DKP

 

Doa Hari Kamis, 14 Desember 2017

Yesus memberi kesaksian tentang Yohanes bahwa di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes.

 

Bapa kami yang panjang sabar
yang mengijinkan kami mengalami
belasan bahkan puluhan kali
perayaan hari kelahiran Sang Putra
sebagai Juruselamat dunia
yang akan membawa semua manusia
kembali ke rencana dan rancangan semula.
Tidak ada manusia yang dikecualikan untuk itu.
 
Ketika kami masih kanak-kanak
secara jasmani juga secara rohani
peringatan hari kelahiran-Mu menjadi anak manusia
Bayi Yesus, bayi Kudus di Bethlehem
sangat kental dengan sukacita pesta
dan setelahnya akan meredup dan sirna
ketika bulan berganti.
 
Kini dengan penyertaan-Mu di dalam kami
kami mengerti makna yang Kau inginkan

ketika kami menghadapi peringatan Natal kali ini.
Ada pesan khusus yang disampaikan
melalui Firman Kristus, yang mengajukan pertanyaan
tentang sesama manusia
di antara imam, orang Lewi, dan orang Samaria
ketika mendapati orang yang dalam kesulitan
karena mengalami peristiwa yang menyakitkan.
Kemudian setelah mendengar jawaban yang diberikan
ada satu perintah yang Yesus berikan
untuk pergi dan berbuat demikian
Bersedia peduli dan berbelas kasihan
 
Dalam suasana peringatan kelahiran-Mu, Yesus
ketika Engkau datang sebagai Bayi Kecil Kudus
yang lahir dari anak dara Maria
Kau inginkan kami untuk peduli kepada sesama
dalam bentuk berbagi kasih kepada mereka
bukan hanya selama bulan ini saja
dan tidak redup dan sirna
ketika bulan berganti.
Terima kasih Tuhan Yesus
Kau ajari kami banyak hal tentang kasih
dan kami bersuka menerima pengajaran-Mu
kami bersedia untuk berbuat demikian
layaknya Firman-Mu yang tercatat dalam Injil.
Di dalam nama-Mu kami berdoa,
dan mengucap syukur.
Amin

Oleh :
Team Moderator Doa-Satu-Menit


RH Mutiara Iman
Kamis 14 Desember 2017 dalam pekan Adven kedua
Pw. St. Yohanes dr Salib, ImPujG
(by: Rm. H. Sigit Pawanta, SVD)

Mutiara Iman:
''Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!'' [Mat. 11: 15]
 
BACAAN PERTAMA [Yes. 41: 13-20]
Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu, ''Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau''. Janganlah takut, hai si cacing Yakub, hai si ulat Israel! Akulah yang menolong engkau, demikianlah firman TUHAN, dan yang menebus engkau ialah Yang Mahakudus, Allah Israel. Sesungguhnya, Aku membuat engkau menjadi papan pengirik yang tajam dan baru, dengan gigi dua jajar; engkau akan mengirik gunung-gunung dan menghancurkannya, dan bukit-bukitpun akan kaubuat seperti sekam. Engkau akan menampi mereka, lalu angin akan menerbangkan mereka, dan badai akan menyerakkan mereka. Tetapi engkau ini akan bersorak-sorak di dalam TUHAN dan bermegah di dalam Yang Mahakudus, Allah Israel. Orang-orang sengsara dan orang-orang miskin sedang mencari air, tetapi tidak ada, lidah mereka kering kehausan; tetapi Aku, TUHAN, akan menjawab mereka, dan sebagai Allah orang Israel Aku tidak akan meninggalkan mereka. Aku akan membuat sungai-sungai memancar di atas bukit-bukit yang gundul, dan membuat mata-mata air membual di tengah dataran; Aku akan membuat padang gurun menjadi telaga dan memancarkan air dari tanah kering. Aku akan menanam pohon aras di padang gurun, pohon penaga, pohon murad dan pohon minyak; Aku akan menumbuhkan pohon sanobar di padang belantara dan pohon berangan serta pohon cemara di sampingnya, supaya semua orang melihat dan mengetahui, memperhatikan dan memahami, bahwa tangan TUHAN yang membuat semuanya ini dan Yang Mahakudus, Allah Israel, yang menciptakannya.
 
MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 145: 1. 9-13b; R. 8
Refr.   Tuhan itu pengasih dan penyayang,
           lambat akan murka dan besar kasih setia-Nya.
 
Mazmur:
+      Aku mengagungkan Dikau, ya Allah, rajaku,
        aku memuliakan nama-Mu selama-lamanya.
        Tuhan baik terhadap semua orang,
        penuh kasih setia terhadap segala ciptaan-Nya.
 
+      Ya Tuhan, semoga segala karya-Mu bersyukur kepada-Mu,
        dan semua kekasih-Mu memuji Engkau.
        Semoga mereka mengumumkan kerajaan-Mu yang mulia
        dan mewartakan keperkasaan-Mu.
 
+      Semoga mereka menyiarkan kejayaan-Mu kepada umat manusia
        dan memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia.
        Kerajaan-Mu berlangsung selama-lamanya
        dan pemerintahan-Mu turun-temurun.
 
BAIT PENGANTAR INJIL  (Yes. 45: 8)
P       Alleluya...
U      Alleluya...
P      Hai langit, turunkanlah embunmu, hai awan, hujankanlah raja adil.
        Hai bumi, bukakanlah dirimu dan tumbuhkanlah Penyelamat.
U      Alleluya...
 
BACAAN INJIL [Mat. 11: 11-15]
Yesus berkata kepada orang banyak, ''Sungguh, di antara semua orang yang pernah dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Sorga diserong dan orang yang menyerongnya mencoba menguasainya. Sebab semua nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes dan--jika kamu mau menerimanya--ialah Elia yang akan datang itu. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!''
 
St. Yohanes dari Salib (Imam dan Pujangga Gereja, 1542-1591,Pw)
Yohanes (Juan de Yepes) lahir tahun 1542 di Fontivera, Spanyol. Setelah ayahnya meninggal, ia dibawa ibunya ke Medina del Campo, dan sekolah sambil bekerja di rumah sakit. Tahun 1563 ia masuk Ordo Karmel dan belajar filsafat dan theologi di Salamanca. Beberapa waktu setelah ditahbiskan imam ia sempat bertemu dengan St. Teresia dari Avilla, teman seperjuangan dalam usaha pembaharuan ordo. Karya pembaruan ordo itu ternyata menjadi salib baginya. Orang salah paham mengenai pembaruan itu. Ia ditangkap dan dimasukkan sel. Dalam kesunyian selnya ia menulis pandangan rohaninya. Bagi orang kontemplatif tulisannya menjadi pedoman di jalan yang jauh dan sukar menuju kesempurnaan. Maka ia disebut sebagai 'Guru Mistik'.
 
BACAAN PERTAMA [1Kor. 2: 1-10a]
Saudara-saudara, aku datang kepadamu, saudara-saudara, aku tidak datang dengan kata-kata yang indah atau dengan hikmat untuk menyampaikan kesaksian Allah kepada kamu. Sebab aku telah memutuskan untuk tidak mengetahui apa-apa di antara kamu selain Yesus Kristus, yaitu Dia yang disalibkan. ku juga telah datang kepadamu dalam kelemahan dan dengan sangat takut dan gentar. Baik perkataanku maupun pemberitaanku tidak kusampaikan dengan kata-kata hikmat yang meyakinkan, tetapi dengan keyakinan akan kekuatan Roh, supaya iman kamu jangan bergantung pada hikmat manusia, tetapi pada kekuatan Allah. Sungguhpun demikian kami memberitakan hikmat di kalangan mereka yang telah matang, yaitu hikmat yang bukan dari dunia ini, dan yang bukan dari penguasa-penguasa dunia ini, yaitu penguasa-penguasa yang akan ditiadakan. Tetapi yang kami beritakan ialah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita. Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia. Tetapi seperti ada tertulis, ''Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia''. Karena kepada kita Allah telah menyatakannya oleh Roh. 
 
MAZMUR TANGGAPAN [Mzm. 37: 3-4. 5-6. 30-31; R.: 30a]
Refr.   Mulut orang benar menuturkan kebijaksanaan.
 
Mazmur
+      Percayalah kepada Tuhan dan lakukanlah yang baik,
        diamlah di negeri dan berlakulah setia;
        bergembiralah karena Tuhan,
        maka Ia akan memenuhi keinginan hatimu!
 
+      Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah pada-Nya,
        maka Ia akan bertindak;
        Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang,
        dan menampilkan hakmu seperti siang.
 
+      Mulut orang benar menuturkan kebijaksanaan,
        dan lidahnya mengatakan kebenaran.
        Taurat Allah ada di dalam hatinya,
        langkah-langkahnya tidaklah goyah.
 
BAIT PENGANTAR INJIL (Mat. 5: 3)
P       Alleluya.
U      Alleluya.
P      Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah,
        karena merekalah yang empunya kerajaan surga.
U     Alleluya.
 
BACAAN INJIL [Luk. 14: 25-33]
Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka, ''Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku''.
 
MEDITATIO:
Bacaan Injil hari ini berisi pembicaraan Yesus tentang Yohanes. Yesus memberi kesaksian tentang Yohanes bahwa di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes. Namun demikian, yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar dari padanya. Yohanes menjadi besar karena ia adalah Bentara Sabda. Ia menyerukan pertobatan dan pembaharuan hidup bagi orang Israel. Dan Yesus ingin agar bangsanya mendengar bukan hanya seruan Yohanes namun juga seruan yang diwartakan-Nya sendiri kepada bangsa-Nya.
 
Baik bacaan Injil maupun tokoh orang kudus yang kita rayakan pada hari ini, keduanya mempunyai kesamaan bukan hanya dalam hal nama yaitu Yohanes, namun terlebih keduanya memberi contoh kepadakita untuk mendengar suara Allah dan mewartakannya. Yohanes Pembaptis menyerukan pertobatan sampai akhirnya kepalanya dipenggal oleh Herodes, sementara Yohanes dari salib mendengarkan suara Tuhan dan menyerukan pertobatan dan pembaharuan hidup bagi Ordonya. Ia justru dipenjara, didera, dan juga mengalami penderitaan. Lalu bagaimana denga kita? Apakah kita masih setiap mendengarkan suara Tuhan dan juga berani mewartakannya?

CONTEMPLATIO:
Ciptakanlah suasana hening. Untuk beberapa saat tenangkanlah hati dan pikiran Anda. Tarik nafas dan lepaskan pelan-pelan. Ulangilah untuk beberapa kali. Setelah Anda merasa tenang, dengarkan kembali Firman Tuhan hari ini. Resapkanlah Firman Tuhan tersebut di dalam hati dan budi Anda.

ORATIO:
Tuhan, ajarilah akuk mendengarkan Firman-Mu dan juga tekun melaksanakannya. Amin.

MISSIO:
Hari ini aku akan membaca satu bab Kitab Suci dan berdoa Lectio Divina.
 
ERH
TAK CARI PUAS

''Karena akan datang waktunya,
orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat,
tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya
untuk memuaskan keinginan telinganya.''
(2 Timotius 4:3)

Baca: 2 Timotius 4:1-8
Penulis Arthur Boers pernah menulis, ''Saya kerap menemui orang-orang baru yang datang ke gereja dan mendapati mereka hanya suka berkunjung sesekali ke gereja-gereja. Mereka berusaha mencari tahu apa yang bisa mereka peroleh dari sebuah gereja. Gereja seperti menjajakan barang dagangan. Ibadah bukan lagi menjadi tempat melayani Tuhan, tetapi tempat di mana orang bisa membeli penyembahan yang menginspirasi, musik yang bagus, khotbah yang menyentuh, penitipan anak yang berkualitas. Seakan-akan mereka hendak membeli gereja dan menyenangkan diri sendiri!''

Bacaan hari ini adalah bagian dari surat terakhir Paulus. Di sini ia bersungguh-sungguh menasihati Timotius agar menyampaikan pesan Tuhan dan kebenaran yang sejati. Bukan menyampaikan pesan yang berasal dari dirinya sendiri -- yang lucu, menyentuh -- tetapi bukan tentang hati Tuhan. Sebab, di akhir zaman ini akan semakin banyak orang yang tidak menyukai kebenaran firman. Mereka ke gereja, tetapi tidak siap mendengar teguran atau didikan Tuhan. Mereka tidak membuka hati, tetapi mencoba memuaskan diri dan telinga saja.

Mungkin kita bukan tipe orang yang suka berkunjung ke berbagai gereja, ke sana kemari. Namun, adakah kita masih selalu sedia mendengar firman dan segala kebenarannya, yang disampaikan demi memperbaiki kelakuan kita? Adakah kita bersedia ditegur oleh Firman Tuhan dan dengan hancur hati mohon ampun di hadapan-Nya? Adakah kita tunduk pada otoritas yang menyampaikan teguran dan disiplin demi kita kembali memiliki hubungan pribadi yang intim dengan Kristus?

BERGEREJA BUKAN DEMI MENDAPAT KEPUASAN TELINGA
NAMUN AGAR HIDUP KITA TERUS DISELARASKAN DENGAN-NYA
 
Ditulis oleh Agustina Wijayani
Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Yesus dan Yohanes Pembaptis