Inspirasi

 

FOKUS PASTORAL KELUARGA KEUSKUPAN BANDUNG TAHUN 2016 - 2018

Tema Pastoral Keluarga Keuskupan Bandung 2016-2018 adalah ''KELUARGA KATOLIK: SEHATI SEJIWA BERBAGI SUKACITA''. Dengan tema ini, Gereja Keuskupan Bandung hendak menegaskan komitmennya menghidupi kembali semnagat Gereja perdana dalam membangun persaudaraan sejati di dalam keluarga.

FOKUS PASTORAL KELUARGA KEUSKUPAN BANDUNG

TAHUN 2016 - 2018

''Keluarga Katolik: Sehati Sejiwa Berbagi Sukacita''


LATAR BELAKANG

KELUARGA adalah sebuah pokok refleksi mendalam Gereja Keuskupan Bandung dan merupakan sebuah proses luar biasa dalam sinode keuskupan Bandung pada Tahun 2015. Maka tepatlah bila Uskup Bandung, Mgr. Antonius Subianto, OSC, dalam perayaan Ekaristi penutupan Sinode mempromulgasikan bahwa Pastoral Keluarga menjadi Fokus Pastoral keuskupan Bandung pada Tahun 2016-2018. Maka tepat bila tema yang diusung dalam fokus pastoral 3 (tiga) tahun mendatang masih berkaitan erat dengan tema sinode lalu , yaitu Sehati Sejiwa Berbagi Sukacita. 

Dalam keluarga kita pertama-tama belajar bagaimana menjadi sehati dan sejiwa, menjadi bagian tak terpisahkan antar anggota keluarga. Dengan kata lain, di dalam keluarga pula kita belajar menjalin persaudaraan sejati dan menjadi pelayan satu sama lain (cfr. Kis 2:4-47; 4:32-37). Dengan semangat persaudaraan dan pelayanan ini maka keluarga menjadi Gereja kecil (Ecclesia domestica) yang senantiasa memancarkan sukacita.

Sebagai Gereja Kecil yang senantiasa memancarkan sukacita, keluarga Katolik dapat menimba inspirasi dari perikop Injil yang mengisahkan kunjungan Maria kepada Elisabet (Luk 1:39-56). ''Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang ada dalam rahimnya dan Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring:'Diberkatilah Engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.''' (ay.41-42).

Kisah perikop tersebut memperlihatkan bagaimana persaudaraan sejati sungguh dapat dirasakan, bukan saja antara Elisabet dan Maria, namun dapat juga dirasakan oleh bayi di dalam kandungan Elisabet yang melonjak kegirangan. Merasakan sukacita karena berjumpa sesama -- suatu pengalaman  personal yang kita alami, bahkan sebelum lahir pun -- dalam artian tertentu merupakan wujud asali dan simbol dari semua bentuk persaudaraan sejati. Kisah perikop tersebut juga hendak menunjukkan betapa sukacita senantiasa melahirkan kekudusan.

Menghayati nilai-nilai kekudusan perkawinan merupakan salah satu hasil sinode Keuskupan Bandung di bidang Pastoral Keluarga. Merujuk kembali pada perikop di atas, kekudusan dimlai sejak manusia berada di dalam rahim ibunya. Rahim adalah ''sekolah'' kekudusan yang pertama. Bahkan setelah kita terlahir ke dunia, dalam arti tertentu kita masih tetap berada dalam sebuah ''rahim'', yakni keluarga.


TEMA

Tema Pastoral Keluarga Keuskupan Bandung 2016-2018 adalah ''KELUARGA KATOLIK: SEHATI SEJIWA BERBAGI SUKACITA''. Dengan tema ini, Gereja Keuskupan Bandung hendak menegaskan komitmennya menghidupi kembali semnagat Gereja perdana dalam membangun persaudaraan sejati di dalam keluarga. Dalam semangat persaudaraan itu, diharapkan keluarga-keluarga mampu mewartakan dan berbagi sukacita Injil. Tema tersebut diwujudkan selama 3 tahun yang terbagi menjadi 3 sub tema, yakni :

Sub Tema 2016 : ''Keluarga menghadirkan belas kasih Allah''Sub Tema 2017 : ''Keluarga bersekutu dalam komunitas Basis Gerejani''Sub Tema 2018 : ''Keluarga Saling Berbagi: Peran Keluarga dalam Masyarakat''

 

TUJUAN

Tujuan utama dari Fokus Pastoral ini adalah mengimplementasikan Kebijakan Pastoral hasil Sinode Keuskupan Bandung 2015 :

Keluarga Katolik semakin menghayati kekudusan perkawinan dan keutuhan keluarga.Keluarga katolik semakin menyadari akan tugas dan panggilannya menjadi bagian dari Gereja Rumah Tangga (ecclesia Domestica). Keluarga Katolik semakin  menyadari tantangan konkret yang dialami dan dihadapi keluarga dewasa ini serta ikut terlibat ambil bagian dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat.  


Galeri Foto

Fokus Pastoral 2017