Ecclesiana

 

Seminar Fokus Pastoral 2016: KELUARGA TANGGUH

Seminar Fokus Pastoral bertema ''KELUARGA TANGGUH: Sebuah Perjalanan, Mengasihi, Mengampuni, dan Melayani'' berlangsung di Aula Trinitas Bandung. Seminar ini dihadiri oleh keluarga-keluarga dari kota Bandung, Cimahi, Lembang, Purwakarta, Karawang, Pamanukan, Tasikmalaya. Hadir pula peserta dari Depok, Jakarta, dan Surabaya dalam acara seminar yang diselenggarakan oleh Tim Fokus Pastoral Keuskupan Bandung tahun ini. (26/11/2016)

Kita tahu semua bahwa keluarga yang tangguh, kokoh, dan utuh adalah harapan dari setiap orang yang membina kehidupan berkeluarga. Karena itu, pasangan suami istri – dalam rangka menciptakan suasana yang seperti itu – berusaha memperjuangkan apa yang baik untuk keluarganya. Namun tidak dapat disangkal bahwa kadang masalah datang di keluarga kita. Bahkan kadang suami istri bisa saling menyakiti satu sama lain, baik dalam sikap maupun kata-kata. Situasi-situasi ini kita tahu bisa mengancam keutuhan kehidupan berkeluarga. Tema Fokus Pastoral tahun ini yaitu Gereja yang Menghadirkan Belas Kasih. Oleh karena itu, tema seminar ini mengacu pada tema pastoral tersebut. Karena itu keluarga-keluarga katolik diharapkan berkomitmen kuat bahwa belas kasih itu menjadi landasan hidup sebagai suami istri sehingga keluarga yang tangguh, kokoh, dan utuh tetap terpelihara. Dan akhirnya mereka mendapatkan sukacita dalam hidup mereka. Demikian yang disampaikan oleh Pastor Yoyo Yohakim OSC sebagai ketua Komisi Keluarga Keuskupan Bandung.

Beliau juga menyampaikan bahwa selain seminar-seminar seperti ini, tim fokus pastoral juga mempunyai Tim Pendamping Keluarga yang bertugas mempersiapkan para konselor di paroki-paroki. Di setiap paroki nantinya diharapkan muncul biro konsultasi keluarga. Ada juga tim spiritualitas keluarga, yang bertugas menyelenggarakan rekoleksi, retret, dan pengadaan bahan pendalaman iman di lingkungan. Pada tanggal 31 Desember nanti juga kita akan mengadakan Misa Keluarga, di Gereja Katedral. Ada juga tim Jambore Keluarga yang mempunyai program mendadakan jambore keluarga, baik di tingkat paroki maupun di tingkat dekanat.
Mgr. Antonius Subianto Bunjamin OSC menyampaikan dalam pengantar seminar ini, bahwa persoalan gereja itu sangat banyak. Oleh karena itu, Gereja hadir di sana. Sukacita keluarga adalah sukacita Gereja, demikian pula dukacita keluarga adalah dukacita Gereja.

''Sebagian keluarga membutuhkan perjuangan lebih karena menghadapi aneka tantangan dan kelemahan. Tantangan itu antara lain: kesulitan ekonomi, situasi sosial, budaya, agama dan kepercayaan yang tidak selaras dengan nilai-nilai perkawinan katolik seperti poligami, mahalnya mas kawin, dan kuatnya tuntutan pernikahan adat, hidup sebagai keluarga migran atau rantau, perkembangan media informasi yang menggantikan perjumpaan pribadi, dan pemujaan kebebasan dan kenikmatan pribadi. Kelemahan itu antara lain: kekurang-dewasaan pribadi dan kepicikan wawasan, penyakit dan meninggalnya pasangan, keterbatasan kemampuan orang tua untuk mengikuti perkembangan dan pendidikan anak-anak, ketidak-tahuan tentang makna dan tujuan perkawinan katolik, kesulitan dan ketidakmampuan untuk hidup bersama karena perbedaan agama dan budaya, hidup dalam perkawinan tidak sah, ketidak-setiaan dalam perkawinan, hadirnya orang ketiga (idaman lain atau keluarga besar pasangan), dan perpisahan yang tak terelakkan. Tantangan dan kelemahan ini menyebabkan perasaan terbeban, bingung, sedih, sepi, dan bahkan putus-asa bagi anggota keluarga. Tantangan dan kelemahan itu bisa membawa keluarga pada krisis iman yang merintangi, membatasi, dan bahkan menghalangi keluarga untuk setia kepada iman katolik dan untuk menghidupi nilai-nilai luhur perkawinan.'' (SAGKI 2015, 9)

Keluarga yang adalah sakramen, yaitu tanda kehadiran Allah Tritunggal disebut gereja rumah tangga (ecclesia domestica). Keluarga sebagai rumah kekudusan adalah tempat di mana pasutri belajar menjadi kudus. Dengan bantuan rahmat Allah, suami-istri berjalan menuju kesempurnaan kasih, yaitu kekudusan melalui perkawinan. Keluarga sebagai sekolah kemanusiaan adalah tempat di mana pasutri berkembang menjadi dewasa.

Romo Hadrianus Tedjoworo OSC (salah satu pembicara), menyampaikan bahwa menjadi keluarga yang tangguh itu artinya selalu menyesuaikan diri dengan kehendak Allah. Pertumbuhan rohani kita sebagai keluarga yang menuju kedewasaan bisa membuat kita terkejut karena tuntutan pada tiap anggota keluarga untuk menjadi mandiri. Semula kita merasa keluarga kita baik-baik saja, tapi tiba-tiba suatu saat kita kehilangan pegangan karena harus melangkah sendiri pada jalan hidup kita. Ketika terlibat dalam kehidupan menggereja, ada yang “lari” ke kegiatan gereja, dengan hasrat mengisi diri mereka dengan apa yang seakan-akan tak didapat di keluarga sendiri.

Theresia Indira Shanti, Psikolog, Psikoterapis menyampaikan bahwa perbedaan diantara pasangan dan keluarga kadang menimbulkan konflik, yang dapat saling melukai. Luka yang ditimbulkan dapat mempengaruhi rasa kasih yang selama ini ada, karena seakan sudah mengkhianati persembahan dirinya.  Maka peserta akan diajak mengenali perbedaan diantara mereka dan bahwa mereka tetap harus menerima perbedaan itu.
Rasa empati yang timbul karena menyadari perbedaan, membuat mereka dapat berempati terhadap alasan perilaku yang melukainya. Empati ini diharapkan dapat membuat mereka mudah memahami dan memaafkan anggota keluarganya. Kasih yang dilakukannya kemudian akan membuat anggota keluarga yang lain semakin terbuka akan kasih Tuhan. Proses ini akan membuat mereka menjadi keluarga yang semakin tangguh.  


Galeri Foto

seminar_ Keluarga Tangguh
seminar_ Keluarga Tangguh
seminar_ Keluarga Tangguh
seminar_ Keluarga Tangguh
seminar_ Keluarga Tangguh
seminar_ Keluarga Tangguh
seminar_ Keluarga Tangguh
seminar_ Keluarga Tangguh
seminar_ Keluarga Tangguh
seminar_ Keluarga Tangguh
seminar_ Keluarga Tangguh
seminar_ Keluarga Tangguh
seminar_ Keluarga Tangguh
seminar_ Keluarga Tangguh
seminar_ Keluarga Tangguh
seminar_ Keluarga Tangguh
seminar_ Keluarga Tangguh
seminar_ Keluarga Tangguh
seminar_ Keluarga Tangguh
seminar_ Keluarga Tangguh
seminar_ Keluarga Tangguh
seminar_ Keluarga Tangguh