DKP

 

Doa Hari Senin, 4 September 2017

Meninggal dalam Yesus berarti menghadapi penderitaan dan kematian dengan pandangan dan sikap seperti Yesus: sabar dan rendah hati menghadapi duka derita, tidak membalas ketika dihina, diolok, ditampar, dan dipukul, dengan rela mengampuni semua yang bersalah, taat pada rencana Tuhan dan setia melaksanakan kehendak Tuhan, penuh penyerahan kepada kasih Tuhan.

Allah Bapa kami yang berkuasa atas segala ciptaan-Mu.

Alam semesta jagad raya belajar untuk mengenal-Mu, melalui Yesus,

membuat kami dapat mengerti bahwa dalam ke-Maha Kuasaan-Mu

ada yang Kau belum kehendaki untuk kami ketahui.

Kehendak-Mu, Bapa, kami yakini dengan pasti

yang membatasi-Mu untuk tidak bertindak semena-mena

mengangkat tinggi seseorang, hari ini,

dan menghempaskan serendah-rendahnya esok hari.

Ada tatanan yang sudah Kau tetapkan

suatu tatanan yang tidak akan pernah Kau langgar.

Kau adalah Allah Bapa yang nyata

bukan sosok yang fantasi serta mistis

yang harus selalu dimuliakan agar tidak membuat manusia

mengalami kesulitan dan kesusahan.

Karena Kau sudah Mulia. 

Kau Bapa yang penuh kasih Yang tidak perlu diberi upeti

dengan barang-barang duniawi agar mengasihani manusia

dengan membuat panen pertanian berhasil.

Kami sangat bersyukur ya Yesus saat ini kami bisa mengenal Bapa

sampai batas Bapa berkenan kami kenal.

Dan pengenalan itu akan terus bertumbuh melalui perjalanan waktu.

Mengenal Bapa, melalui Yesus 

sungguh merupakan keuntungan yang sangat besar bagi kami.

Semoga kami pun, lewat perbuatan kami sehari-hari

semakin layak dengan sebutan anak Bapa.

Kami serahkan perjalanan hidup kami

dalam minggu mendatang, hanya ke dalam Penyelenggaraan-Mu saja.

Semoga apa yang kami rencanakan dalam minggu mendatang,

sejauh itu sesuai dengan rencana-Mu bagi kami,

dapat berjalan dengan sebagaimana seharusnya.

Kami serahkan juga kepada-Mu

para saudara kami yang saat ini sedang menderita sakit berat

yang secara manusiawi sudah tak berpengharapan.

Semoga Engkau selalu menemani mereka,

terutama di saat-saat akhir hidupnya.

Hingga tanpa kekuatiran apa pun mereka berani menyerahkan hidupnya

hanya ke dalam tangan-Mu saja.

Di dalam nama-Mu,

kami telah berdoa dan mengucap syukur.

Amin

Oleh: Team Moderator Doa-Satu-Menit

dengan penyesuaian


RH Mutiara Iman

Senin, 4 September 2017 biasa keduapuluh dua

(by: Rm. Bernardus Boli Ujan, SVD)


Mutiara Iman:

''Kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia.'' [1Tes. 4: 14]

 

BACAAN PERTAMA (1Tes. 4: 13-17a)

Saudara-saudara, kami ingin agar kamu mengetahui nasib orang-orang yang sudah meninggal, supaya kamu jangan berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan. Karena jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita percaya juga bahwa mereka yang telah meninggal dalam Yesus akan dikumpulkan Allah bersama-sama dengan Dia. Ini kami katakan kepadamu dengan firman Tuhan: kita yang hidup, yang masih tinggal sampai kedatangan Tuhan, sekali-kali tidak akan mendahului mereka yang telah meninggal. Sebab pada waktu tanda diberi, yaitu pada waktu penghulu malaikat berseru dan sangkakala Allah berbunyi, maka Tuhan sendiri akan turun dari sorga dan mereka yang mati dalam Kristus akan lebih dahulu bangkit; sesudah itu, kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan tetap bersama-sama dengan Tuhan.

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 96: 1. 3. 4-5. 11-12. 13; R. 13a

Refr.   Tuhan akan menghakimi dunia dengan adil.

Mazmur:

+      Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan!

        Bernyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!

        Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa

        dan karya-Nya yang agung di antara segala suku.

+      Sebab Tuhan mahaagung dan sangat terpuji,

        Ia dahsyat melebihi segala dewata!

        Sebab dewa-dewa para bangsa sesungguhnya tidak ada.

+      Bersukalah langit, bergembiralah bumi!

        Bergemuruhlah lautan beserta isinya!

        Bersoraklah ladang dan segala tumbuhannya,

        bergembiralah segala pohon di hutan.

+      Bersukarialah di hadapan Tuhan, sebab Ia datang,

        Ia datang menghakimi dunia.

        Ia akan menghakimi dunia dengan adil

        dan para bangsa dengan tepat.

 

BAIT PENGANTAR INJIL  (Luk. 4: 18)

P      Alleluya...

U     Alleluya...

P      Roh Tuhan menyertai Aku.

        Aku diutus-Nya untuk mewartakan kabar gembira

        kepada kaum fakir miskin.

U      Alleluya...

 

BACAAN INJIL (Luk. 4: 16-30)

Sekali peristiwa datanglah Yesus di Nazaret, tempat Ia dibesarkan, dan menurut kebiasaan-Nya pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab nabi Yesaya dan setelah dibuka-Nya, Ia menemukan nas, di mana ada tertulis, ''Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang''. Kemudian Ia menutup kitab itu, memberikannya kembali kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Ia memulai mengajar mereka, kata-Nya, ''Pada hari ini genaplah nas ini sewaktu kamu mendengarnya''. Dan semua orang itu membenarkan Dia dan mereka heran akan kata-kata yang indah yang diucapkan-Nya, lalu kata mereka, ''Bukankah Ia ini anak Yusuf?'' Maka berkatalah Ia kepada mereka, ''Tentu kamu akan mengatakan pepatah ini kepada-Ku: Hai tabib, sembuhkanlah diri-Mu sendiri. Perbuatlah di sini juga, di tempat asal-Mu ini, segala yang kami dengar yang telah terjadi di Kapernaum!'' Dan kata-Nya lagi, ''Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya. Dan Aku berkata kepadamu, dan kata-Ku ini benar: Pada zaman Elia terdapat banyak perempuan janda di Israel ketika langit tertutup selama tiga tahun dan enam bulan dan ketika bahaya kelaparan yang hebat menimpa seluruh negeri. Tetapi Elia diutus bukan kepada salah seorang dari mereka, melainkan kepada seorang perempuan janda di Sarfat, di tanah Sidon. Dan pada zaman nabi Elisa banyak orang kusta di Israel dan tidak ada seorangpun dari mereka yang ditahirkan, selain dari pada Naaman, orang Siria itu''. Mendengar itu sangat marahlah semua orang yang di rumah ibadat itu. Mereka bangun, lalu menghalau Yesus ke luar kota dan membawa Dia ke tebing gunung, tempat kota itu terletak, untuk melemparkan Dia dari tebing itu. Tetapi Ia berjalan lewat dari tengah-tengah mereka, lalu pergi.

 

MEDITATIO:

Ada orarng yang tidak percaya bahwa orang yang telah meninggal mengalami satu dunia lain yang penuh dengan tanda-tanda kehidupan. Mereka menolak hidup sesudah kematian. Bagi mereka, kematian adalah akhir segala-galanya. Maka tujuan hidup mereka di bumi yang sementara ini adalah menikmati sebanyak mungkin kegembiraan, kebahagiaan jasmani duniawi yang akan hilang dengan sendirinya pada saat kematian. Mereka dapat menggunakan apa saja dengan cara apa saja, asal kebahagiaan duniawi yang sementara ini dapat dinikmati selama mungkin di atas bumi. Ada orang yang tidak berpandangan seperti itu, misalnya orang beriman yang percaya pada Yesus Kristus, namun dalam hidup nyata setiap hari tanpa sadar menunjukkan sikap amat memperhatikan hal-hal duniawi yang sementara lagi fana, dan kurang mengarahkan hatinya kepada hal-hal surgawi yang bersifat baka setelah kematian. Hari ini ada peringatan untuk menjalankan roda kehidupan ini sebagai orang yang sungguh percaya akan Yesus Kristus baik dalam perkataan maupun dalam perbuatan sehingga dapat melewati kematian dalam Yesus atau bersama dengan Yesus untuk mengalahkan dosa dan maut. Meninggal dalam Yesus berarti menghadapi penderitaan dan kematian dengan pandangan dan sikap seperti Yesus: sabar dan rendah hati menghadapi duka derita, tidak membalas ketika dihina, diolok, ditampar, dan dipukul, dengan rela mengampuni semua yang bersalah, taat pada rencana Tuhan dan setia melaksanakan kehendak Tuhan, penuh penyerahan kepada kasih Tuhan. Itulah ciri-ciri orang yang mati dalam Yesus.

CONTEMPLATIO:

Dalam keadaan tenang, arahkanlah hatimu kepada saat derita yang pernah dialami dan sadari hadirnya Tuhan di sampingmu. Rasakan daya kekuatan kasih yang berasal dari hati-Nya, tatapan mata-Nya, dan dari kehadiran-Nya.

ORATIO:

Tuhan, betapa agung dan meyakinkan kesaksian-Mu dalam menghadapi penderitaan dan kematian. Kuatkan aku Tuhan agar aku mampu menjalani deritaku seperti Engkau. Amin.

MISSIO:

Hari ini aku mau jadi lebih sabar dan rendah hati menghadapi derita agar dapat menjadi lebih siap menghadapi kematian.

ERH

BERKEMBANG MENJADI BESAR

 

''Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih,

tetapi apabila sudah tumbuh,

sesawi itu lebih besar daripada sayuran yang lain,

bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara

datang bersarang pada cabang-cabangnya.''

(Matius 13:32)

 

Baca: Matius 13:31-35

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: ''Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya. Memang biji itu yang paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh, sesawi itu lebih besar dari pada sayuran yang lain, bahkan menjadi pohon, sehingga burung-burung di udara datang bersarang pada cabang-cabangnya.'' Dan Ia menceriterakan perumpamaan ini juga kepada mereka: ''Hal Kerajaan Sorga itu seumpama ragi yang diambil seorang perempuan dan diadukkan ke dalam tepung terigu tiga sukat sampai khamir seluruhnya.'' Semuanya itu disampaikan Yesus kepada orang banyak dalam perumpamaan, dan tanpa perumpamaan suatupun tidak disampaikan-Nya kepada mereka, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi: ''Aku mau membuka mulut-Ku mengatakan perumpamaan, Aku mau mengucapkan hal yang tersembunyi sejak dunia dijadikan.''

Saat beribadah di gereja salah satu sahabat, saya senang mendapati jemaatnya bertambah. Selesai ibadah, sahabat saya bercerita jemaat bisa bertambah karena satu tindakan kecil yang dilakukannya, yaitu mengobrol dengan seorang bapak saat mereka makan di warteg. Dari obrolan itulah, terjalin hubungan. Bapak ini mau belajar Alkitab dan dibaptis. Setelah menjadi Kristen, keluarganya melihat ada banyak perubahan positif terjadi dalam hidupnya, dan mereka pun turut belajar Alkitab dan dimenangkan. Ada tujuh orang dari keluarganya yang dimenangkan. 

Kerajaan Allah itu seperti biji sesawi yang ditanam seorang petani di ladangnya. Biji ini adalah biji terkecil, namun biji sesawi bisa tumbuh menjadi semak-semak yang begitu besar, sehingga tampak seperti pohon. Kalau sesawi sudah tinggi, burung-burung mengira bahwa semak ini adalah pohon dan mereka bertengger di dahan-dahannya. Dari perumpamaan ini, Yesus mengajarkan kepada kita bahwa pekerjaan Allah mungkin kecil pada awalnya, tapi kelak dapat berkembang menjadi besar. 

Menyapa orang dengan ramah, menolong seseorang yang terjatuh di jalan, membawakan barang-barang seseorang yang kepayahan saat membawanya sendirian, atau menunjukkan arah jalan dengan benar adalah beberapa tindakan kecil namun dampaknya besar. Jangan pernah menganggap remeh tindakan sekecil apa pun yang mampu kita kerjakan. Seperti halnya biji sesawi, tindakan kecil itu, oleh kedaulatan Allah, dapat mendatangkan dampak yang besar bagi Kerajaan Allah.

PEKERJAAN ALLAH MUNGKIN KECIL PADA AWALNYA, 

TETAPI KELAK DAPAT BERKEMBANG BESAR

Ditulis oleh Richard Tri Gunadi

Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Bible and Lamp