DKP

 

Doa Hari Sabtu, 18 November 2017

Doa mungkin tidak serta merta memberikan hasli saat itu tetapi doa memberi kekuatan dan kesabaran serta keyakinan bahwa Allah akan menjawab seruan kita pada waktunya. Doa juga barangkali tidak segera menjawab apa harapan dan permintaan kita, tetapi doa memberi kekuatan untuk terus melangkah kendati tertatih.


Allah Bapa kami yang Agung
akhir pekan ketiga di bulan kesebelas ini
kami datang kepada-Mu dengan penuh syukur
untuk perkenanan-Mu kami mengenal-Mu
melalui Yesus, Putra-Mu yang kudus.

Bapa yang sangat baik, merenungkan Firman-Mu 
kami sangat bersuka ketika Rhema dibangkitkan
melalui perjumpaan dengan masalah nyata,
membuka pikiran dan hati kami.

Untuk itu kami mohon ampun ya Bapa
karena acapkali meleset dari kehendak-Mu.
Karena kami keliru menilai-Mu
yang dalam kedaulatan penuh-Mu
atas hidup kami di muka bumi.
Ketika kami sakit, kami sebut itu sebagai kehendak-Mu.
Ketika kami mengalami kecelakaan,
kami terima itu sebagai kehendak-Mu.
Ketika kami gagal dalam studi
kami nyatakan itu adalah kehendak-Mu.
Ketika kami berhenti bekerja
kami terima itu sebagai kehendak-Mu.

Bapa yang Baik melalui pengajaran Tuhan Yesus,
kami menyadari tentang kehendak bebas
yang Bapa berikan kepada kami
adalah sepenuhnya tanggung jawab kami.
Bahkan Kau tidak mencampurinya
karena Engkau, Bapa, selalu ikut tatanan hukum,
dan bukan Bapa yang semena-mena.
Kami bisa mengerti hal ini melalui rhema yang bangkit,
logos yang tercatat, menjadi hidup.
Ajakan-Mu, Tuhan Yesus, memampukan kami memahami ini,
juga mengajak kami semakin mengenal Bapa.
Di dalam nama-Mu, nama yang tunggal,
kami telah berdoa dan mengucap syukur.
Demi nama Bapa, Putra dan Roh Kudus
Amin.

By : Team Moderator DSM


RH Mutiara Iman
Sabtu dalam pekan ke-32
18 November 2017
(by: Rm. Yosafat Ivo Sinaga, OFMCap)

Mutiara Iman:
''...jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?'' [Luk. 18: 8b]

BACAAN PERTAMA [Keb. 18: 14-16. 19: 6-9]
Ketika segalanya diliputi kesunyian dan malam mencapai puncak peredarannya, turunlah sabda-Mu yang mahakuasa, ya Tuhan, dari surga, dari singgasana kerajaan. Ia laksana pejuang yang garang di tengah-tengah negeri yang celaka. Bagaikan pedang yang tajam ia membawa keputusan-Mu yang tak dapat dibatalkan. Sambil berdiri tegak ia memenuhi seluruh negeri dengan maut. Ia menjamah langit sambidl berdiri di bumi. Berkat perintah-Mu seluruh tata ciptaan diubah sama sekali, supaya anak- anak-Mu jangan sampai mendapat celaka. Maka nampaklah awan membayangi perkemahan, tanah kering muncul di tempat yang tadinya berair, laut Merah menjadi jalan yang dapat dilewati, dan lembah kehijau-hijauan timbul dari empasan ombak yang hebat. Di bawah lindungan tanga-Mu seluruh Bangsa Israel melewati tempat itu, seraya melihat perbagai tanda yang mentakjubkan. Mereka berjalan cepat seperti kuda di padang rumput. Merek amelonjak-lonjak bagaikan anak domba. Mereka memuji Engkau, ya Tuhan, yang telah menyelamatkan mereka.
 
MAZMUR TANGGAPAN [Mzm. 105: 2-3. 36-37. 42-43; R. 5a]
Refr.   Kenangkanlah perbuatan Allah yang megah.
 
Mazmur:
+      Bernyanyilah bagi Tuhan, bermazmurlah bagi-Nya,
        kisahkanlah segala mukjizat-Nya.
        Berbanggalah atas nama-Nya yang kudus,
        bergembiralah kamu semua yang mencari Tuhan!
+      Ia membunuh semua anak sulung Mesir,
        kesuma bangsa mereka.
        Lalu Tuhan menuntun umat-Nya ke luar
        berbekalkan emas dan perak,
        mereka berjalan, dan tak seorang pun jatuh tersandung.
+      Sebab Tuhan ingat akan perjanjian kudus,
        perjanjian-Nya dengan Abraham, hamba-Nya.
        Demikianlah Ia membimbing umat-Nya ke luar dengan gembira,
        menuntun para pilihan-Nya dengan sorak sorai.
 
BAIT PENGANTAR INJIL (2Tes. 2: 14)
P       Alleluya...
U      Alleluya...
P       Allah memanggil kita
         untuk memperoleh kemuliaan Tuhan kita Yesus Kristus.
U      Alleluya...
 
BACAAN INJIL [Luk. 18: 1-8]
Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Kata-Nya, ''Dalam sebuah kota ada seorang hakim yang tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun. Dan di kota itu ada seorang janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata: Belalah hakku terhadap lawanku. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi kemudian ia berkata dalam hatinya: Walaupun aku tidak takut akan Allah dan tidak menghormati seorangpun, namun karena janda ini menyusahkan aku, baiklah aku membenarkan dia, supaya jangan terus saja ia datang dan akhirnya menyerang aku''. Kata Tuhan, ''Camkanlah apa yang dikatakan hakim yang lalim itu! Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-ulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu: Ia akan segera membenarkan mereka. Akan tetapi, jika Anak Manusia itu datang, adakah Ia mendapati iman di bumi?''
 
Pemberkatan Basilik St. Petrus dan Paulus (Pm)
Orang sekali-kali menaburkan bunga pada makam anggota keluarga dan berdoa sejenak. Bukan untuk menghormati batu nisan, melainkan untuk menghidupkan kembali anggota keluarga itu dalam angan-angan. Sekarang di atas makam St. Petrus berdiri sebuah basilik. Dan di luar kota lama, di atas makam St. Paulus, berdiri pula sebuah basilik. Bagi kita bukanlah makam istana itu yang penting, melainkan kesaksian iman yang telah mereka berikan dengan mempertaruhkan nyawa. Liturgi harian yang dirayakan di situ merupakan kelanjutan amal baik yang telah mereka mulai.
 
BACAAN PERTAMA [Kis. 28: 11-26. 30-31]
Pada waktu itu kami, Paulus dan teman-teman, berangkat dari Pulau Malta naik sebuah kapal dari Aleksandria yang selama musim dingin berlabuh di pulau itu. Kapal itu memakai lambang Dioskuri. Kami singgah di Sirakusa dan tinggal di situ tiga hari lamanya. Dari situ kami menyusur pantai, lalu sampai ke Regium. Sehari kemudian bertiuplah angin selatan dan pada hari kedua sampailah kami di Putioli. Di situ kami berjumpa dengan anggota-anggota jemaat, dan atas undangan mereka kami tinggal tujuh hari bersama-sama mereka. Sesudah itu kami berangkat ke Roma. Saudara-saudara yang di sana telah mendengar tentang hal ihwal kami dan mereka datang menjumpai kami sampai ke Forum Apius dan Tres Taberne. Ketika Paulus melihat mereka, ia mengucap syukur kepada Allah lalu kuatlah hatinya. Setelah kami tiba di Roma, Paulus diperbolehkan tinggal dalam rumah sendiri bersama-sama seorang prajurit yang mengawalnya. Dan Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.
 
MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 98: 1. 2-3ab. 3c-4. 5-6; R. 2b
Refr.   Di hadapan para bangsa Tuhan telah menyatakan keselamatan.
 
Mazmur:
+      Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,
        sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib;
        keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya,
        oleh lengan-Nya yang kudus.
+      Tuhan telah memperkenalkan keselamatan
        yang datang daripada-Nya,
        Ia telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa.
        Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.
+      Segala ujung bumi telah melihat keselamatan
        yang datang dari Allah.
        Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,
        bergembiralah dan bermazmurlah!               
+      Bermazmurlah bagi Tuhan dengan kecapi,
        dengan kecapi dan lagu merdu;
        dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring,
        bersorak-sorailah di hadapan Raja, yakni Tuhan!
 
BAIT PENGANTAR INJIL  
P       Alleluya.            
U      Alleluya.
P       Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan.
         Kepada-Mu paduan para rasul bersyukur.
U      Alleluya.
 
BACAAN INJIL [Mat. 14: 22-33]
Sekali peristiwa setelah mengenyangkan himpunan orang banyak dengan roti, Yesus segera memerintahkan murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru, ''Itu hantu!'', lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka, ''Tenanglah! Aku ini, jangan takut!'' Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia, ''Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air''. Kata Yesus, ''Datanglah!'' Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak, ''Tuhan, tolonglah aku!'' Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata, ''Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?'' Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun redalah. Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya, ''Sesungguhnya Engkau Anak Allah''.
 
MEDITATIO:
Beriman dalam situasi sulit, berpengharapan dalam keadaan putus asa, berdoa saat derita melanda, menjadi tantangan dan perjuangan kita bersama. Pengalaman manusiawi memang kerap membawa kita kepada kehilangan asa daripada memupuk rasa optimis. Kadang kita sulit bangkit dari jurang derita itu. Kita barangkali sering mengikuti arus perasaan kita yang mengajak kita untuk bertanya, ''Allah, mengapa derita ini tidak bosan-bosa menghampiri diriku?'' Jawaban untuk pertanyaan yang demikian ialah DOA. Doa akan mengubah segalanya.
 
Doa mungkin tidak serta merta memberikan hasli saat itu tetapi doa memberi kekuatan dan kesabaran serta keyakinan bahwa Allah akan menjawab seruan kita pada waktunya. Doa juga barangkali tidak segera menjawab apa harapan dan permintaan kita, tetapi doa memberi kekuatan untuk terus melangkah kendati tertatih. Dan ketika langkah tertatih itu mampu melewati riak dan terjalnya hidup, maka kita tidak akan mengingat tetesan keringat dan air mata. Dan kita akan berseru, ''Rasa bahagiaku kini lebih besar dari rasa sakit ketika aku berjuang.'' Itulah buah yang kita nikmati di kemudian hari. Benar bahwa doa akan mengubah segalanya. Janda dalam Injil hari ini memberi suatu permenungan mendalam bahwa kita janganlah pernah berhenti meminta. Kalau hakim dalam Injil mengabulkan permohonannya karena alasan supaya tidak diganggu lagi, Tuhan Sang Hakim Agung mengabulkan doa kita karena Ia mengasihi kita. Ia adalah Bapa yang berbelaskasih.
 
CONTEMPLATIO:
Ambil waktu sejenak berteman dalam keheningan. Lambungkanlah doamu kepada Tuhan. Rasakanlah suasana teduh seolah Tuhan dekat denganmu dan berbisik, ''Anak-Ku, saya ada di sini mendengarkan setiap kata-kata yang keluar dari mulutmu.''

ORATIO:
Ya Yesusku, Engkaulah arah dan tujuan setiap doaku. Engkaulah yang senantiasa hadir saat aku bersimpuh di hadapan-Mu. Amin.

MISSIO:
Aku akan menjadikan doa sebagai kebutuhanku.
 
Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Berdoa