DKP

 

Doa Hari Selasa, 12 Desember 2017

Jalan yang harus kita siapkan untuk Tuhan bukanlah jalan fisik. Jalan yang harus kita siapkan adalah jalan hidup, perilaku, sikap batiniah, dan sikap lahiriah kita. Hati yang berliku-liku, berbelit-belit, tidak jujur harus diluruskan.


Bapa kami yang sangat baik
kebaikan-Mu sangat nyata dan dapat kami rasakan
melalui pengalaman kami selama ini.
Sebelas bulan pada tahun 2017 ini
tidak satupun yang Kau ijinkan kami alami
tanpa maksud dan rencana-Mu mendidik kami.
Kesulitan yang pernah ada
dan kami alami,
hari ini kami bisa lihat ada kebaikan-Mu di sana.
Masalah pelik yang Kau hadirkan
hari ini kami lihat sebagai usaha pendisiplinan-Mu bagi kami
untuk mampu mengelola waktu kami
dengan bijaksana.
Ketika kami harus memutuskan satu pilihan
dalam waktu yang sangat terbatas
kemampuan itu ternyata sudah Kau bentuk
di dalam diri kami, dengan penyertaan-Mu selama ini.
 
Bapa, sungguh kami memahami
menjadi pengikut Put'ra-Mu
bukanlah hal yang menyenangkan secara dunia
juga bukan hal yang wajar dan mudah, dari mata dunia.
Layaknya yang dialami Tuhan Yesus
ketika mengajar murid-murid-Nya
selama tiga tahun lebih.
Tantangan bermunculan begitu banyak.
Mulai dari tokoh yang sangat berpengaruh
dan taat dalam hal keagamaan.
Bukan dari tokoh yang cacad secara moral,
ataupun tokoh yang tidak patuh hukum.
 
Pada bulan ini, bertepatan dengan peringatan
kelahiran Bayi kudus,
Kau beri kami waktu untuk merenung dalam
bahwa menjadi pengikut Yesus
tidaklah bisa setengah-setengah.
Kami bersyukur ya Tuhan Yesus
karena pengajaran-Mu ini,
membuat hati kami menjadi tetap teguh
dalam menghadapi aneka masalah
dalam kehidupan kami setiap hari.
 
Tetaplah temani kami
dalam menjalankan masa penantian ini, ya Tuhan.
Dalam setiap usaha kami
untuk meratakan jalan yang berlekuk liku itu
agar sungguh kami siap untuk menyambut-Mu.
 
Di dalam nama-Mu kami telah berdoa
dan mengucap syukur.
Amin
 
Oleh : Team Moderator Doa-Satu-Menit
dengan penyesuaian


RH Mutiara Iman
Selasa dalam pekan Adven kedua
12 Desember 2017
(by: Ernest Mariyanto)

Mutiara Iman:
''Persiapkanlah jalan untuk TUHAN, luruskanlah jalan raya bagi Allah kita!'' [Yes. 40: 3]

BACAAN PERTAMA [Yes. 40: 1-11]
''Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku'', demikian firman Allahmu, ''tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan TUHAN dua kali lipat karena segala dosanya''. Ada suara yang berseru-seru, ''Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan TUHAN akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya''. Ada suara yang berkata, ''Berserulah!'' Jawabku, ''Apakah yang harus kuserukan?'' ''Seluruh umat manusia adalah seperti rumput dan semua semaraknya seperti bunga di padang. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput. Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya. Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda, 'Lihat, itu Allahmu! Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya. Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati'''.
 
MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 96: 1-2a. 3.10ac. 11-13; R. Yes 40: 9-10
Refr.   Pandanglah Tuhan yang datang dengan kuasa.
 
Mazmur:
+      Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan!
        Bernyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!
        Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.
 
+      Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa
        dan karya-Nya yang agung di antara segala suku.
        Katakanlah di antara para bangsa, ''Tuhanlah raja!
        Ia menghakimi para bangsa dengan adil''.
 
+      Bersukalah langit, bergembiralah bumi!
        Bergemuruhlah lautan beserta isinya!
        Bersoraklah ladang dan segala tumbuhannya,
        bergembiralah segala pohon di hutan.
 
+      Bersukarialah di hadapan Tuhan, sebab Ia datang,
        Ia datang menghakimi dunia.
        Ia akan menghakimi dunia dengan adil
        dan para bangsa dengan tepat.
 
BAIT PENGANTAR INJIL
P      Alleluya...
U     Alleluya...
P      Hari Tuhan sudah dekat,
        Ia datang sebagai penyelamat.
U     Alleluya...
 
BACAAN INJIL [Mat. 18: 12-14]
Pada suatu hari Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, ''Bagaimana pendapatmu? Jika seorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di pegunungan dan pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya jika ia berhasil menemukannya, lebih besar kegembiraannya atas yang seekor itu dari pada atas yang kesembilan puluh sembilan ekor yang tidak sesat. Demikian juga Bapamu yang di sorga tidak menghendaki supaya seorangpun dari anak-anak ini hilang''.
 
St. Yosafat (Uskup dan Martir, 1580-1623, Pw)
Nama lain, liturgi asing, perbedaan politik, memberi kesan seakan-akan Gereja Eropa Timur itu suatu Gereja khusus. Yosafat, seorang rahib dari Vilna, yang lahir tahun 1580, selama hidupanya berusaha agar hubungan dengan Roma tetap dipertahankan dan dipererat. Biara-biara yang didirikannya menjadi tonggak penyangga kesatuan Timur dan Barat. Tahun 1618 ia menjadi uskup agung di Polotsk. Lawan-lawannya iri hati terhadap daya kerjanya dan keberhasilannya. Dalam perjalanan pastoral ke Vitebsk tahun 1623 ia dibunuh.
 
BACAAN PERTAMA [Ef. 4: 1-7. 11-13]
Saudara-saudara, aku menasihatkan kamu, aku, orang yang dipenjarakan karena Tuhan, supaya hidupmu sebagai orang-orang yang telah dipanggil berpadanan dengan panggilan itu. Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam hal saling membantu. Dan berusahalah memelihara kesatuan Roh oleh ikatan damai sejahtera: satu tubuh, dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan oleh semua dan di dalam semua. Tetapi kepada kita masing-masing telah dianugerahkan kasih karunia menurut ukuran pemberian Kristus. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus.
 
MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 1: 1-2. 3-4. 6; R/2a
Refr.   Kesukaannya ialah hukum Tuhan.
 
Mazmur:
+      Berbahagialah orang yang tidak berjalan
        menurut nasihat orang fasik,
        yang tidak berdiri di jalan orang berdosa,
        dan tidak duduk dalam kumpulan kaum pencemooh;
        tetapi yang kesukaannya ialah hukum Tuhan,
        dan siang malam merenungkannya.
 
+      Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air,
        yang menghasilkan buah pada musimnya,
        dan daunnya tak pernah layu;
        apa saja yang diperbuatnya berhasil.
 
+      Bukan demikianlah orang-orang fasik;
        mereka seperti sekam yang ditiup angin.
        Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar,
        tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
 
BAIT PENGANTAR INJIL  (Yoh. 15: 9B. 5B)
P      Alleluya.            
U      Alleluya.
P      Tinggallah dalam cinta kasih-Ku.
        Barangsiapa tinggal dalam Aku dan Aku dalam dia,
        akan menghasilkan banyak buah.
U     Alleluya.
 
BACAAN INJIL [Yoh. 17: 20-26]
Pada perjamuan malam terakhir, Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi para pengikut-Nya, ''Ya Bapa yang kudus, bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:  Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka''.
 
MEDITATIO:
Sudah dua minggu kampung Slordig yang selama ini kumuh terlehat bersih dan rapi. Jalan yang berlubang-lubang tampak mulus. Gundukan-gundukan kini sudah dipangkas; semua jalan menjadi rata. Pagar-pagar di pinggir jalan pun tampak rapi, semua dibenahi. Orang sekampung Slordig giat bergotong-royong menyulap wajah kampung yang kumuh menjadi serba bersih, rapi, bahkan indah. Semua itu karena instruksi camat untuk mempersiapkan kampung menyambut kedatangan walikota.
 
Hari ini kita mendengar instruksi yang senada: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi Allah kita! Setiap lembah harus ditutup, dan setiap gunung dan bukit diratakan; tanah yang berbukit-bukit harus menjadi tanah yang rata, dan tanah yang berlekuk-lekuk menjadi dataran; maka kemuliaan Tuhan akan dinyatakan dan seluruh umat akan melihatnya bersama-sama.
 
Jalan yang harus kita siapkan untuk Tuhan bukanlah jalan fisik, bukan seperti jalan-jalan di kampung Slordig. Jalan yang harus kita siapkan adalah jalan hidup, perilaku, sikap batiniah, dan sikap lahiriah kita. Hati yang berliku-liku, berbelit-belit, tidak jujur harus diluruskan. Sikap sombong harus kita pangkas. Kelemahan dan kekurangan harus kita timbun dengan kebaikan. Sikap pelit harus kita buang, kita ganti dengan sikap murah hati. Hati yang pemarah harus diubah menjadi hati yang penyabar. Dan lain-lain. Dengan demikian, seperti dinubuatkan Yesaya, kita akan menyaksikan kemuliaan Tuhan yang menjadi nyata di tengah-tengah kita.

CONTEMPLATIO:
Duduklah dengan tenang. Pejamkan mata… Bayangkan Nabi Yesaya yang berseru kepada bangsanya: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan raya bagi Allah kita! Bayangkan juga masyarakat kampung Slordig yang sedang bekerja bakti merapikan kampung. Lalu masuklah ke dalam hati Anda: apakah masih ada sikap Anda yang sombong, pelit, tidak jujur, dan lain-lain...

ORATIO:
Tuhan, bantulah aku mempersiapkan jalan lurus untuk menyambut kedatangan-Mu. Amin.

MISSIO:

Hari ini aku akan bersikap murah hati.
 
ERH
JANGAN DI BAWAH STANDAR

''Siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil,
berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.''
(Matius 5:41)

Baca: Matius 5:38-42
Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.
 
Ketika mesin cuci rusak, saya memanggil seorang mekanik. Setelah mesin dibongkar, ternyata ada beberapa onderdil di bagian timer mesin cuci itu yang terlepas. Tidak mudah untuk memasangnya kembali, sekalipun hanya lima items. Dibutuhkan lebih dari 30 menit sebelum semuanya terpasang dengan baik. Sambil memperbaiki timer, mekanik itu bercerita, ''Kebanyakan menyarankan langsung diganti, karena nggak mau repot mengutak-atik.'' Saya salut dengan orang ini karena tetap mau mengerjakan bagian yang rumit supaya pemakai jasanya puas.

Melalui peristiwa tersebut, saya lebih memahami ajaran Yesus ketika Ia berkata, ''Dan siapa pun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil'' (ay. 41). Mungkin ajaran-Nya terdengar agak aneh dan sukar dilakukan, seperti nasihat lain ketika pipi kita ditampar, baju kita diingini oleh orang lain, atau ketika ada yang meminta dan meminjam barang kita. Yesus ingin umat-Nya menjalani hidup dengan standar yang tinggi, karena kita adalah anak-anak Allah. Ya, orang-orang yang mengenal Allah dan menghidupi kebenaran-Nya, diharapkan dapat menaikkan standar hidup mereka supaya menjadi kesaksian bagi banyak orang.

Saat ini, banyak orang menyukai segala sesuatu yang instan, menolak untuk melayani, atau memanfaatkan orang lain demi keuntungan pribadi. Ingatlah bahwa segala sesuatu yang dilakukan di bawah standar, cepat atau lambat akan berdampak buruk. Jangan sampai kita nekat melakukannya, karena kelak kita akan menyesali akibatnya.

STANDAR KEHIDUPAN YANG BERLANDASKAN
KEBENARAN FIRMAN TUHAN SELALU DAPAT DIANDALKAN
 
Ditulis oleh Go Hok Jin
Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Menyelamatkan Domba Yang Hilang