadi solusi.

Menjadi sempurna seperti-Mu, ya Bapa 

tidaklah berarti kami semua menjadi sama. 

Tetapi kami menjadi diri kami masing-masing, 

sesuai dengan rencana yang Kau tetapkan 

bagi kami, seorang lepas seorang.

Memaknai hidup menjadi pengikut Kristus

bukanlah sederhana dan singkat, 

hanya melalui seminar singkat satu minggu. 

Bukan pula melalui mengikuti ceramah rutin

selama beberapa bulan, dengan paket padat yang dibagikan.

Namun kebersediaan untuk berubah

dari waktu ke waktu selama kami hidup di muka bumi ini.

Sisa waktu kami, hidup di dunia ini 

akan kami gunakan untuk belajar semakin mengenal-Mu 

dan mengetahui kehedak-Mu atas kami.

Temani kami untuk melaksanakan semuanya itu.

Di dalam nama-Mu

kami telah berdoa dan mengucap syukur.

Amin

Oleh : Team Moderator Doa-Satu-Menit 


RH Mutiara Iman

Kamis Pekan Kedua - Tahun II 

18 Januari 2018

(by: Sr. Albina Ginting, KSSY)


Mutiara Iman:

''Bilamana roh-roh jahat itu melihat Yesus, mereka jatuh tersungkur di hadapan Yesus dan berteriak, 'Engkaulah Anak Allah''' [Mrk 3: 11]

BACAAN PERTAMA [1Sam. 18: 6-9; 19: 1-7]

Sesudah Daud mengalahkan Goliat, orang Filistin itu, keluarlah orang-orang perempuan dari segala kota Israel menyongsong raja Saul sambil menyanyi dan menari-nari dengan memukul rebana, dengan bersukaria dan dengan membunyikan gerincing; dan perempuan yang menari-nari itu menyanyi berbalas-balasan, katanya, ''Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa''. Lalu bangkitlah amarah Saul dengan sangat; dan perkataan itu menyebalkan hatinya, sebab pikirnya, ''Kepada Daud diperhitungkan mereka berlaksa-laksa, tetapi kepadaku diperhitungkannya beribu-ribu; akhir-akhirnya jabatan raja itupun jatuh kepadanya''. Sejak hari itu maka Saul selalu mendengki Daud. Saul mengatakan kepada Yonatan, anaknya, dan kepada semua pegawainya, bahwa Daud harus dibunuh. Tetapi Yonatan, anak Saul, sangat suka kepada Daud, sehingga Yonatan memberitahukan kepada Daud, ''Ayahku Saul berikhtiar untuk membunuh engkau; oleh sebab itu, hati-hatilah besok pagi, duduklah di suatu tempat perlindungan dan bersembunyilah di sana. Aku akan keluar dan berdiri di sisi ayahku di padang tempatmu itu. Maka aku akan berbicara dengan ayahku perihalmu; aku akan melihat bagaimana keadaannya, lalu memberitahukannya kepadamu''. Lalu Yonatan mengatakan yang baik tentang Daud kepada Saul, ayahnya, katanya, ''Janganlah raja berbuat dosa terhadap Daud, hambanya, sebab ia tidak berbuat dosa terhadapmu; bukankah apa yang diperbuatnya sangat baik bagimu! Ia telah mempertaruhkan nyawanya dan telah mengalahkan orang Filistin itu, dan TUHAN telah memberikan kemenangan yang besar kepada seluruh Israel. Engkau sudah melihatnya dan bersukacita karenanya. Mengapa engkau hendak berbuat dosa terhadap darah orang yang tidak bersalah dengan membunuh Daud tanpa alasan?'' Saul mendengarkan perkataan Yonatan dan Saul bersumpah, ''Demi TUHAN yang hidup, ia tidak akan dibunuh''. Lalu Yonatan memanggil Daud dan Yonatan memberitahukan kepadanya segala perkataan itu. Yonatan membawa Daud kepada Saul dan ia bekerja padanya seperti dahulu. 

 

MAZMUR TANGGAPAN [Mzm. 56: 2-3. 9 - 13; R. 5 bc]

Refr.   Aku percaya pada Allah dan tidak merasa takut.

Mazmur

+      Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang menginjak-injak aku,

        selalu mereka memerangi dan menindas aku.

        Seteruku selalu menganiaya aku,

        mereka menyerbu aku dengan hebat.

+      Hidupku penuh sengsara, Engkau kan tahu,

        sebab air mataku Kauingat senantiasa,

        semuanya itu Kauperhatikan.

        Maka musuh akan mundur, bila aku berseru,

        aku yakin, Allah di pihakku.

+      Pada Allah yang firman-Nya kupuji,

        pada Allah aku percaya dan tidak takut,

        apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

+      Janjiku kepada-Mu, ya Allah, akan kutepati

        dengan mempersembahkan kurban pujian.

 

BAIT PENGANTAR INJIL (lh. 2Tim. 1: 10b)

P       Alleluya...

U      Alleluya...

P       Penebus kita Yesus Kristus telah membinasakan maut

        dan menerangi hidup dengan Injil.

U      Alleluya...

BACAAN INJIL [Mrk. 3: 7-12]

Pada waktu itu Yesus menyingkir ke pantai danau bersama dengan murid-murid-Nya. Banyak orang dari Galilea mengikuti-Nya. Juga dari Yudea, dari Yerusalem, dari Idumea, dari seberang Yordan, dan dari daerah Tirus dan Sidon datang banyak orang kepada-Nya, sesudah mereka mendengar segala yang dilakukan-Nya. Ia menyuruh murid-murid-Nya menyediakan sebuah perahu bagi-Nya karena orang banyak itu, supaya mereka jangan sampai menghimpit-Nya. Sebab Ia menyembuhkan banyak orang, sehingga semua penderita penyakit berdesak-desakan kepada-Nya hendak menjamah-Nya. Bilamana roh-roh jahat melihat Dia, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak, ''Engkaulah Anak Allah''. Tetapi Ia dengan keras melarang mereka memberitahukan siapa Dia. 

MEDITATIO:

Seorang ibu yang ditinggal mati suaminya memiliki lima orang anak yang masih kecil-kecil. Ibu ini ditarik oleh suaminya menjadi Katolik. Sejak menjadi Katolik, ibu ini aktif di Gereja. Sepeninggal suaminya, ibu ini tetap aktif bahkan menjadi anggota PDKK. Kesungguhan ibu ini dalam beribadat dan berdoa setiap hari membuat ibu ini kuat menghadapi tantangan hidup yang sedang dijalani. Namun di balik itu, ternyata ada ''kekuatan lain'' yang masih disimpan peninggalan suaminya. Pantas saja setiap berdoa, ibu ini merasa ada yang menghalangi. Setelah diceritakan kepada kelompok doanya, mereka bertekun dalam doa untuk melepaskan ''pegangan'' yang masih disimpan ibu ini. Berkali-kali mereka berdoa bersama dengan tekun sampai akhirnya ibu ini bersih dari kuasa-kuasa gelap.

Injil hari ini menceritakan bagaimana roh-roh jahat itu berteriak, ''Engkaulah Anak Allah.'' Banyak orang yang berbondong-bondong datang kepada Yesus untuk mendengarkan ajaran-Nya serta penyembuhan penyakit atau pembebasan dari kuasa kegelapan. Roh-roh jahat itu berteriak, ''Engkaulah Anak Allah,'' merupakan kesaksian siapakah Yesus itu. Dengan kuasa doa, iblis atau roh-roh jahat pun tunduk dan takut kepada Yesus. Bagaimana dengan kita, masihkah ada rasa takut kita kepada Yesus Putra Allah yang Mahakudus dan kuasa?

CONTEMPLATIO:

Carilah waktu yang benar-benar hening dan berdiam sejenak. Bayangkanlah Yesus sedang datang menuju tempat Anda duduk. Dengan penuh rasa hormat dan kagum Anda tertunduk, tersungkur sampai ke tanah dan Yesus mengangkat bahu Anda dan memeluk Anda. Rasakan betapa bahagia Anda dan terharu di pelukan Yesus.

ORATIO:

Yesus, Engkaulah Anak Allah. Aku bersyukur karena Engkau telah memberi teladan kepadaku bagaimana kuasa doa itu merupakan senjata ampuh untuk menumpas musuh. Kuatkanlah hatiku agar aku selalu hanya mengandalkan Engkau di dalam hidupku. Amin.

MISSIO:

Setiap pagi aku akan selalu memulai hariku dengan tekun berdoa. Dan juga setiap malam mengakhiri hari yang telah kulalui.

ERH

PANGGILAN MELAYANI

''Sesudah menarik perahu-perahunya ke darat,

mereka pun meninggalkan segala sesuatu,

lalu mengikut Yesus.''

(Lukas 5:11)


Baca: Lukas 5:1-11 

Anda bisa datang ke pasar pantai sebelum matahari terbit dan akan bertemu nelayan yang baru pulang melaut. Demikian rutinitas nelayan, melaut pada malam hari dan pulang di pagi hari. Laut, pantai, perahu, jala, mangrove, dan ikan menjadi objek yang akrab dengan nelayan. 

Petrus yang berprofesi sebagai nelayan, merasa tidak layak ketika diajak untuk mengikuti Yesus. Ia rendah diri karena merasa hanya seorang nelayan. Tetapi Yesus punya pertimbangan lain. Yesus ingin mengajarkan Petrus bagaimana menjadi penjala manusia. Petrus tetap menebarkan jala, walau sepanjang malam tak satu pun ikan yang tertangkap. Karena Yesus yang menyuruh, maka Petrus mematuhinya. Apa yang terjadi ternyata di luar dugaan. Jala penuh ikan sampai mulai koyak. Apa yang tidak bisa dikerjakan manusia, bisa dilakukan Allah. Pengalaman Petrus membuatnya mempunyai pandangan iman yang baru. 

Kita juga sering seperti Petrus. Merasa tidak bisa apa-apa, miskin pengalaman, dan merasa tidak layak menerima tugas pelayanan karena tidak punya latar belakang pengajaran agama. Namun Yesus mengajak kita untuk melayani bahkan dalam keadaan yang berkekurangan. Tetap menuruti perintah-Nya, tidak ragu dan percaya bahwa Yesus mampu melakukan perbuatan ajaib. Yesus juga menyediakan segala sesuatu. Ketika kita taat, hal yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin. Waktu panggilan melayani itu datang, patuhilah. Saatnya kita akan melihat karya Tuhan dalam kehidupan kita.

KETIKA KITA MENURUTI PERINTAH-NYA,

HAL YANG TIDAK MUNGKIN BISA MENJADI MUNGKIN

Ditulis oleh Jacqualine Bunga

Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Yesus Menyembuhkan Orang Sakit