DKP

 

Doa Hari Kamis, 31 Agustus 2017

Perkataan, tindakan, dan perilaku sehari-hari, meskipun kecil, bila dilakukan dengan tulus dan jujur, mendatangkan penghiburan bagi Allah dan bagi banyak orang. 

Allah Bapa kami yang suci dan adil

yang bersedia kami kenal melalui Yesus Kristus.

Terima kasih untuk keadilan-Mu yang tulus

adil tanpa memperdaya siapapun juga.

Kesucian-Mu, ya Bapa menjadi acuan yang diajarkan Yesus

agar arah hidup kami mendekati-Mu.

Dengan cara menjaga sikap hati kami

dalam setiap kegiatan kami setiap saat.

Kami mohon ampun ya Bapa ketika kami seringkali berprinsip

dengan berpegang bahwa Bapa adalah maha tahu,

jadi Bapa akan mengetahui dan memaklumi

apa pun yang terjadi dengan hidup kami.

Dan ketika kesalahan terjadi

kami lepaskan tanggung jawab kami kepada-Mu

dengan alasan Engkau mengijinkan hal itu terjadi.

Sungguh bodoh dan naif kami mengaitkan Kemahatahuan Bapa

dengan pilihan bebas kami.

ketika mengambil satu keputusan

dari sekian banyak pilihan yang tersedia.

Ampunilah kami, ya Bapa...

Berjalan bersama Yesus membuat kami semakin mengerti

dengan kedewasaan rohani yang meningkat

bahwa tanggung jawab yang kami pikullah

yang menjadikan Bapa berkenan ketika kami melakukan kehendak Bapa

dengan sadar sepenuhnya dan juga niat sepenuhnya.

Terima kasih Tuhan Yesus.

Mengikut-Mu dalam hidup ini adalah suatu anugrah bagi kami.

Di dalam nama-Mu

kami telah berdoa dan mengucap syukur.

Demi nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus

Amin.

[Oleh: Team Moderator Doa-Satu-Menit]


RH Mutiara Iman

Kamis, 31 Agustus 2017 dalam pekan ke-21

(by: Mgr. Nicolaus Adi Seputra, MSC)


Mutiara Iman:

''...dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu...'' [1Tes. 3: 7]

 

BACAAN PERTAMA (1Tes. 3: 7-13)

Saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu. Sekarang kami hidup kembali, asal saja kamu teguh berdiri di dalam Tuhan. Sebab ucapan syukur apakah yang dapat kami persembahkan kepada Allah atas segala sukacita, yang kami peroleh karena kamu, di hadapan Allah kita? Siang malam kami berdoa sungguh-sungguh, supaya kita bertemu muka dengan muka dan menambahkan apa yang masih kurang pada imanmu. Kiranya Dia, Allah dan Bapa kita, dan Yesus, Tuhan kita, membukakan kami jalan kepadamu. Dan kiranya Tuhan menjadikan kamu bertambah-tambah dan berkelimpahan dalam kasih seorang terhadap yang lain dan terhadap semua orang, sama seperti kami juga mengasihi kamu. Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.

 

MAZMUR TANGGAPAN : Mzm. 90: 3-4. 12-13. 14. 17; R. lh 17b

Refr.  Tuhan, berkatilah pekerjaan tangan kami.

Mazmur:

+     Tuhan, Engkau mengembalikan manusia kepada debu

       dengan bersabda, “Kembalilah, hai anak Adam!”

       Sebab bagi-Mu seribu tahun sama dengan hari kemarin,

       sama dengan satu giliran ronda malam.

+     Ajarlah kami menghitung-hitung hari hidup kami,

       supaya kami beroleh budi yang arif.

       Kembalilah kepada kami, ya Tuhan! Mengapa Engkau berlambat?

       Kasihanilah kami, para hamba-Mu!

+     Penuhilah kami dengan kasih setia-Mu waktu pagi,

       supaya kami bernyanyi gembira seumur hidup.

       Ya Tuhan, limpahkanlah kemurahan-Mu kepada kami

       dan teguhkanlah pekerjaan tangan kami.

 

BAIT PENGANTAR INJIL  (Mat. 24 : 42a. 44)

P      Alleluya...

U     Alleluya...

P     Berjaga-jagalah dan bersiap-siaplah,

       sebab kamu tidak tahu bilamana Putera Manusia datang.

U    Alleluya...

BACAAN INJIL (Mat. 24: 42-51)

Pada waktu itu Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, ''Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga''. ''Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi''.

MEDITATIO:

Hari itu, saya terlambat makan siang, karena ada kegiatan yang tidak bisa ditunda atau ditinggalkan. Sekitar jam 3 sore, saya baru makan siang, padahal biasanya kami makan jam 1 siang. Di meja makan telah disiapkan, ''lauk, sayur, dan buah di piring tersendiri'' karena mereka tahu bahwa saya terlambat makan bersama. Hati ini terhibur dan perasaan saya begitu gembira dan bangga kepada rekan-rekan sekomunitas yang ''tahu dan menghargai orang yang lebih tua'' dengan ''menyediakan dan menyendirikan makanan untuk saya.''

Tidak lama kemudian, seorang anak muda datang dan duduk di samping tempat duduk saya. Dia sudah makan, namun merelakan dirinya untuk menemani saya selama makan. Kehadiran dan penemanan itu sungguh-sungguh berarti. Tanpa kata, saya bisa merasakan apa yang dikatakan Paulus, ''Aku terhibur oleh kamu.''

CONTEMPLATIO:

Siapkan sebuah lagu. Bacalah kutipan 1Tes. 3 : 7 – 13 sekali lagi secara perlahan-lahan. Ulangi kata-kata, ''Aku terhibur oleh kamu''. Pandanglah dalam keheningan itu, wajah Allah yang begitu terhibur oleh Anda. Ada begitu banyak orang yang kagum dan bangga kepada Anda... Tutup contemplatio Anda dengan doa syukur. Nyanyikan sebuah lagu syukur.

ORATIO:

Bapa surgawi, aku baru menyadari bahwa perkataan, tindakan, dan perilaku sehari-hari, meskipun kecil, bila dilakukan dengan tulus dan jujur, mendatangkan penghiburan bagi-Mu dan bagi banyak orang. Kuatkanlah aku agar aku rela untuk melakukannya dengan setia, dan tanpa pamrih, meskipun aku harus seorang diri. Semoga aku juga mau mensyukuri setiap tindakan yang dilakukan orang lain kepadaku. Amin.

MISSIO:

Aku akan mengunjungi 3 keluarga hari ini, dan mendoakan mereka dengan doa 3x Salam Maria. Aku juga akan mendoakan semua sanak saudaraku agar mereka tetap terhibur oleh kehadiranku.

ERH

DOKSOLOGI

 

''Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah;

kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu ...

kiranya segala ujung bumi takut akan Dia!''

(Mazmur 67:4,8)


Baca: Mazmur 67

Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil, dan menuntun suku-suku bangsa di atas bumi. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu. Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita. Allah memberkati kita; kiranya segala ujung bumi takut akan Dia!

John Piper dalam buku Jadikan Sekalian Bangsa Bersukacita! menuliskan bahwa doa punya peran yang menakjubkan dalam tujuan Allah untuk menyatakan kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa. Doa itu bukan sekadar permohonan biasa, melainkan permohonan dengan perspektif yang lebih luas seperti yang digambarkan oleh pemazmur. 

Mazmur 67, misalnya, menekankan dua hal penting. Pertama, kekaguman pemazmur terhadap anugerah Tuhan melalui berkat keselamatan yang membuktikan jalan-jalan dan kemuliaan-Nya (ay. 2-4). Kedua, kerinduan pemazmur supaya nama-Nya dikenal di seluruh bumi sehingga bangsa-bangsa datang menyembah Tuhan dengan hormat (ay. 5-7). Berkat Tuhan mendorong si pemazmur memberitakan nama dan perbuatan Tuhan yang besar kepada bangsa-bangsa yang belum mengenal Dia. 

Mazmur ini dikenal sebagai mazmur misionaris (bdk. Kej. 12:2-3 dan Kis. 28:28) dan Doa Bapa Kami versi Perjanjian Lama. Mazmur ini biasanya dinyanyikan sebagai doksologi pada Hari Raya Pentakosta ketika umat merayakan panen buah sulung musim panas. Panen itu menjadi simbol panen rohani dari tiap suku bangsa bagi kemuliaan nama Tuhan (lih. Kis. 2:1-47). 

Kekaguman dan rasa syukur yang besar akan berkat Allah yang tidak bersyarat ini telah menggugah pemazmur untuk berdoa -- sebuah doa yang mengingatkan bahwa tujuan Tuhan memberkati adalah agar melaluinya kita menjadi berkat bagi orang lain. Kiranya kehidupan kita pun menjadi jawaban atas doa pemazmur ini.


DOA ADALAH SEBUAH PENJANGKAUAN: 

AGAR KITA DIPAKAI OLEH TUHAN UNTUK MEMBERKATI SESAMA

Ditulis oleh Nanik Woelandari

Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Berserah Kepada Allah