DKP

 

Doa Hari Senin, 18 Desember 2017

Kelahiran Kristus sudah di ambang pintu dan saat penantian kita sudah semakin terarah kepada kelahiran Kristus. Walaupun Injil hari ini sudah mengisahkan perihal kelahiran Yesus, namun yang mau disampaikan ialah waktunya sudah sangat dekat dan persiapan juga semakin mantap.

 

Bapa kami yang sangat baik
Terima kasih karena Engkau telah menuntun kami
untuk memahami apa yang menjadi kehendak-Mu, Bapa
serta memberi kami pengertian-pengertian
tentang kehendak bebas yang Kau berikan
bagi manusia di muka bumi ini.
Itu semua menjadikan kami bisa memilih
secara bertanggung jawab penuh
untuk menjadi anak-anak-Mu
atau menjadi penentang-Mu.
 
Bapa yang berkuasa
Kau maha tahu untuk semua hal.
Dalam kemahatahuan-Mu,
yang bersamaan dengan kemahakuasaan-Mu,
sering kami menjadikan kami
melepaskan semua tanggung jawab kami
untuk apa yang menjadi pilihan kami
yang berhubungan dengan kehendak bebas
karena Kau tidak menghalangi kami
ketika kami melakukan satu kesalahan.
Sungguh bebal kami ini
yang begitu mudahnya tersesat.
 
Di awal pekan kerja ini
kami mendapat kesempatan
untuk mempersiapkan diri
menghadapi lima hari ke depan
yang menjadi rentetan kegiatan rutin kami
untuk melakukannya dengan bertanggung jawab
karena itu semua sudah termasuk
dalam hidup kami yang adalah milik-Mu
Dengan apa pun yang kami lakukan
kami melakukannya untuk-Mu.
 
Kami bisa melihat begitu banyak
kesulitan dan pilihan yang harus kami ambil
dalam menghadapi semua itu.
Kau Bapa yang maha tahu
dalam tatanan-Mu, tidak pernah memaksa kami
dalam mengambil keputusan.
Kau sangat bijaksana
kami menyukai cara-Mu mengajar kami
Terima kasih Tuhan Yesus
 
Berkati kami hari ini,
agar apa pun yang kami lakukan
sungguh hanya demi kemuliaan-Mu
dan kebaikan sesama kami.
Amin
 
Di dalam nama Yesus
kami berdoa dan mengucap syukur.
Oleh : Team Moderator Doa-Satu-Menit


RH Mutiara Iman
Senin, 18 Desember 2017 dalam pekan Adven ketiga
(by: Rm. Yosafat Ivo Sinaga, OFMCap)

Mutiara Iman:
''Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka kaan menamakan Dia Imanuel'' - yang berarti: Allah menyertai kita.'' [Mat. 1: 23]

BACAAN PERTAMA [Yer 23: 5-8]
Inilah firman Tuhan, ''Sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri. Dalam zamannya Yehuda akan dibebaskan, dan Israel akan hidup dengan tenteram; dan inilah namanya yang diberikan orang kepadanya: TUHAN--keadilan kita. Sebab itu, demikianlah firman TUHAN, sesungguhnya, waktunya akan datang, bahwa orang tidak lagi mengatakan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun orang Israel keluar dari tanah Mesir!, melainkan: Demi TUHAN yang hidup yang menuntun dan membawa pulang keturunan kaum Israel keluar dari tanah utara dan dari segala negeri ke mana Ia telah menceraiberaikan mereka!, maka mereka akan tinggal di tanahnya sendiri''.
 
MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 71 (72): 2. 12-13. 18-19; R. 7
Refr.   Kita akan menikmati keadilan.
 
Mazmur:
+      Ya Allah, semoga raja yang Kauurapi
        memerintah umat-Mu sesuai dengan hukum,
        dan para hamba-Mu yang miskin dengan adil.
 
+      Ya Allah, raja-Mu membebasan orang miskin yang berseru,
        ia membela orang tertindas yang tidak punya penolong.
        Ia sayang kepada kaum papa dan miskin
        dan menyelamatkan nyawa orang yang lemah.
 
+      Terpujilah Tuhan Allah, Allah Israel,
        hanya Dialah yang mengerjakan karya agung.
        Terpujilah nama-Nya yang mulia selama-lamanya,
        seluruh bumi penuh kemuliaan-Nya.
 
BAIT PENGANTAR INJIL
P       Alleluya...
U      Alleluya...
P       O Tuhan, pemimpin umat-Mu
         tampillah dan tuntunlah kami dengan tangan kuat.
U      Alleluya...
 
BACAAN INJIL [Mat 1: 18-24]
Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, ''Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka''. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi, ''Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel'' -- yang berarti: Allah menyertai kita. Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya.
 
MEDITATIO:
Kelahiran Kristus sudah di ambang pintu dan saat penantian kita sudah semakin terarah kepada kelahiran Kristus. Walaupun Injil hari ini sudah mengisahkan perihal kelahiran Yesus, namun yang mau disampaikan ialah waktunya sudah sangat dekat dan persiapan juga semakin mantap. Persiapan batin adalah hal yang lebih penting supaya kita layak dan pantas menyambut Yesus. Karena itu fokus utama kita ialah Yesus dan bukan yang lain karena banyak orang lebih fokus pada persiapan dekorasi, latihan, membentuk kepanitaan natal dst. Itu semua baik tetapi yang terpenting ialah mempersiapkan batin: doa, kasih, dan membersihkan hati dengan menerima sakramen rekonsiliasi. Yesus lahir di kandang domba. Itu adalah simbl kesederhanaan dan kerendahan hati. Maka kita juga diharapkan merayakan kelahiran-Nya dengan penuh sederhana.

CONTEMPLATIO:
Ambil waktu sejenak berdiam dalam keheningan. Hadirkan Yesus dalam hatimu. Biarlah Dia yang menuntunmu membersiapkan hatimu. Renungkanlah sejauh mana persiapanmu menyambut kelahiran Kristus. Apa saja yang kamu siapkan? Hatimu? Atau menyibukkan diri dengan hal lain?

ORATIO:
Ya Tuhan, semoga persiapanku menyambut kelahiran Putera-Mu tetap berjalan sesuai dengan kehendak-Mu. Bantulah aku untuk tulus membuka hatiku menyambut Dia, Raja pembawa damai. Amin.

MISSIO:
Aku akan mempersiapkan hatiku menyambut kelahiran Yesus Kristus dengan doa dan amal kasih. Semoga saat Kelahiran-Nya, hatiku semakin layak bagi-Nya.
 
ERH
LEGENDA BASKET
 
''Dan berkata kepada segenap umat Israel:
'Negeri yang kami lalui untuk diintai itu
adalah luar biasa baiknya.'''
(Bilangan 14:7)
 
Rick Bailey adalah salah seorang pemain basket legendaris dalam sejarah NBA. Pada pramusim basket tahun 1978 sampai 1979, statistiknya dalam lemparan bebas adalah sebanyak 94,7%. Satu hal yang membuatnya berbeda adalah caranya menembak saat mendapatkan lemparan bebas. Alih-alih melempar seperti kebiasaan pemain basket pada umumnya, ia justru menggunakan kedua tangannya dan menembakan bola dari bawah ke atas.

Kaleb dan Yosua berani tampil berbeda dalam tataran yang lain. Mereka berani melawan arus saat kesepuluh rekan yang lain merasa pesimistis untuk dapat masuk ke tanah Kanaan. Kaleb dengan berani berkata, ''Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!'' (Bil. 13:30). Kaleb dan Yosua tetap berpegang pada iman kepada Tuhan dan meneguhkan hati mereka. Mereka berani membayar harga, siap menanggung risiko, dan bahkan mempertaruhkan nyawa. Ya, ketika tetap teguh mengikuti jalan Tuhan dan tidak mau mengikuti arus, Kaleb dan Yosua nyaris mati karena orang-orang Israel hendak melempari mereka dengan batu (ay. 10).

Menjadi berbeda bukanlah hal yang mudah dilakukan. Sering kali ada risiko ketika seseorang menjunjung kebenaran firman-Nya ketika kebanyakan orang melanggarnya. Meskipun demikian, menjadi berbeda bukanlah sesuatu yang mustahil untuk diwujudkan. Lihatlah Yosua dan Kaleb. Ada berkat besar yang Tuhan berikan kepada mereka yang berani menegakkan kebenaran-Nya dan berani melawan arus dunia (ay. 24).

JANGAN MENJADI SERUPA DENGAN DUNIA INI,
TETAPI MARI BERTUMBUH
MENJADI SEMAKIN SERUPA DENGAN KRISTUS
 
Ditulis oleh Sugihendarto Pratama P
Tuhan memberkati+


Galeri Foto

Mempersiapkan Hati