Dokumen

 

HASIL SINODE 37 KEBIJAKAN PASTORAL KEUSKUPAN BANDUNG

37 KEBIJAKAN PASTORAL KEUSKUPAN BANDUNG

Kaderisasi Orang Muda

1. Umat Allah Keuskupan Bandung merevitalisasi dan mengaktualisasi diri menjadi Gereja yang lebih menarik dan nyaman bagi kaum muda.

2. Umat Allah Keuskupan Bandung melaksanakan kaderisasi kaum muda yang terencana, terstruktur, dan berkesinambungan.

Pastoral Keluarga

3. Umat Allah Keuskupan Bandung mengusahakan supaya keluarga-keluarga Kristiani semakin menghayati nilai-nilai kekudusan perkawinan dan keutuhan keluarga.

4. Umat Allah Keuskupan Bandung menegaskan komitmennya untuk semakin mengembangkan kepedulian dan keprihatinan terhadap keluarga Katolik dengan menyelenggarakan pastoral keluarga secara terpadu dan berjenjang, termasuk pertolongan kepada keluarga yang mengalami kesulitan.

5. Umat Allah Keuskupan Bandung memberikan perhatian kepada keluarga kawin campur.

6. Umat Allah Keuskupan Bandung memberi perhatian khusus terhadap peran serta keluarga sebagai Gereja rumah tangga termasuk dalam pendidikan iman.

Dialog dengan Umat Beragama Lain

7. Umat Allah Keuskupan Bandung semakin menumbuhkembangkan dialog dan kerjasama tanpa henti dengan umat beragama dan berkepercayaan lain dalam wujud meningkatkan jalinan tali silaturahmi dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan yang dilandasi semangat cinta kasih, saling menghormati, dan saling menerima sebagai saudara demi terwujudnya hidup rukun, damai, dan keadilan.

8. Umat Allah Keuskupan Bandung menyediakan tenaga-tenaga yang terampil dan kompeten berdialog dengan umat beragama dan berkepercayaan lain.

Komunitas Basis

9. Umat Allah Keuskupan Bandung memastikan komunitas basis sebagai cara hidup menjemaat yang sehati sejiwa, berbagi sukacita, serta terbuka pada komunitas lain untuk bertemu dengan Allah, serta melayani umat dan masyarakat.

Peran Gembala dan Anggota Lembaga Hidup Bakti

10. Umat Allah Keuskupan Bandung memastikan agar setiap imam menyadari dirinya sebagai rohaniwan yang selalu dekat dengan Allah dan dalam seluruh hidupnya melaksanakan tugas mengajar, menguduskan, dan memimpin, serta memiliki semangat berkorban dalam tugas penggembalaannya sesuai tuntutan perkembangan zaman.

11. Umat Allah Keuskupan Bandung memastikan agar para imam dan anggota lembaga hidup bakti melalui kesaksian hidupnya mampu menjadi inspirasi bagi kehidupan iman umat dan menumbuhkan benih-benih panggilan di antara anak-anak dan kaum muda.

12. Umat Allah Keuskupan Bandung memastikan agar para gembala umat senantiasa menampilkan wajah Allah yang berbelas kasih dalam perjumpaan dan pelayanan kepada umat.

13. Umat Allah Keuskupan Bandung memastikan agar para imam berkatekese tentang sakramen sebagai bagian dalam panggilan imamatnya.

14. Umat Allah Keuskupan Bandung memastikan agar para pelayan tertahbis mau dan mampu memahami, mengajarkan, dan merayakan liturgi yang benar, baik, indah, dan berbuah.

Pewartaan dan Katekese

15. Umat Allah Keuskupan Bandung memberi perhatian khusus pada bidang pewartaan serta katekese dan penghayatan sakramen sebagai bagian penting dalam hidup iman kristiani, khususnya terhadap anak dan kaum muda.

16. Umat Allah Keuskupan Bandung memastikan terjadinya pembinaan iman umat yang berdomisili jauh dari pusat paroki.

17. Umat Allah Keuskupan Bandung memastikan perhatian pada terpenuhinya kuantitas dan kualitas para katekis dan para pewarta lainnya termasuk kesejahteraan dan kehidupan spiritual sehingga kehadiran dan pengajarannya semakin meneguhkan iman umat.

Keterlibatan dalam Masyarakat

18. Umat Allah Keuskupan Bandung yang menyadari dan menghayati sebagai bagian dari masyarakat meningkatkan kesadaran dan kepedulian hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sehingga kehadirannya menjadi perjumpaan yang meneguhkan dan penuh sukacita.

Pendidikan

19. Umat Allah Keuskupan Bandung berkehendak memastikan pendidikan Katolik yang berbelas kasih, berkualitas, dan mengusahakan pendidikan iman dalam kerja sama dengan
banyak orang dan lembaga.

20. Umat Allah Keuskupan Bandung berkehendak menumbuh-kembangkan kesadaran dan kepedulian terhadap keberlangsungan dan kontribusi pendidikan Katolik dalam masyarakat.

21. Umat Allah Keuskupan Bandung memastikan para imam dan anggota lembaga hidup bakti untuk lebih mendukung karya pendidikan Katolik.

22. Umat Allah Keuskupan Bandung memberi perhatian agar mereka yang miskin dan yang berkebutuhan khusus mendapat kesempatan memperoleh pendidikan sesuai kebutuhan.

Pelayanan Kesehatan dan Kematian

23. Umat Allah Keuskupan Bandung memastikan agar pelayanan kesehatan terbuka untuk
semua lapisan masyarakat sehingga setiap orang dapat mengalami perjumpaan dengan
Allah yang menyembuhkan dan menghidupkan.
24. Umat Allah Keuskupan Bandung memberi perhatian dan fasilitas pelayanan yang cukup bagi
mereka yang meninggal dunia beserta keluarga yang berdukacita.

Dialog dengan Kemiskinan

25. Umat Allah Keuskupan Bandung memperdalam relasi dan kerja sama dengan semua yang
berkehendak baik sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

Pelayan Liturgi Awam

26. Umat Allah Keuskupan Bandung mengusahakan agar pelayan liturgi awam sungguh
kompeten dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan peran dan wewenangnya.
27. Umat Allah Keuskupan Bandung mengusahakan sungguh-sungguh agar semua orang
beriman ikut berpartisipasi dalam perayaan-perayaan liturgi secara penuh, sadar, dan aktif.

Dialog Budaya Lokal dan Liturgi

28. Umat Allah Keuskupan Bandung memastikan umat di tempat perutusannya masing-masing
semakin melibatkan diri untuk menggali nilai-nilai kearifan budaya lokal yang sesuai
dengan nilai-nilai Gereja, termasuk dalam kehidupan liturgi.

Pertobatan Pastoral

29. Umat Allah Keuskupan Bandung melakukan pertobatan pastoral agar semakin mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus sebagai sumber sukacita sejati.

30. Umat Allah Keuskupan Bandung mengarahkan Dewan Pastoral Paroki dan Dewan Karya Pastoral Keuskupan untuk menjadi lembaga pelayanan pastoral yang murah hati dan terbuka serta tanggap terhadap perubahan zaman yang dijiwai oleh semangat sukacita dan
sukarela.

Ruang Publik

31. Umat Allah Keuskupan Bandung menciptakan ruang publik baru sebagai ruang perjumpaan kehidupan bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.

32. Umat Allah Keuskupan Bandung mengusahakan revitalisasi dan reorientasi ruang publik yang sudah ada agar dapat lebih memberi harapan dan berbagi sukacita.

33. Umat Allah Keuskupan Bandung memberi perhatian khusus dan mendukung mereka yang sudah aktif dalam ruang publik.

Dialog dengan Budaya Modern

34. Umat Allah Keuskupan Bandung mengusahakan dialog dengan budaya modern dengan tetap setia pada tradisi Gereja Katolik.

35. Umat Allah Keuskupan Bandung memanfaatkan media komunikasi dan media sosial modern lain sebagai sarana pewartaan iman bagi banyak orang.

Kesadaran Baru Hidup Ekologis

36. Umat Allah Keuskupan Bandung menumbuhkan kesadaran menuju pertobatan ekologis demi terciptanya kehidupan yang harmonis dengan alam semesta.

37. Umat Allah Keuskupan Bandung memberdayakan umat dalam upaya menciptakan ketahanan pangan bagi seluruh masyarakat dengan menggunakan pola produksi dan pola konsumsi berkelanjutan berbasis kearifan ekologis termasuk pertanian organik.