DKP

 

Doa Hari Kamis, 25 Januari 2018

Kita bertindak seperti yang Yesus lakukan, yaitu selalu melakukan kebaikan, memberikan pertolongan, dan memperhatikan mereka yang mengalami kesulitan. Dengan demikian kita sudah mewartakan Injil yang hidup kepada setiap orang yang berelasi dengan kita.

Bapa kami yang agung dan mulia

terima kasih karena dengan kasih-Mu yang sempurna 

Engkau telah membentuk kami menjadi serupa dengan-Mu. 

Semua Kaulakukan melalui proses yang sangat panjang, 

dan dengan menghadirkan rangkaian peristiwa, 

berupa masalah yang harus dihadapi, 

kesulitan yang harus diselesaikan, 

dan rintangan yang harus dilalui.

 Semua itu bagian yang mengubahkan kami

dari kelompok yang mencinta dunia 

bergeser untuk menyadari 

bahwa hidup kami adalah milik Yesus.

Seluruhnya, tak ada yang tersisa.

 Kami mohon ampun ya Bapa

karena kerap kami bersikap mengelabui-Mu. 

Kami seolah-olah menjadi anak-anak-Mu 

saat berada di dalam gedung gereja. 

Kami memuji dan menyembah-Mu, 

saat menyanyikan pujian dan penyembahan saja, 

dan bukan dengan seluruh waktu hidup kami.

Kami salah bersikap seperti itu

terpikat oleh dunia dan terikat dengan materi.

Menghargai benda lebih daripada kasih

menghargai waktu tujuh puluh tahun 

lebih dari pada kekekalan.

Menghargai atribut yang berkaitan dengan tubuh

di atas atribut yang berkaitan dengan roh.

Kami mohon ampun ya Tuhan

karena seringkali kami begitu mengagungkan diri

di atas yang lain, termasuk Engkau sendiri.

Mengagungkan membenci dari pada mengasihi,

meninggikan harta merendahkan sesama.

Semua bisa kami kemas rapi

dengan alasan yang sangat rohani. 

Melakukannya dengan membawa nama-Mu.

Kami sadar kini, dengan cara seperti itu 

Engkau tidak akan mengenal kami.

 Pada hari bertobatnya St. Paulus, Rasul-Mu

biarkan kami pun mengikuti jejak langkahnya,

berani dengan tegas berbalik kepada-Mu

mengubah cara hidup kami,

meninggalkan segala yang tidak berkenan kepada-Mu

dan menjadi pelayan-Mu yang setia.

Terima kasih untuk semua pengajaran-Mu, ya Yesus.

Di dalam nama-Mu, 

kami telah berdoa dan mengucap syukur.

Amin

Oleh : Team Moderator Doa-Satu-Menit

dengan penyesuaian


RH Mutiara Iman

Kamis Pekan Ketiga – Tahun II, 25 Januari 2018

Pesta Bertobatnya St. Paulus, Ras (P)

Penutupan Pekan Doa Sedunia

(by: Ir. Linda Wahyudi)

 

Mutiara Iman :

''Lalu Ia berkata kepada mereka, 'Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk'.'' [Mrk. 16: 15]

 BACAAN PERTAMA [2Sam 7: 18-19. 24-29]

Raja Daud masuk ke dalam kemah perjanjian dan duduk di hadapan TUHAN sambil berkata, ''Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Tuhan ALLAH; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya Tuhan ALLAH. Engkau telah mengokohkan bagi-Mu umat-Mu Israel menjadi umat-Mu untuk selama-lamanya, dan Engkau, ya TUHAN, menjadi Allah mereka. Dan sekarang, ya TUHAN Allah, tepatilah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu. Maka nama-Mu akan menjadi besar untuk selama-lamanya, sehingga orang berkata: TUHAN semesta alam ialah Allah atas Israel; maka keluarga hamba-Mu Daud akan tetap kokoh di hadapan-Mu. Sebab Engkau, TUHAN semesta alam, Allah Israel, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, demikian: Aku akan membangun keturunan bagimu. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ini kepada-Mu. Oleh sebab itu, ya Tuhan ALLAH, Engkaulah Allah dan segala firman-Mulah kebenaran; Engkau telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu. Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab, ya Tuhan ALLAH, Engkau sendirilah yang berfirman dan oleh karena berkat-Mu keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk selama-lamanya''. 

 

MAZMUR TANGGAPAN [Mazmur 132: 1-2. 3-5. 11-14; R. lh. Mzm 88 (89):30]

Refr.   Takhta Daud jaya selama-lamanya.

Mazmur

+      Ingatlah, ya Tuhan, akan Daud,

        dan akan segala kemenangannya.

        Ingatlah, bagaimana ia telah bersumpah kepada Tuhan,

        dan berjanji kepada Allah Yakub yang mahakuat:

+      ''Sungguh, aku takkan masuk ke dalam rumah kediamanku,

        takkan berbaring di ranjangku,

        takkan membiarkan mataku tertidur,

        ataupun membiarkan kelopak mataku terlelap,

        sampai aku mendapatkan tempat bagi Tuhan,

        kediaman bagi Allah Yakub''.

+      Tuhan telah mengangkat sumpah kepada daud

        dan tidak akan mengingkarinya,

        ''Seorang anak kandungmu

        akan Kududukkan di atas takhtamu.

+      Jika para anakmu berpegang pada perjanjian-Ku

        dan pada peraturan yang Kuajarkan kepada mereka,

        maka anak mereka pun

        akan duduk di atas takhtamu selama-lamanya”.

+      Sebab Tuhan telah memilih Sion

        agar menjadi tempat tinggal-Nya,

        ''Di sinilah peristirahatan-Ku untuk selama-lamanya,

        di sini Aku akan tinggal, karena itulah kehendak-Ku''.

 

BAIT PENGANTAR INJIL (Mzm 118 [119])

P       Alleluya...

U      Alleluya...

P      Firman-Mu adalah pelita bagi langkahku,

        dan cahaya bagi jalanku.

U      Alleluya...

 

BACAAN INJIL [Mrk. 4: 21-25]

Yesus berkata kepada orang banyak, ''Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!'' Lalu Ia berkata lagi, ''Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu, dan di samping itu akan ditambah lagi kepadamu. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya''. 

 

Bacaan Bertobatnya Rasul Santo Paulus

Pertobatan St. Paulus memang secara tiba-tiba dan istimewa. Tidak setiap pertobatan terjadi demikian. Biasanya secara diam-diam dan prosesnya cukup lama. Tetapi Tuhan memanggil Saulus ini dengan tegas. Dengan semangat menyala-nyala, sebagaimana ia mengejar para pengikut Kristus, ia menjadi rasul Gereja Muda. Meskipun pribadinya seorang pendobrak, namun dalam mewartakan Injil ia tetap seorang yang sabar dan lemah lembut. Dalam waktu singkat ia berhasil membuka Gereja Yerusalem yang sempit bagi dunia luas.

 

BACAAN PERTAMA [a. Kis. 22: 3-16]

Pada waktu itu Paulus membela diri di hadapan orang-orang Yahudi, ''Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini. Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara. Tentang hal itu baik Imam Besar maupun Majelis Tua-Tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang terdapat juga di situ dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum. Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku. Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu. Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar. Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu. Dan karena aku tidak dapat melihat oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik. Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ. Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah! Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia. Lalu katanya: Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar. Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan! 

 

BACAAN PERTAMA [b. Kis. 9: 1-22]

Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem. Dalam perjalanannya ke Damsyik, ketika ia sudah dekat kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi dia. Ia rebah ke tanah dan kedengaranlah olehnya suatu suara yang berkata kepadanya, ''Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?'' Jawab Saulus, ''Siapakah Engkau, Tuhan?'' Kata-Nya, ''Akulah Yesus yang kauaniaya itu. Tetapi bangunlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kauperbuat''. Maka termangu-mangulah teman-temannya seperjalanan, karena mereka memang mendengar suara itu, tetapi tidak melihat seorang jugapun. Saulus bangun dan berdiri, lalu membuka matanya, tetapi ia tidak dapat melihat apa-apa; mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik. Tiga hari lamanya ia tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum. Di Damsyik ada seorang murid Tuhan bernama Ananias. Firman Tuhan kepadanya dalam suatu penglihatan, ''Ananias!'' Jawabnya, ''Ini aku, Tuhan!'' Firman Tuhan, ''Mari, pergilah ke jalan yang bernama Jalan Lurus, dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi''. Jawab Ananias, ''Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam-imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama-Mu''. Tetapi firman Tuhan kepadanya, ''Pergilah, sebab orang ini adalah alat pilihan bagi-Ku untuk memberitakan nama-Ku kepada bangsa-bangsa lain serta raja-raja dan orang-orang Israel. Aku sendiri akan menunjukkan kepadanya, betapa banyak penderitaan yang harus ia tanggung oleh karena nama-Ku''. Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya, ''Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus''. Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis. Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya. (9-19b) Saulus tinggal beberapa hari bersama-sama dengan murid-murid di Damsyik. Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah. Semua orang yang mendengar hal itu heran dan berkata, ''Bukankah dia ini yang di Yerusalem mau membinasakan barangsiapa yang memanggil nama Yesus ini? Dan bukankah ia datang ke sini dengan maksud untuk menangkap dan membawa mereka ke hadapan imam-imam kepala?'' Akan tetapi Saulus semakin besar pengaruhnya dan ia membingungkan orang-orang Yahudi yang tinggal di Damsyik, karena ia membuktikan, bahwa Yesus adalah Mesias. 

 

MAZMUR TANGGAPAN [Mazmur 117: 1. 2 R/Mrk 16:15]

Refr.  Pergilah ke seluruh dunia dan wartakanlah Injil.

Mazmur

+     Pujilah Tuhan, hai segala bangsa,

       megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!

+     Sebab kasih-Nya hebat atas kita,

       dan kesetiaan Tuhan untuk selama-lamanya.

 

BAIT PENGANTAR INJIL (Yoh. 15: 15b)

P      Alleluya.             

U     Alleluya.

P     Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.

       Aku telah menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah

       dan buahmu itu tetap.

U     Alleluya.

 

BACAAN INJIL [Mrk. 16: 15-18]

Sekali peristiwa, Yesus yang bangkit dari antara orang mati menampakkan diri kepada kesebelas murid dan berkata kepada mereka, ''Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh''. 

MEDITATIO:

Apa artinya memberitakan Injil pada segala makhluk? Memberitakan kabar gembira tentang keselamatan Tuhan, pada setiap nafas hidup kita. Melalui pikiran kita, perkataan kita, serta perbuatan kita. Bagaimana caranya? Kita berpikir seperti yang Yesus pikirkan, yaitu tentang keselamatan manusia, bagaimana kita mengusahakan bagaimana setiap pribadi yang berada di sekitar kita, menemukan dan mengalami Allah dalam hidup mereka. Kita berkata seperti Yesus berkata, yaitu selalu membawa kebaikan bagi lawan bicara kita, bagi setiap orang yang mendengarkan perkataan kita. Kita bertindak seperti yang Yesus lakukan, yaitu selalu melakukan kebaikan, memberikan pertolongan, dan memperhatikan mereka yang mengalami kesulitan. Dengan demikian kita sudah mewartakan Injil yang hidup kepada setiap orang yang berelasi dengan kita. Nah bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah 'pergi' dari keegoisan diri dan memberikan kebaikan dan manfaat bagi kehidpan orang lain? Mari kita merenungkannya.

CONTEMPLATIO:

Duduklah hening dalam nafas Allah, seluruh udara dan alam ciptaan yang menyelimuti kita saat ini, adalah nafas Allah, yang dihadirkan bagi kita. Rasakan nafas kita semakin membawa kita masuk dalam keheningan, sehingga kita dapat merasakan kehadiran Allah. Allah yang baik, menyatu dalam pikiran kita, Allah yang baik menyatu dengan setiap kata yang akan ke luar dari mulut kita. Dan Allah yang baik yang akan menjadi Tuan atas semua sikap dan tingkah laku kita. Semakin tenang dan semakin dalam.

ORATIO:

Tuhan Yesus, terima kasih Engkau sudah mengingatkan kami untuk selalu menjadi kabar gembira bagi setiap orang yang kami temui, melalu hidup kami, melalui kebaikan yang keluar dari pikiran, perkataan, dan perbuatan kami. Amin.

MISSIO:

Aku akan lebih bersungguh-sungguh dalam menghidupi kebaikan Tuhan melalui pikiran, perkataan, dan perbuatanku.

ERH

LAHIR dan BATIN

 

''Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya,

tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya.''

(Galatia 6:15)

Baca: Galatia 6:11-18

Lihatlah, bagaimana besarnya huruf-huruf yang kutulis kepadamu dengan tanganku sendiri. Mereka yang secara lahiriah suka menonjolkan diri, merekalah yang berusaha memaksa kamu untuk bersunat, hanya dengan maksud, supaya mereka tidak dianiaya karena salib Kristus. Sebab mereka yang menyunatkan dirinyapun, tidak memelihara hukum Taurat. Tetapi mereka menghendaki, supaya kamu menyunatkan diri, agar mereka dapat bermegah atas keadaanmu yang lahiriah. Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah. Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus. Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus menyertai roh kamu, saudara-saudara! Amin. 

Kekristenan mengenal banyak simbol lahiriah. Perhiasan berbentuk salib; hiasan dinding bertuliskan kutipan ayat; ornamen Natal. Kita mengutip ayat Alkitab saat berbincang atau mengucapkan “Puji Tuhan”. Gereja menyelenggarakan sakramen baptis dan perjamuan kudus, memakai lilin, daun palem, dan sebagainya. Semua itu dapat mendukung kita dalam memaknai karya penebusan Kristus. 

Namun, tidak sedikit orang yang menekankan penggunaan simbol secara berlebihan. Orang Kristen Yahudi memaksa jemaat di Galatia disunat, seolah-olah keselamatan dalam Kristus belum lengkap. Mereka menganggap pertambahan orang yang disunat sebagai pencapaian tersendiri. Sunat juga dipakai untuk menghindari penganiayaan. Mereka memilih menganut doktrin yang keliru daripada dianiaya karena mengikuti Kristus. 

Paulus memiliki tanda lahiriah: disunat pada hari kedelapan, berasal dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, seorang Farisi, tak bercacat dalam menaati Taurat (bdk. Flp. 3:5-6). Namun, ia tidak bermegah atas semuanya itu. Ia bermegah karena pengenalan akan Kristus dan memilih menderita karena melayani. 

Mengedepankan simbol lahiriah menjadikan kehidupan rohani kita tampak saleh di luar, tetapi keropos di dalam. Iman yang keropos membuat orang mudah menyangkal Tuhan, semudah mereka menyembunyikan kalung salib dari pandangan orang lain. Karena itu, kehidupan yang menghasilkan buah kebaikan sebagai wujud iman lebih bermakna daripada sekadar tanda lahiriah. Iman seperti apa yang kita hidupi?

IMAN YANG MENGHASILKAN BUAH KEBAIKAN

LEBIH BERMAKNA DARIPADA SEKADAR TANDA LAHIRIAH

Ditulis oleh Endang B. Lestari

Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Pertobatan Santo Paulus