DKP

 

Doa Hari Rabu, 13 September 2017

Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk menyadari bahwa Allah mencintai orang-orang miskin dan hina dina. Miskin bukan hanya berarrti tidak punya apa-apa, melainkan kemiskinan rohani yang menghantar manusia untuk berani bergantung sepenuhnya kepada Allah. 

Allah Bapa kami yang di Sorga Bapa yang Roh adanya.

Terima kasih karena kali ini, kami anak-anak-Mu

yang hidup di atas bumi ini dalam wujud tubuh jasmani, jiwa, dan roh

Kau beri kesempatan untuk bisa mengenal-Mu secara pribadi

di dalam Yesus, Sang Putra yang menjadi Kristus Penebus

sebagai Tuhan dan Juru Selamat kami.

Cara-Mu membuat kami mengenal-Mu

sungguh merupakan proses panjang 

yang kami lalui sepanjang hidup kami.

melalui semua peristiwa yang kami alami

ketika kami menjalankan bagian kami

tugas dan tanggung jawab kami.

Kami sangat bersyukur atas ajakan dan ajaran yang Tuhan Yesus berikan

yang membuat kami memiliki cara yang berbeda

dengan cara yang diberikan dunia ini

ketika memandang hidup di muka bumi.

Menempuh masa sekolah dengan sungguh-sungguh

bukan untuk mencari nilai baik tetapi untuk melatih kami

memiliki integritas dan tanggung jawab

sehingga ketika saatnya menjadi dewasa

integritas dan tanggung jawab menjadi gaya hidup yang sudah terbentuk.

Ketika memasuki masa kerja kami Kauajar untuk menghadapi tugas

dengan disiplin dan berdedikasi, tidak lari dan menghindar

dari beban dan kuk di pundak.

Yesus, Tuhan dan Juru selamat kami kami bersyukur untuk semua itu.

Di dalam nama-Mu

kami telah berdoa dan mengucap syukur.

Amin.

[Oleh: Team Moderator Doa-Satu-Menit ]


RH Mutiara Iman

Rabu, 13 September 2017 biasa keduapuluh tiga

Pw. St. Yohanes Krisostomus, UskPujG

(by: Rm. H. Sigit Pawanta, SVD)


Mutiara Iman:

''Berbahagialah kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah''. [Luk. 6: 20]

 

BACAAN PERTAMA (Kol. 3: 1-11)

Saudara-saudara, kamu telah dibangkitkan bersama dengan Kristus. Maka carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan. Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka). Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu.

 

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 145: 2-3. 10-11. 12-13ab; R. 9a

Refr.  Tuhan baik terhadap semua orang.

Mazmur:

+     Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau, ya Allah,

       dan memuji nama-Mu selama-lamanya.

       Agunglah Tuhan dan sangat terpuji,

       keagungan-Nya tak terselami.

+     Ya Tuhan, semoga segala karya-Mu bersyukur kepada-Mu,

       dan semua kekasih-Mu memuji Engkau.

       Semoga mereka mengumumkan kerajaan-Mu yang mulia,

       dan mewartakan keperkasaan-Mu.

+     Semoga mereka menyiarkan kejayaan-Mu kepada uamt manusia

       dan memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia.

       Kerajaan-Mu berlangsung selama-lamanya

       dan pemerintahan-Mu turun temurun.

 

BAIT PENGANTAR INJIL  (Luk. 6 : 23ab)

P      Alleluya...

U     Alleluya...

P      Bersukacitalah dan bergembiralah,

        karena besarlah upahmu dalam surga.

U     Alleluya...

BACAAN INJIL (Luk. 6: 20-26)

Yesus memandang murid-murid-Nya serta berkata, ''Berbahagialah, hai kamu yang miskin, karena kamulah yang empunya Kerajaan Allah. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini lapar, karena kamu akan dipuaskan. Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa. Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat. Bersukacitalah pada waktu itu dan bergembiralah, sebab sesungguhnya, upahmu besar di sorga; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan para nabi. Tetapi celakalah kamu, hai kamu yang kaya, karena dalam kekayaanmu kamu telah memperoleh penghiburanmu. Celakalah kamu, yang sekarang ini kenyang, karena kamu akan lapar. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. Celakalah kamu, jika semua orang memuji kamu; karena secara demikian juga nenek moyang mereka telah memperlakukan nabi-nabi palsu''.

 

St. Yohanes Krisostomus (Uskup dan Pujangga Gereja, 349-407, Pw)

Ada orang yang sulit menungkapkan isi hatinya, tak mampu menerangkan dengan jelas. Rupanya hal itu tidak dialami Yohanes Krisostomus. Dengan lancar dan jelas ia mengajar, maka mendapat julukan si 'Mulut Kencana'. Ia dilahirkan tahun 349 di Antiokia, belajar ilmu hukum dan retorik. Tahun 369 ia dibaptis. Tahun 374 ia mengasingkan diri dengan sekelompok Eremit di suatu gunung dekat Antiokia. Tahun 386 ia ditahbiskan imam dan berkat khotbah-khotbahnya ia segera terkenal. Tahun 397 ia menjadi Batrik Alexandria. Sejak itu hidupnya seperti seorang rahib: berkhotbah, menerangkan Kitab Suci, merawat orang miskin dan sakit. Ia juga menganjurkan penyambutan komuni dan penghormatan terhadap misteri-misteri ilahi. Tetapi ketika mengritik hidup mewah orang-orang kaya, maka ratu menuntut pemecatannya dan Yohanes dibuang ke Armenia. Ia masih dapat kembali, tetapi pada pembuangan kedua ke timur Laut Hitam, ia tewas dalam perjalanan dengan kata-kata, ''Terpujilah Allah di atas segala-galanya!''

 

BACAAN PERTAMA: Ef. 4: 1-7. 11-13

Saudara-saudara, aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.

 

MAZMUR TANGGAPAN – Mzm. 40: 2.4ab. 7-8a. 8b-8. 10; R.: 8a.9a

Refr.  Ya Tuhan,  lihatlah aku datang untuk melakukan kehendak-Mu.

Mazmur

+     Aku sangat menanti-nantikan Tuhan;

       lalu Ia menjengukku dan mendengar teriakku minta tolong.

       Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku

       untuk memuji Allah kita.

+     Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan,

       tetapi Engkau telah membuka telingaku.

       Kurban bakar dan kurban pepulih tidak Engkau tuntut,

       lalu aku berkata, ''Lihatlah Tuhan, aku datang!''

+     Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku:

       Aku senang melakukan kehendak-Mu, ya Allahku;

       Taurat-Mu ada di dalam dadaku.

+     Aku mengabarkan keadilan di tengah jemaat besar,

       bibirku tidak kutahan terkatup, Engkau tahu itu, ya Tuhan.

 

BAIT PENGANTAR INJIL 

P      Alleluya.

U     Alleluya.

P      Benih melambangkan sabda Allah dan penaburnya ialah Kristus.

       Semua orang yang menemukan Kristus akan hidup selamanya.

U      Alleluya.

BACAAN INJIL (Mrk. 4: 1-10. 13-20)

Pada suatu kali Yesus mulai pula mengajar di tepi danau. Maka datanglah orang banyak yang sangat besar jumlahnya mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke sebuah perahu yang sedang berlabuh lalu duduk di situ, sedangkan semua orang banyak itu di darat, di tepi danau itu. Dan Ia mengajarkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Dalam ajaran-Nya itu Ia berkata kepada mereka, ''Dengarlah! Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itupun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati, sehingga ia tidak berbuah. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, ia tumbuh dengan suburnya dan berbuah, hasilnya ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang seratus kali lipat.'' Dan kata-Nya: ''Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!'' Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikut-Nya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu. Lalu Ia berkata kepada mereka, ''Tidakkah kamu mengerti perumpamaan ini? Kalau demikian bagaimana kamu dapat memahami semua perumpamaan yang lain? Penabur itu menaburkan firman. Orang-orang yang di pinggir jalan, tempat firman itu ditaburkan, ialah mereka yang mendengar firman, lalu datanglah Iblis dan mengambil firman yang baru ditaburkan di dalam mereka. Demikian juga yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu, ialah orang-orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira, tetapi mereka tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila kemudian datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, mereka segera murtad. Dan yang lain ialah yang ditaburkan di tengah semak duri, itulah yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Dan akhirnya yang ditaburkan di tanah yang baik, ialah orang yang mendengar dan menyambut firman itu lalu berbuah, ada yang tiga puluh kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, dan ada yang seratus kali lipat''.

 

MEDITATIO:

Tahun 2016 PBB mengeluarkan peringkat pertama untuk Denmark sebagai Negara yang paling bahagia di dunia. Ada 6 faktor yang dipakai sebagai ukuran kebahagiaan yaitu pendapatan per kapita, dukungan sosial, hidup yang sehat, kebebasan sosial, kedermawanan, dan level korupsi. Menurut ukuran PBB atau dalam hemat saya ukuran dunia, maka seruan Yesus tentang berbahagialah yang miskin, tidaklah masuk dalam pemahaman yang dipakai untuk mengukur kebahagiaan di dunia ini.

Lukas pengarang Injil menulis Sabda Bahagia, sebagaimana yang disampaikan Yesus kepada masyarakat di Galilea. Dalam kata-kata Yesus, Sabda Bahagia tersebut merupakan panggilan dan harapan yang disampaikan kepada kaum yang terlupakan di dunia ini, dimulai dengan orang miskin yang ada di tengah masyarakat saat itu yang merupakan pewaris janji Allah kepada para Nabi. Dari Kidung maria, Injil menunjukkan belas kasihan Allah secara khusus kepada kaum miskin dan hina dina.

Bacaan Injil hari ini mengajak kita untuk menyadari bahwa Allah mencintai orang-orang miskin dan hina dina. Miskin bukan hanya berarrti tidak punya apa-apa, melainkan kemiskinan rohani yang menghantar manusia untuk berani bergantung sepenuhnya kepada Allah. Hina dina, adalah sikap merendah di hadapan Tuhan, merasa tidak bisa apa-apa tanpa Tuhan. Kita yang berani bersikap seperti ini akan diangkat dan dimuliakan oleh Allah, Kesombongan, arogansi, merasa mampu berjuang sendiri tanpa perlu Allah, itulah yang sering menjadi penghalang bagi kita untuk dekat dengan Allah.

CONTEMPLATIO:

Dalam hening, sadarilah dalam doamu halangan-halangan yang sering membuatmu jauh dari Allah. Rontokkanlah segala keangkuhan, kesombongan, dankayakinan bahwa tanpa Allah kamu mampu hidup dan berjuang sendirian. Bersimpuhlah dengan rendah hati di hadapan-Nya.

ORATIO:

Tuhan, ajarilah aku untuk bersikap miskin di hadapan-Mu. Amin.

MISSIO:

Hari ini aku akan berdoa doa, ''Mohon kerendahan hati''.

ERH

SALIB DAN KONSEKUENSI

 

''Lalu Yesus berkata kepada murid-murid- Nya,

'Jika seseorang mau mengikut Aku,

ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya

dan mengikut Aku.''

(Matius 16:24)


Baca: Matius 16:21-28

Seorang kenalan berkeluh-kesah tentang keluarganya. Mereka dulu kaya dan hidup senang. Sayangnya, mereka memperoleh harta dengan jalan yang menyimpang. Kemudian, mereka bangkrut. Tak ada lagi properti yang mereka miliki. Kendaraan dipakai dengan was-was karena cicilan tersendat dan takut disita. Hutang menumpuk, SPP anak menunggak, tetapi mereka sulit menghilangkan gaya hidup mewah. Suatu kali ia menghibur diri, ''Ini memang salib yang harus saya pikul.''

Istilah ''memikul salib'' pertama kali diperkenalkan Tuhan Yesus menjelang kematian-Nya. Dia memberitahukan banyaknya penderitaan yang bakal dialami-Nya. Yesus juga menyatakan bahwa orang-orang yang hendak mengikuti Dia harus memikul salibnya masing-masing. Salib itu mengacu pada penderitaan, penganiayaan, atau masalah yang mendera kita ketika melakukan kebaikan dan menjauhi kejahatan. 

Pertanyaannya, apakah semua penderitaan kita adalah salib yang harus kita pikul? Jika penderitaan itu adalah akibat kesalahan kita sendiri, tentu kita tidak berhak menyebutnya sebagai salib. Itu adalah konsekuensi. Apakah perbedaannya? Salah satunya dapat dilihat dari urutan peristiwanya. Jika kita bersenang-senang menikmati pelanggaran, tetapi kemudian mengalami kemalangan sebagai akibatnya, berarti kita sedang menanggung konsekuensi. Namun, saat kita bersedia menderita dan memikul salib karena taat kepada Allah, maka kita akan menikmati sukacita pada akhirnya.

MENANGGUNG KONSEKUENSI DOSA MENDATANGKAN KEMALANGAN; 

MEMIKUL SALIB KARENA TAAT MEMULIAKAN TUHAN

Ditulis oleh Angga Febriani

Tuhan memberkati+


Galeri Foto

St. Yohanes Krisostomus