DKP

 

Doa Hari Rabu, 30 Agustus 2017

Hidup sesuai dengan kehendak Allah identik dengan hidup tulus dan jujur, apa adanya, di hadapan Tuhan dan sesama seperti yang direncanakan Tuhan saat menciptakan kita dan memanggil kita masuk ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.

Allah Bapa kami yang kudus kekudusan-Mu sungguh benar

dan dapat kami selami melalui Yesus yang menjadi Kristus, Sang Penebus.

Rencana Bapa akan keselamatan manusia

dengan mengembalikan manusia 

ke dalam rencana Bapa yang semula saat Bapa mencipta manusia:

membentuk dari tanah dan menghembuskan Roh.

Yesus, Anak Manusia yang melaksanakan proses penyelamatan ini, 

bukanlah satu alat yang dikendalikan Bapa dari jarak jauh,

yang melakukan semua kehendak Bapa

dengan sepenuhnya diatur Bapa.

Namun Yesus turun ke bumi dengan melepas kesetaraan dengan Allah.

Ia mengambil rupa sebagai hamba, melakukan semua tugas

dengan sadar sepenuhnya dengan niat sepenuhnya

dalam kehendak bebas yang dimikinya, 

tanpa unsur pemaksaan dari Bapa.

Yesus, Sang Putra yang menjadi anak manusia.

Ia bisa saja gagal menyelamatkan manusia

jika tidak melaksanakan kehendak Bapa

dengan dasar pilihan yang diambil-Nya

atas kehendak bebas sesuai kodrat.

Kini kami, menjadi anak-anak Bapa

kami juga diberi kehendak bebas untuk memilih dan melakukan

dan itu yang menjadi tanggung jawab kami

ketika kami kembali menghadap-Mu, Bapa.

Kami sangat rindu dapat bertindak seperti Yesus

yang dengan segala resiko memilih taat kepada kehendak Bapa.

Tetaplah mengusik batin kami 

ketika kami mulai lupa pada kerinduan itu, ya Bapa.

Di dalam nama-Mu

kami telah berdoa dan mengucap syukur.

Amin

[Oleh : Team Moderator Doa-Satu-Menit]

dengan penyesuaian


RH Mutiara Iman

Rabu, 30 Agustus 2017 dalam pekan ke-21

(by: Mgr. Petrus B. Timang, Pr)


Mutiara Iman:

''Hidup sesuai dengan kehendak Allah.'' [bdk. 1Tes. 2: 12]

 

BACAAN PERTAMA (1Tes. 2: 9-13)

Saudara-saudara, kamu tentu masih ingat akan usaha dan jerih lelah kami. Sementara kami bekerja siang malam, supaya jangan menjadi beban bagi siapapun juga di antara kamu, kami memberitakan Injil Allah kepada kamu. Kamu adalah saksi, demikian juga Allah, betapa saleh, adil dan tak bercacatnya kami berlaku di antara kamu, yang percaya. Kamu tahu, betapa kami, seperti bapa terhadap anak-anaknya, telah menasihati kamu dan menguatkan hatimu seorang demi seorang, dan meminta dengan sangat, supaya kamu hidup sesuai dengan kehendak Allah, yang memanggil kamu ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya. Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi -- dan memang sungguh-sungguh demikian -- sebagai firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 139: 7-8. 9-10. 11-12ab; R. 1a

Refr.  Tuhan, Engkau menyelami dan mengenal aku.

 

Mazmur:

+     Ke mana aku dapat pergi menjauhi Roh-Mu, ya Tuhan,

       ke mana aku dapat lari menyingkiri wajah-Mu?

       Kalaupun aku naik ke langit, Engkau ada di sana,

       kalaupun aku turun ke alam maut, di situ pun Engkau ada.

+     Kalaupun aku terbang jauh dari timur

       dan mendarat di ujung barat,

       di sana pun lengan-Mu menuntun daku,

       dan tangan-Mu memegang aku.

+     Maka sadarlah aku,

       bahkan dalam kegelapan Tuhan memperhatikan daku,

       dan di tengah malam aku bermandikan cahaya.

       Kegelapan pun tidak gelap bagi-Mu,

       sebab malam bercahaya bagi-Mu bagaikan siang.

 

BAIT PENGANTAR INJIL  (1Yoh. 2 : 5)

P       Alleluya...

U      Alleluya...

P      Sempurnalah cinta Allah dalam hati orang

        yang mendengarkan sabda Kristus.

U     Alleluya...

BACAAN INJIL (Mat. 23: 27-32)

Pada waktu itu Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, ''Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu sama seperti kuburan yang dilabur putih, yang sebelah luarnya memang bersih tampaknya, tetapi yang sebelah dalamnya penuh tulang belulang dan pelbagai jenis kotoran. Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan. Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu membangun makam nabi-nabi dan memperindah tugu orang-orang saleh dan berkata: Jika kami hidup di zaman nenek moyang kita, tentulah kami tidak ikut dengan mereka dalam pembunuhan nabi-nabi itu. Tetapi dengan demikian kamu bersaksi terhadap diri kamu sendiri, bahwa kamu adalah keturunan pembunuh nabi-nabi itu. Jadi, penuhilah juga takaran nenek moyangmu!''

 

MEDITATIO:

Zaman sekarang ini adalah zaman ''palsu''. Ada alamat palsu, gigi palsu, rambut palsu, dan banyak lagi. Palsu artinya mirip atau seperti; tetapi bukan aslinya. Kepalsuan menutupi atau menyembunyikan sesuatu yang lain. Demikianlah rambut palsu menutupi atau menggantikan yang asli yang dianggap kurang dari yang dikehendaki.

Mirip dengan kepalsuan adalah topeng. Orang memakai topeng untuk menyembunyikan atau menutupi wajah aslinya untuk maksud tertentu. Yesus dalam Injil mengecam ahli-ahli Taurat dan para Farisi yang memamerkan kepalsuan dalam hidupnya. Hidup mereka jauh dari keindahan yang mereka ajarkan kepada umat. Karena kemunafikan itulah mereka dikecam oleh Yesus dan divonis ''celaka'' oleh-Nya. Hidup mereka di sebelah luar nampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam penuh kemunafikan dan kedurjanaan. (Mat. 23 : 8)

Padahal sebagai pemimpin masyarakat dan agama, mereka seharusnya ''hidup sesuai dengan kehendak Allah'', sebagaimana dipesankan oleh Paulus kepada umat di Tesalonika (1Tes. 2: 12). Hidup sesuai dengan kehendak Allah identik dengan hidup tulus dan jujur, apa adanya, di hadapan Tuhan dan sesama seperti yang direncanakan Tuhan saat menciptakan kita dan memanggil kita masuk ke dalam Kerajaan dan kemuliaan-Nya.

CONTEMPLATIO:

Dalam kehidupan aku ''memandang'' Allah saat menciptakan diriku sebagai gambar-Nya. Sungguh indah dan memancarkan kemuliaan-Nya. Penuh daya dan kuasa. Kutelusuri perjalanan hidupku dari dulu sampai saat ini. Banyak penyimpangan. Wajah Allah dalam diriku jadi topeng-topeng yang tidak lagi diliputi cahaya gemilang kemuliaan Allah. Aku memalsukan wajah Allah dalam hidupku. Aku mohon ampun dan pemulihan atas segala dosa dan kepalsuan dalam hidupku.

ORATIO:

Tuhan, ampuni dosa-dosa dan kepalsuan hidupku. Biarlah aku hidup benar, jujur, tulus, dan sejati di hadapan sesama seperti di hadirat-Mu. Amin.

MISSIO:

Dalam setiap tindakan dan perkataan, akan kujauhkan kepalsuan dan kemunafikan.

ERH

BIJI MAHONI


''Jagalah supaya jangan ada seorang pun kehilangan anugerah Allah,

agar jangan tumbuh akar pahit yang menimbulkan kerusuhan

dan mencemarkan banyak orang.''

(Ibrani 12:15)

 

Baca: Efesus 4:17-32

Biji mahoni rasanya pahit, tetapi bisa untuk obat nyamuk. Cara membuatnya mudah. Biji mahoni dijemur, lalu digerus menjadi bubuk. Bubuk itu dibungkus kantong kain, dan dimasukkan ke bak air. Bak air pun akan terbebas dari jentik nyamuk. Saya mempraktikkannya, dan berhasil. 

Biji mahoni yang pahit ada gunanya. Namun, jika kita menyimpan kepahitan dalam hati, banyak masalah akan muncul. Firman Tuhan memerintahkan kita membuang segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian, fitnah, dan segala kejahatan (ay. 31). Kita pun hendaknya jangan menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar tidak tumbuh akar yang pahit dalam diri kita. 

Mengapa seseorang bisa mengalami kepahitan? Salah satu penyebabnya adalah tidak mau membereskan masalah. Contohnya, saya bertengkar dengan si A, tetapi tak kunjung membereskannya. Kami malah saling mendiamkan. Saya selalu menyikapi secara negatif segala tindakan dan perkataannya. 

Banyak tanaman pahit berguna karena bisa dijadikan obat, tetapi hati yang pahit menjadi racun yang mencelakakan diri sendiri dan orang lain. Untuk mengatasinya, kita harus menuruti firman Tuhan yang memerintahkan kita untuk ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra, dan saling mengampuni (ay. 32). Kita perlu belajar mengenal Kristus. Hati Kristus penuh dengan kasih, Dia tidak pernah menyimpan kepahitan, dan perkataan-Nya, sekalipun kadang-kadang keras, senantiasa membangun. Kiranya kita melakukan hal yang sama.

SALING MENGAMPUNI MEMBEBASKAN KITA 

DARI SEGALA BENTUK KEPAHITAN

Ditulis oleh Richard Tri Gunadi

Tuhan memberkati +


Galeri Foto

Berlutut di Hadapan Allah