DKP

 

Doa Hari Jumat, 8 September 2017

Belajar dari pesta kelahiran dan karya Santa Perawan Maria, kita pun diajak untuk melihat dan merenungkan makna kelahiran dan upaya kita dalam mengmbangkan diri sebagai pribadi yang telah dibaptis.

Allah Bapa kami yang kudus,

melalui Yesus kami diajar dan diajak

untuk menjaga kekuduskan hidup

dengan cara menjaga sikap hati

ketika melakukan tugas dan tangung jawab kami.

Kami mohon ampun ya Bapa

karena kami sering secara sembunyi

membungkus agenda pribadi

dengan kemasan melayani-Mu.

Ada yang jelas melanggar norma

namun tetap kami lakukan.

Ada pula yang sangat halus

sehingga tidak dirasakan siapapun

namun kami punya rencana

untuk mengangkat nama kami

muncul dan disebut

dan kami menjadi senang setelahnya.

Bapa yang baik,

ampuni kami, telah melukai-Mu

dengan memainkan peran yang licik.

Mencuri kemuliaan-Mu

dan menjadikan seolah milik kami.

Satu kewajaran bagi ukuran dunia

yang tidak melanggar norma moral,

namun tidak sesuai dengan kehendak Bapa.


Semakin hari, semakin dewasa kami ini

namun bukan untuk dijadikan alasan

untuk sombong dan bermegah diri

serta menunjukkan kepada orang lain

melalui cerita dengan kata-kata

bahwa kami sudah mencapai tingkat ini.

Terima kasih Tuhan Yesus

kami belajar dari Firman-Mu

untuk lemah lembut dan rendah hati.

Bersama Bunda Maria

yang kami rayakan kelahirannya pada hari ini,

kami ingin memperbaharui janji kami

untuk tetap setia kepada-Mu,

untuk tetap rendah hati dan patuh pada kehendak-Mu

seturut teladan bunda kami.

Di dalam nama-Mu, nama yang tunggal,

kami telah berdoa dan mengucap syukur.

Amin

   

By : Team Moderator DSM

dengan penyesuaian


RH Mutiara Iman

Jumat, 8 September 2017 dalam pekan ke-22

Pesta Kelahiran SP. Maria

(by: CB. Ismulyadi)

Mutiara Iman:

''Sesungguhnya anak dara itu akan mengandung ndan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel yang berarti: Allah menyertai kita''. [Mat. 1: 23]

Bacaan Jumat Biasa dalam Pekan ke-22

BACAAN PERTAMA (Kol. 1: 15-20)

Saudara-saudara, Kristuslah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu. Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia, dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

 

MAZMUR TANGGAPAN : Mazmur 99 (100) : 2. 3. 4. 5; R. 2c

Refr.   Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.

Mazmur:

+      Bersorak-soraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,

        berbaktilah kepada-Nya dengan gembira.

        Marilah, menghadap Tuhan dengan suka ria

        ketahuilah bahwa Tuhan itu Allah.

+      Dialah pencipta dan kita milik-Nya,

        kita umat-Nya, domba penggembalaan-Nya.

        Masukilah pintu gerbang-Nya dengan lagu syukur,

        pelataran-Nya dengan puji-pujian.

+      Bersyukurlah kepada-Nya, pujilah nama-Nya,

        sebab Tuhan itu baik.

        Cinta kasih-Nya tetap selama-lamanya,

        dan kesetiaan-Nya turun temurun.

 

BAIT PENGANTAR INJIL  (Yoh. 8 : 12)

P      Alleluya...

U     Alleluya...

P      Aku ini cahaya dunia, sabda Tuhan.

        Yang mengikuti Aku, hidup dalam cahaya.

U     Alleluya...

BACAAN INJIL (Luk. 5: 33-39)

Pada waktu itu, orang-orang Farisi berkata kepada Yesus, ''Murid-murid Yohanes sering berpuasa dan sembahyang, demikian juga murid-murid orang Farisi, tetapi murid-murid-Mu makan dan minum''. Jawab Yesus kepada mereka, ''Dapatkah sahabat mempelai laki-laki disuruh berpuasa, sedang mempelai itu bersama mereka? Tetapi akan datang waktunya, apabila mempelai itu diambil dari mereka, pada waktu itulah mereka akan berpuasa''. Ia mengatakan juga suatu perumpamaan kepada mereka, ''Tidak seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk menambalkannya pada baju yang tua. Jika demikian, yang baru itu juga akan koyak dan pada yang tua itu tidak akan cocok kain penambal yang dikoyakkan dari yang baru itu. Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian, anggur yang baru itu akan mengoyakkan kantong itu dan anggur itu akan terbuang dan kantong itupun hancur. Tetapi anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru pula. Dan tidak seorangpun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab ia akan berkata: Anggur yang tua itu baik''.

 

Kelahiran St. Perawan Maria (Pa)

Dulu dan kini, di mana saja dan di sini, setiap kelahiran membawa serta kegembiraan. Bagi Gereja, umat Allah, kelahiran Bunda Maria merupakan anugerah Allah, sebab merupakan langkah Tuhan yang semakin mendekati karya penyelamatan. Tuhan menggunakan iman dan kesediaan orang untuk melanjutkan karya penyelamatan-Nya. Secara istimewa Bunda Maria turut serta dalam karya itu. Dalam hal itu hendaknya kita meneladan dia.

BACAAN PERTAMA: a. Mi. 5: 2-5a

Beginilah firman Tuhan, ''Hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.  Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel. Maka ia akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya; mereka akan tinggal tetap, sebab sekarang ia menjadi besar sampai ke ujung bumi, dan dia menjadi damai sejahtera''.

BACAAN PERTAMA: b. Rm. 8: 28-30

Saudara-saudara, kita tahu bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 13 : 6ab. 6cd; R. Yes 61 : 10

Refr.  Aku bersukacita dalam Tuhan.

Mazmur:

+     Ya Tuhan, kepada kasih setia-Mu aku percaya,

       hatiku bersorak sorai karena penyelamatan-Mu.

+     Aku mau bernyanyi untuk Tuhan,

       karena Ia telah berbuat baik kepadaku.

 

BAIT PENGANTAR INJIL 

P      Alleluya

U     Alleluya

P     Berbahagialah engkau, Perawan Maria, dan sangat terpuji.

       Sebab daripadamu telah terbit Sang Surya Keadilan.

U     Alleluya

 

BACAAN INJIL (Mat. 1: 1-16. 18-23)

Inilah silsilah Yesus Kristus, anak Daud, anak Abraham. Abraham memperanakkan Ishak, Ishak memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yehuda dan saudara-saudaranya, Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar, Peres memperanakkan Hezron, Hezron memperanakkan Ram, Ram memperanakkan Aminadab, Aminadab memperanakkan Nahason, Nahason memperanakkan Salmon, Salmon memperanakkan Boas dari Rahab, Boas memperanakkan Obed dari Rut, Obed memperanakkan Isai, Isai memperanakkan raja Daud. Daud memperanakkan Salomo dari isteri Uria, Salomo memperanakkan Rehabeam, Rehabeam memperanakkan Abia, Abia memperanakkan Asa, Asa memperanakkan Yosafat, Yosafat memperanakkan Yoram, Yoram memperanakkan Uzia, Uzia memperanakkan Yotam, Yotam memperanakkan Ahas, Ahas memperanakkan Hizkia, Hizkia memperanakkan Manasye, Manasye memperanakkan Amon, Amon memperanakkan Yosia, Yosia memperanakkan Yekhonya dan saudara-saudaranya pada waktu pembuangan ke Babel. Sesudah pembuangan ke Babel, Yekhonya memperanakkan Sealtiel, Sealtiel memperanakkan Zerubabel, Zerubabel memperanakkan Abihud, Abihud memperanakkan Elyakim, Elyakim memperanakkan Azor, Azor memperanakkan Zadok, Zadok memperanakkan Akhim, Akhim memperanakkan Eliud, Eliud memperanakkan Eleazar, Eleazar memperanakkan Matan, Matan memperanakkan Yakub, Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: ''Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.'' Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: ''Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel'' -- yang berarti: Allah menyertai kita.

MEDITATIO:

Pesta kelahiran selalu mendapat tempat dan dirayakan dengan berbagai cara. Biasanya, pesta kelahiran digunakan untuk mengenang segala sesuatu yang telah dilakukan atau dikerjakan oleh pribadi yang merayakan.

Pada hari ini, Gereja Katolik memperingati kelahiran Santa Perawan Maria. Perayaan ini begitu penting mengingat peran serta Santa Perawan Maria, seorang perawan yang dipilih untuk melahirkan Yesus, Tuhan dan Juru Selamat. Atas dasar pilihan dan panggilan Allah tersebut, Santa Perawan Maria menggunakan rahmat itu dengan penuh syukur dan totalitas mendalam. ''Terjadilah padaku seturut kehendak-Mu.''

Belajar dari pesta kelahiran dan karya Santa Perawan Maria, kita pun diajak untuk melihat dan merenungkan makna kelahiran dan upaya kita dalam mengmbangkan diri sebagai pribadi yang telah dibaptis.

CONTEMPLATIO:

Masuklah dalam keheningan dan rasakan kutanya relasi yang telah engkau bangun bersama Allah Bapa, Allah Putera, dan Allah Roh Kudus. Syukur apa yang telah engkau alami sebagai pengalaman rohani yang meneguhkan diri.

ORATIO:

Ya Bunda Maria, aku bersyukur boleh meneladan hidup doa dan karyamu. Semoga aku semakin dapat mengisi dan memaknai rahmat panggilan dalam setiap profesi dan karyaku. Amin.

MISSIO:

Hari ini aku akan merenungkan dan menuliskan 5 pengalaman rohani yang meneguhkan imanku.

ERH

LIDAH YANG BIJAKSANA

 

''Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan,

tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan.''

(Amsal 15:2)

Baca: Amsal 15:1-33

Konon seorang perempuan kulit putih mengajak anaknya naik taksi yang dikemudikan pria kulit hitam. Anak itu baru pertama kali melihat orang kulit hitam sehingga ia ketakutan. ''Bu, apakah orang ini penjahat? Apakah yang dilakukannya sehingga kulitnya begitu hitam?'' Sopir terdiam sedih. Ibu itu menjelaskan, ''Bukan, Nak. Ia orang yang baik. Kamu ingat ketika kita bermain di kebun bunga? Ingat biji-biji bunga yang kita lihat itu? Banyak yang berwarna hitam, tetapi bunga yang memenuhi taman itu berwarna-warni!'' Anak itu mengangguk-angguk. Kini ia tersenyum, tidak takut lagi pada sopir taksi. 

Menurut Amsal, hati orang benar menimbang-nimbang jawabannya, tetapi mulut orang fasik mencurahkan hal-hal yang jahat (ay. 28). Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan (ay. 2), tetapi lidah curang melukai hati (ay. 4). Menyadari hal ini, pemazmur memiliki tekad, untuk menjaga diri, supaya jangan berdosa dengan lidahnya, hendak menahan mulutnya dengan kekang (Mzm. 39:2), dan memohon Tuhan untuk mengawasi mulut dan berjaga pada pintu bibirnya (Mzm. 141:3). 

Banyak orang menggunakan mulutnya untuk mengucapkan kata-kata yang melemahkan dan menghancurkan kehidupan orang lain. Setiap berbicara, dari mulutnya keluar silet, pisau, atau golok, yaitu perkataan yang menyayat, menyakiti, melukai dan memedihkan perasaan orang lain. Hendaklah kita menggunakan mulut secara bijak sehingga jawaban dan penjelasan kita dapat membangun, menguatkan orang lain, menenangkan dan menyejukkan suasana.

MULUT YANG DIKENDALIKAN TUHAN

PASTI MENGELUARKAN PERKATAAN

YANG MEMBERKATI ORANG LAIN

Ditulis oleh Lim Ivenina Natasya

Tuhan memberkati +


Galeri Foto

Santa Perawan Maria