DKP

 

Doa Hari Sabtu, 16 Desember 2017

Yohanes Pembaptis menjadi salah satu orang penting. Ia menjadi perintis jalan pertobatan untuk menyambut Tuhan. Yesus menggambarkan Yohanes seperti Elia yang datang dan memulihkan segala sesuatu.


Bapa kami yang ada di Sorga
kami bersyukur karena boleh memasuki paruh kedua
bulan kedua belas tahun ini
yang bertepatan dengan akhir pekan
dari rangkaian hari kerja kami

Meski dalam urutan tanggal
masih ada lima belas hari tersisa yang akan kami jalani
pada tahun dua ribu tujuh belas ini,
namun kami bisa merasakannya,
jumlah hari kerja kami jauh lebih sedikit dari itu.
Suasana yang berbeda
dengan sebelas bulan sebelumnya.
Warna perayaan Natal begitu pekat,
meski banyak pihak yang mencibirnya.
Atmosfir sukacita dan libur bersama
tidak bisa disembunyikan.

Sungguh benar ya Bapa
perayaan kelahiran Sang Putra
memberikan pengaruh sangat besar
bagi semua manusia di bumi ini.
Ada sukacita, bernada pesta duniawi
ada cibiran, juga bernada sangat duniawi
Ada keindahan, layaknya anak-anak
seperti yang pernah kami alami, dulu
Namun kini, ya Bapa
Kau beri kami pengertian baru
bahwa keselamatan yang Kau gagas
dan dilaksanakan Sang Putra, Yesus yang menjadi Kristus
dimulai dari kelahiran-Nya sebagai bayi Kudus
melibatkan kami, menjadi anak-anak-Mu
untuk mengambil bagian
dan melaksanakan keselamatan itu
serta mengerjakan keselamatan itu
dengan takut dan gentar
dengan tidak bersungut-sungut
juga tidak berbantah-bantahan.
Terima kasih Tuhan Yesus
Kami tetap mohon perlindungan-Mu
atas jiwa dan raga kami,
agar sungguhlah pantas menyambut kehadiran-Mu.
Di dalam nama Tuhan Yesus,
kami telah berdoa dan mengucap syukur.
Dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus
Amin.

By : Team Moderator DSM
dengan penyesuain
 
RH Mutiara Iman
Sabtu, 16 Desember 2017 dalam pekan Adven kedua
(by: Rm. F.X. Sugiyana, Pr)

Mutiara Iman:
''Elia sudah datang tetapi orang tidak mengenal dia dan memperlakukan menurut kehendak mereka.'' [Mat. 17: 12]
 
BACAAN PERTAMA [Sir. 48: 1-4. 9-11]
Dahulu kala tampillah nabi Elia, amarahnya berkobar-kobar bagaikan api; sabdanya menyala laksana obor. Dialah yang mendatangkan kelaparan kepada orang-orang Istael dan membinasakan sebagian dari mereka karena amarahnya. Atas firman Tuhan ia menutup langit sehingga tidak hujan, dan tiga kali menurunkan kilat untuk menyambar musuh. Betapa mulialah engkau, hai Elia, dengan segala mukjizatmu, siapa dapat menyamakan diri dengan dikau? Dalam badai berapi engkau diangkat, naik kereta kuda yang berapi. Menurut nubuat Alkitab tentang masa depan, engkaulah yang ditunjuk untuk meredakan murka Allah sebelum meletus. Engkau yang harus mengembalikan hati bapa kepada anaknya serta memulihkan semua suku Yakub. Berbahagialah orang yang akan melihat engkau; berbahagialah yang meninggal dalam kasih Allah.
 
MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 79 (80): 2ac. 3b. 15-16. 18-19; R. 4
Refr.    Ya Allah, pulihkanlah kami,
             tunjukkanlah seri wajah-Mu, maka selamatlah kami.
 
Mazmur:
+       Gembala Israel, dengarkanlah kami,
         Engkau yang bertakhta di atas singgasana,
         tampillah dengan cemerlang.
         Kerahkanlah kekuatan-Mu,
         dan datanglah menyelamatkan kami.
 
+       Ya Allah semesta alam, kembalilah,
         pandanglah dari surga dan indahkanlah kebun anggur-Mu,
         lindungilah pohon yang Kautanam dengan tangan-Mu sendiri.
 
+       Hendaknya Engkau melindungi raja kami,
         orang pilihan yang telah Kaunobatkan.
         Maka kami tidak akan menyimpang dari pada-Mu,
         lindungilah hidup kami, maka kami memuji Engkau.
 
BAIT PENGANTAR INJIL  (Luk. 3: 4. 6)
P        Alleluya...
U       Alleluya...
P       Sediakanlah jalan bagi Tuhan;
         ratakanlah jalan untuk Dia,
         dan semua manusia akan melihat keselamatan Allah.
U      Alleluya...
 
BACAAN INJIL [Mat. 17: 10-13]
Sekali peristiwa murid-murid bertanya kepada Yesus, ''Bagaimana mungkin ahli-ahli Taurat berkata bahwa nabi Elia harus mendahului kedatangan Mesias?'' Jawab Yesus, ''Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu  dan Aku berkata kepadamu: Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian juga Anak Manusia akan menderita oleh mereka''. Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.
 
MEDITATIO:
Saat menyambut kedatangan Yesus sudah semakin mendekat. Liturgi mulai menampilkan orang-orang penting di sekitar peristiwa Natal. Yohanes Pembaptis menjadi salah satu orang penting tersebut. Ia menjadi perintis jalan pertobatan untuk menyambut Tuhan. Yesus menggambarkan Yohanes seperti Elia yang datang dan memulihkan segala sesuatu.
 
Apa yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis sangat penting bagi persiapan menyambut Yesus. Ia berseru kepada banyak orang, bertobatlah, luruskanlah jalan Tuhan. Orang-orang yang berbuat salah dalam hidup dan pekerjaannya diajak untuk bertobat dan berbenah sikap. Menurutnya menyambut Yesus dibutuhkan kesiapan batin agar pantas bersatu dengan-Nya.
 
Yohanes Pembaptis memberi sisi rohani pada kita semua. Persiapan Natal tidak cukup hanya persiapan liturgis, tetapi juga perlu persiapan batin dengan pertobatan, meninggalkan cara hidup yang tidak baik sambil mengarahkan diri pada Yesus. Karena itu, ketika ada pelayanan pertobatan di paroki-paroki menjelang Natal, hendaknya dimanfaatkan dengan baik. Kita turut menerima agar semakin pantas turut mengambil bagian dalam peristiwa Natal, peristiwa Tuhan datang dan tinggal beserta kita.

CONTEMPLATIO:
Masuklah dalam keheningan hati dan berdoalah mohon kepekaan hati agar dapat merasakan kehadiran Tuhan dalam setiap pribadi dan peristiwa.

ORATIO:
Tuhan, bukalah hati kami agar dapat menangkap kehadiran-Mu dan mengenal kehendak-Mu sehingga kami dapat hidup sesuai dengan rencana-Mu. Amin.

MISSIO:
Aku akan bertobat dalam sikap-sikapku yang salah dan meluruskan langkah di jalan Tuhan.
 
ERH
LEBIH PENTING ORANGNYA
 
''Tetapi Yesus memandang dia dan mengasihinya,
lalu berkata kepadanya,
'Hanya satu lagi kekuranganmu:
Pergilah, juallah apa yang kaumiliki
dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin,
maka engkau akan beroleh harta di surga,
kemudian datanglah kemari dan ikutlah Aku.'''
(Markus 10:21)
 
Baca: Markus 10:17-27
Jika seseorang mengalami kecelakaan lalu lintas, apakah yang lebih dahulu kita tanyakan, orangnya atau kendaraannya? Pasti orangnya. Mengapa? Karena nyawa manusia jauh lebih berharga daripada kendaraan. Kendaraan yang rusak masih bisa diperbaiki atau diganti dengan yang baru. Adapun nyawa manusia hanya satu dan tak ada gantinya.

Begitu juga kehidupan kita. Tuhan lebih tertarik mengubah diri kita lebih dahulu daripada mengubah keadaan kita. Kalau kita berubah, dengan sendirinya keadaan pasti berubah. Yesus menaruh kasih kepada orang yang bertanya kepada-Nya tentang cara memperoleh hidup yang kekal. Yesus menghargai segala usahanya untuk menaati firman Allah (ay. 20) sejak masa muda. Hanya satu yang masih kurang, orang itu mencintai hartanya yang banyak. Yesus memberikan perintah kepadanya untuk pergi, menjual segala hartanya, dan memberikannya kepada orang miskin supaya ia beroleh harta di surga. Setelah itu ia diminta datang menemui Yesus dan mengikuti-Nya (ay. 21). Namun, orang kaya ini memilih mempertahankan harta dunia. Ia menjadi kecewa, lalu pergi dengan sedih meninggalkan Yesus.

Lebih berharga mana, harta di surga atau harta di dunia? Mari kita jawab dengan jujur. Tuhan bisa dengan mudah mengubah kondisi ekonomi kita, dengan gampang menyembuhkan penyakit kita, atau membereskan masalah lain yang kita hadapi. Namun, sebelum itu Tuhan ingin diri kita berubah lebih dahulu, kita siap diproses dan dimurnikan oleh Tuhan. Bersediakah kita?

TUHAN LEBIH SUKA MENGUBAH DIRI KITA,
BARULAH KEADAAN KITA BERUBAH
 
Ditulis oleh Richard Tri Gunadi
Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Terang