DKP

 

Doa Hari Senin, 11 Desember 2017

Kiranya Yesus pernah menyembuhkan kelumpuhan hidup kita. Dengan pengalaman disembuhkan hendaknya kita rela juga untuk menggotong mereka yang lumpuh agar mereka sampai kepada Yesus.


Bapa kami yang ada di Sorga,
Engkau yang kudus dan mulia.
Firman-Mu menegaskan kepada kami,
kepada yang karib dengan-Mu
Kau nyatakan kekudusan-Mu
dan di muka seluruh bangsa
Kau perlihatkan kemuliaan-Mu.
 
Bukan hanya dengan status sebagai anak-Mu
kami rindu berkeadaan benar-benar sebagai anak-Mu
dan memiliki hubungan karib dengan-Mu, Bapa
serta mengerti kekudusan-Mu
dan Kau juga inginkan kami seperti-Mu,
kudus seperti Bapa.
 
Bapa yang baik,
di hadapan-Mu, tidak ada yang tersembunyi.
Kami buka hati kami saat ini
agar kami bisa melihat hidup kami dengan jujur
bagaimana kami masih melirik
keindahan dunia ini, dalam berbagai bentuk.
Ada kalanya bahkan kami menginginkan
memiliki barang untuk menunjukkan siapa kami
padahal barang sejenis sudah kami punya.
Ada kalanya kami berlaku baik
kepada sesama manusia
dengan terselip bangga karena dikagumi.
Ada kalanya kami memperhatikan
kehidupan di sekitar kami, dan unjuk peduli
dan ada keinginan nama kami disebut.

Sungguh semua itu tampak halus dan santun
sangat kecil kemungkinan orang lain bisa tahu
tapi kami tahu dengan pasti hal itu
dan Kau juga tahu semuanya.
 
Hari ini kami sadari
semua itu tidak menyukakan hati-Mu, Bapa.
Mengikut-Mu, Tuhan Yesus
bukan hal mudah dan ringan
menjadi seperti-Mu, perlu perjuangan.
Maka sertai dan temanilah selalu
perjalangan dan perjuangan kami
untuk tetap setia dan semakin menyerupai-Mu.
Dalam namaMu kami teloah berdoa
dan mengucap syukur.
Amin
 
Oleh : Team Moderator Doa-Satu-Menit
dengan penyesuaian


RH Mutiara Iman
Senin dalam pekan Adven kedua
11 Desember 2017
(by: Rm. Sumantri Hp, Pr)
 
Mutiara Iman:
''Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan.'' [Luk. 5: 26]
 
BACAAN PERTAMA [Yes. 35: 1-10]
Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN, semarak Allah kita. Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati, ''Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!'' Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. Di situ akan ada jalan raya, yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ, dan orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh.
 
MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 85: 9ab. 10-14; R. Yes 35: 4d
Refr. Allah sendiri datang menyelamatkan kita.
 
Mazmur:
+    Aku mau mendengarkan firman Tuhan:
      Tuhan menjanjikan keselamatan kepada umat-Nya.
      Sungguh, keselamatan Tuhan dekat pada orang yang takwa,
      dan kemuliaan-Nya diam di negeri kita.
 
+    Kasih dan kesetiaan akan bertemu,
      keadilan dan keselamatan akan berpelukan.
      Kesetiaan akan tumbuh dari bumi,
      dan keadilan akan turun dari langit.
 
+    Tuhan akan mencurahkan hujan,
      dan tanah kita akan menghasilkan panenannya.
      Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya,
      dan keselamatan akan mengikuti jejak-Nya.
 
BAIT PENGANTAR INJIL
P     Alleluya...
U    Alleluya...
P     Inilah raja kita, Tuhan semesta alam,
       Ia datang membebaskan umat-Nya.
U    Alleluya...
 
BACAAN INJIL [Luk. 5: 17-26]
Pada suatu hari ketika Yesus mengajar, ada beberapa orang Farisi dan ahli Taurat duduk mendengarkan-Nya. Mereka datang dari semua desa di Galilea dan Yudea dan dari Yerusalem. Kuasa Tuhan menyertai Dia, sehingga Ia dapat menyembuhkan orang sakit. Lalu datanglah beberapa orang mengusung seorang lumpuh di atas tempat tidur; mereka berusaha membawa dia masuk dan meletakkannya di hadapan Yesus. Karena mereka tidak dapat membawanya masuk berhubung dengan banyaknya orang di situ, naiklah mereka ea tap rumah, lalu membongkar atap itu, dan menurunkan orang itu dengan tempat tidurnya ke tengah-tengah orang banyak tepat di depan Yesus. Ketika Yesus melihat iman mereka, berkatalah Ia, ''Hai saudara, dosamu sudah diampuni''. Tetapi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi berpikir dalam hatinya, ''Siapakah orang yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah sendiri?'' Akan tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka, lalu berkata kepada mereka, ''Apakah yang kamu pikirkan dalam hatimu? Manakah lebih mudah, mengatakan: Dosamu sudah diampuni, atau mengatakan: Bangunlah, dan berjalanlah? Tetapi supaya kamu tahu, bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa'' -- berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu --:''Kepadamu Kukatakan, bangunlah, angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumahmu!'' Dan seketika itu juga bangunlah ia, di depan mereka, lalu mengangkat tempat tidurnya dan pulang ke rumahnya sambil memuliakan Allah. Semua orang itu takjub, lalu memuliakan Allah, dan mereka sangat takut, katanya, ''Hari ini kami telah menyaksikan hal-hal yang sangat mengherankan''.
 
St. Damasus (Paus, 305-384, Pm)
Semua permulaan rupanya sulit. Gereja pun mengenal penyakit kanak-kanaknya. Damasus yang lahir tahun 305 dan menjadi paus pada tahun 366, tidak lama sesudah penganiayaan terhenti, mulai dengan bijaksana. Ia memilih pembantu-pembantu yang cakap. Dengan bantuan Hieronimus diusahakannya terjemahan baru Kitab Suci (Vulgata) yang menjadi dasar hidup pengikut Kristus. Dan sebagai ucapan syukur atas jasa para martir, maka batu-batu nisan mereka dibubuhi catatan-catatan.
 
BACAAN PERTAMA [Kis. 20: 17-18a. 28-32. 36]
Dalam perjalanan ke Yerusalem, Paulus mengutus seseorang dari Miletus ke Efesus dengan pesan supaya para penatua jemaat datang ke Miletus. Sesudah mereka datang, berkatalah Petrus kepada mereka, ''Jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar dan supaya mengikut mereka. Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata. Dan sekarang aku menyerahkan kamu kepada Tuhan dan kepada firman kasih karunia-Nya, yang berkuasa membangun kamu dan menganugerahkan kepada kamu bagian yang ditentukan bagi semua orang yang telah dikuduskan-Nya''. Sesudah mengucapkan kata-kata itu Paulus berlutut dan berdoa bersama-sama dengan mereka semua.
 
MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 110: 1-4; R. 4bc
Refr.   Engkaulah imam untuk selama-lamanya menurut Melkisedek.
Mazmur:
+      Beginilah firman Tuhan kepada tuanku, “Duduklah di sisi kanan-Ku,
        sampai musuh-musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu”.
 
+      Tongkat kuasamu akan diulurkan Tuhan dari Sion;
        berkuasalah Engkau di antara musuhmu.    
 
+      Engkau meraja di atas gunung yang suci sejak hari kelahiranmu,
        sejak dalam kandungan, sejak fajar masa mudamu.
 
+      Tuhan telah bersumpah dan tidak akan menyesal,
        ''Engkaulah imam untuk selama-lamanya menurut Melkisedek''.
 
BAIT PENGANTAR INJIL (Yoh. 15: 16)
P       Alleluya.            
U      Alleluya.
P       Bukan kalian yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kalian.
         Aku telah menetapkan kalian supaya pergi dan menghasilkan buah
        dan buahmu itu tetap.
U      Alleluya.
 
BACAAN INJIL [Yoh. 15: 9-17]
Pada perjamuan malam terakhir Yesus bersabda kepada para murid, ''Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain''.
 
MEDITATIO:
Injil hari ini berkisah tentang Tuhan Yesus yang luar biasa. Coba bayangkan, banyak sekali orang yang datang dari desa-desa Galilea, Yudea, dan Yerusalem, mendengarkan ajaran Tuhan. Ada orang lumpuh yang digotong untuk minta disembuhkan. Saking melimpahnya manusia, mereka tak bisa sampai di hadapan Yesus. Akhirnya mereka membongkar atap rumah dan menurunkan orang lumpuh itu beserta tempat tidurnya dengan memuliakan Allah.
 
Orang lumpuh bisa berjalan berkat usaha keras dan kerja-sama banyak orang yang membawanya di depan Yesus. Tanpa mereka, orang lumpuh tak bisa sampai pada Yesus dan berjalan. Karya penyembuhan Yesus masih tetap berlangsung sampai sekarang. Tidak seperti Pokari, yang penyembuhannya terhenti.
 
Kiranya Yesus pernah menyembuhkan kelumpuhan hidup kita. Dengan pengalaman disembuhkan hendaknya kita rela juga untuk menggotong mereka yang lumpuh agar mereka sampai kepada Yesus.
 
CONTEMPLATIO:
Dalam keheningan batinmu, lihatlah dirimu, imanmu. Sadarilah bahwa Anda sering mengalami kelumpuhan iman/rohani sehingga tak mampu datang kepada Yesus. Terasa jauh dengan Tuhan Yesus dan terasa tak mampu berjalan mendekati-Nya. Lalu teman-teman seperjalanan iman menggotongmu sampai kepada Yesus. Bersyukurlah atas semua itu, betapa berharganya sesama dalam hidupmu.
 
ORATIO:
Tuhan, berilah aku kesadaran bahwa aku membutuhkan doa dan kehadiran sesamaku untuk bersama-sama datang kepada-Mu. Amin.
 
MISSIO:
Aku akan berani minta doa dari kerabat bila aku merasakan kelumpuhan rohani dan sebaliknya mendoakan sesamaku terutama pada saat-saat mereka tak bisa berjalan mendekati Yesus.
 
ERH
BERLANDASKAN KUASA TUHAN
 
''Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu
dan mengajar engkau,
apa yang harus kaukatakan.''
(Keluaran 4:12)
 
Baca: Keluaran 4
Saya bukan siswa yang pandai ketika bersekolah. Bahkan saya pernah tidak naik kelas di SMA. Ditambah oleh fisik yang lemah, saya pun merasa sangat tidak percaya diri. Daya konsentrasi yang buruk dan takut salah membuat saya selalu tampak ragu dan tidak lancar berbicara. Namun secara perlahan namun pasti, saya semakin percaya diri. Hal itu diawali ketika saya merasa doa-doa saya untuk orang lain dijawab secara ajaib. Tuhan berkenan menyertai saya sekalipun saya penuh kelemahan.

Tidak percaya diri juga melanda diri Musa ketika dia dipanggil untuk memimpin Israel keluar dari Mesir. Tentu dia teringat akan pengalamannya sebagai orang yang ditolak teman-teman sebangsa yang dibelanya. Oleh pengalaman pahit itu, mungkin Musa menuduh dirinya sebagai orang yang gagal dan penakut. Apalagi saat itu pun, Musa bukan siapa-siapa. Pekerjaannya hanyalah gembala domba yang bahkan bukan miliknya sendiri, melainkan milik mertuanya. Berkata-kata menentang Firaun yang berkuasa dan dikelilingi oleh tentara yang hebat tentu membuat gentar. Namun TUHAN meneguhkan Musa dengan janji akan menyertai serta mengajarnya.

Setiap orang percaya dipanggil untuk melayani sesamanya. Namun ketidakpercayaan diri ada kalanya membuat kita menolak melayani. Dalam keadaan demikian, ada baiknya kita bercermin pada pengalaman Musa. Orang yang kita hadapi merasa terbantu dan terberkati bukan bergantung pada keterampilan hebat dan kefasihan kita berbicara. Sebaliknya, Tuhanlah yang empunya kuasa yang membuat kita berhasil.

KEBERHASILAN MELAYANI SESAMA
TERLETAK PADA KUASA PENYERTAAN DARI TUHAN
YANG MEMERCAYAKAN TUGAS ITU KEPADA KITA
 
Ditulis oleh Heman Elia
Tuhan memberkati +


Galeri Foto

Yesus Menyembuhkan Orang Lumpuh