DKP

 

Doa Hari Rabu, 13 Desember 2017

Firman Tuhan hari ini dengan sangat jelas mengundang kita untuk datang kepada Yesus. Ia tahu kebutuhan kita para murid-Nya. Yesus mengerti apa yang perlu untuk kita. Karena itu Yesus dengan penuh keterbukaan mengundang kita para murid-Nya untuk datang kepada-Nya.


Bapa kami yang sangat baik,
terima kasih
karena Engkau telah mengajar kami melalui Yesus, Sang Putra,
yang melepas kesetaraan dengan Allah
dan mengambil rupa manusia.
Ia menjadi hamba, datang untuk melayani.
Itulah bagian dari Bapa yang kami diijinkan untuk mengerti,
bagian dari Bapa yang kami diijinkan untuk mengikuti
dimulai dengan memiliki status dan atribut sebagai anak-anak-Mu.
Keadaan kami kemudian berkembang
menjadi anak-anak Bapa yang serupa dengan-Mu.
Sudah seharusnya kami demikian
dan kami akui, kami hanya baru memulainya,
mengarah kepada keadaan itu
serupa dengan Bapa, tidak layak kami banggakan
apalagi kami sombongkan.
 
Suasana di bulan Desember ini
begitu kental dengan perayaan kelahiran Sang Putra
yang bagi kami semasa anak-anak
lebih mendekati suasana pesta meriah
dengan begitu banyak usaha dalam mempersiapkannya
melibatkan umat di Gereja untuk terlibat
dalam susunan acara beratmosfir pesta.
 
Kami sangat bersyukur untuk suasana itu
yang Kau ijinkan pernah kami alami.
Terlebih lagi kami sangat bersyukur
untuk pengertian yang Kau berikan, Tuhan
dengan rhema yang tercipta
menjelma dari Logos, Firman yang tertulis
menjadi Firman yang hidup dan mengisi hidup kami
menjadikan kami bisa menangkap keinginan Bapa,
bisa melakukan kehendak Bapa.
 
Dan makna Natal di tahun ini
bukanlah hanya sekedar pesta meriah
yang akan pudar terlupakan
setelah bulan ini berlalu,
namun seperti kelahiran-Mu
semoga Natal memberikan warna kasih dan pengaruh
kepada semua umat manusia
sampai manusia terakhir nanti
dalam makna keselamatan rancangan Bapa
 
Berkati dan dampingilah selalu mereka yang sedang sakit
atau sedang bergumul dalam segala permasalahannya.
Semoga mereka tetap berpatu erat pada-Mu
sehingga apa pun yang menimpa mereka,
tak akan memisahkan mereka dari pada-Mu.
Di dalam nama-Mu kami telah berdoa
dan mengucap syukur.
Amin.
 
Oleh: Team Moderator Doa-Satu-Menit
dengan penyesuaian

RH Mutiara Iman
Rabu 13 Desember 2017 dalam pekan Adven kedua
Pw. St. Lusia, PrwMrt
(by: Rm. H. Sigit Pawanta, SVD)

Mutiara Iman:
''Marilah kepadaku kalian yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.'' (Mat. 11: 28)

BACAAN PERTAMA [Yes. 40: 25-31]
Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus. Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satupun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat. Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel, ''Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?'' Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
 
MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 103: 1-2. 3-4. 8. 10; R: 1a
Refr.   Pujilah Tuhan, hai hatiku!
 
Mazmur:
+      Pujilah Tuhan, hai hatiku!
        Pujilah nama-Nya yang kudus, hai seluruh batinku!
        Pujilah Tuhan, hai hatiku!
        Janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya!
 
+      Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu
        dan menyembuhkan segala penyakitmu.
        Dialah yang meluputkan hidupmu dari kematian
        dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat.
 
+      Tuhan itu pengasih dan penyayang,
        lambat akan marah dan penuh kasih setia.
        Ia tidak memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita,
        dan tidak membalas sepadan kesalahan kita.
 
BAIT PENGANTAR INJIL
P      Alleluya...
U     Alleluya...
P      Tuhan akan datang untuk menyelamatkan umat-Nya;
        berbahagialah orang yang menyongsong Dia.
U     Alleluya...
 
BACAAN INJIL [Mat. 11: 28-30]
Pada waktu itu Yesus bersabda, ''Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Ku pun ringan''.
 
St. Lusia (Perawan dan Martir, + 306, Pw)
Di dalam gelap gulita orang mengharapakan cahaya. Di dalam masa yang serba sulit orang-orang tabah bagi kebanyakan orang menjadi cahaya dan harapan. Dalam penganiayaan kejam di Sisilia tingkah laku Lusia seorang gadis yang baru bertobat, menjadi pegangan banyak orang seiman. 'Cahaya' arti namanya. Cahaya iman dipancarkannya kendati sakit, menderita sampai meninggalnya. Teladannya amat mengesan di seluruh Gereja mUda. Di Skandinavia sampai sekarang orang setiap tahun merayakannya dengan pesta cahaya.
 
BACAAN PERTAMA [2Kor. 10: 17-11: 2
Saudara-saudara, barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan. Sebab bukan orang yang memuji diri yang akan tahan uji, melainkan orang yang dipuji oleh Tuhan. Alangkah baiknya, jika kalian sabar terhadap kebodohanku yang kecil ini. Memang kalian sabar terhadap aku! Sebab aku cemburu kepada kalian dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kalian kepada satu pria untuk membawa kalian sebagai perawan suci kepada Kristus.
 
MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 31: 3cd-4. 6. 9ab. 16 bc. 17; R./6a
Refr.  Ke dalam tangan-Mu, Tuhan, kuserahkan nyawaku.
 
+     Jadilah bagiku gunung batu tempat berlindung,
       dan kubu pertahanan untuk menyelamatkan daku!
       Sebab Engkaulah bukit batu dan pertahananku;
       oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.
 
+     Ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku;
       sudilah membebaskan daku, ya Tuhan, Allah yang setia.
       Aku akan bersorak-sorai dan bersukacita karena kasih setia-Mu,
       sebab Engkau telah menilik sengsaraku.
 
+     Lepaskanlah aku dari tangan musuh-musuhku
       dan bebaskanlah dari orang-orang yang mengejarku!
       Buatlah wajah-Mu bercahaya atas hamba-hamba-Mu,
       selamatkanlah aku oleh kasih setia-Mu!
 
BAIT PENGANTAR INJIL (lh. Mat. 25: 10)
P      Alleluya.            
U     Alleluya.
P      Mari, ikutlah Aku, sabda Tuhan,
        dan kalian akan Kujadikan penjala manusia.
U     Alleluya.
 
BACAAN INJIL [Mat. 25: 1-13]
Sekali peristiwa Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada para murid, ''Kerajaan surga itu seumpama sepuluh gadis, yang mengambil pelitanya dan pergi menyongsong mempelai laki-laki. Lima di antaranya bodoh dan lima bijaksana. Gadis-gadis yang bodoh itu membawa pelitanya, tetapi tidak membawa minyak, sedangkan gadis-gadis yang bijaksana itu membawa pelitanya dan juga minyak dalam buli-buli mereka. Tetapi karena mempelai itu lama tidak datang-datang juga, mengantuklah mereka semua lalu tertidur. Waktu tengah malam terdengarlah suara orang berseru: Mempelai datang! Songsonglah dia! Gadis-gadis itupun bangun semuanya lalu membereskan pelita mereka. Gadis-gadis yang bodoh berkata kepada gadis-gadis yang bijaksana: Berikanlah kami sedikit dari minyakmu itu, sebab pelita kami hampir padam. Tetapi jawab gadis-gadis yang bijaksana itu: Tidak, nanti tidak cukup untuk kami dan untuk kamu. Lebih baik kamu pergi kepada penjual minyak dan beli di situ. Akan tetapi, waktu mereka sedang pergi untuk membelinya, datanglah mempelai itu dan mereka yang telah siap sedia masuk bersama-sama dengan dia ke ruang perjamuan kawin, lalu pintu ditutup. Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu! Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu. Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya''.
 
MEDITATIO:
Retret adalah salah satu sarana umat Kristiani untuk beristirahat bersama Tuhan. Dua tiga hari di tempat retret seringkali membawa kesegaran baru untuk para peserta. Dalam retret saya sering menemukan banyak peserta yang sungguh-sungguh lelah dan berbeban kehidupan. Cukup banyak dari kita yang harus memikul beban berat kehidupan. Masalah sepertinya tidak pernah selesai. Setiap dari kita rasanya tidak ada yang sungguh bebas dari beban kehidupan. Yang single punya masalah karena single. Yang menikah punya masalah karena menikah. Yang kerja bosan karena kerja dan yang tidak kerja bosan karena menunggu mendapat pekerjaan. Saat beban terasa berat, datang kepada Tuhan di dalam retret, seringkali meringankan beban bagi banyak orang.
 
Firman Tuhan hari ini dengan sangat jelas mengundang kita untuk datang kepada Yesus. Ia tahu kebutuhan kita para murid-Nya. Yesus mengerti apa yang perlu untuk kita. Karena itu Yesus dengan penuh keterbukaan mengundang kita para murid-Nya untuk datang kepada-Nya. Apakah kita menjawab undangan Tuhan?
 
Injil Matius yang kita dengarkan hari ini mengundang kita untuk bersimpuh di hadirat Tuhan, membawa persoalan dan beban kehidupan kita masing-masing. Kepada yang berbeban berat, Yesus mengundang agar kita datang. Namun apakah kita datang ke Yesus? Sering kita merasa tidak yakin. Ketika kita dibebani oleh aneka macam persoalan, banyak dari kita tidak lari kepada Tuhan, yang tidak nampak. Kita ingin lari kepada yang kelihatan mata kita, yang kita harapkan dapat memberi solusi. Kita datang ke orang pintar. Beranikah kita datang kepada Yesus?
 
CONTEMPLATIO:
Dalam keheningan batin, datanglah dan bersimpuhlah di hadirat Tuhan. Persembahkan beban-beban kehidupan yang menghimpit Anda. Serahkanlah kepada Yesus pergumulan hidup Anda. Kemudian ulangilah seruan ini, “Tuhan, kasihanilah aku! Tuhan kuatkanlah aku!”

ORATIO:
Tuhan, Engkaulah kekuatan dan benteng hidupku. Amin.

MISSIO:
Hari ini aku akan pergi ke gereja untuk berdoa memohon kekuatan dari Tuhan.
 
ERH
BIAR BERSIH
 
''Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?
Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.''
(Mazmur 119:9)

Baca: Mazmur 119:1-16
Suami saya minum kopi setiap pagi. Ia selalu mengucurkan air bersih dari keran ke gelas bekas kopi yang berisi sisa bubuk kopi di dalamnya. Air keran memenuhi dan selanjutnya meluber keluar dari gelas. Lama-kelamaan sisa bubuk kopi ikut keluar dari gelas dan gelas menjadi bersih.

Pemazmur menyatakan, rahasia untuk mempertahankan kelakuan bersih adalah dengan menjaganya sesuai dengan firman Tuhan. Dalam hati, ia menyimpan janji Tuhan, agar ia jangan berdosa (ay. 9, 11).

Dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus menyatakan, kita memang sudah bersih karena firman yang telah Tuhan katakan kepada kita (Yoh. 15:3). Firman Tuhan adalah kebenaran yang menguduskan (Yoh. 17:17). Rasul Paulus menjelaskan, segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran (2Tim. 3:16). Betapa bernilainya firman Allah sebagai pembersih di dalam hati dan pikiran kita.

Kita perlu mendisiplinkan diri untuk membaca Alkitab secara rutin setiap hari. Firman Tuhan yang terus-menerus kita baca dan kita dengar ibarat air mengalir yang akan terus-menerus mengisi hati dan pikiran kita sehingga membersihkan dan mengeluarkan kotoran dosa dari dalam kehidupan kita. Firman Tuhan bukan hanya dapat menjaga kelakuan kita tetap bersih, melainkan juga bekerja mengubah karakter kita menjadi semakin serupa dengan karakter Kristus.

MEMBACA DAN MENDENGARKAN FIRMAN TUHAN SECARA RUTIN
MENJAGA HATI, PIKIRAN, DAN HIDUP KITA TETAP BERSIH
 
Ditulis oleh Lim Ivenina Natasya
Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Bersama Yesus